9. H Rd Muhammad Thohir (Auliya Thohir Al Bughuri) b. 1765c bur. 1849 - Keturunan (Inventaris)
1
11/1 <?> <♂ 9. H Rd Muhammad Thohir (Auliya Thohir Al Bughuri)perkawinan: <1> <♀ 5. Ratu Syarifah b. ~ 1725
pekerjaan: 13 April 1826, Aulia / Penghulu Kampung Baru (Buitenzorg/Bogor)
penguburan: 1849, Empang, Bogor
2
gelar: 1 September 1815, Adipati
pekerjaan: 1 November 1815 - 1849, Bupati Bogor ke 15 (1815-1849)
gelar: 1 November 1837 - 1865, Bupati Lebak (Rangkasbitung) ke 2
SILSILAH RINGKAS dan PROFIL RA. KARTANAGARA
RADEN ADIPATI KARTANEGARA / KARTANATA NAGARA bin R.H. MUH TOHIR (Aulia Kampung Baru/Bogor)bin RA. Wiradiredja (Regent Bogor) bin RA. Wiradinata (Regent Bogor) bin Dalem Wiratanu II (Regent Tjiandjur ke II), Tarikolot Cianjur
RA. KARTANATANAGARA lahir dari pasangan Raden Haji Tohir, Penghulu Buitenzorg 1826-1849, buyut Raden Aria Wiramangala (Wiratanu II) dan Nyi Hj. Ratu Syarifah puteri bungsu Pangeran Sogiri bin Sultan Ageng Tirtayasa (Sultan Banten : 1651-1683). Ia lahir dan dibesarkan di Soekahati (Empang) Bogor bersama dengan 19 kakak beradik lainnya diantaranya adalah RA. Wiranata/Dalem Sepuh Bogor Bupati Buitenzorg 1815-1849, RH. Puradiredja, Demang Tjibinong (1841-1858), RTmg. Sastranegara, Bupati Purwakarta 1849-1854, RA. Prawiranata, Aria Patjet.
Ia dibesarkan keluarga dengan didikan agama Islam yang taat dan adat istiadat ningrat Sunda Pajajaran yang santun. Ia hidup bersama keluarga besar ningrat Cianjur (Wiratanu II) dan ningrat Banten (Pangeran Sogiri) yang menjadi pemimpin di wilayah bekas kerajaan Pajajaran yang bernama Kampung Baru alias Buitenzorg alias Bogor.
KARIER & PRESTASI
Raden Tumenggung (RT) Adipati Kartanata Nagara adalah Bupati Lebak kedua. Kartanata Nagara menjabat tahun 1830 hingga 1865. Sebelum menjadi bupati, pada 1829 Kartanata Nagara menjabat Demang di Jasinga, Kabupaten Bogor. Saat menjadi Demang, Kartanata Nagara mengalahkan pasukan Nyimas Gamparan yang menurut versi Pemerintah Hindia Belanda merupakan pengacau keamanan. Saat itu, pasukan Nyimas Gamparan mau masuk Lebak melalui jalur Cikande, Serang. Usaha Nyimas Gamparan berhasil dihadang oleh Kartanata Nagara. Berawal dari keberhasilan mengalahkan Nyimas Gamparan akhirnya Pemerintah Hindia Belanda menganugerahi Kartanata untuk menjadi Bupati Lebak menggantikan Pangeran Senjaya di tahun 1830. Menurut cerita dari keturunan ke lima Kartanata Nagara, Raden Sari Wulan Kartanata Nagara, yang ditemui Radar Banten, Selasa (19/8), di kediamannya, Kartanata adalah bupati pertama yang membuka Rangkasbitung menjadi wilayah permukiman. Agar pusat pemerintahan Lebak dekat dengan karesidenan Banten di Serang, Kartanata membangun pendopo di daerah setempat. “Saat itu, Rangkasbitung adalah sebuah hutan belantara. Di tengah hutan belantara terdapat sekumpulan pohon bambu bitung liar dikelilingi rawa yang luas. Setelah daerah tersebut ditempati Kartanata Nagara, banyak warga yang turut bermukim di daerah tersebut,” ujar Sari Wulan yang menetap di Jalan Jalan Sunan Giri, Kampung Pasir Sukarayat, Kelurahaan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung. Menurut Sari Wulan, Kartanata Nagara menaruh perhatian besar terhadap kehidupan rakyat. Saat melihat rakyat mengalami kesusahan, Kartanata Nagara segera membantu. “Yang saya tahu, buyut saya itu (Kartanata Nagara, red) sangat dekat dengan rakyat,” ujarnya. Memasuki 1856 saat Kartanata Nagara masih menjadi bupati, Gubernur Jenderal Duymaer Van Twist menunjuk Edward Douwes Deker (Multatuli) sebagai Asisten Residen di Lebak. Menurut sumber yang didapatkan Radar Banten dari Iman Solehudin (cucu tiri) Raden Sari Wulan Kartanata Nagara, serta Hikmat Syadeli Budayawan Lebak, saat itu sempat terjadi kesalahpahaman antara Kartanata Nagara dan Multatuli. Kesalahpahaman dipicu saat Bupati Kartanata Nagara kedatangan tamu Bupati Cianjur, Jawa Barat. Untuk menjamu tamu, Kartanata Nagara memerintahkan rakyat gotong royong membersihkan lingkungan pendopo dan jalan setapak yang akan dilalui rombongan Bupati Cianjur. “Perintah gotong royong diartikan oleh Multatuli sebagai kerja paksa. Akhirnya Kartanata Nagara dilaporkan ke Residen Brest Van Kempen. Namun tuduhan kerja paksa tidak terbukti sehingga Kartanata Nagara tidak disanksi,” kata Iman yang diamini Hikmat. Lebak di bawah kepemimpinan Kartanata Nagara mengalami kemajuan. Meski sudah berbuat banyak untuk Lebak, namun nama Kartanata Nagara seperti dilupakan. (day/dilengkapi dari berbagai sumber)
DEWAN KOTA BANTAM 1836 (Almanak 1836)
DEWAN KOTA BANTAM 1865 (Almanak 1865)
3
perkawinan: <4> <♀ Nyi. Ampina
penguburan: Puncak Manik Salak I, 2211m DPL, Gunung Salak Bogor
perkawinan: <6> <♀ Nyi Salamah
gelar: 1820 - 1827, Bupati Karawang Ke IX (1820 - 1827)
wafat: 1828, Nusa Situ Wanayasa, Purwakarta
Raden Adipati Suryanata, putra Raden Adipati Wiranata Dalem Sepuh Bogor Keturunan Cikundul. Nama asalnya ialah "Raden Natarajah", kemudian mendapat gelar "Raden Aria Soerianatarajah".
Raden Adipati Suryanata Menikah dengan Nyi Salamah, putrid Aria Sastradipura, (Bupati Karawang ke-
9). Pada masa Pemerintahan Raden Adipati Suryanata, kantor dipindahkan dari Karawang ke
Wanayasa (Purwakarta). Raden Adipati Suryanata wafat pada tahun 1828 dimakamkan di Nusa Situ
gelar: 1849 - 21 Februari 1864, Bupati Bogor Ke 16 (1849-1864)
wafat: 13 Mei 1872, Mekah
H. Rd. Adipati Aria Suriawinata / H. Rd. Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat, putra H. Rd. Adipati Aria Wiranata / Mbah Dalem Seupuh Bogor, (adik H. Rd. Adipati Surianata Bupati Karawang yang memerintah tahun 1821-1828). Pada awal masa pemerintahan beliau, pusat pemerintahan masih di Wanayasa, selama 2 tahun, dan pada tahun 1830, pusat Pemerintahan dipindahkan dari Wanayasa ke Sindangkasih serta menamakan daerah tersebut Purwakarta. Purwa artinya permulaan dan Karta, sama dengan Ramai atau hidup, dengan demikian nama Purwakarta baru dikenal pada masa pemerintahan H. Rd. Adipati Aria Suriawinata. Pada tahun 1849 H. Rd. Adipati Aria Suriawinata dialihtugaskan menjadi Bupati Bogor hingga wafat tahun
1872. H. Rd. Adipati Aria Suriawinata Dikenal pula dengan sebutan Mbah Dalem Sholawat.gelar: 27 Juni 1865 - 27 Maret 1866, Hoofd Demang & Hoofd Djaksa Buitenzorg
gelar: 27 Maret 1866 - 30 Maret 1870, Hoofd Demang Buitenzorg (Bogor)
RIWAYAT KELUARGA
Raden Aria Mangkoewidjaja ialah putra pertama dari Raden Aria Soetawidjaja (Hoofd Djaksa Buitenzorg 1840-1841) dengan Ibu NYI Rd. HABIBAH (Putr1 ke 13 Raden Haji Muhammad Tohir, Aulia Kampung Baru, saudara kandung dengan R.Tmg. Kartananagara dan saudara sepupu RA. Wiranata (Bupati Kmpung Baru/Bogor). Menurut catatan keluarga, Kakeknya yang bernama Pangeran Muhammad Thahir adalah putra ke 3 dari Sultan Haji / Sultan Abu Nashr Muhammad Abdul Kahar, Sultan Banten ke 7 (1683-1687). RA. Mangkoewidjaja lahir dan dibesarkan dikeluarga ningrat Banten dan Cianjur (Cikundul) yang tinggal di kawasan Empang (Dalem Empang) bersama-sama dangan RA Wiranata.
SILSILAH RINGKAS
RADEN ARIA DEMANG MANGKOEWIDJAJA bin Raden Aria Soetawidjaja bin Pangeran Muhammad Thahir (R.T. PRAWIRO KOESOEMO) bin Sultan Haji / Sultan Abu Nashr Muhammad Abdul Kahar (Sultan Ke 7 Kesultanan Banten), mempunyai adik kandung 12 orang, yaitu : 1. R. Kartawidjaja/H. Iljas (Demang Jasinga/Wadana), 2. R. Bratawidjaja/Baing Brata (Ass. Demang Parung); 3. R. Dmg. Mangunkusumah (Demang Tjibarusah; 4. R. Kartawidjaja (Gabug); 5. RH. Daud (Eyang R. Muh. Idrus-Enis); 6. RH. Kusumahwidjaja; 7. R. Sintawidjaja (Eyang Endeh Patimah); 8. Nji R. Tjeneng; 9. Nji R. Bahra (Gabug); 10. Nji R. Hadidjah; 11. Nji R. Eulis; 12. R. Demang Mauk
KARIER
Berdasarkan Almanak_van_Nederlandsch_Indië_voor_het tahun 1854 s/d tahun 1876, Karier Raden Aria Mangkoewidjaja adalah sebagai berikut :
- 1854-1866 Hoofd Djaksa pada Afdelling Buitenzorg, dibawah Regent RADEAN ADIPATTIE SOERIA WIENATTA (1849-1869);
- 1865-1866 Menjadi Hoofd Demang & Hoofd Djaksa Buitenzorg
- 1866-1870 Menjadi Hoofd Demang Buitenzorg
SILSILAH KETURUNAN
Raden Aria Mangkoewidjaja menikah dengan 4 orang istri, isteri pertama NYI MAS WARTA (Kaum Bogor) memiliki putra 3 orang :
- NYI Raden Kuraesin
- NYI Raden Suhaemi
- NYI Raden Hudaya
Isteri ke 2 bernama NYI Raden SARODJA, dikarunia putra :
- NYI Raden Titi Marijam
- NYI Raden Eno Patmah
- Raden Hadji Sjafi'i (Penghulu Bogor)
- NYI Raden Eulis Aminah
- NYI Raden Enon Hadjar
- Raden Hadji Iskandar/Enduk
- Raden Hadji Sulaeman
Isteri ke 3 bernama NYI Rd ENUR binti Raden Kartanagara memiliki putra 1 orang :
- Raden Hadji Ahmad/Emod
Isteri ke 4 bernama NYI Raden ANTAMIRAH binti Raden Tumenggung Tjandramanggala, berputra :
- Raden Hadji Muhammad Hasan
- Raden Sodiq
- Raden Atang
Semasa berkarier sebagai Djaksa dan Demang Boepati Buitenzorg, Raden Aria Mangkoewidjaja menetap di Buitenzorg (kota Bogor sekarang), keturunannya banyak tersebar di daerah Bondongan, Layungsari, Lolongok, Empang dan Pantjasan, dimakamkan di Pemakaman Empang
(Sumber : Sajarah Bogor, Memed Sunardi, 1966, berdasarkan Catatan Raden Jusuf Wiranata Nagara)
4
1111/4 <44> <♂ 2. RH. Abdul Rochman
Perjuangan KH. Abdullah Bin Nuh
Sekembalinya dari Mesir Tahun 1927. KH Abdullah bin Nuh memulai karirnya sebagai Kyai dengan mengajarkan agama Islam. Diawali dari Cianjur dan Bogor, Pernah tinggal di Ciwaringin kaum dan di Gang Kepatihan
Selama di Bogor beliau mengajar di Madrasah Islamiyyah yang didirikan oleh mama Ajengan Rd Haji Mansyur dan juga mengajar para Mu’alim yang berada disekitar Bogor. Satu tahun tinggal di Bogor, pindah ke Semarang, disana hanya dua bulan kemudian kembali lagi ke Bogor, untuk melanjutkan perjalanannya ke Cianjur.Disana menjadi guru bantu di Madrasah Al I’anah.
Tahun 1930, untuk yang kedua kalinya KH Abdullah bin Nuh kembali ke Bogor dan tinggal di Panaragan, pekerjaan beliau adalah mengajar para Kyai dan menjadi korektor Percetakan IHTIAR (inventaris S.I). selama 4 tahun bermukim di Bogor. KH. Abdullah bin Nuh bersama Mama Ajengan Rd. H Mansur, mendirikan Madrasah PSA (Penolong Sekolah Agama) yang berfungsi sebagai wadah pemersatu madrasah-madrasah yang ada disekitar Bogor, ketuanya adalah Mama Ajengan Rd. H Mansur, sedangkan KH Abdullah bin Nuh terpilih sebagai Ketua Dewan Guru/Direktur.
Sumber : REGERINGSALAMANAK Voor Nederlandsch-Indie 1873-1880
5
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Ibu)
#0. Ki Sabirudin/Dalem Aria Wiratnudatar IV #1. Ki Muhidin/Dalem Aria Wiratanudatar V #2. Rd. Chamsyah #3. Rd.Rg. Tjandramanggala #4. Rd. Kasmirah #5. Nyi Rd. Sarodja #6. RH. Sulaiman #7. Rd. KURAESIN - Belum Ada Kekancingan -
- Belum Ada Kekancingan -SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Bapak) #0. Sultan Hadji/Sultan Banten Ke 7 #1. Pangeran Moehammad Thahir/Prawirokusoemo #2. RA. Soetawidjaja #3. RA. Mangkoewidjaja #4. RH. Sulaiman #5. Rd. KURAESIN
wafat: 21 Agustus 1985, Mekah
penguburan: 21 Agustus 1985, Mekah
- Rd. Ba'i,,
Bin
- Rd. Kusumahnagara (Habib Kusumah),,
Bin
- Rd. Kusumahdilaga,,
Bin
- H. Rd. Adipati Aria Wiranata / Mbah Dalem Seupuh / Bupati Bogor X jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1815-1849 M),,
Bin
- H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri (1826-1849 M) >(+)< Ratu Syarifah binti Pangeran Ash Shoghiri bin Sulthon Ageng Tirtayasa Kasulthonan Banten,,
Bin
- H. Rd. Tumenggung Wiradiredja / Bupati Bogor II jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1758-1769 M),,
Bin
- H. Rd. Tumenggung Wiradinata / Bupati Bogor I jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1749-1754 M),,
Bin
- Pangeran Wiramanggala / H. Rd. Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur / Bupati Cianjur II (1691-1707 M),,
Bin
- Pangeran Ngabehi Jayasasana / Jayalalana / Raja Gagang / H. Rd. Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur / Bupati Cianjur I (1677-1691 M),,
Bin
- Pangeran Aria Wangsa Goparana / Sunan Sagalaherang,,
Bin
- Pangeran Aria Kikis / Sunan Wanaperih / Sunan Ciburang,,
Bin
- H. Rd. Rangga Mantri / Prabu Pucuk Umum Talaga / Raja Maja (1529 M) <+> Hj. Ratu Dewi Sunyalarang / Ratu Parung binti Sunan Parung / Batara Sukawayana bin Rd Kusumalaya Ajar Kutamangu / Rd Palinggih bin Rakryan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala / Raja Sunda Galuh,,
Bin
- Munding Laya Dikusumah / Munding Sari Ageung / Munding II / Prabu Munding Suria Ageung / Prabu Munding Wangi,,
Bin
- H. Rd. Pamanah Rasa / Prabu Guru Dewataprana Sri Baduga Maharaja / Ratu Jayadewata / Hyang Prabu Silih Wangi / Raja Pakuan Pajajaran (1482–1521 M) <+> Ratu Ratnasih / Nyi Rajamatri / Ratu Istri Rajamantri binti Sunan Pagulingan / Prabu Wirajaya bin Prabu Gajah Agung / Atmabrata / Bagawan Batara Wirayuda bin Pangeran Cinde Kancana Wulung / Hyang Prabu Tajimalela / Prabu Agung Resi Cakrabuana / Batara Tungtang Buana / Batara Kusuma,,
- Rakryan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala / Raja Galuh XXXI (1475-1482 M),,
- Prabu Anggalarang / Prabu Niskala Wastu Kancana / Prabu Wangisutah / Prabu Linggawastu / Raja Sunda Galuh XXX (1371-1475 M),,
- Prabu Lingga Buana / Prabu Ragamulya Luhurprabawa / Prabu Maharaja / Prabu Wangi / Sang Mokteng Ing Bubat / Raja Sunda Galuh Kawali XXVIII (1350-1357 M),,
- Prabu Ajiguna Linggawisesa / Sanglumahing Kiding / Raja Sunda Galuh Kawali XXVI (1333-1340 M) <+> Dewi Uma Lestari / Ratu Santika binti Prabu Lingga Dewata / Raja Sunda Galuh Kawali,,
- Guruminda / Sang Manisri Raja Galuh VIII (783-799 M) <+> Sri Ratu Dewi Purbasari binti Prabu Ciung Wanara,,
- Prabu Ciung Wanara / Sang Manarah / Prabu Jaya Prakosa Mandaleswara Salakabuana / Rd. Suratama Kusumah / Raja Galuh VII (739-783 M),,
- Prabu Permanadikusumah / Maha Raja Adi Mulya / Bagawat Sajalajala / Raja Galuh VI (724-725 M),,
- Rd. Wijaya Kusuma / Mahapatih Saunggalah,,
- Rahyang Purbasora / Raja Galuh IV (716-723 M),,
- Rahyang Sempakwaja / Batara Danghyang Guru Sempakwaja / Pendiri Kerajaan Galunggung (Galuh Hyang Agung),,
- Raja Wretikandayun / Maharaja Suradarma Jayaprakosa / Raja Kendan IV / Raja Galuh I (612-702 M),,
- Raja Kandiawan / Rajaresi Dewaraja Sang Layuwatang / Raja Kendan III (597-612 M),,
- Raja Putra Suraliman / Rajaresi Dewaraja Sang Luyu Tawang Rahyang Tari Medang Jati / Raja Kendan II (568-597 M),,
- Raja Maha Guru Manikmaya / Sanghyang Resiguru Manikmaya / Raja Kendan I (526 - 568 M) <+> Dewi Tirtakancana binti Raja Suryawarman / Raja Tarumanagara VII,,
- Raja Suryawarman / Prabu Tarumanagara VII (535-561 M),,
- Raja Candrawarman / Prabu Tarumanagara VI (515-535 M),,
- Raja Indrawarman / Prabu Tarumanagara V (455-525 M),,
- Raja Wisnuwarman / Prabu Tarumanagara IV (434-455 M),,
- Raja Purnawarman / Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya / Wyagraha Ning Tarumanagara / Harimau Tarumanagara Sang Purandara Saktipurusa Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati / Prabu Tarumanagara III (395-434 M),,
- Raja Dharmayawarman / Sang Lumahing Candrabaga / Prabu Tarumanagara II (382-395 M),,
- Raja Jayasinghawarman / Rajadirajaguru / Jayasinghawarman Gurudarmapurusa / Prabu Tarumanagara I (358-382 M) >(+)< Dewi Minawati / Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi binti Raja Dewawarman VIII / Prabu Darmawirya Dewawarman / Prabu Salakanagara XI,,
- Raja Dewawarman VIII / Prabu Darmawirya Dewawarman / Prabu Salakanagara XI (356-363 M),,
- Mahapatih Pallawa (Menteri Angkatan Laut Kerajaan Pallawa) <+> Sri Gandari Lengkaradewi binti Raja Dewawarman VI / Prabu Ganayanadewa Linggabumi / Prabu Salakanagara VII,,
- Raja Dewawarman VI / Prabu Ganayanadewa Linggabumi / Prabu Salakanagara VII (289-308 M),,
- Raja Dewawarman V / Prabu Darmasatyajaya / Sang Mokteng Samudera / Senapati Sarwajala / Prabu Salakanagara V (252-289 M) <+> Ratu Mahisa Suramardini Warmandewi / Ratu Salakanagara VI (276-289 M) binti Raja Dewawarman IV / Prabu Darma Satyanagara / Raja Ujung Kulon / Prabu Salakanagara IV,,
- Raja Dewawarman IV / Prabu Darma Satyanagara / Raja Ujung Kulon / Prabu Salakanagara IV (238-252 M) <+> Dewi Tirta Lengkara binti Raja Dewawarman III / Prabu Singasagara Bimayasawirya / Prabu Salakanagara III,,
- Raja Dewawarman III / Prabu Singasagara Bimayasawirya / Prabu Salakanagara III (195-238 M),,
- Raja Dewawarman II / Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra / Prabu Salakanagara II (168-195 M),,
- Raja Dewawarman I / Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara / Prabu Salakanagara I (130-168 M) <+> Dewi Pohaci Larasati / Dwi Dwani Rahayu binti Sanghyang Aki Tirem / Sanghyang Kiluhung Mulya Purwasalakanagara,,
- Sanghyang Aki Tirem / Sanghyang Kiluhung Mulya Purwasalakanagara,,
- Sanghyang Aki Srengga / Sanghyang Swarnabhumi Kidul,,
- Sanghyang Nyai Sariti Warawiri / Sanghyang Swarnabhumi Kidul,,
- Sanghyang Aki Bajulpakel / Sanghyang Swarnabhumi Kidul,,
- Sanghyang Aki Dungkul / Sanghyang Swarnabhumi Kulon,,
- Sanghyang Aki Pawang Sawer / Sanghyang Swarnabhumi Kulon,,
- Sanghyang Datuk Pawang Marga / Sanghyang Swarnabhumi Kaler,,
- Sanghyang Aki Bagang / Sanghyang Pulo Hujung Mendini,,
- Sanghyang Datuk Waling / Sanghyang Dukuh Bangawan,,
- Sanghyang Datuk Banda / Sanghyang Langkha Sukkha,,
- Sanghyang Nesan / Mas / Mesekh / Misikh / Jo C Tah / Sanghyang Yawana Syangka,,
- Arom (Aram),,
- Sam,,
- Nabi Nuh AS,,
- Mihlil,,
- Mattu Syalakh,,
- Qinan,,
- Sayyid Anwas (Anwar),,
- Nabi Syits AS / Sanghyang Sita <+> Sayyidah 'Azuro RA / Sanghyang Dewi Mulat,,
- Nabi Adam AS / Sanghyang Janmawalijaya / Sanghyang Adhama <+> Siti Hawa RA / Sanghyang Dewi Janmawanujawa / Sanghyang Dewi Kawahnya,,
- Alam,,
>> NUR ALAM >> NUR MUHAMMAD >> NUR ALLAH...!!!
Catatan :
H. Rd. Tumenggung Wiradinata adalah salah satu Cucu dari Pangeran Ngabehi Jayasasana / Jayalalana / Raja Gagang / H. Rd. Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur, Keturunan (Nasab) Asli dari Hyang Prabu Silih Wangi (Raja Pakuan Pajajaran) hasil dari pernikahan dengan salah seorang Istri yang bernama Ratu Ratnasih,,
Ratu Ratnasih adalah Putu (keturunan ke 3) dari Hyang Prabu Tajimalela (Raja Sumedang Larang), jadi Hyang Prabu Tajimalela adalah Uyut Mertua dari Hyang Prabu Silih Wangi,,
Artinya H. Rd. Tumenggung Wiradinata nasabnya dari Raja Pakuan Pajajaran dan keturunan dari Raja Sumedang Larang,,
- H. Rd. Tumenggung Wiradinata seorang Umaro Pejabat Pemerintah, Bupati Bogor Pertama jaman Hindia Belanda pada tahun 1749-1754 M, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor,,
Bupati pada jaman itu setingkat dengan Gubernur pada saat ini NKRI, namun bedanya Bupati pada jaman sebelum NKRI memiliki kekuasaan dan kewenangan penuh yang tidak bisa di ikut campuri (ditekan) oleh siapapun sebab masih menganut sistem Monarki (Kerajaan) yang tidak dijajah oleh pihak manapun, dan yang dimaksud jaman Hindia Belanda disini ialah hubungan Perniagaan antara Kepulauan Laut Hindia dengan VOC (Ikatan para Pedagang dari Negara Belanda),,
Beliau memiliki salah satu Cucu yang bernama H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri,,
- H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri adalah seorang Waliullah dan Pemuka Agama Islam dan Pendiri Masjid Agung Ath Thohiriyah Empang, Masjid Pertama Tertua di Bogor Raya,,
Beliau menikah dengan salah seorang Istri yang bernama Ratu Syarifah binti Pangeran Ash Shoghiri bin Sulthon Ageng Tirtayasa (Kasulthonan Banten), hasil dari pernikahannya itu memiliki salah satu Putra yang bernama H. Rd. Adipati Aria Wiranata / Mbah Dalem Seupuh,,
- H. Rd. Adipati Aria Wiranata / Mbah Dalem Seupuh seorang Umaro Pejabat Pemerintah, Bupati Bogor X jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1815-1849 M),,
Wallahu a'lam bishowab...!!!
6
RADEN HAJI ACHMAD SUKENDAR DIPONEGORO alias Donden Sukendar, lahir di Bogor pada ....., ..........19... putra ke 8 dari 9 bersaudara dari pasangan orang tua RH. Soleh Sodik Nataatmadja (Generasi ke 7 dari Sultan Hamengku Buwono III, Generasi ke 5 dari Sultan Haji/Sultan Abu Al Nashr 'Abdul Qahar Banten) dengan Ny. Rd. Hj. Siti Nurkoyah, menikah (tanggal), (bulan), (tahun) dengan Suherti putri Orang:............................. (asal/keturunan), dikaruniai 4 orang anak :
1. Ny.Rd. Indri Agustia 2. R. Idham Khaliq 3. RM. Shobur 4. R. Achmad Juarsa
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Bapak) 0. KANJENG SULTAN HAMENGKU BUWANA KAPING III ING NGAYOGYAKARTA 1. BPH. Dipanegara 2. RM. Djonet Dipamenggala 3. RM. Haryo Dipomenggolo 4. RAy. Gondomirah 5. RAy. Rd. Antamirah 6. RH. Ipih Sodik Nataatmadja 7. RH. Soleh Sodik Nataatmadja 8. RH. Achmad Sukendar Diponegoro (Donden Sukendar) - Belum Ada Kekancingan -
SILSILAH KELUARGA (JALUR SULTAN BANTEN)
0. Sultan Haji / Sayyid Abu Al Nashr 'Abdul Qahar Al Azmatkhan Al Husaini 1. Pangeran Sayyid Muhammad Thahir al-Azmatkhan al-Husaini / Kanjeng Raden Tumenggung Prawirokusumo 2. RA. Sutawidjaja 3. RA. Mangkuwidjaja (Hoofd Djaksa & Hoofd Demang Bogor) 4. Tb.H. Ipih Sodik Nataatmadja 5. Tb.H. Soleh Sodik Nataatmadja 6. Tb.H. Achmad Sukendar (Donden Sukendar) - Belum Ada Kekancingan -
SILSILAH KELUARGA (JALUR DALEM CIKUNDUL) 0. Pangeran Ngabehi Jayasasana/Jayalalana/Raja Gagang/H Rd Aria Wiratanu I/Mbah Dalem Cikundul Cianjur (Bupati Cianjur #I, 1681-1691) 1. Pangeran Wiramanggala / H Rd Aria Wiratanu II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur (Bupati Cianjur #II, 1691-1707) 2. H Rd Tumenggung Wiradinata (Bupati Bogor ke 6, 1749 - 1754 3. H Rd Tumenggung Wiradiredja (Bupati Bogor ke 8, 1758 - 1769 4. H Rd Muhammad Thohir (Auliya / Penghoeloe Bogor, 1826) 5. RAy. Habibah 6. RA. Mangkuwidjaja (Hoofd Djaksa & Hoofd Demang Bogor, 1866-1870) 7. RH. Ipih Sodik Nataatmadja 8. RH. Soleh Sodik Nataatmadja 9. R.H. Achmad Sukendar (Donden Sukendar) - Belum Ada Kekancingan -
SILSILAH KELUARGA (JALUR SUMEDANG LARANG) 0. Prabu Geusan Ulun / Pangeran Kusumadinata II (Pangeran Angkawijaya) (Prabu Sumedanglarang ke 9, 1578-1610) 1. Pangeran Rangga Gede / Kusumadinata IV (Bupati Sumedang ke 2, 1625-1633) 2. Dlm. Rangga Gempol II / Kusumadinata V / Raden Bagus Weruh (Bupati Sumedang ke 3, 1633-1656) 3. Pangeran Panembahan/Rangga Gempol III (Bupati Sumedang ke 4, 1656-1706) 4. Tumenggung Tanoemadja (Bupati Sumedang ke 5, 1706-1709) 5. Pangeran Rangga Gempol IV / Raden Tumenggung Kusumahdinata VI / Pangeran Karuhun (Bupati Sumedang ke 6, 1709-1744) 6. Dalem Istri Rajaningrat (Bupati Sumedang ke 7, 1744-1749) 7. Dalem. Rd. Soerialaga / Soerialaga I / Adipati Kusumadinata (Bupati Sumedang ke 10, 1765 - 1773 8. Dalem Raden Soerialaga II / Raden Tumenggung Suryalaga II (Dalem Taloen) (Bupati Bogor ke 8, 1801 - 1811 9. Patih Rangga Candramenggala 10. Raden Tumenggung Adipati Suradimenggala (Bupati Bogor ke 8, 1758 - 1769) 11. RAy. Rd. Antamirah 12. RH. Ipih Sodik Nataatmadja 13. RH. Soleh Sodik Nataatmadja 14. R.H. Achmad Sukendar (Donden Sukendar) - Belum Ada Kekancingan -
PENDIDIKAN
- SD (Thn .....) - SMP (Thn .....) - SMA (Thn .....) - Perguruan Tinggi (Thn ....)
PEKERJAAN
Tahun ....- ....., ...............................; Tahun ....- ....., ...............................;Tahun ....- ....., ...............................;
pekerjaan: 1916 - 1938, PENGHULU TJIAWI - BUITENZORG
wafat: 1938
Silsilah Keturunan RMH. Moch Rana Manggala (Sumber: WA. R. UKE SUKMAWATI KARIM)
orng:
Orang:629893|R.H. YASIN Orang:629895|R.H. ALI Orang:629896|R.H. ABDUL MANAN (Adung) Orang:629897|R.Hj. SUPIAH (Siti) Orang:629898|R.Hj. ENCUNG] Orang:629916|R.MASDIR KARTANINGRAT (Tata) Orang:629917|R.MASDIR KURNAEN (Aeng) Orang:629918|R.MASDIR MOCHAMAD ARIEF Orang:629920|R.MASDIR SUMANTRI (Ati) Orang:629934|R.MASDIR EMAN SULAEMAN
Abdul GHANI-2 : 1179717wafat: Jl Ciasem, Kebayoran Baru, Jaksel
wafat: 1955
penguburan: Pamoyanan-Bogor
Aria Sastrawinata Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Raden Tumenggung Aria Sastrawinata Bupati Ciamis ke-1/21 Masa jabatan 1914 – 1935 Presiden Ratu Wilhelmina Didahului oleh Raden Adipati Aria Kusumasubrata Digantikan oleh R. T. Aria Sunarya Informasi pribadi Lahir Bendera Hindia Belanda Jawa Barat Kebangsaan Indonesia Agama Islam
Raden Tumenggung Aria Sulaeman Sastrawinata adalah Bupati Ciamis periode 1914 - 1935. [1]
Daftar isi
1 Biografi 2 Galuh jadi Ciamis 3 Alasan Perubahan Nama 4 Referensi
Biografi
Namanya RTA Sulaeman Sastrawinata putra RTA Hasan Sastradiningrat II putra RTA Sastradiningrat I putra Rd. Aria Sastradipura I putra Rd Adipati Aria Panatayuda IV (Adpati Karawang V) putra Rd. Arya Panatayuda III (Adipati Karawang IV) putra Rd. Jayanagara (Adipati Karawang III) putra Rd Anom Wirasuta/ Panatayuda I (Adipati Karawang II) Putra Rd. Adipati Singaperbangsa (Bupati Karawang I) putra Adipati Kertabumi II putra Pangeran Rangga Patra Kelana/ Raja Galuh Kertabumi ke-1 (1585 – 1602) M putra Prabu Geusan Ulun/ Pangeran Angkawijaya (1578-1610) M.[2]
Galuh jadi Ciamis
Kabupaten Galuh berganti nama menjadi Kabupaten Ciamis pada masa pemerintahan Raden Tumenggung Aria Sastrawinata pada tahun 1914, yang bukan berasal dari keturunan Prabu Haur Kuning atau bukan berasal dari keturunan silsilah Raja/ Bupati Galuh, yang ditunjuk Pemerintahan Belanda dalam upaya politik pecah belah Pemerintahan Belanda.
Mungkin itu karena ia tidak memiliki darah Galuh sehingga tidak merasa sungkan untuk merubah nama Galuh atau mempunyai alasan lain padahal nama itu sudah ada 13 abad lalu sejak didirikan Kerajaan Galuh 23 Maret tahun 612 M oleh Sang Prabu Wretikandayun di Situs Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis sekarang. Alasan Perubahan Nama
Prof. A. Sobana Hardjasaputra M.A, (lahir di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, 4 September 1944) adalah intelektual Sunda, sejarawan senior, pemerhati masalah sejarah daerah dan sosial budaya yang merupakan salah satu guru besar Fakultas Sastra dan pengelola Pusat Penelitian Kesejarahan & Kebudayaan, Universitas Pajajaran, serta Universitas Galuh yang berasal dari Galuh, Ciamis, Tatar Pasundan, berpendapat: Perubahan nama Galuh menjadi Ciamis itu dilakukan pada tahun 1915, namun diresmikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1 Januari 1916. Saat itu, Pemerintah Hindia Belanda hanya meresmikan, sementara gagasannya dari Bupati Sastrawinata. Motivasinya itu karena tidak ingin disangkutpautkan dengan keluarga Bupati Galuh, karena Bupati Kerawang (Karawang). Padahal, Bupati Kerawang yang dimaksud adalah kakeknya, itu tidak ada tekanan dari pihak Belanda, karena penamaan daerah bagi mereka masa bodoh, yang penting meresmikan. Kalau ada ikut campur maka akan terjadi antipati terhadap kolonial. Padahal itu yang dijaga. Jadi, perubahan Galuh menjadi Ciamis tanpa dasar," jelasnya.[3] Pergantian nama Galuh menjadi Ciamis hanya didasarkan pada alasan pribadi Bupati Sastrawinata. Ia tidak mau dianggap keturunan bupati Galuh, karena ia adalah keturunan langsung bupati Karawang.[4] Padahal Bupati Sastrawinata masih keturunan Adipati Galuh Kertabumi ke-1. Referensi
^ http://sparmanhero.blogspot.co.id/2013/04/silsilah-para-bupati-kabupaten-ciamis.html ^ http://sr.rodovid.org/wk/%D0%9E%D1%81%D0%BE%D0%B1%D0%B0:908166 ^ http://daerah.sindonews.com/read/1075926/21/nama-kabupaten-ciamis-berubah-menjadi-kabupaten-galuh-1452477570^ http://sobhar.blogspot.co.id/2013/06/ciamis-kembalikan-lagi-ke-galuh.html
perkawinan: <28> <♀ Nyi. R. Bidan d. 4 September 1969
penguburan: 21 Desember 2001, Pemakaman Keluarga, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
wafat: 31 Desember 2001, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
https://id.rodovid.org/wk/Orang:1199090
https://m.facebook.com/ekamaul7
4921/7 <282+?> <♀ 5. RA. Hj. Siti Halimahperkawinan: <35> <♀ 1. Nyi Rd. Neneng Sutari b. 11 April 1914 bur. 25 Oktober 1983
wafat: 26 Oktober 1948, Pemakaman Keluarga Muara-Kota Bogor
gelar: Bupati Bogor ke 1 (1948-1949)
gelar: Gubernur Jabar ke 8 (1956-1959)
gelar: Mendagri ke 14 (1959-1964)
Ipik Gandamana
Gubernur Jawa Barat ke-8
- Masa jabatan : 1956 – 1959
- Presiden : Ir. Soekarno
- Didahului oleh : Sanusi Hardjadinata
- Digantikan oleh : Mashudi
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ke-14
- Masa jabatan : 10 Juli 1959 – 27 Agustus 1964
- Presiden : Ir. Soekarno-Soeharto
- Didahului oleh : Sanusi Hardjadinata
- Digantikan oleh : Soemarno
Informasi pribadi
- Lahir :30 November 1906 (umur 108)
- Bendera Belanda Purwakarta, Jawa Barat, Hindia Belanda
- Kebangsaan : Indonesia
- Agama : Islam
Ipik Gandamana (lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 30 November 1906; umur 108 tahun) adalah gubernur Jawa Barat periode 1956-1959. Ipik dibesarkan di Banten. Perjalanan karier kedinasannya berawal sebagai CA (candidate ambtenar) pada zaman pendudukan Jepang dan ditempatkan di Bogor selama dua tahun, Kemudian menjadi Mantri Polisi di Cikijing, menjadi Mantri Kabupaten Jakarta tahun 1931. Patih Bogor tahun 1946, Bupati Bogor 1948-1949 merangkap Bupati Lebak serta menjadi Gubernur Jawa Barat (1956-1960).
Meskipun lahir di Bogor, Ipik Gandamana menjalani masa kecil hingga dewasa di Banten. Pendidikan yang pernah ditempuhnya mulai dari ELS, MULO, OSVIA A & B dan setelah menyelesaikan studinya, aktif di lingkungan kepamongprajaan. Perjalanan kariernya dimulai saat menjadi Candidat Ambtenar (AB) pada zaman Jepang serta ditempatkan di Bogor selama kurang lebih 2 tahun, kemudian diangkat menjadi Mantri Polisi Cikijing, serta pada tahun 1931 menjadi Mantri Kabupaten Jakarta.
Pada tahun 1938 diangkat menjadi Sekretariat II Kabupaten Ciamis, kemudian pada tahun 1942 menjadi Camat Cibeureum Tasikmalaya sampai akhirnya diangkat menjadi Patih Bogor pada tahun 1946.
Karena menolak bergabung dengan pemerintahan Belanda/Recomba, pada tanggal 14 Agustus 1947 keluar besluit dari Presiden HTB Bogor Nomor 305 yang memerintahkan Ipik Gandamana dibuang ke pengasingan ke wilajah Jasinga. Saat dalam pengasingan tersebut, Ipik menerima tugas dari Pemerintah RI untuk menyusun pemerintah Kabupaten Bogor Darurat yang berpusat di Jasinga selanjutnya Ipik ditetapkan menjadi Bupati Bogor, kemudian diangkat oleh Wakil Gubernur Jawa Barat untuk merangkap sebagai Bupati Lebak.
Setelah pembentukan Kabupaten Bogor Darurat, berdasarkan keputusan Gubernur Militer Jawa Barat, Ipik diperbantukan di KMD IV/DJ.B selaku Kepala Staf Sipil Kepresidenan Bogor yang selanjutnya ditetapkan menjadi Presiden Bogor.
Karier
- Bupati Bogor pertama. (1948-1949)
- Wakil Gubernur Jawa Barat pertama. (1947-1952)
- Gubernur Jawa Barat (1956-1959)
- Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (1959-1964)
Masa Perjuangan
Ipik Gandamanah diangkat menjadi patih Bogor pada tahun 1946, yang sebelumnya terjadi peristiwa Bandung lautan api yang menyebabkan keluarga Ipik Gandamanah beserta stafnya mengungsi ketempat yang lebih aman dan tetap melaksanakan tugas pemerintahannya berjalan sambil berpindah-pindah tempat dan pada tahun 1946 menjadi patih Bogor. Saat itu wilayah Bogor dala kondisi yang mencekam seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa tentara Belanda telah menyebar di Bogor teramasuk mata-matanya dan menyebarkan politik adu domba (de vide et impera). Dan seperti yang sudah dijelaskan di atas, Belanda membentuk Partai Rakyat Pasundan yang dimimpin oleh Mr.Kustomo yang berpihak kepada Belanda dan bagi para pejabat pemerintahan Republik Indonesia termasuk Presiden dan Bupati yang tidak mau bergabung dengan Belanda ditangkap dan dijebloskan ke dalam tahanan militer dan sebagaian besar dibuang ke Jogyakarta.
Beberapa kali Ipik Gandamanah dibujuk untuk bergabung dengan Belanda, dengan berbagai macam cara termasuk iming-iming jabatan yang lebih tinggi, namun beliau menolak dan tetap membela pemerintahan republik Indonesia dan akhirnya beliau dimasukan ke penjara. Dan setelah beberapa lama keluarlah besluit dari presiden HTB Bogor tanggal 14 agustus 1947 nomor 305 yang memerintahkan Ipik Gandamanah dibuang kepengasingan di hutan dengan beberapa pejabatnya ke wilayah Jasinga.
Saat dalam pengasingan, Ipik Gandamanah menerima tugas dari pemerintah RI untuk menyusun pemerintahan Kabupaten Bogor darurat yang pusatnya di wilayah Jasinga dan beliau ditetapkan menjadi bupati Bogor, kemudain diangkat lagi oleh wakil gubernur jawa bara untuk merangkap menjadi bupati Lebak.
Setelah pembentukan pemerintah kabupaten Bogor darurat sesuai perintah pimpinan pemerintah rapublik Indonesia., dalam kondisi clash dua, pemerintah darurat kabupaten Bogor di Jasinga selalu mendapat teror dan diserang oleh tentara Belanda sehingga Ipik Gandamanah beserta keluarga dan jajaran pembantunya berpindah-pindah tempat untuk menghindari serangan tentara Belanda, mulai di cipanas kabupaten Lebak dan akhirnya ke desa Malasari kecamatan Leuwiliang (sekarang kecamatan Nanggung). Di desa Malasari inilah pelaksanaan tugas pemerintah kabupaten Bogor berjalan cukup lama, selama beberapa bulan sampai adanya genjatan senjata antara pasuka TNI/pejuang dengan pasukan Belanda. Setelah genjatan senjata, berdasarkan pada keputusan Gubernur Milite Jawa Barat, Ipik Gandamanah diperbantukan di KMD IV /DJ.B selaku kepala staff sipil Kepresidenan Bogor yang selanjutnya ditetapkan menjadi Presiden Bogor.
Perjalanan panjang Ipik Gandamanah dalam mengemban amanah, selain berkaitan dengan penyusunan pemerintah darurat Kabupaten Bogor. Pengabdian dan perjuangan beliau dalam mengemban amanah tidak berhenti, walaupun harus menghuni sel di penjara Paledang, karena tidak mau bekerjasama dengan Belanda. Informasi dan pesan rahasia yang beliau sampaikan kepada para pejuang dan kaum republik di wilayah Bogor melalui kurirnya yaitu Hj.Nani Karmawan ditangkap Belanda dan diintrogasi dengan berbagai tekanan dan siksaan. Ipik Gandamanah beserta keluarga yang tinggal di lokasi pemerintah darurat Kabupaten Bogor yang terakhir di kampung /desa Malasari Kecamatan Leuwiliang (Nanggung sekarang). Yang berada di sekitar kaki Gunung Halimun melaksanakan tugas pemerintahan Kabupaten Bogor yang berjalan selama beberapa bulan, sampai terjadinya genjatan senjata antara pasukan tentara Republik Indonesia dengan tentara Belanda. Kehidupan beliau di Desa Malasari sangat membutuhkan bantuan dari penduduk Desa Malasari, tidak sedikit bantuan yang diberikan kepada Bapak Ipik Gandamanah baik materi maupun dukungan moral. Kedekatan dan keakraban beliau dengan penduduk sekitar Desa Malasari membuat masyarakat Desa Malasari tetap setia berjuang dan mengamankan “pendopo“ Bupati Ipik Gandamanah sebagai tempat melaksanakan pemerintahan darurat Bogor.
Lihat pula
perkawinan: <36> <♀ 3. Rd. Nyimas Soekajanti b. 1918c
wafat: 28 Agustus 2004, Muara-Bogor
3.1. DADANG DARMAYADI, putra 3.1.1. ASTUTI 3.1.2. RIZKI 3.2. SRIYATI, putra 3.2.1. IKA 3.2.2. ALDI 3.2.3. FIA 3.2.4. LINDA 3.3. RODIAH, putra 3.3.1. YUDI 3.3.2. RIRIN 3.3.3. LILI 3.4. DARMAWAN, putra 3.4.1. EKAL3.4.2. ZIRUL
perkawinan: <37> <♀ Hasanah
wafat: 14 Mei 2019, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
penguburan: 14 Mei 2019, Pemakaman Keluarga, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
perkawinan: <38> <♀ Ros, S.Pd
wafat: 28 November 2015, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
penguburan: 28 November 2015, Pemakaman Keluarga, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
wafat: 2015, Cikalongkulon
https://id.rodovid.org/wk/Orang:1199090
https://m.facebook.com/ekamaul4.1. ASEP 4.2. ROSI4.3. IRFAN
5.1. RIZKI5.2. AGUNG
6.1. GITA 6.2. GINA 6.3. GARNIA6.4. GIAN
7.1. FREDI 7.2.7.3. ANNISA
8.1. AGUNG 8.2. DEDE8.3. ENENG
- H. Rd. M.A. Madhapi / Apih Haji >(+)< Hj. Rd. Sutiah,,
Bin
- H. Rd. Muhammad Adam >(+)< Hj. Rd. Nur Wulan,,
Bin
- H. Rd. Saimbang,,
Bin
- H. Rd. Ali,,
Bin
- H. Rd. Adipati Aria Suriawinata / H. Rd. Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat / Bupati Bogor ke 11 jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Soeka Ati Empang Bogor (1849-1872 M) >(+)< Nji. Rd. Radjapermas binti H. Rd. Tumenggung Sastranegara bin H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri,,
Bin
- H. Rd. Adipati Aria Wiranata / Mbah Dalem Seupuh / Bupati Bogor X jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1815-1849 M),,
Bin
- H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri (1826-1849 M) >(+)< Ratu Syarifah binti Pangeran Ash Shoghiri bin Sulthon Ageng Tirtayasa Kasulthonan Banten,,
Bin
- H. Rd. Tumenggung Wiradiredja / Bupati Bogor II jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1758-1769 M),,
Bin
- H. Rd. Tumenggung Wiradinata / Bupati Bogor I jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1749-1754 M),,
Bin
- Pangeran Wiramanggala / H. Rd. Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur / Bupati Cianjur II (1691-1707 M),,
Bin
- Pangeran Ngabehi Jayasasana / Jayalalana / Raja Gagang / H. Rd. Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur / Bupati Cianjur I (1677-1691 M),,
Bin
- Pangeran Aria Wangsa Goparana / Sunan Sagalaherang,,
Bin
- Pangeran Aria Kikis / Sunan Wanaperih / Sunan Ciburang,,
Bin
- H. Rd. Rangga Mantri / Prabu Pucuk Umum Talaga / Raja Maja (1529 M) <+> Hj. Ratu Dewi Sunyalarang / Ratu Parung binti Sunan Parung / Batara Sukawayana bin Rd. Kusumalaya Ajar Kutamangu / Rd. Palinggih bin (No.19) Rakryan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala / Raja Galuh,,
Bin
- Munding Laya Dikusumah / Munding Sari Ageung / Munding II / Prabu Munding Suria Ageung / Prabu Munding Wangi,,
Bin
- H. Rd. Pamanah Rasa / Prabu Guru Dewataprana Sri Baduga Maharaja / Ratu Jayadewata / Hyang Prabu Silih Wangi / Raja Pakuan Pajajaran (1482–1521 M) <+> Ratu Ratnasih / Nyi Rajamatri / Ratu Istri Rajamantri binti Sunan Pagulingan / Prabu Wirajaya bin Prabu Gajah Agung / Atmabrata / Bagawan Batara Wirayuda bin Pangeran Cinde Kancana Wulung / Hyang Prabu Tajimalela / Prabu Agung Resi Cakrabuana / Batara Tungtang Buana / Batara Kusuma,,
- Rakryan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala / Raja Galuh XXXI (1475-1482 M),,
- Prabu Anggalarang / Prabu Niskala Wastu Kancana / Prabu Wangisutah / Prabu Linggawastu / Raja Sunda Galuh XXX (1371-1475 M),,
- Prabu Lingga Buana / Prabu Ragamulya Luhurprabawa / Prabu Maharaja / Prabu Wangi / Sang Mokteng Ing Bubat / Raja Sunda Galuh Kawali XXVIII (1350-1357 M),,
- Prabu Ajiguna Linggawisesa / Sanglumahing Kiding / Raja Sunda Galuh Kawali XXVI (1333-1340 M) <+> Dewi Uma Lestari / Ratu Santika binti Prabu Lingga Dewata / Raja Sunda Galuh Kawali,,
- Guruminda / Sang Manisri Raja Galuh VIII (783-799 M) <+> Sri Ratu Dewi Purbasari binti Prabu Ciung Wanara,,
- Prabu Ciung Wanara / Sang Manarah / Prabu Jaya Prakosa Mandaleswara Salakabuana / Rd. Suratama Kusumah / Raja Galuh VII (739-783 M),,
- Prabu Permanadikusumah / Maha Raja Adi Mulya / Bagawat Sajalajala / Raja Galuh VI (724-725 M),,
- Rd. Wijaya Kusuma / Mahapatih Saunggalah,,
- Rahyang Purbasora / Raja Galuh IV (716-723 M),,
- Rahyang Sempakwaja / Batara Danghyang Guru Sempakwaja / Pendiri Kerajaan Galunggung (Galuh Hyang Agung),,
- Raja Wretikandayun / Maharaja Suradarma Jayaprakosa / Raja Kendan IV / Raja Galuh I (612-702 M),,
- Raja Kandiawan / Rajaresi Dewaraja Sang Layuwatang / Raja Kendan III (597-612 M),,
- Raja Putra Suraliman / Rajaresi Dewaraja Sang Luyu Tawang Rahyang Tari Medang Jati / Raja Kendan II (568-597 M),,
- Raja Maha Guru Manikmaya / Sanghyang Resiguru Manikmaya / Raja Kendan I (526 - 568 M) <+> Dewi Tirtakancana binti Raja Suryawarman / Raja Tarumanagara VII,,
- Raja Suryawarman / Prabu Tarumanagara VII (535-561 M),,
- Raja Candrawarman / Prabu Tarumanagara VI (515-535 M),,
- Raja Indrawarman / Prabu Tarumanagara V (455-525 M),,
- Raja Wisnuwarman / Prabu Tarumanagara IV (434-455 M),,
- Raja Purnawarman / Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya / Wyagraha Ning Tarumanagara / Harimau Tarumanagara Sang Purandara Saktipurusa Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati / Prabu Tarumanagara III (395-434 M),,
- Raja Dharmayawarman / Sang Lumahing Candrabaga / Prabu Tarumanagara II (382-395 M),,
- Raja Jayasinghawarman / Rajadirajaguru / Jayasinghawarman Gurudarmapurusa / Prabu Tarumanagara I (358-382 M) >(+)< Dewi Minawati / Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi binti Raja Dewawarman VIII / Prabu Darmawirya Dewawarman / Prabu Salakanagara XI,,
- Raja Dewawarman VIII / Prabu Darmawirya Dewawarman / Prabu Salakanagara XI (356-363 M),,
- Mahapatih Pallawa (Menteri Angkatan Laut Kerajaan Pallawa) <+> Sri Gandari Lengkaradewi binti Raja Dewawarman VI / Prabu Ganayanadewa Linggabumi / Prabu Salakanagara VII,,
- Raja Dewawarman VI / Prabu Ganayanadewa Linggabumi / Prabu Salakanagara VII (289-308 M),,
- Raja Dewawarman V / Prabu Darmasatyajaya / Sang Mokteng Samudera / Senapati Sarwajala / Prabu Salakanagara V (252-289 M) <+> Ratu Mahisa Suramardini Warmandewi / Ratu Salakanagara VI (276-289 M) binti Raja Dewawarman IV / Prabu Darma Satyanagara / Raja Ujung Kulon / Prabu Salakanagara IV,,
- Raja Dewawarman IV / Prabu Darma Satyanagara / Raja Ujung Kulon / Prabu Salakanagara IV (238-252 M) <+> Dewi Tirta Lengkara binti Raja Dewawarman III / Prabu Singasagara Bimayasawirya / Prabu Salakanagara III,,
- Raja Dewawarman III / Prabu Singasagara Bimayasawirya / Prabu Salakanagara III (195-238 M),,
- Raja Dewawarman II / Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra / Prabu Salakanagara II (168-195 M),,
- Raja Dewawarman I / Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara / Prabu Salakanagara I (130-168 M) <+> Dewi Pohaci Larasati / Dwi Dwani Rahayu binti Sanghyang Aki Tirem / Sanghyang Kiluhung Mulya Purwasalakanagara,,
- Sanghyang Aki Tirem / Sanghyang Kiluhung Mulya Purwasalakanagara,,
- Sanghyang Aki Srengga / Sanghyang Swarnabhumi Kidul,,
- Sanghyang Nyai Sariti Warawiri / Sanghyang Swarnabhumi Kidul,,
- Sanghyang Aki Bajulpakel / Sanghyang Swarnabhumi Kidul,,
- Sanghyang Aki Dungkul / Sanghyang Swarnabhumi Kulon,,
- Sanghyang Aki Pawang Sawer / Sanghyang Swarnabhumi Kulon,,
- Sanghyang Datuk Pawang Marga / Sanghyang Swarnabhumi Kaler,,
- Sanghyang Aki Bagang / Sanghyang Pulo Hujung Mendini,,
- Sanghyang Datuk Waling / Sanghyang Dukuh Bangawan,,
- Sanghyang Datuk Banda / Sanghyang Langkha Sukkha,,
- Sanghyang Nesan / Mas / Mesekh / Misikh / Jo C Tah / Sanghyang Yawana Syangka,,
- Arom (Aram),,
- Sam,,
- Nabi Nuh AS,,
- Mihlil,,
- Mattu Syalakh,,
- Qinan,,
- Sayyid Anwas (Anwar),,
- Nabi Syits AS / Sanghyang Sita <+> Sayyidah 'Azuro RA / Sanghyang Dewi Mulat,,
- Nabi Adam AS / Sanghyang Janmawalijaya / Sanghyang Adhama <+> Siti Hawa RA / Sanghyang Dewi Janmawanujawa / Sanghyang Dewi Kawahnya,,
- Alam,,
>> NUR ALAM >> NUR MUHAMMAD >> NUR ALLAH...!!!
Catatan :
H. Rd. Tumenggung Wiradinata adalah salah satu Cucu dari Pangeran Ngabehi Jayasasana / Jayalalana / Raja Gagang / H. Rd. Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur, Keturunan (Nasab) Asli dari Hyang Prabu Silih Wangi (Raja Pakuan Pajajaran) hasil dari pernikahan dengan salah seorang Istri yang bernama Ratu Ratnasih,,
Ratu Ratnasih adalah Putu (keturunan ke 3) dari Hyang Prabu Tajimalela (Raja Sumedang Larang), jadi Hyang Prabu Tajimalela adalah Uyut Mertua dari Hyang Prabu Silih Wangi,,
Artinya darah trah H. Rd. Tumenggung Wiradinata nasabnya dari Raja Pakuan Pajajaran dan keturunan dari Raja Sumedang Larang,,
- H. Rd. Tumenggung Wiradinata seorang Ulama sekaligus Umaro Pejabat Pemerintah, Bupati Bogor Pertama jaman Hindia Belanda pada tahun 1749-1754 M, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor,,
Bupati pada jaman itu setingkat dengan Gubernur pada saat ini NKRI, namun bedanya Bupati pada jaman sebelum NKRI memiliki kekuasaan dan kewenangan penuh yang tidak bisa di ikut campuri (ditekan) oleh siapapun sebab masih menganut sistem Monarki (Kerajaan) yang tidak dijajah oleh pihak manapun, dan yang dimaksud jaman Hindia Belanda disini ialah hubungan Perniagaan antara Kepulauan Laut Hindia dengan VOC (Ikatan para Pedagang dari Negara Belanda),,
Beliau memiliki salah satu Cucu yang bernama H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri,,
- H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri adalah seorang Waliullah dan Pemuka Agama Islam dan Pendiri Masjid Agung Ath Thohiriyah Empang, Masjid Pertama Tertua di Bogor Raya,,
Beliau menikah dengan salah seorang Istri yang bernama Ratu Syarifah binti Pangeran Ash Shoghiri bin Sulthon Ageng Tirtayasa (Kasulthonan Banten), hasil dari pernikahannya itu memiliki salah satu Cucu yang bernama H. Rd. Adipati Aria Suriawinata / H. Rd. Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat,,
- H. Rd. Adipati Aria Suriawinata / H. Rd. Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat seorang Ulama sekaligus Umaro Pejabat Pemerintah, Bupati Bogor ke 11 jaman Hindia Belanda Tahun 1849-1872 M, Kantor Pemerintahan di Soeka Ati Empang Bogor,,
Beliau menikah dengan saudari sepupunya yang bernama Nji. Rd. Radjapermas bin H. Rd. Tumenggung Sastranegara bin H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri,,
Beliau wafat pada hari Senin 05 Robbi'ul Awwal 1289 Hijriyah (13 Mei 1872 M) dikebumikan di Pulo Empang Bogor,,
SUMBER :
- Alkisah yang dikisahkan kembali, wasiat para Sesepuh turun temurun Keluarga Besar H. RD. TUMENGGUNG WIRADINATA Empang Bogor secara tulisan dan lisan.
- Kitab Al Qur’an dan terjemahannya terbitan Al Mizan, lihat catatan kaki, QS 2:30.
- Kitab Ulumul Qur'an, Ahlul Bait, Muhammad Baqir Hakim.
- Kitab Hadits Bukhori Muslim.
- Kitab Dari Adam AS Hingga Isa AS, Sayyid Ni'matullah Al Jaza’iri.
- Buku Api Sejarah, Prof. Ahmad Mansur Suryanegara.
- Naskah Kuno Wangsakerta.
- Naskah Kuno Manikmaya.
- Naskah Kuno Bujangga Manik.
- Naskah Kuno Purwaka Caruban Nagari.
- Naskah Kuno Silsilah Leluhur Cirebon.
- Naskah Kuno Babad Demak Pesisiran.
- Dan dari berbagai sumber Kitab, Buku, Naskah lainnya.
WALLAHU A'LAM BISHOWAB...
Dan Allah SWT yang Maha Tahu, lebih mengetahui segala sesuatu dari kita, hanya Allah yang Maha Benar dan Maha Pemilik Kebenaran Mutlak,,
Kebenaran lisan dan tulisan kami ini nisbi (relatif) karena kita manusia tempatnya khilaf dan salah...!!!
Keterangan :
Nama Nasab (Garis Keturunan) dalam Bahasa Sunda,,
- NASAB KEATAS :
1. Pribados / Jisim Abdi / Simkuring (Saya),,
2. Rama - Biang (Bapak - Ibu),,
3. Aki - Nini (Kakek - Nenek),,
4. Uyut,,
5. Bao,,
6. Udeg-Udeg,,
7. Jangga Wareng,,
8. Kait Siwur / Gintung Siwur,,
9. Gerpak,,
10. Umpleng,,
11. Tambak Galeng,,
- Nenek Moyang :
12. KARUHUN : Keturunan dari 12 s/d 22 (akumulasi 11),,
23. LELUHUR : Keturunan dari 23 s/d 33 (akumulasi 11),,
34. LULUHUNG : Keturunan dari 34 sampai ke Nabi Adam AS - Siti Hawa RA,,
- Asal dari NUR ALAM >> NUR MUHAMMAD >> NUR ALLAH,,
- NASAB KEBAWAH :
1. Pribados / Jisim Abdi / Simkuring (Saya),,
2. Putra / Murangkalih (Anak),,
3. Incu (Cucu),,
4. Putu / Buyut,,
5. Piri,,
6. Umpi,,
7. Cicip,,
8. Muning,,
9. Angga Santana,,
10. Kula Santana,,
11. Wit Wekas,,
12. Seke Seler,,
13. Seuweu Siwi (Keturunan 13, 14, 15 dan seterusnya kebawah),,
Rahayu,, 🙏
Al Fakir Ilallah.
- Aang MRA Katumbiri Wiradinata -
Klik link :
1. https://id.rodovid.org/wk/Orang:1275953
2. https://muhammadranggaarifin.blogspot.com/2018/08/biodata-aang-mra-al-katumbiri.html?m=1
3. https://muhammadranggaarifin.blogspot.com/2018/08/hukum-menggunakan-kalender-hijriyah-dan.html?m=18
9711/8 <711> <♂ 4. R. Muhammad Nabil Assegafperkawinan: <66> <♂ H. Achmad Mentar
wafat: 27 Januari 2010, Bandung
penguburan: 27 Januari 2010, Pemakaman Keluarga, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
wafat: 19 Agustus 2017, Bandung
penguburan: 19 Agustus 2017, Pemakaman Keluarga, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
wafat: 3 September 2005, Bogor
penguburan: 3 September 2005, Pemakaman Keluarga, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
wafat: 20 November 1991, Serang
penguburan: 20 November 1991, Pemakaman Keluarga, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
wafat: 20 Februari 2002, Bogor
penguburan: 20 Februari 2002, Pemakaman Keluarga, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
- Rd. Lukmanul Hakim Wira Natanagara / Abah Luki (Pribados),,
Bin
- H. Rd. Ahmad Nasuha / Apoen Wira Natanagara (Pun Rama),,
Bin
- H. Rd. Yusuf Wira Natanagara / Pa Winara (Pun Aki),,
Bin
- H. Rd. Abdul Qodir Padmanagara / Mama Ace (Pun Uyut),,
Bin
- H. Rd. Muhammad Soleh Natadilaga (Pun Bao),,
Bin
- H. Rd. Adipati Aria Suriawinata / H. Rd. Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat / Bupati Bogor ke 11 jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Soeka Ati Empang Bogor (1849-1872 M) (Pun Udeg-Udeg) >(+)< Nji. Rd. Radjapermas binti H. Rd. Tumenggung Sastranegara bin H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri,,
Bin
- H. Rd. Adipati Aria Wiranata / Mbah Dalem Seupuh / Bupati Bogor X jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1815-1849 M) (Pun Jangga Wareng),,
Bin
- H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri (1826-1849 M) (Pun Kait Siwur) >(+)< Ratu Syarifah binti Pangeran Ash Shoghiri bin Sulthon Ageng Tirtayasa Kasulthonan Banten,,
Bin
- H. Rd. Tumenggung Wiradiredja / Bupati Bogor II jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1758-1769 M) (Pun Gerpak),,
Bin
- H. Rd. Tumenggung Wiradinata / Bupati Bogor I jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1749-1754 M) (Pun Umpleng),,
Bin
- Pangeran Wiramanggala / H. Rd. Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur / Bupati Cianjur II (1691-1707 M) (Pun Tambak Galeng),,
Bin
- Pangeran Ngabehi Jayasasana / Jayalalana / Raja Gagang / H. Rd. Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur / Bupati Cianjur I (1677-1691 M),,
Bin
- Pangeran Aria Wangsa Goparana / Sunan Sagalaherang,,
Bin
- Pangeran Aria Kikis / Sunan Wanaperih / Sunan Ciburang,,
Bin
- H. Rd. Rangga Mantri / Prabu Pucuk Umum Talaga / Raja Maja (1529 M) <+> Hj. Ratu Dewi Sunyalarang / Ratu Parung binti Sunan Parung / Batara Sukawayana bin Rd. Kusumalaya Ajar Kutamangu / Rd. Palinggih bin (No.19) Rakryan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala / Raja Galuh,,
Bin
- Munding Laya Dikusumah / Munding Sari Ageung / Munding II / Prabu Munding Suria Ageung / Prabu Munding Wangi,,
Bin
- H. Rd. Pamanah Rasa / Prabu Guru Dewataprana Sri Baduga Maharaja / Ratu Jayadewata / Hyang Prabu Silih Wangi / Raja Pakuan Pajajaran (1482–1521 M) <+> Ratu Ratnasih / Nyi Rajamatri / Ratu Istri Rajamantri binti Sunan Pagulingan / Prabu Wirajaya bin Prabu Gajah Agung / Atmabrata / Bagawan Batara Wirayuda bin Pangeran Cinde Kancana Wulung / Hyang Prabu Tajimalela / Prabu Agung Resi Cakrabuana / Batara Tungtang Buana / Batara Kusuma,,
- Rakryan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala / Raja Galuh XXXI (1475-1482 M),,
- Prabu Anggalarang / Prabu Niskala Wastu Kancana / Prabu Wangisutah / Prabu Linggawastu / Raja Sunda Galuh XXX (1371-1475 M),,
- Prabu Lingga Buana / Prabu Ragamulya Luhurprabawa / Prabu Maharaja / Prabu Wangi / Sang Mokteng Ing Bubat / Raja Sunda Galuh Kawali XXVIII (1350-1357 M),,
- Prabu Ajiguna Linggawisesa / Sanglumahing Kiding / Raja Sunda Galuh Kawali XXVI (1333-1340 M) <+> Dewi Uma Lestari / Ratu Santika binti Prabu Lingga Dewata / Raja Sunda Galuh Kawali,,
- Guruminda / Sang Manisri Raja Galuh VIII (783-799 M) <+> Sri Ratu Dewi Purbasari binti Prabu Ciung Wanara,,
- Prabu Ciung Wanara / Sang Manarah / Prabu Jaya Prakosa Mandaleswara Salakabuana / Rd. Suratama Kusumah / Raja Galuh VII (739-783 M),,
- Prabu Permanadikusumah / Maha Raja Adi Mulya / Bagawat Sajalajala / Raja Galuh VI (724-725 M),,
- Rd. Wijaya Kusuma / Mahapatih Saunggalah,,
- Rahyang Purbasora / Raja Galuh IV (716-723 M),,
- Rahyang Sempakwaja / Batara Danghyang Guru Sempakwaja / Pendiri Kerajaan Galunggung (Galuh Hyang Agung),,
- Raja Wretikandayun / Maharaja Suradarma Jayaprakosa / Raja Kendan IV / Raja Galuh I (612-702 M),,
- Raja Kandiawan / Rajaresi Dewaraja Sang Layuwatang / Raja Kendan III (597-612 M),,
- Raja Putra Suraliman / Rajaresi Dewaraja Sang Luyu Tawang Rahyang Tari Medang Jati / Raja Kendan II (568-597 M),,
- Raja Maha Guru Manikmaya / Sanghyang Resiguru Manikmaya / Raja Kendan I (526 - 568 M) <+> Dewi Tirtakancana binti Raja Suryawarman / Raja Tarumanagara VII,,
- Raja Suryawarman / Prabu Tarumanagara VII (535-561 M),,
- Raja Candrawarman / Prabu Tarumanagara VI (515-535 M),,
- Raja Indrawarman / Prabu Tarumanagara V (455-525 M),,
- Raja Wisnuwarman / Prabu Tarumanagara IV (434-455 M),,
- Raja Purnawarman / Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya / Wyagraha Ning Tarumanagara / Harimau Tarumanagara Sang Purandara Saktipurusa Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati / Prabu Tarumanagara III (395-434 M),,
- Raja Dharmayawarman / Sang Lumahing Candrabaga / Prabu Tarumanagara II (382-395 M),,
- Raja Jayasinghawarman / Rajadirajaguru / Jayasinghawarman Gurudarmapurusa / Prabu Tarumanagara I (358-382 M) >(+)< Dewi Minawati / Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi binti Raja Dewawarman VIII / Prabu Darmawirya Dewawarman / Prabu Salakanagara XI,,
- Raja Dewawarman VIII / Prabu Darmawirya Dewawarman / Prabu Salakanagara XI (356-363 M),,
- Mahapatih Pallawa (Menteri Angkatan Laut Kerajaan Pallawa) <+> Sri Gandari Lengkaradewi binti Raja Dewawarman VI / Prabu Ganayanadewa Linggabumi / Prabu Salakanagara VII,,
- Raja Dewawarman VI / Prabu Ganayanadewa Linggabumi / Prabu Salakanagara VII (289-308 M),,
- Raja Dewawarman V / Prabu Darmasatyajaya / Sang Mokteng Samudera / Senapati Sarwajala / Prabu Salakanagara V (252-289 M) <+> Ratu Mahisa Suramardini Warmandewi / Ratu Salakanagara VI (276-289 M) binti Raja Dewawarman IV / Prabu Darma Satyanagara / Raja Ujung Kulon / Prabu Salakanagara IV,,
- Raja Dewawarman IV / Prabu Darma Satyanagara / Raja Ujung Kulon / Prabu Salakanagara IV (238-252 M) <+> Dewi Tirta Lengkara binti Raja Dewawarman III / Prabu Singasagara Bimayasawirya / Prabu Salakanagara III,,
- Raja Dewawarman III / Prabu Singasagara Bimayasawirya / Prabu Salakanagara III (195-238 M),,
- Raja Dewawarman II / Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra / Prabu Salakanagara II (168-195 M),,
- Raja Dewawarman I / Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara / Prabu Salakanagara I (130-168 M) <+> Dewi Pohaci Larasati / Dwi Dwani Rahayu binti Sanghyang Aki Tirem / Sanghyang Kiluhung Mulya Purwasalakanagara,,
- Sanghyang Aki Tirem / Sanghyang Kiluhung Mulya Purwasalakanagara,,
- Sanghyang Aki Srengga / Sanghyang Swarnabhumi Kidul,,
- Sanghyang Nyai Sariti Warawiri / Sanghyang Swarnabhumi Kidul,,
- Sanghyang Aki Bajulpakel / Sanghyang Swarnabhumi Kidul,,
- Sanghyang Aki Dungkul / Sanghyang Swarnabhumi Kulon,,
- Sanghyang Aki Pawang Sawer / Sanghyang Swarnabhumi Kulon,,
- Sanghyang Datuk Pawang Marga / Sanghyang Swarnabhumi Kaler,,
- Sanghyang Aki Bagang / Sanghyang Pulo Hujung Mendini,,
- Sanghyang Datuk Waling / Sanghyang Dukuh Bangawan,,
- Sanghyang Datuk Banda / Sanghyang Langkha Sukkha,,
- Sanghyang Nesan / Mas / Mesekh / Misikh / Jo C Tah / Sanghyang Yawana Syangka,,
- Arom (Aram),,
- Sam,,
- Nabi Nuh AS,,
- Mihlil,,
- Mattu Syalakh,,
- Qinan,,
- Sayyid Anwas (Anwar),,
- Nabi Syits AS / Sanghyang Sita <+> Sayyidah 'Azuro RA / Sanghyang Dewi Mulat,,
- Nabi Adam AS / Sanghyang Janmawalijaya / Sanghyang Adhama <+> Siti Hawa RA / Sanghyang Dewi Janmawanujawa / Sanghyang Dewi Kawahnya,,
- Alam,,
>> NUR ALAM >> NUR MUHAMMAD >> NUR ALLAH...!!!
Catatan :
H. Rd. Tumenggung Wiradinata adalah salah satu Cucu dari Pangeran Ngabehi Jayasasana / Jayalalana / Raja Gagang / H. Rd. Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur, Keturunan (Nasab) Asli dari Hyang Prabu Silih Wangi (Raja Pakuan Pajajaran) hasil dari pernikahan dengan salah seorang Istri yang bernama Ratu Ratnasih,,
Ratu Ratnasih adalah Putu (keturunan ke 3) dari Hyang Prabu Tajimalela (Raja Sumedang Larang), jadi Hyang Prabu Tajimalela adalah Uyut Mertua dari Hyang Prabu Silih Wangi,,
Artinya darah trah H. Rd. Tumenggung Wiradinata nasabnya dari Raja Pakuan Pajajaran dan keturunan dari Raja Sumedang Larang,,
- H. Rd. Tumenggung Wiradinata seorang Ulama sekaligus Umaro Pejabat Pemerintah, Bupati Bogor Pertama jaman Hindia Belanda pada tahun 1749-1754 M, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor,,
Bupati pada jaman itu setingkat dengan Gubernur pada saat ini NKRI, namun bedanya Bupati pada jaman sebelum NKRI memiliki kekuasaan dan kewenangan penuh yang tidak bisa di ikut campuri (ditekan) oleh siapapun sebab masih menganut sistem Monarki (Kerajaan) yang tidak dijajah oleh pihak manapun, dan yang dimaksud jaman Hindia Belanda disini ialah hubungan Perniagaan antara Kepulauan Laut Hindia dengan VOC (Ikatan para Pedagang dari Negara Belanda),,
Beliau memiliki salah satu Cucu yang bernama H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri,,
- H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri adalah seorang Waliullah dan Pemuka Agama Islam dan Pendiri Masjid Agung Ath Thohiriyah Empang, Masjid Pertama Tertua di Bogor Raya,,
Beliau menikah dengan salah seorang Istri yang bernama Ratu Syarifah binti Pangeran Ash Shoghiri bin Sulthon Ageng Tirtayasa (Kasulthonan Banten), hasil dari pernikahannya itu memiliki salah satu Cucu yang bernama H. Rd. Adipati Aria Suriawinata / H. Rd. Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat,,
- H. Rd. Adipati Aria Suriawinata / H. Rd. Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat seorang Ulama sekaligus Umaro Pejabat Pemerintah, Bupati Bogor ke 11 jaman Hindia Belanda Tahun 1849-1872 M, Kantor Pemerintahan di Soeka Ati Empang Bogor,,
Beliau menikah dengan saudari sepupunya yang bernama Nji. Rd. Radjapermas bin H. Rd. Tumenggung Sastranegara bin H. Rd. Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri,,
Beliau wafat pada hari Senin 05 Robbi'ul Awwal 1289 Hijriyah (13 Mei 1872 M) dikebumikan di Pulo Empang Bogor,,
SUMBER :
- Alkisah yang dikisahkan kembali, wasiat para Sesepuh turun temurun Keluarga Besar H. RD. TUMENGGUNG WIRADINATA Empang Bogor secara tulisan dan lisan.
- Kitab Al Qur’an dan terjemahannya terbitan Al Mizan, lihat catatan kaki, QS 2:30.
- Kitab Ulumul Qur'an, Ahlul Bait, Muhammad Baqir Hakim.
- Kitab Hadits Bukhori Muslim.
- Kitab Dari Adam AS Hingga Isa AS, Sayyid Ni'matullah Al Jaza’iri.
- Buku Api Sejarah, Prof. Ahmad Mansur Suryanegara.
- Naskah Kuno Wangsakerta.
- Naskah Kuno Manikmaya.
- Naskah Kuno Bujangga Manik.
- Naskah Kuno Purwaka Caruban Nagari.
- Naskah Kuno Silsilah Leluhur Cirebon.
- Naskah Kuno Babad Demak Pesisiran.
- Dan dari berbagai sumber Kitab, Buku, Naskah lainnya.
WALLAHU A'LAM BISHOWAB...
Dan Allah SWT yang Maha Tahu, lebih mengetahui segala sesuatu dari kita, hanya Allah yang Maha Benar dan Maha Pemilik Kebenaran Mutlak,,
Kebenaran lisan dan tulisan kami ini nisbi (relatif) karena kita manusia tempatnya khilaf dan salah...!!!
Keterangan :
Nama Nasab (Garis Keturunan) dalam Bahasa Sunda,,
- NASAB KEATAS :
1. Pribados / Jisim Abdi / Simkuring (Saya),,
2. Rama - Biang (Bapak - Ibu),,
3. Aki - Nini (Kakek - Nenek),,
4. Uyut,,
5. Bao,,
6. Udeg-Udeg,,
7. Jangga Wareng,,
8. Kait Siwur / Gintung Siwur,,
9. Gerpak,,
10. Umpleng,,
11. Tambak Galeng,,
- Nenek Moyang :
12. KARUHUN : Keturunan dari 12 s/d 22 (akumulasi 11),,
23. LELUHUR : Keturunan dari 23 s/d 33 (akumulasi 11),,
34. LULUHUNG : Keturunan dari 34 sampai ke Nabi Adam AS - Siti Hawa RA,,
- Asal dari NUR ALAM >> NUR MUHAMMAD >> NUR ALLAH,,
- NASAB KEBAWAH :
1. Pribados / Jisim Abdi / Simkuring (Saya),,
2. Putra / Murangkalih (Anak),,
3. Incu (Cucu),,
4. Putu / Buyut,,
5. Piri,,
6. Umpi,,
7. Cicip,,
8. Muning,,
9. Angga Santana,,
10. Kula Santana,,
11. Wit Wekas,,
12. Seke Seler,,
13. Seuweu Siwi (Keturunan 13, 14, 15 dan seterusnya kebawah),,
Rahayu,, 🙏
Al Fakir Ilallah.
- Aang MRA Katumbiri Wiradinata -
Klik link :
1. https://id.rodovid.org/wk/Orang:1275953
2. https://muhammadranggaarifin.blogspot.com/2018/08/biodata-aang-mra-al-katumbiri.html?m=1
3. https://muhammadranggaarifin.blogspot.com/2018/08/hukum-menggunakan-kalender-hijriyah-dan.html?m=1wafat: 23 Maret 1999, Dimakamkan di Astana Muara Bogor
perkawinan: <70> <♀ Mulyani, S.Sos
wafat: 22 Juli 2015, Jakarta
penguburan: 22 Juli 2015, Pemakaman Keluarga, Kaum Seuseupan Ciawi-Bogor
bermukim: 2016, Tanggeung - Cianjur Selatan
SILSILAH KELUARGA (JALUR DALEM CIKUNDUL) 0. Pangeran Ngabehi Jayasasana/Jayalalana/Raja Gagang/H Rd Aria Wiratanu I/Mbah Dalem Cikundul Cianjur (Bupati Cianjur #I, 1681-1691) 1. Pangeran Wiramanggala / H Rd Aria Wiratanu II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur (Bupati Cianjur #II, 1691-1707) 2. H Rd Tumenggung Wiradinata (Bupati Bogor ke 6, 1749 - 1754) 3. H Rd Tumenggung Wiradiredja (Bupati Bogor ke 8, 1758 - 1769) 4. H Rd Muhammad Thohir (Auliya / Penghoeloe Bogor, 1826) 5. RA. Wiranata / (Mbah Dalem Sepuh) 6. H Rd Adipati Aria Suriawinata (H Rd Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat) 7. R. H Musa 8. R. H Djuhdi 9. Nyi. R. Yoyoh Yohanah 10. R.A. Yayan Setiawan 11. R. Suria Agung (Den Agung)
SILSILAH KELUARGA (JALUR SULTAN BANTEN) 0. Panembahan Maulana Hasanuddin 1. Panembahan Maulana Yusuf 2. Panembahan Sultan Maulana Muhammad Nashruddin 3. Sultan Abu Al Mafakhir Mahmud 'Abdul Qadir / Pangeran Ratu 4. Sultan Abul Ma'ali Ahmad Rachmatullah 5. Sultan Ageng Tirtayasa / Sayyid Abul Fath 'Abdul Fattah (Pangeran Ratu) 6. Pangeran Sugiri Menikah dengan NR. Ratnakomala Cucu dari Raden Aria Wangsakara (Aria Lengkong) 7. Ratu Syarifah Menikah dengan 4. H Rd Muhammad Thohir (Auliya / Penghoeloe Bogor, 1826) 8. R.A. Wiranata / (Mbah Dalem Sepuh) 9. R Adipati Aria Suriawinata (H Rd Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat) 10. R. H Musa 11. R. H Djuhdi 12. Nyi. R. Yoyoh Yohanah 13. R.A. Yayan Setiawan 14. R. Suria Agung (Den Agung)
15. R. Suria Agung (Den Agung)SILSILAH KELUARGA (JALUR KESULTANAN CIREBON) 0. Maulana Syarief Hidayatullah (Sunan Gunung Djati) 1. Panembahan Maulana Hasanuddin 2. Panembahan Maulana Yusuf 3. Panembahan Sultan Maulana Muhammad Nashruddin 4. Sultan Abu Al Mafakhir Mahmud 'Abdul Qadir / Pangeran Ratu 5. Sultan Abul Ma'ali Ahmad Rachmatullah 6. Sultan Ageng Tirtayasa / Sayyid Abul Fath 'Abdul Fattah (Pangeran Ratu) 7. Pangeran Sugiri Menikah dengan NR. Ratnakomala Cucu dari Raden Aria Wangsakara (Aria Lengkong) 8. Ratu Syarifah Menikah dengan 4. H Rd Muhammad Thohir (Auliya / Penghoeloe Bogor, 1826) 9. RA. Wiranata / (Mbah Dalem Sepuh) 10. H R Adipati Aria Suriawinata (H Rd Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat) 11. H R Musa 12. R. H Djuhdi 13. Nyi. R. Yoyoh Yohanah 14. R.A. Yayan Setiawan
Raden Mas Sudrajat Jayakusumah, lahir di Bogor pada tahun 1948 putra ke 11 dari pasangan orang tua RADEN MAS JAYAKUSUMAH (grade 7 dari HB-III) dengan RADEN AJENG NENENG SUTARI (Keturunan Kerajaan Pajajaran Islam, Bogor). Menikah dengan TUTI YULIANTI, putri dari PAPIH MEYER (mantan Pejabat Dep Keuangan keturunan Belanda)+ MAMIH ... dikaruniayi 4 orang anak : 1. RA. Rina Oktaviani 2. RA. Debi Aprianti 3. R. Arie (meninggal usia balita) 4. R. Hari Sephandri Raden Mas Sudrajat Jayakusumah dikenal sebagai pribadi yang baik dan jujur, penuh toleransi serta setia kawan baik di lingkungan keluarga maupun dengan teman sejawat dan seprofesi. Sifatnya sedikit temperamental dan mudah tersinggung, hal ini disebabkan memiliki jiwa seni yang tinggi. Meninggal di Rumah Sakit Bayuasih Purwakarta karena Strouk dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Keluarga Muara Bogor pada tahun 2011.
PENDIDIKAN
SD - ST - STM
PEKERJAAN
Tahun 1981 - 1991, PT. Perusahaan Jawatan Pegadaian Pusat (Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat)
PROFESI
Adalah pionir group band pertama dari kota Bogor yang pernah menembus belantika musik Tanah Air dengan hits lagunya yang berjudul LING LING (tahun 1974)dengan goup Band THE PHOENIX dibawah asuhan ASHARI (pamannya Jenderal RYAMIZAR RYAKUDU). Setelah menyelesaikan kontraknya sebanyak 7 Album, pada tahun 1976 membentuk band dengan nama : THE AMARIS (atas prakarsa Jenderal AMAR), menghasilkan 2 album. Kemudian dalam rangka toleransi kepada kawan-kawanya sesama kota Bogor dia membentuk dan mengajak group band dari Bogor tersebut untuk rekaman di Jakarta bersama THE DOMINO'S group, menghasilkan 2 album terjual sampai ke Hongkong dan Suriname.
Selama karier musiknya sudah bergabung dengan beberapa group band antara lain : - Band Keluarga (bersama dengan kakaknya : RM. Ridwan Jayakusumah, RM. Dody Suyatna Jayakusumah, RM. Mulyadi Jayakusumah) - Band The Phoenix - Band The Amaris (bersama kakaknya RM. Dody Suyatna Jayakusumah, dkk) - Band The Domino's (bersama kakaknya RM. Dody Suyatna Jayakusumah, dkk) - Band The Barbor's (bersama dengan kakak & keponakannya : RM. Dody Suyatna Jayakusumah & R. Endang Suhendar (Idang) - Band Pegadaian (bersama dengan keponakannya : R. Endang Suhendar (Idang) - Band The Anies Clan (bersama dengan keponakannya : R. Endang Suhendar (Idang) - Band Djakarta L'Loyd (bersama dengan keponakannya : R. Endang Suhendar (Idang) - Band Krakatau Steel (bersama dengan keponakannya : R. Endang Suhendar (Idang).
RADEN DAMON YUSUF MARTADIREDJA DIPONEGORO alias Damon, lahir di Bogor pada ...................19.. putra ke 1 dari 4 bersaudara dari pasangan orang tua RADEN HAJI ADANG YUSUF MARTADIREDJA (Generasi ke 8 dari Sultan HB-III) dengan NYI RADEN MUNDIYAH (Generasi 8 dari HB-III) menikah pada ................ 19.. dengan ......................... dikaruniai 5 orang putra-putri : 1. Rd. M.Yasin Vahreza Yusuf Martadiredja ( Reza Wahyu Martadiredja ) 2. Rd. M.Yasin Vahrezi Yusuf Martadiredja ( Rezi Wahyu Martadiredja ) 3. Rd. Nur Illahi Vahriva Mudaim ( Riva Wahyu Martadiredja ) 4. Rd. Nur Husna Dewinda Fatmah ( Winda Fatmah Martadiredja ) 5. Rd. Nazwa Mustika Negara ( Ica Wahyu Martadiredja )
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Bapak)
#0. Prabu Siliwangi / Sribaduga Maharadja Ratu Hadji, RAJA PAJAJARAN KE I (1482-1521M) #1. Mundingsari Ageung /Mundingsari II (putra no. 6) #2. Mundingsari Leutik / Mundingsari III #3. Prabu Siliwangi III / Prabu Pucuk Umum <menikah dgn> Ratu Dewi Sunyalarang (Ratu Talagamanggung, 1500 M #4. Sunan Parung Gangsa #5. Rd. Aria Kikis / Sunan Wanaperih #6. Rd. Aria Goparana / Sunan Ciburang #7. Dalem Aria Wangsa Goparana / Sunan Sgalaherang #8. Dalem Tumenggung Yudanagara #9. Rd. Aria Tjakrayudha #10. Rd. Aria Tjakradiprana #11. Rd. Aria Yudasena #12. Rd. Rangga Bradjadinata I #13. Ngabey Madamadia #14. Rd. Martadiredja #15. Rd.H.M.Husen / Miarsadiredja #16. Rd. Usmid Adimiarsa (Mbah Papak) #17. Rd. Su'ebMartadiredja (Ama Camat) #18. Rd. Wahyu Martadiredja #19. Rd. H. Adang Yusuf Martadiredja #20. Rd. Damon Yusuf Martadiredja
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Bapak)
#0. KANJENG SULTAN HAMENGKU BUWANA KAPING III ING NGAYOGYAKARTA #1. BPH. Diponegoro #2. RM. Djonet Dipomenggolo #3. RM. Harjo Dipomenggolo #4. RAy. Hj. Gondomirah #5. Nyi Rd. Hj. Rajamirah #6. Nyi Rd. Hj. Siti Rahmat #7. Nyi Rd. Tuti Guritna #8. Rd. H. Adang Yusuf Martadiredja #9. Rd. Damon Yusuf Martadiredja - Belum Ada Kekancingan -
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Ibu) #0. KANJENG SULTAN HAMENGKU BUWANA KAPING III ING NGAYOGYAKARTA #1. BPH. Diponegoro #2. RM. Djonet Dipomenggolo #3. RM. Harjo Dipomenggolo #4. RAy. Hj. Gondomirah #5. Nyi Rd. Hj. Rajamirah #6. Rd. Tatang Muchtar #7. Nyi Rd. Siti Aminah #8. Nyi Rd. Siti Mundiyah #9. Rd. Damon Yusuf Martadiredja - Belum Ada Kekancingan -
PENDIDIKAN
- - - -
PEKERJAAN
- - -== PROFESI ==
RADEN GUNAWAN YUSUF MARTADIREDJA DIPONEGORO alias Wawan, lahir di Bogor pada ...................19.. putra ke 2 dari 4 bersaudara dari pasangan orang tua RADEN HAJI ADANG YUSUF MARTADIREDJA (Generasi ke 8 dari Sultan HB-III)dengan NYI RADEN MUNDIYAH (Generasi 8 dari HB-III) menikah pada ................ 19.. dengan NY. HANIFA dikaruniai 2 orang putra-putri : 1. Rd. Rahmania Purwagunifa 2. Rd. Fathan Adi Gunawan
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Bapak)
#0. Prabu Siliwangi / Sribaduga Maharadja Ratu Hadji, RAJA PAJAJARAN KE I (1482-1521M) #1. Mundingsari Ageung / Mundingsari II (putra no. 6) #2. Mundingsari Leutik / Mundingsari III #3. Prabu Siliwangi III / Prabu Pucuk Umum <menikah dgn> Ratu Dewi Sunyalarang (Ratu Talagamanggung, 1500 M) #4. Sunan Parung Gangsa #5. Rd. Aria Kikis / Sunan Wanaperih #6. Rd. Aria Goparana / Sunan Ciburang #7. Dalem Aria Wangsa Goparana / Sunan Sgalaherang #8. Dalem Tumenggung Yudanagara #9. Rd. Aria Tjakrayudha #10. Rd. Aria Tjakradiprana #11. Rd. Aria Yudasena #12. Rd. Rangga Bradjadinata I #13. Ngabey Madamadia #14. Rd. Martadiredja #15. Rd.H.M.Husen / Miarsadiredja #16. Rd. Usmid Adimiarsa (Mbah Papak) #17. Rd. Su'eb Martadiredja (Ama Camat) #18. Rd. Wahyu Martadiredja #19. Rd. H. Adang Yusuf Martadiredja #20. Rd. Gunawan Yusuf Martadiredja
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Ibu)
#0. Pangeran Santri/Kusumadinata I (Raja Sumedang Larang Ke 9 (1530-1578) #1. Pangeran Geusan Ulun Raja Sumedang Larang Ke 10 (1578-1610) #2. Pangeran Rangga Gede, Bupati Sumedang Ke 2 #3. Dalem Rangga Gempol II, Bupati Sumedang Ke 3 #4. Pangeran Rangga Gempol III, Bupati Sumedang Ke 4 #5. Dalem Adipati Tanoebadja, Bupati Sumedang Ke 5 #6. Pangeran Rangga Gempol IV, Bupati Sumedang Ke 6.........>(adik bungsunya NRA. Rajanagara menikah dgn Kd. Rangga Wangsadita I) #7. Dalem Istri Rajaningrat, Bupati Sumedang Ke 7...........>(menikah dengan> Kd. Adipati Soerianagara Putra Kd. Rangga Wangsadita I) #8. Dalem R.T.A. Surialaga I, Bupati Sumedang Ke 10 #9. Dalem R.T.A. Surialaga II, Bupati Bogor, Karawang, Sukapura, Sumedang Ke 17 #10. R.T. Rangga Tjandramanggala, Bupati Bogor #11. R.T.A. Soeriamanggala, Bupati Bogor (?), menikah dengan Cicit Pangeran Diponegoro RAy. Gondomirah #12. Nyi Rd. Hj. Rajamirah #13. Rd. Tatang Muchtar #14. Nyi Rd. Siti Aminah #15. Nyi Rd. Mundiyah #16. Rd. Gunawan Yusuf Martadiredja
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Bapak) #0. KANJENG SULTAN HAMENGKU BUWANA KAPING III ING NGAYOGYAKARTA #1. BPH. Diponegoro #2. RM. Djonet Dipomenggolo #3. RM. Harjo Dipomenggolo #4. RAy. Hj. Gondomirah menikah dengan RTA. Soeriamanggala/RTA. Soeriadimanggala #5. Nyi Rd. Hj. Rajamirah #6. Nyi Rd. Hj. Siti Rahmat #7. Nyi Rd. Tuti Guritna #8. Rd. H. Adang Yusuf Martadiredja #9. Rd. Gunawan Yusuf Martadiredja - Belum Ada Kekancingan -
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Ibu) #0. KANJENG SULTAN HAMENGKU BUWANA KAPING III ING NGAYOGYAKARTA #1. BPH. Diponegoro #2. RM. Djonet Dipomenggolo #3. RM. Harjo Dipomenggolo #4. RAy. Hj. Gondomirah menikah dengan RTA. Soeriamanggala/RTA. Soeriadimanggala #5. Nyi Rd. Hj. Rajamirah #6. Nyi Rd. Hj. Siti Rahmat #6. Rd. Tatang Muchtar #7. Nyi Rd. Siti Aminah #8. Nyi Rd. Siti Mundiyah #9. Rd. Gunawan Yusuf Martadiredja - Belum Ada Kekancingan -
PENDIDIKAN
- - - -
PEKERJAAN
- - -== PROFESI ==
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1X Rd. Sumarja ADIJAYA. 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.1 Rd. Panji Tirtayasa ADIJAYA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.2 Rd. Iwan Sulanjana ADIJAYA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.3 NR. Anita ADIJAYA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.4 NR. Ati Nurhayati ADIJAYA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.5 Rd. Rudi Iskandar ADIJAYA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.6 NR. Kania Septine ADIJAYA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.7 Rd. Erwin Manca ADIJAYA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.8 Rd. Ari ADIJAYA .1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.9 NR. Noveni ADIJAYA
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2 NR. Uce Sukaesih GANDAMANA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2X Wisaca SASMITA. 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2.1 Boyke Setiawan WISACA SASMITA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2.2 NR. Anna WISACA SASMITA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2.3 NR. Ine Silviane WISACA SASMITA .1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2.4 NR. Tina WISACA SASMITA .
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3X NR. Yoyoh Mariah .. 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3.1 Rd. Nedi Atidiya GANDAMANA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3.2 NR. Meity GANDAMANA . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3.3 NR. Reri GANDAMANA .1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3.4 NR. Geni GANDAMANA
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4X Rd. Enjun .. 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.1 Rd. Yudi Yanuardi ENJUN . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.2 NR. Fery Lucinewati ENJUN . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.3 Rd. Dedi Septiadi ENJUN . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.4 Rd. Ade Yunadi ENJUN . 1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.5 Rd. Ahmad Mediana ENJUN .1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.6 NR. Ade Sisi Virginiawati ENJUN .
3.1.1. ASTUTI3.1.2. RIZKI
3.2.1. IKA 3.2.2. ALDI 3.2.3. FIA3.2.4. LINDA
3.3.1. YUDI 3.3.2. RIRIN3.3.3. LILI
3.4.1. EKAL3.4.2. ZIRUL
RADEN UKE SUKMAWATI DIPONEGORO alias UKE, lahir di Bogor pada ........................... putri ke 1 dari 8 bersaudara dari pasangan orang tua R.H. ABD. KARIM dengan RADEN Hj.SITI MARYAM (grade 6 dari HB-III) menikah pada............................dengan ..............................putra .........................dengan ..................................., dikaruniai ...orang anak :
SILSILAH KELUARGA (Dari Pancer Ibu) #0. KANJENG SULTAN HAMENGKU BUWANA KAPING III ING NGAYOGYAKARTA #1. BPH. Dipanegara #2. RM. Djonet Dipamenggala #3. RM. Ngabehi Dipamenggala #4. RM. KH. Usman Bakhsan Dipamenggala #5. R.H.M. Rana Manggala #6. R.Hj. Siti Maryam #7. R. Uke Sukmawati Diponegoro
PENDIDIKAN
- SD - SMP - SMA - Perguruan Tinggi
PEKERJAAN
== PROFESI ==ASAL-USUL
RADEN DIDN AWALUDIN alias RAMA SAKTI, lahir di Karawang pada 16 Januari 1969 putra ke 3 dari 4 bersaudara dari pasangan orang tua Rd. TIRTA SUPARTA (Generasi ke 8 dari Sultan Ageng Tirtayasa / Sayyid Abul Fath 'Abdul Fattah, Sultan Banten ke 6) dengan RADEN NYIMAS SUTARMI (SUMEDANG LARANG) menikah pada tahun 1991 dengan USWATUN HASANAH, lahir di Purbalingga pada 25 Juni 1969 putra ke 1 dari 6 bersaudara dari pasangan GUS MAGHFUR FAOZI dengan KISWATI, (Purwokerto), dikaruniai 2 orang anak :
SILSILAH KELUARGA (JALUR DALEM RUMPIN-BOGOR)
0. Raden Uderan 1. R.Dmg Soema Antaredja/Demang Djambrong (Hoofd Djaksa Lebak, Ass Demang Buitenzorg, Demang Tjibinong, 1878-1903) 2. Raden Tjetje Tirta Winata 3. Raden Tirta Suparta 4. Raden Didin Awaludin
SILSILAH KELUARGA (JALUR SUMEDANG LARANG)
0. Nyimas Resmi 1. Nyimas Sutarmi 2. Raden Tirta Suparta 3. Raden Didin Awaludin
SILSILAH KELUARGA (JALUR DALEM CIKUNDUL)
0. Pangeran Ngabehi Jayasasana/Jayalalana/Raja Gagang/H Rd Aria Wiratanu I/Mbah Dalem Cikundul Cianjur (Bupati Cianjur #I, 1681-1691) 1. Pangeran Wiramanggala / H Rd Aria Wiratanu II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur (Bupati Cianjur #II, 1691-1707) 2. Dalem Aria Wiratanu III / Raden Astramanggala / Dalem Dicondre (Bupati Cianjur #III, 1707-1726) 3. Raden Kartadiredja I 4. Raden Kartadiredja II 5. Raden Jaya Indra / Raden Djaindra 6. Raden Zainal Abidin (embah Arwah) / AMA Ende 7. Raden Tirta Logawa 8. Nyi Raden Tati 9. Raden Tjetje Tirta Winata 10. Raden Tirta Suparta 11. Raden Didin Awaludin
SILSILAH KELUARGA (JALUR SULTAN BANTEN)
0. Sultan Ageng Tirtayasa / Sayyid Abdul Fattah Azhmatkhan al-Husaini (Pangeran Ratu) 1. Pangeran Sake / Raden Syafruddin Shoheh 2. Ratubagus Badaruddin Suryapringga 3. Tubagus Muhammad Kamil 4. Nyi Raden Siti Fatimah / Ratu Mantria (Citeureup) 5. Nyi Raden Radjapermas / Ibu Djero Bogor 6. Nyi Raden Maemunah/Eming (Citeureup) 7. Nyi Raden Tati 8. Raden Tjetje Tirta Winata 9. Raden Tirta Suparta 10. Raden Didin Awaludin - Belum Ada Kekancingan -
PENDIDIKAN
- SD - SMP - SMA - Perguruan Tinggi
PEKERJAAN
Tahun ..... - ....., Manager Kapal Pesiar ..............; Tahun ..... - ....., Manager Hotel Ciputra; Tahun 2007 - 2014, UEM BUILDER, Bhd (Proyek Jalan Tol Cikopo-Palimanan atau "CIPALI")Tahun 2014 - Sekarang, KONSULTAN PRAKRSA JALAN TOL
RADEN ABDUL AZIZ ROCHMAN alias AZIZ, lahir di .................pada ...................19... putra ke 4 dari 4 bersaudara dari pasangan orang tua Rd. TIRTA SUPARTA (Generasi ke 8 dari Sultan Ageng Tirtayasa / Sayyid Abul Fath 'Abdul Fattah, Sultan Banten ke 6) dengan RADEN NYIMAS SUTARMI (SUMEDANG LARANG)
SILSILAH KELUARGA (JALUR DALEM RUMPIN-BOGOR)
0. Raden Uderan 1. R.Dmg Soema Antaredja/Demang Djambrong (Hoofd Djaksa Lebak, Ass Demang Buitenzorg, Demang Tjibinong, 1878-1903) 2. Raden Tjetje Tirta Winata 3. Raden Tirta Suparta 4. Raden Abdul Aziz Rochman
SILSILAH KELUARGA (JALUR SUMEDANG LARANG)
0. Nyimas Resmi 1. Nyimas Sutarmi 2. Raden Tirta Suparta 3. Raden Abdul Aziz Rochman
SILSILAH KELUARGA (JALUR DALEM CIKUNDUL)
0. Pangeran Ngabehi Jayasasana/Jayalalana/Raja Gagang/H Rd Aria Wiratanu I/Mbah Dalem Cikundul Cianjur (Bupati Cianjur #I, 1681-1691) 1. Pangeran Wiramanggala / H Rd Aria Wiratanu II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur (Bupati Cianjur #II, 1691-1707) 2. Dalem Aria Wiratanu III / Raden Astramanggala / Dalem Dicondre (Bupati Cianjur #III, 1707-1726) 3. Raden Kartadiredja I 4. Raden Kartadiredja II 5. Raden Jaya Indra / Raden Djaindra 6. Raden Zainal Abidin (embah Arwah) / AMA Ende 7. Raden Tirta Logawa 8. Nyi Raden Tati 9. Raden Tjetje Tirta Winata 10. Raden Tirta Suparta 11. Raden Abdul Aziz Rochman
SILSILAH KELUARGA (JALUR SULTAN BANTEN)
0. Sultan Ageng Tirtayasa / Sayyid Abdul Fattah Azhmatkhan al-Husaini (Pangeran Ratu) 1. Pangeran Sake / Raden Syafruddin Shoheh 2. Ratubagus Badaruddin Suryapringga 3. Tubagus Muhammad Kamil 4. Nyi Raden Siti Fatimah / Ratu Mantria (Citeureup) 5. Nyi Raden Radjapermas / Ibu Djero Bogor 6. Nyi Raden Maemunah/Eming (Citeureup) 7. Nyi Raden Tati 8. Raden Tjetje Tirta Winata 9. Raden Tirta Suparta 10. Raden Abdul Aziz Rochman - Belum Ada Kekancingan -
PENDIDIKAN
- SD - SMP - SMA - Perguruan Tinggi
PEKERJAAN
Tahun ..... - ..., Hotel Panghegar Bandung Tahun 2007 - 2014, UEM BUILDER, Bhd (Proyek Jalan Tol Cikopo-Palimanan atau "CIPALI") Tahun 2015 - 2018, Liaison Officer PT GIRDER INDONESIA pada Proyek Jalan Tol Soreang-PasirkojaTahun 2018 - 2021, Liaison Officer PT GIRDER INDONESIA pada Proyek Jalan Tol Cisumdawu




















