1.1.1.1.1.11.2.3.1 NR Aisyah Habsah Padmanagara - Keturunan (Inventaris)

Dari Rodovid ID
Orang:910226
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.

1

11/1 <?+?> < 1.1.1.1.1.11.2.3.1 NR Aisyah Habsah Padmanagara

2

21/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.1 Rd. Gajali Kusumahnagara Sumadipura
32/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.2 Rd. Ali Sumanagara Sumadipura
43/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.3 Rd. Usup Sumawinata Sumadipura
54/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.4 Rd. Ayub Sumadipura
65/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.5 Rd. Karnaen Suma Atmaja Sumadipura
76/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.6 NR Ellis Rasade Sumadipura
87/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.7 Rd. Hamjah Sumadipura
98/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.8 Rd. Benum Sumadipura
109/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.9 NR Mukti Sumadipura
1110/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.10 NR Julaeha Sumadipura
1211/2 <1+?> < 1.1.1.1.1.11.4.6.11 NR Awang Sumadipura

3

Rd. Ipik Gandamana Sumawinata
171/3 <4+?> < 5. Rd. Ipik Gandamana Sumawinata
lahir: 30 November 1906
gelar: Bupati Bogor ke 1 (1948-1949)
gelar: Gubernur Jabar ke 8 (1956-1959)
gelar: Mendagri ke 14 (1959-1964)
Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang


Ipik Gandamana

Gubernur Jawa Barat ke-8

  • Masa jabatan : 1956 – 1959
  • Presiden : Ir. Soekarno
  • Didahului oleh : Sanusi Hardjadinata
  • Digantikan oleh : Mashudi

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ke-14

  • Masa jabatan : 10 Juli 1959 – 27 Agustus 1964
  • Presiden : Ir. Soekarno-Soeharto
  • Didahului oleh : Sanusi Hardjadinata
  • Digantikan oleh : Soemarno

Informasi pribadi

  • Lahir :30 November 1906 (umur 108)
  • Bendera Belanda Purwakarta, Jawa Barat, Hindia Belanda
  • Kebangsaan : Indonesia
  • Agama : Islam

Ipik Gandamana (lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 30 November 1906; umur 108 tahun) adalah gubernur Jawa Barat periode 1956-1959. Ipik dibesarkan di Banten. Perjalanan karier kedinasannya berawal sebagai CA (candidate ambtenar) pada zaman pendudukan Jepang dan ditempatkan di Bogor selama dua tahun, Kemudian menjadi Mantri Polisi di Cikijing, menjadi Mantri Kabupaten Jakarta tahun 1931. Patih Bogor tahun 1946, Bupati Bogor 1948-1949 merangkap Bupati Lebak serta menjadi Gubernur Jawa Barat (1956-1960).

Meskipun lahir di Bogor, Ipik Gandamana menjalani masa kecil hingga dewasa di Banten. Pendidikan yang pernah ditempuhnya mulai dari ELS, MULO, OSVIA A & B dan setelah menyelesaikan studinya, aktif di lingkungan kepamongprajaan. Perjalanan kariernya dimulai saat menjadi Candidat Ambtenar (AB) pada zaman Jepang serta ditempatkan di Bogor selama kurang lebih 2 tahun, kemudian diangkat menjadi Mantri Polisi Cikijing, serta pada tahun 1931 menjadi Mantri Kabupaten Jakarta.

Pada tahun 1938 diangkat menjadi Sekretariat II Kabupaten Ciamis, kemudian pada tahun 1942 menjadi Camat Cibeureum Tasikmalaya sampai akhirnya diangkat menjadi Patih Bogor pada tahun 1946.

Karena menolak bergabung dengan pemerintahan Belanda/Recomba, pada tanggal 14 Agustus 1947 keluar besluit dari Presiden HTB Bogor Nomor 305 yang memerintahkan Ipik Gandamana dibuang ke pengasingan ke wilajah Jasinga. Saat dalam pengasingan tersebut, Ipik menerima tugas dari Pemerintah RI untuk menyusun pemerintah Kabupaten Bogor Darurat yang berpusat di Jasinga selanjutnya Ipik ditetapkan menjadi Bupati Bogor, kemudian diangkat oleh Wakil Gubernur Jawa Barat untuk merangkap sebagai Bupati Lebak.

Setelah pembentukan Kabupaten Bogor Darurat, berdasarkan keputusan Gubernur Militer Jawa Barat, Ipik diperbantukan di KMD IV/DJ.B selaku Kepala Staf Sipil Kepresidenan Bogor yang selanjutnya ditetapkan menjadi Presiden Bogor.


Karier

  • Bupati Bogor pertama. (1948-1949)
  • Wakil Gubernur Jawa Barat pertama. (1947-1952)
  • Gubernur Jawa Barat (1956-1959)
  • Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (1959-1964)

Masa Perjuangan

Right Rumah Pengasingan Ipik Gandamanah di Desa Malasari-Nanggung-Bogor

Ipik Gandamanah diangkat menjadi patih Bogor pada tahun 1946, yang sebelumnya terjadi peristiwa Bandung lautan api yang menyebabkan keluarga Ipik Gandamanah beserta stafnya mengungsi ketempat yang lebih aman dan tetap melaksanakan tugas pemerintahannya berjalan sambil berpindah-pindah tempat dan pada tahun 1946 menjadi patih Bogor. Saat itu wilayah Bogor dala kondisi yang mencekam seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa tentara Belanda telah menyebar di Bogor teramasuk mata-matanya dan menyebarkan politik adu domba (de vide et impera). Dan seperti yang sudah dijelaskan di atas, Belanda membentuk Partai Rakyat Pasundan yang dimimpin oleh Mr.Kustomo yang berpihak kepada Belanda dan bagi para pejabat pemerintahan Republik Indonesia termasuk Presiden dan Bupati yang tidak mau bergabung dengan Belanda ditangkap dan dijebloskan ke dalam tahanan militer dan sebagaian besar dibuang ke Jogyakarta.

Beberapa kali Ipik Gandamanah dibujuk untuk bergabung dengan Belanda, dengan berbagai macam cara termasuk iming-iming jabatan yang lebih tinggi, namun beliau menolak dan tetap membela pemerintahan republik Indonesia dan akhirnya beliau dimasukan ke penjara. Dan setelah beberapa lama keluarlah besluit dari presiden HTB Bogor tanggal 14 agustus 1947 nomor 305 yang memerintahkan Ipik Gandamanah dibuang kepengasingan di hutan dengan beberapa pejabatnya ke wilayah Jasinga.

Saat dalam pengasingan, Ipik Gandamanah menerima tugas dari pemerintah RI untuk menyusun pemerintahan Kabupaten Bogor darurat yang pusatnya di wilayah Jasinga dan beliau ditetapkan menjadi bupati Bogor, kemudain diangkat lagi oleh wakil gubernur jawa bara untuk merangkap menjadi bupati Lebak.

Right Bagian Dalam Rumah Pengasingan, Tampak Foto Ipik Gandamanah

Setelah pembentukan pemerintah kabupaten Bogor darurat sesuai perintah pimpinan pemerintah rapublik Indonesia., dalam kondisi clash dua, pemerintah darurat kabupaten Bogor di Jasinga selalu mendapat teror dan diserang oleh tentara Belanda sehingga Ipik Gandamanah beserta keluarga dan jajaran pembantunya berpindah-pindah tempat untuk menghindari serangan tentara Belanda, mulai di cipanas kabupaten Lebak dan akhirnya ke desa Malasari kecamatan Leuwiliang (sekarang kecamatan Nanggung). Di desa Malasari inilah pelaksanaan tugas pemerintah kabupaten Bogor berjalan cukup lama, selama beberapa bulan sampai adanya genjatan senjata antara pasuka TNI/pejuang dengan pasukan Belanda. Setelah genjatan senjata, berdasarkan pada keputusan Gubernur Milite Jawa Barat, Ipik Gandamanah diperbantukan di KMD IV /DJ.B selaku kepala staff sipil Kepresidenan Bogor yang selanjutnya ditetapkan menjadi Presiden Bogor.

Perjalanan panjang Ipik Gandamanah dalam mengemban amanah, selain berkaitan dengan penyusunan pemerintah darurat Kabupaten Bogor. Pengabdian dan perjuangan beliau dalam mengemban amanah tidak berhenti, walaupun harus menghuni sel di penjara Paledang, karena tidak mau bekerjasama dengan Belanda. Informasi dan pesan rahasia yang beliau sampaikan kepada para pejuang dan kaum republik di wilayah Bogor melalui kurirnya yaitu Hj.Nani Karmawan ditangkap Belanda dan diintrogasi dengan berbagai tekanan dan siksaan. Ipik Gandamanah beserta keluarga yang tinggal di lokasi pemerintah darurat Kabupaten Bogor yang terakhir di kampung /desa Malasari Kecamatan Leuwiliang (Nanggung sekarang). Yang berada di sekitar kaki Gunung Halimun melaksanakan tugas pemerintahan Kabupaten Bogor yang berjalan selama beberapa bulan, sampai terjadinya genjatan senjata antara pasukan tentara Republik Indonesia dengan tentara Belanda. Kehidupan beliau di Desa Malasari sangat membutuhkan bantuan dari penduduk Desa Malasari, tidak sedikit bantuan yang diberikan kepada Bapak Ipik Gandamanah baik materi maupun dukungan moral. Kedekatan dan keakraban beliau dengan penduduk sekitar Desa Malasari membuat masyarakat Desa Malasari tetap setia berjuang dan mengamankan “pendopo“ Bupati Ipik Gandamanah sebagai tempat melaksanakan pemerintahan darurat Bogor.

Lihat pula

132/3 <4+?> < 1. Nyi Rd. Mariah Sumawinata
143/3 <4+?> < 2. Nyi Rd. Jaja Sumawinata
154/3 <4+?> < 3. Nyi Rd. Cucu Sumawinata
165/3 <4+?> < 4. Rd. Sahrip Sumawinata 186/3 <4+?> < 6. Rd. Sut Gandanegara Sumawinata
197/3 <4+?> < 7. Rd. Emang Rukman Sumawinata

4

201/4 <17+?> < 1. Nyi Rd. Dade Suparsih Gandamana
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1 NR. Dade Suparsih GANDAMANA .
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1X Rd. Sumarja ADIJAYA. 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.1 Rd. Panji Tirtayasa ADIJAYA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.2 Rd. Iwan Sulanjana ADIJAYA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.3 NR. Anita ADIJAYA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.4 NR. Ati Nurhayati ADIJAYA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.5 Rd. Rudi Iskandar ADIJAYA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.6 NR. Kania Septine ADIJAYA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.7 Rd. Erwin Manca ADIJAYA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.8 Rd. Ari ADIJAYA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.1.9 NR. Noveni ADIJAYA
212/4 <17+?> < 2. Nyi Rd. Uce Sukaesih Gandamana
Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang


1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2 NR. Uce Sukaesih GANDAMANA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2X Wisaca SASMITA. 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2.1 Boyke Setiawan WISACA SASMITA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2.2 NR. Anna WISACA SASMITA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2.3 NR. Ine Silviane WISACA SASMITA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.2.4 NR. Tina WISACA SASMITA .
223/4 <17+?> < 3. Rd. Adang Gandamana
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3 Rd. Adang GANDAMANA .
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3X NR. Yoyoh Mariah .. 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3.1 Rd. Nedi Atidiya GANDAMANA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3.2 NR. Meity GANDAMANA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3.3 NR. Reri GANDAMANA . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.3.4 NR. Geni GANDAMANA
234/4 <17+?> < 4. Nyi Rd. Harmini Gandamana
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4 NR. Harmini GANDAMANA . (Ini Hermini)
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4X Rd. Enjun .. 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.1 Rd. Yudi Yanuardi ENJUN . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.2 NR. Fery Lucinewati ENJUN . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.3 Rd. Dedi Septiadi ENJUN . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.4 Rd. Ade Yunadi ENJUN . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.5 Rd. Ahmad Mediana ENJUN . 
1.1.1.1.1.11.4.6.3.5.4.6 NR. Ade Sisi Virginiawati ENJUN .
245/4 <14+?> < 1. Rd. Piping Isyak
256/4 <16+1> < 1. Rd. Binding Sahrip
267/4 <16+1> < 2. Nyi Rd. Marina Sahrip
278/4 <16+1> < 3. Nyi Rd. Ida Charda Sahrip
289/4 <16+1> < 4. Rd. Yanka Sahrip
2910/4 <16+1> < 5. Rd. Oyo Sahrip
3011/4 <16+1> < 6. Rd. Perang Sahrip 3112/4 <16+1> < 7. Nyi Rd. Tati Sahrip
3213/4 <16+1> < 8. Nyi Rd. Purwantini Sahrip
3314/4 <16+1> < 9. Rd. Dadi Sahrip
3415/4 <16+1> < 10. Rd. Zamzam Sahrip
3516/4 <16+1> < 11. Nyi Rd. Nita Sahrip
3617/4 <18> < 1. Rd. Dody Arifin Gandanegara
3718/4 <18> < 2. Rd. Boy Makmun Gandanegara
3819/4 <18> < 3. Nyi Rd. Surtini Gandanegara
3920/4 <18+?> < 4. Nyi Rd. Yetty Gandanegara
4021/4 <19> < 1. Nyi Rd. Nining Sumawinata 4122/4 <19> < 2. Nyi Rd. Etty Sumawinata
4223/4 <19> < 3. Nyi Rd. Mience Sumawinata
4324/4 <19> < 4. Rd. Mance R. Sumawinata
4425/4 <19> < 5. Nyi Rd. Elly Sumawinata
4526/4 <19> < 6. Nyi Rd. Unuy Sumawinata
4627/4 <19> < 7. Rd. Arif Mahandia Sumawinata
4728/4 <19> < 8. Nyi Rd. Upi Supiah Sumawinata
4829/4 <19> < 9. Rd. Solihin Sumawinata

5

491/5 <21+?> < 1. Rd. Dr. Boyke Setiawan Wisaca Sasmita
502/5 <21+?> < 2. Nyi Rd. Anna Wisaca Sasmita
513/5 <21+?> < 3. Nyi Rd. Ine Silviane Wisaca Sasmita
524/5 <21+?> < 4. Nyi Rd. Tina Wisaca Sasmita
535/5 <20+?> < 1. Rd. Panji Tirtayasa Adijaya
Mayor Jendral TNI (Purn) H. Iwan Ridwan Sulandjana, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat
546/5 <20+?> < 2. Rd. Iwan Sulanjana Adijaya
===Iwan Sulandjana===

Petahana Mulai menjabat : 2012 Presiden : Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Gubernur : R. Nuriana; Danny Setiawan Pangdam III/Siliwangi ke-23 Masa jabatan : 24 Juli 2002 – 14 Februari 2005 Presiden : Megawati Soekarnoputri; Susilo Bambang Yudhoyono Didahului oleh : Mayjen TNI Darsono Digantikan oleh : Mayjen TNI Sriyanto Muntrasan


Informasi pribadi

  • Lahir : Bogor, 1 Maret 1951 (umur 63)
  • Kebangsaan :Indonesia
  • Partai politik : Partai Demokrat
  • Alma mater : Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
  • Pekerjaan : Politisi
  • Agama : Islam
  • Sosial media, Situs web : http://irsulandjana.wordpress.com

Mayor Jendral TNI (Purn) H. Iwan Ridwan Sulandjana (lahir di Bogor, Jawa Barat, 1 Maret 1951; umur 63 tahun) adalah seorang politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2012-2017.[1]. sebelumnya ia adalah anggota Militer TNI-AD, ia pernah menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas dan Pangdam III/Siliwangi. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Asisten Operasi KSAD. ia pensiun pada tahun 2007.

Pada Pemilihan umum Gubernur Jawa Barat 2008 ia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Gubernur petahana Danny Setiawan dengan jargon "DA'I", mereka diusung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat.


Pendidikan

Umum

  • SD (1964)
  • SMP (1967)
  • SMA/Paspa (1970)
  • Akabri (1974)

Khusus

  • Seskoad
  • National Defence College, India

Perjalanan karier

  • TNI/Polri
  • Danton Yon 514 Kodam V/Brawijaya Badung
  • Brigif 16
  • Wakil Danyonif 501 Brigif 17
  • Danyon Linud 305 Brigif 17 Kerawang
  • Danyon di Batalyon 10, Medan
  • Pabandya Renops Kodam I/Bukit Barisan
  • Wakil Komandan Kontingen RI di Filipina Selatan
  • Atase Pertahanan RI di Turki
  • Paban IC Sops Mabes AD
  • Danrem 072 Yogyakarta
  • Paban III Sopsad Mabes AD
  • Instruktur, Bandung ( 1984 )
  • Kasi Ops Brigif 18, Malang Malang ( 1987 )
  • Perwira Sekretaris Spri Pangab ( 1994 )
  • Kasdam III/Siliwangi ( 2001 – 2002 )
  • Pangdam III/Siliwangi ( 2002 – 2005 )
  • Asisten Operasi KSAD ( 2005 )
  • Pensiun ( 2007 )[2].

Politik

  • Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat
  • Mantan Calon Wakil Gubernur 2008

Referensi

  1. ^ Mayor Jendral TNI (Purn) H.Iwan R. Sulanjana Resmi Jadi Ketua DPD Partai Demokrat Jabar
  2. ^ Profil I.R Sulandjana
557/5 <20+?> < 3. Nyi Rd. Anita Adijaya 568/5 <20> < 4. Nyi Rd. Ati Nurhayati Adijaya
579/5 <20> < 5. Rd. Rudi Iskandar Adijaya
5810/5 <20> < 6. Nyi Rd. Kania Septine Adijaya
5911/5 <20> < 7. Rd. Erwin Manca Adijaya
6012/5 <20> < 8. Rd. Ari Adijaya
6113/5 <20> < 9. Nyi Rd. Noveni Adijaya
6214/5 <22+?> < 1. Rd. Nedi Atidiya Gandamana
6315/5 <22+?> < 2. Nyi Rd. Meity Gandamana
6416/5 <22+?> < 3. Nyi Rd. Reri Gandamana
6517/5 <22+?> < 4. Nyi Rd. Geni Gandamana
6618/5 <23> < 1. Rd. Yudi Yanuardi Enjun
6719/5 <23> < 2. Nyi Rd. Fery Lucinewati Enjun
6820/5 <23> < 3. Rd. Dedi Septiadi Enjun
6921/5 <23> < 4. Rd. Ade Yunadi Enjun
7022/5 <23> < 5. Rd. Ahmad Mediana Enjun
7123/5 <23+?> < 6. Nyi Rd. Ade Sisi Virginiawati Enjun