2. H Rd Tumenggung Wiradinata b. 1680c

Dari Rodovid ID

Orang:904145
Langsung ke: panduan arah, cari
LAMBANG           KABUPATEN  BOGOR
LAMBANG KABUPATEN BOGOR
Marga (saat dilahirkan) Wiratanudatar
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) 2. H Rd Tumenggung Wiradinata
Orang Tua

4. Pangeran Wiramanggala (H Rd Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur) [Wiratanudatar] b. 1643c

[1][2][3][4]

Momen penting

1680c lahir:

kelahiran anak: 4. Ngabehi Raksatjandra (Reisz, Geschiedenis van Buitenzorg, p. 11) [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 5. Rd. Wangsatjandra (Reisz, Geschiedenis van Buitenzorg, p. 11) [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 3. Nyi Rd. Gandanagara [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 2. RT. Pandji / Natadiredja [Wiratanudatar]

1708c kelahiran anak: 1. H Rd Tumenggung Wiradiredja [Wiratanudatar] b. 1708c

1749 - 1754 gelar: Bupati Bogor ke 6

Catatan-catatan

Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang

Dikutip dari Buku "Ringkasan Sejarah Walisongo, KHR. Abdullah bin Noch, hal 28-29", penulis percaya dengan buku ini karena Abdullah bin Noch juga keturunan dari RT. Wiradierdja melalu RA. Wiramanggala kakaknya RH. Muhammad Tohir (Aulia Kampung Baru). Setelah menjelaskan secara rinci mengenai sejarah dan silsilah Walisongo, pada halaman 28-29 juga memasukkan Silsilah Keluarga Dalem Cikundul yang memang masih terhubung dengan Silsilah Walisongo.


"H Rd Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri (1826-1849 M). Yang oleh anak cucunya dipanggil dengan sebutan, "Uyut Kampung Baru Bogor"; wafat pada tahun 1849 Masehi; seorang Ulama ahli taqwa dan ibadah. Adapun silsilah/nasabnya begini: Pangeran Ngabehi Jayasasana / Jayalalana / Raja Gagang / H Rd Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur / Bupati Cianjur I. Mempunyai putra-putri sebanyak 15 orang terdiri dari :

  1. R. Suriakencana,
  2. Nyi. R. Endang Kencana,
  3. Nyi R. Rarancang Kencana,
  4. R. Badagalbidigil Ariawirasajagat,
  5. Pangeran Wiramanggala / H Rd Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur / Bupati Cianjur II.
  6. R. Aria Natamanggala,
  7. R. Aria Wiramanggala,
  8. Nyi R. Karanggan,
  9. R. Aria Surawangsa,
  10. R. Aria Tirtayuda
  11. Nyi R. Kaluntar,
  12. R. Aria Martayuda,
  13. Nyi R. Bogem,
  14. Nyi R. Jenggot,
  15. Nyi R. Kara.

Adapun Pangeran Wiramanggala / H Rd Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur / Bupati Cianjur II. Mempunyai putra-putri sebanyak 7 orang, terdiri dari :

  1. R. Aria Astramanggala Wiratanu III (Dalem Dicondre),
  2. H Rd Tumenggung Wiradinata / Bupati Bogor I jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1749-1754 M).
  3. R. Sutamanggala,
  4. R. Sutadinata,
  5. R. Suramanggala,
  6. Nyi R. Purbanagara,
  7. Nyi R. Paseliran

WIRADINATA H Rd Tumenggung Wiradinata / Bupati Bogor I jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1749-1754 M). Mempunyai putra-putri sebanyak 3 orang terdiri dari :

  1. R.Tmg. Wiradireja H Rd Tumenggung Wiradiredja / Bupati Bogor II jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1758-1769 M).
  2. R.Tmg. Panji alias R.Tmg. Natadireja, Bupati Bogor (1754-1758)
  3. Nyi R. Gandanegara menikah dengan RTA. Natanagara, Bupati Bogor (1769-1788)

H Rd Tumenggung Wiradiredja / Bupati Bogor II jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Sukaraja Bogor (1758-1769 M). Mempunyai putra-putri sebanyak 14 orang terdiri dari :

  1. R. Abdul,
  2. R. Brajamanggala,
  3. R. Tanjung Anom,
  4. Nyi R. Satmakara,
  5. Nyi R. Entang,
  6. R. Wiramanggala (Leluhur Abdullah bin Nuh),
  7. Nyi R. Bonggang,
  8. Nyi R. Aleja,
  9. H Rd Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri (1826-1849 M).
  10. R. Dja'far,
  11. R. Komar,
  12. Nyi R. Demas,
  13. Nyi R. Permas,
  14. R. Husein,

Adapun H Rd Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri (1826-1849 M). Mempunyai putra-putri sebanyak 21 orang dari tiga istri, dari istri ke 1, 10 orang putra-putri, dari isteri ke 2, 8 orang putra-putri dan dari istri ke 3, 3 orang putra-putri. H Rd Muhammad Thohir / Auliya Thohir Al Bughuri itu keturunan BANGSAWAN PAJAJARAN, dan seorang cucunya yang bernama H. Rd. Adipati Aria Suriawinata / H. Rd. Muhammad Sirodz / Mbah Dalem Sholawat (Pun Jangga Wareng) / Bupati Bogor ke 11 jaman Hindia Belanda, Kantor Pemerintahan di Soeka Ati Empang Bogor (1849-1872 M), ahli wirid SHOLAWAT. Adapun H Rd Tumenggung Wiradinata, Ayah H Rd Muhammad Thohir itu, adalah dari jihat ayahnya, keturunan Pangeran Aria Wangsa Goparana, seorang bangsawan Pajajaran yang meninggalkan kedudukannya yang tinggi karena memeluk agama 'Islam' Pangeran inilah yang menurunkan keluarga Aria Wiratanu (Dalam cikundul) dan Wiratanudatar."

Dalam bukunya, De Haan menulis : "WlRANATA (Wiradinata) ditunjuk sebagai pengganti Martawangsa. Menurut catatan, Bupati yang baru ini "Sudah Tua"; dalam daftar bupati Tjandjoer tertulis bahwa ia adalah saudara lelaki dari (Bupati yang) terbunuh pada tahun 1726 (Dalem Dicondre), dan Paman dari Bupati Tjiandjoer yang meerintah pada tahun 1727 - 1761 (RAA. Wiratanudatar IV/Ki Sabiruddin), sedangkan catatan 10 Desember 1751 diketahui bahwa ia, selain Kepala Kampongbaru, juga Patih dari Tjiandjoer (dan jika demikian Trah Tjiandjoer sedang bersaing dengan Trah Banten). Ini menjelaskan mengapa kedua kabupaten ini sekarang semakin dianggap sebagai satu kesatuan, setidaknya ini menyangkut budaya. The Staml. menyebut Bupati ini: Aria Wiriadinata, menurut laporan Freijer tanggal 22 Mei 1755 menyebutkan dia sebagai "Radeen Tua Wiera", dan itulah yang disebutnya dalam surat 26 Juni 1753"

H Rd Tumenggung Wiradinata, pada sebagian masa pemerintahannya berdomisili di Kampung Baru, tepatnya di Kampung Sukaraja (menurut catatan, pindah ke kampung Sukahati/Empang pada tahun 1754). Dikampung inilah kelak keturunannya terjadi perkawinan silang antara keturunan Trah Cianjur, Trah Banten, Trah Diponegoro, Trah Sumedang, Trah Karawang, Trah Sukapura, Trah Arab dan Trah China yang kesemuanya menetap di Kampung Baru yang berubah nama menjadi Buitenzorg dan Bogor.

[sunting] Sumber-sumber

  1. http://silsilahwasilah.blogspot.com/search/label/Dalem%20Tarikolot -
  2. [F. De Haan, "PRIANGAN"] -
  3. http://wartadinata.blogspot.com/2010/03/napak-tilas-karuhun-bogor.html -
  4. https://archive.org/details/RingkasanSejarahWalisongo/page/n33 -


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
5. Dalem Tumenggung Yudanagara
lahir: ATAS PERMINTAAN KELUARGA, DIPUTUS JALUR ayahnya: 851614
1. Pangeran Ngabehi Jayasasana (Jayalalana / Raja Gagang / H Rd Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur)
lahir: 1603c, Padaleman Sagalaherang-Subang
gelar: Bupati Cianjur Ke I (1681 - 1691), Dalem mandiri (Explorer), tanpa diangkat oleh sultan, raja atau pemerintahan lainnya.
perkawinan:
wafat: 1706?
Kakek-nenek
Orang Tua
4. Pangeran Wiramanggala (H Rd Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur)
lahir: 1643c
gelar: Bupati Cianjur Ke II (1691 – 1707), Dalem mandiri, tapi kemudian diakui regent oleh VOC
Orang Tua
 
== 3 ==
1. Dalem Ariya Wiratanu III / Dalem Cicondre / Raden Astramanggala
lahir: 1674c
gelar: Bupati Cianjur III (1707- 1726), Mengajukan gelar Pangeran Aria Adipati Amangkurat di Datar ke VOC
2. H Rd Tumenggung Wiradinata
lahir: 1680c
gelar: 1749 - 1754, Bupati Bogor ke 6
== 3 ==
Anak-anak
1. H Rd Tumenggung Wiradiredja
lahir: 1708c
gelar: 1758 - 1769, Bupati Bogor ke 8
2. RT. Pandji / Natadiredja
gelar: 19 Desember 1749, Patih Kampoeng Baroe (Buitenzorg)
pekerjaan: 14 Maret 1754 - 5 Agustus 1758, Demang Kampoeng Baroe (Buitenzorg) ke 7
2. Rd.Tumenggung Natanagara
gelar: 23 Februari 1759, Regent van Tsjikalong
gelar: 25 Agustus 1769 - 1788, Bupati Bogor ke 9
4. Ngabehi Raksatjandra (Reisz, Geschiedenis van Buitenzorg, p. 11)
gelar: 7 April 1752, Hoofd de negorij Bogor (Walikota)
Anak-anak
Cucu-cucu
5. Ratu Syarifah
lahir: ~ 1725, Cucu Sultan Ageng Tirtajasa Keponakan Sultan Hadji
perkawinan: 9. H Rd Muhammad Thohir (Auliya Thohir Al Bughuri)
9. H Rd Muhammad Thohir (Auliya Thohir Al Bughuri)
lahir: 1765c
perkawinan: 5. Ratu Syarifah
pekerjaan: 13 April 1826, Aulia / Penghulu Kampung Baru (Buitenzorg/Bogor)
penguburan: 1849, Empang, Bogor
Cucu-cucu

Peralatan pribadi