6. Pangeran Aria Wangsa Goparana (Sunan Sagalaherang) b. 1573c

Dari Rodovid ID

Orang:851614
Langsung ke: panduan arah, cari
Marga (saat dilahirkan) Talaga
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) 6. Pangeran Aria Wangsa Goparana
Nama belakang lainnya Sunan Sagalaherang
Orang Tua

2. Pangeran Aria Kikis (Sunan Wanaperih / Sunan Ciburang) [Talaga] b. 1534c

[1]

Momen penting

1573c lahir: Blok Karang Nangka Beurit, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang - Subang

kelahiran anak: 6. Nawing Tjakradiprana [Goparana]

kelahiran anak: 7. Santaan Yudanagara [Goparana]

kelahiran anak: 8. Nyi Rd. Muhyi / Rd. Murti [Goparana]

kelahiran anak: 5. Dalem Tumenggung Yudanagara [Goparana]

kelahiran anak: 4. Santaan Kumbang [Goparana]

kelahiran anak: 3. Tjandramanggala [Goparana]

kelahiran anak: 2. Rd. Wiradiwangsa [Goparana]

1603c kelahiran anak: Padaleman Sagalaherang-Subang, 1. Pangeran Ngabehi Jayasasana (Jayalalana / Raja Gagang / H Rd Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur) [Goparana] b. 1603c d. 1706?

Catatan-catatan

Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang


RADEN ARYA WANGSA GOPARANA

Tiga abad silam merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Karena berdasarkan sumber – sumber tertulis , sejak tahun 1614 daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultanan Mataram. Tersebutlah sekitar tanggal 12 Juli 1677, Raden Wiratanu putra R.A. Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag dari kekuasaan kolonial Belanda yang mulai menanamkan kekuasaan di tanah nusantara. Upaya Wiratanu untuk mempertahankan daerah ini juga erat kaitannya dengan desakan Belanda / VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I.

Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda / VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 12 Juli 1677. Kejadian ini memberi arti bahwa setelah itu Mataram terlepas dari wilayah kekuasaannya.

Pada pertengahan abad ke 17 ada perpindahan rakyat dari Sagara Herang yang mencari tempat baru ke pinggiran sungai untuk bertani dan bermukim. Babakan atau kampoung mereka dinamakan menurut nama sungai dimana pemukiman itu berada. Seiring dengan itu Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, terpaksa meninggalkan Talaga karena masuk Islam, sedangkan para Sunan Talaga waktu itu masih kuat memeluk Hindu.

Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.

Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).

Image:goparana.jpg

Berdasarkan sumber dari Wikipedia, Kabupaten Cianjur memiliki 36 orang yang pernah menjadi Bupati/Dalem dari tahun 1677 sampai 2011. Berikut daftar nama Bupati/Dalem Kabupaten Cianjur sampai tahun 2011:

1.R.A. Wira Tanu I (1677-1691)
2.R.A. Wira Tanu II (1691-1707)
3.R.A. Wira Tanu III (1707-1727)
4.R.A. Wira Tanu Datar IV (1927-1761)
5.R.A. Wira Tanu Datar V (1761-1776)
6.R.A. Wira Tanu Datar VI (1776-1813)
7.R.A.A. Prawiradiredja I (1813-1833)
8.R. Tumenggung Wiranagara (1833-1834)
9.R.A.A. Kusumahningrat (Dalem Pancaniti) (1834-1862)
10.R.A.A. Prawiradiredja II (1862-1910)
11.R. Demang Nata Kusumah (1910-1912)
12.R.A.A. Wiaratanatakusumah (1912-1920)
13.R.A.A. Suriadiningrat (1920-1932)
14.R. Sunarya (1932-1934)
15.R.A.A. Suria Nata Atmadja (1934-1943)
16.R. Adiwikarta (1943-1945)
17.R. Yasin Partadiredja (1945-1945)
18.R. Iyok Mohamad Sirodj (1945-1946)
19.R. Abas Wilagasomantri (1946-1948)
20.R. Ateng Sanusi Natawiyoga (1948-1950)
21.R. Ahmad Suriadikusumah (1950-1952)
22.R. Akhyad Penna (1952-1956)
23.R. Holland Sukmadiningrat (1956-1957)
24.R. Muryani Nataatmadja (1957-1959)
25.R. Asep Adung Purawidjaja (1959-1966)
26.Letkol R. Rakhmat (1966-1966)
27.Letkol Sarmada (1966-1969)
28.R. Gadjali Gandawidura (1969-1970)
29.Drs. H. Ahmad Endang (1970-1978)
30.Ir. H. Adjat Sudrajat Sudirahdja (1978-1983)
31.Ir. H. Arifin Yoesoef (1983-1988)
32.Drs. H. Eddi Soekardi (1988-1996)
33.Drs. H. Harkat Handiamihardja (1996-2001)
34.Ir. H. Wasidi Swastomo, Msi (2001-2006)
35.Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM (2006-2011)
36.Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM (2011-2016)

[sunting] Sumber-sumber

  1. http://www.cianjurcybercity.com/2011/04/13/daftar-bupati-atau-dalem-cianjur.html#.Uwpry7c4pdg -


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
Sunan Corenda
pekerjaan: Talaga, Raja talaga
perkawinan: Nji Mas Ratu Patuakan
Kakek-nenek
Orang Tua
1. Prabu Haurkuning
gelar: 1535 - 1579, Raja Galuh Pangauban/Pangandaran
penguburan: Darma, Kuningan
5. Dalem Panakean
lahir: 1540c
4. Dalem Panuntun
lahir: 1538c
Orang Tua
 
== 3 ==
2. Sunan Girilaya
lahir: Runtuyannya di Cibalagung
1. Dalem Cageur Darma
lahir: 1562c, Talaga, Majalengka
6. Pangeran Aria Wangsa Goparana (Sunan Sagalaherang)
lahir: 1573c, Blok Karang Nangka Beurit, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang - Subang
== 3 ==
Anak-anak
1. Pangeran Ngabehi Jayasasana (Jayalalana / Raja Gagang / H Rd Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur)
lahir: 1603c, Padaleman Sagalaherang-Subang
gelar: Bupati Cianjur Ke I (1681 - 1691), Dalem mandiri (Explorer), tanpa diangkat oleh sultan, raja atau pemerintahan lainnya.
perkawinan:
wafat: 1706?
5. Dalem Tumenggung Yudanagara
lahir: ATAS PERMINTAAN KELUARGA, DIPUTUS JALUR ayahnya: 851614
Anak-anak
Cucu-cucu
Rd.Aria Tjakrayudha
lahir: Diputus 906371
4. Pangeran Wiramanggala (H Rd Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur)
lahir: 1643c
gelar: Bupati Cianjur Ke II (1691 – 1707), Dalem mandiri, tapi kemudian diakui regent oleh VOC
Cucu-cucu

Peralatan pribadi