1. Pangeran Ngabehi Jayasasana (Jayalalana / Raja Gagang / H Rd Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur) b. 1603c d. 1706?

Dari Rodovid ID

Orang:851653
Langsung ke: panduan arah, cari
Marga (saat dilahirkan) Goparana
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) 1. Pangeran Ngabehi Jayasasana
Nama belakang lainnya Jayalalana / Raja Gagang / H Rd Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur
Orang Tua

6. Pangeran Aria Wangsa Goparana (Sunan Sagalaherang) [Talaga] b. 1573c

[1][2][3][4][5][6][7][8]

Momen penting

1603c lahir: Padaleman Sagalaherang-Subang

kelahiran anak: 11. Nyi Mas Bogem [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 12. Nyi Rd. Karanggan [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 13. Nyi Mas Kara [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 14. Nyi Mas Jenggot [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 3. Rd. Andaka Wirusajagad (Bersemayam di Gunung Karawang) [Wiratnudatar]

kelahiran anak: 2. Nyi Rd.Endang Sukaesih (Bersemayam di Gunung Ciremai) [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 1. Rd.H. Suria Kancana (Bersemayam di Gunung Gede) [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 10. Nyi Mas Kaluntar [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 8. Raden Aria Wiradimanggala / Dalem Aria Cikondang [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 9. Raden Aria Suradiwangsa (Dalem Panembong) [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 6. Raden Aria Tirta (Karawang) [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 5. Raden Aria Martayuda / Dalem Sarampad [Wiratanudatar]

kelahiran anak: 7. Raden Aria Natadimanggala (Dalem Aria Kidul/Gn. Jati) [Wiratanudatar]

gelar: Bupati Cianjur Ke I (1681 - 1691), Dalem mandiri (Explorer), tanpa diangkat oleh sultan, raja atau pemerintahan lainnya.

perkawinan:

1643c kelahiran anak: 4. Pangeran Wiramanggala (H Rd Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur) [Wiratanudatar] b. 1643c

1706? wafat:

Catatan-catatan

Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang


BIOGRAFI

Rd. Kj. Aria Wiratanudatar yang dikenal sebagai Kj. Dalem Cikundul Beliau adalah penyebar Islam sekaligus Bupati Cianjur pertama, di Kp.Cijagang Ds.Majalaya Kec.Cikalong Kulon Kab. Cianjur

Dari kejauhan nampak di atas sebuah bukit yang sekelilingnya menghijau ditumbuhi pepohonan yang rin-dang. berdiri sebuah bangunan cukup megah dan kokoh.Bangunan yang sangat artistik dengan nuansa Islam itu. tiada lain makam tempat dimakamkannya Bupati Cianjur Pertama, R Aria Wira Tanu Bin Aria Wangsa Gopa-rana periode (1681-1691)yang kemudian terkenal dengan nama Dalem Cikundul.

Areal makam yang luasnya sekitar 300 meter itu. berada di atas tanah seluas 4 hektar puncak Bukit Cijagang. Kampung Majalaya, Desa Cijagang, Kecamatan Cikalong-kulon. Cianjur, Jawa Barat atau sekitar 17 Km kearah utara dari pusat kota Cianjur.Makam Dalem Cikundul, sudah sejak lama dikenal sebagai obyek wisata ziarah. Dalem Cikundul. konon tergolong kepada syuhada sholihiin yang ketika masih hidup dan kemudian menjadi dalem dikenal luas sebagai pemeluk agama Islam yang taat dan penyebar agama Islam.

Catatan sejarah dan cerita yang berkembang ditengah-tengah masyarakat, tahun 1529 kerajaan Talaga direbut oleh Cirebon dari Negara Pajajaran dalam rangka penyebaran agama Islam, yang sejak itu, sebagian besar rakyatnya memeluk agama Islam.Tetapi raja-raja Talaga. yaitu Prabu Siliwangi. Mun-dingsari. Mundingsari Leutik, Pucuk Umum. Sunan Parung Gangsa. Sunan Wanapri, dan Sunan Ciburang, masih menganut agama lama, yaitu agama Hindu.Sunan Ciburang memiliki putra bernama Aria Wangsa Goparana. dan ia merupakan orang pertama yang memeluk agama Islam, namun tidak direstui oleh orang tuanya. Akhirnya Aria Wangsa Goparana meninggalkan keraton Talaga. dan pergi menuju Sagalaherang.

Di Sagalaherang, mendirikan Negara dan pondok pesantren untuk menyebarkan agama Islam ke daerah sekitarnya. Pada akhir abad 17. ia meninggal dunia di Kampung Nangkabeurit, Sagalaherang dengan meninggalkan dua orang putra-putri, yaitu. DJayasasana, Candramang-gala, Santaan Kumbang. Yu-danagara. Nawing Candradi-rana, Santaan Yudanagara, dan Nyai Mas Murti.Aria Wangsa Goparana, menurunkan para Bupati Cianjur yang bergelar Wira Tanu dan Wiratanu Datar serta para keturunannya. Putra sulungnya Djayasasana dikenal sangat taqwa terhadap Allah SWT. tekun mempelajari agama Islam dan rajin bertapa.

Setelah dewasa Djayasasana meninggalkan Sagalaherang. diikuti sejumlah rakyatnya. Kemudian bermukim di Kampung Cijagang, Cikalong-kulon. Cianjur, bersama .pengikutnya dengan bermukim di sepanjang pinggir-pingir sungai.Djayasasana yang bergelar Aria Wira Tanu, menjadi Bupati Cianjur atau Bupati Cianjur Pertama periode (1681-1691). meninggal dunia antara tahun -1706 meninggalkan putra-puteri sebanyak 11 orang , masing-masing

  1. . Dalem Aria wiramanggala.
  2. . Dalem Aria Martayuda (Dalem Sarampad).
  3. . Dalem Aria Tirta (Di Karawang).
  4. . Dalem Aria natamanggala (Dalem aria kidul/gunung jati cjr),
  5. . R.Aria Wiradimanggala(Dalem Aria Cikondang)
  6. . Dalem Aria Suradiwangsa (Dalem Panembong),
  7. . Nyai Mas Kaluntar .
  8. . Nyai Mas Bogem
  9. . Nyai R. Mas Karangan.
  10. . Nyi R.mas KAra
  11. . Nyai Mas Djenggot

Beliau Juga memiliki seorang istri dari bangsa jin Islam, dan memiliki tiga orang putra-putri, yaitu

  1. . Raden Eyang Surya-kancana. yang hingga sekarang dipercayai bersemayam di Gunung Gede atau hidup di alam jin.
  2. . Nyi Mas Endang Kancana alias Endang Sukaesih alias Nyai Mas Kara, bersemayam di Gunung Ceremai,
  3. . R. Andaka Warusaja-gad (tetapi ada juga yang menyebutkan bukan putra, tetapi putri bernama Nyai Mas Endang Radja Mantri bersemayam di Karawang).

Bertitik tolak dari situlah, Dalem Cikundul sebagai leluhurnya sebagian masyarakat Cianjur, yang tidak terlepas dari berdirinya pedaleman (kabupaten) Cianjur. Maka Makam Dalem Cikundul dijadikan tempat ziarah yang kemudian oleh Pemda Cianjur dikukuhkan sebagai obyek wisata ziarah, sehingga banyak dikunjungi penziarah dari pelbagai daerah.Selain dari daerah-daerah yang ada di P Jawa, banyak juga penziarah dari luar P Jawa seperti dari Bali. Sumatra. Kalimantan, banyak juga wisatawan mancanegara. Penziarah setiap bulan rata-rata mencapai 30.000 lebih pengunjung, mulai dari kalangan masyarakat bawah, menengah, hingga kelas atas, dan ada pula dari kalangan artis.

Maksud ziarah itu sendiri sebagaimana diajarkan dalam Islam, supaya orangeling akan kematian. Disamping itu, ziarah kepada syuhada solihin selain mandoakanya juga untuk tawasul memohon kepada Allah SWT melalui syuhada solihin sebagai perantara terhadap Allah SWT. Karena syuhada solihin lebih dekat dengan Allah SWT. umumnya yang berziarah antara lain ada yang ingin memperoleh kelancaran dalam kegiatan usahanya, dipercaya atasan, cepat memperoleh jodoh, dan lainnya. Sebelum melaksanakan ziarah di pintu masuk makam harusnya diberi nasehat-nasehat oleh juru kunci, dimaksudkan agar tidak sesat(tidakmenyimpang dari akidah dan tidak terjerumus kedalam jurang kemusyrikan

Makam Dalem Cikundul. semula kondisinya sangat sederhana. Tahun 1985 diperbaiki oleh Ny Hajjah Yuyun Muslim Taher istrinya Prof Dr Muslim Taher (Alm) Rektor Universitas Jayabaya, Jakarta. Biaya perbaikannya menghabiskan sekitar Rp 125 juta.Sekarang ini, biaya perawatannya Selain dari para donator tetap juga hasil infaq so-dakoh dari para pengunjung. Belum lama ini telah selesai dilakukan perbaikan atap bangunan gedung utama ber ukuran 16x20 meter, perbaikan masjid untuk wanita berukuran 7x7 meter. Menyusul akan dibangun lantai II tempat peristirahatan bagi para peziarah.

Di tempat berziarah Makam Dalem Cikundul ini. banyak disediakan Fasilitas untuk para penziarah mulai dari masjid untuk wanita dan laki-laki serta tempat peristirahatan. Dan sebelum memasuki areal tempat berziarah ada pula penginapan yang dikelola Dipenda Kabupaten Cianjur.Sebagai penziarah ada yang memiliki anggapan bila berziarah ke Makam Dalem Cikundul menghitung jumlah tangga sesuai dengan jumlah tangga sebenarnya, dapat diartikan maksud atau tujuan hidupnya akan tercapai. Itu sebabnya, tidak heran para penziarah ketika naik tangga untuk menuju sebuah bukit tempat Makam Dalem Cikundul. sambil menghitung jumlah tangga.jumlah tangga yang menuju lokasi makam yaitu tangga tahap pertama Jumlahnya 170 tangga. Kenapa tangga itu dibuat 170 buah. Dikemukakan bahwa jumlah itu diambil dari bilangan atau hitungan membaca ayat kursi yang sering dilakukan orang, yang juga sering dilakukan Dalem Cikundul. dan jumlah tangga tahap kedua sebanyak 34 buah."Mengenai ada anggapan apabila menghitung tangga sama Jumlahnya sama dengan jumlah tangga yang sebenarnya,insyaallah konon do'anya bakal dikabul segala maksud atau keinginan, tergantung kepercayaan masing-masing atau hanya sugesti saja." karena hal ini tergantung kebersihan niat dari para peziarah.

Rundayan Para Bupati Cianjur Dari periode 1940-2011

  1. . R.A. Wira Tanu I /Rd Djayasasana (1681-1691)
  2. . R.A. Wira Tanu II / Rd.Aria Wiramanggala)(1691-1707)
  3. . R.A. Wira Tanu III /RA. Astra Manggala(1707-1727)
  4. . R.A. Wira Tanu Datar IV/ Rd. Sabirudin(1727-1761)
  5. . R.A. Wira Tanu Datar V /Dalem Muhyidin(1761-1776)
  6. . R.A. Wira Tanu Datar VI/Dalem Aria Enoh (1776-1813)
  7. . R.A.A. Prawiradiredja I (1813-1833)
  8. . R. Tumenggung Wiranagara (1833-1834)
  9. . R.A.A. Kusumahningrat (Dalem Pancaniti) (1834-1862)
  10. . R.A.A. Prawiradiredja II (1862-1910)
  11. . R. Demang Nata Kusumah (1910-1912)
  12. . R.A.A. Wiaratanatakusumah (1912-1920)
  13. . R.A.A. Suriadiningrat (1920-1932)
  14. . R. Sunarya (1932-1934)
  15. . R.A.A. Suria Nata Atmadja (1934-1943)
  16. . R. Adiwikarta (1943-1945)
  17. . R. Yasin Partadiredja (1945-1945)
  18. . R. Iyok Mohamad Sirodj (1945-1946)
  19. . R. Abas Wilagasomantri (1946-1948)
  20. . R. Ateng Sanusi Natawiyoga (1948-1950)
  21. . R. Ahmad Suriadikusumah (1950-1952)
  22. . R. Akhyad Penna (1952-1956)
  23. . R. Holland Sukmadiningrat (1956-1957)
  24. . R. Muryani Nataatmadja (1957-1959)
  25. . R. Asep Adung Purawidjaja (1959-1966)
  26. . Letkol R. Rakhmat (1966-1966)
  27. . Letkol Sarmada (1966-1969)
  28. . R. Gadjali Gandawidura (1969-1970)
  29. . Drs. H. Ahmad Endang (1970-1978)
  30. . Ir. H. Adjat Sudrajat Sudirahdja (1978-1983)
  31. . Ir. H. Arifin Yoesoef (1983-1988)
  32. . Drs. H. Eddi Soekardi (1988-1996)
  33. . Drs. H. Harkat Handiamihardja (1996-2001)
  34. . Ir. H. Wasidi Swastomo, Msi (2001-2006)
  35. . Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM (2006-2011)

SILSILAH EYANG DALEM CIKUNDUL

SILSILAH NA :
========================
1. Nabi Adam As.
2. Nabi Syis As.
3. Anwar ( Nur cahya )
4. Sangyang Nurasa
5. Sangyang Wenang
6. Sangyang Tunggal
7. Sangyang Manikmaya
8. Brahma
9. Bramasada
10. Bramasatapa
11. Parikenan
12. Manumayasa
13. Sekutrem
14. Sakri
15. Palasara
16. Abiyasa
17. Pandu Dewanata
18. Arjuna
19. Abimanyu
20. Parikesit
21. Yudayana
22. Yudayaka
23. Jaya Amijaya
24. Kendrayana
25. Sumawicitra
26. Citrasoma
27. Pancadriya
28. Prabu Suwela
29. Sri Mahapunggung
30. Resi Kandihawan
31. Resi Gentayu
32. Lembu Amiluhur
33. Panji Asmarabangun
34. Rawisrengga
35. Prabu Lelea ( maha raja adi mulya )
36. Prabu Ciung Wanara
37. Sri Ratu Dewi Purbasari
38. Prabu Lingga Hyang
39. Prabu Lingga Wesi
40. Prabu Susuk Tunggal
41. Prabu Banyak Larang
42. Prabu Banyak Wangi / Munding sari I
43. ( a ) Prabu Mundingkawati / Prabu Lingga Buana / Munding wangi (Raja yang tewas di Bubat)
    ( b ) Prabu boros ngora / Buni sora suradipati  / Prabu Kuda lelean berputra : Ki Gedeng Kasmaya
44. Prabu Wastu Kencana / Prabu Niskala wastu kancana / Prabu Siliwangi I
45. Prabu Anggalarang / Prabu Dewata Niskala /Jaka Suruh ( Raja Galuh / Kawali ) 
46. Prabu Siliwangi II / Prabu Jaya dewata / Raden Pamanah rasa / Sri Baduga Maha Raja
47. Munding sari ageung / Munding sari II
48. Munding sari leutik / Munding sari III
49. Prabu Siliwangi V / Prabu Pucuk Umum ( Rd. Ragamantri )
50. Sunan Parung Gangsa
51. Sunan Wanaperih ( Rd.Arya Kikis )
52. Sunan Ciburang ( Rd.Arya Goparana )
53. Sunan Sagala herang ( Rd. Dalem Arya Wangsa Goparna )
54. Eyang Dalem Cikundul ( Pangeran Ngabehi Jayasasana )

[sunting] Sumber-sumber

  1. http://majlis-al-mamuroh.blogspot.com/2013/08/silsilah-na-1.html -
  2. http://tangselcyber.wordpress.com/serba-serbi/silsilah-keturunan-talaga-panjalu/ -
  3. http://www.cianjurcybercity.com/2011/04/13/daftar-bupati-atau-dalem-cianjur.html#.Uwpry7c4pdg -
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Dalem_Cikundul -
  5. http://wisataziarahcikundul.blogspot.com/2012/12/silsilah-keturunan-dalem-aria-wira-tanu.html -
  6. http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/dalem-aria-wiratanu.html -
  7. http://majeliscintarasul.blogspot.co.id/2012/04/biografi-raden-aria-wiratanudatar-dalem.html -
  8. https://www.facebook.com/Jayasesana/posts/djayasasanaraden-aria-wira-tanu-adalah-dalem-bupati-pendiri-kabupaten-cianjur-ra/1211022525616747/ -


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
1. Prabu Haurkuning
gelar: 1535 - 1579, Raja Galuh Pangauban/Pangandaran
penguburan: Darma, Kuningan
5. Dalem Panakean
lahir: 1540c
4. Dalem Panuntun
lahir: 1538c
Kakek-nenek
Orang Tua
2. Sunan Girilaya
lahir: Runtuyannya di Cibalagung
1. Dalem Cageur Darma
lahir: 1562c, Talaga, Majalengka
6. Pangeran Aria Wangsa Goparana (Sunan Sagalaherang)
lahir: 1573c, Blok Karang Nangka Beurit, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang - Subang
Orang Tua
 
== 3 ==
5. Dalem Tumenggung Yudanagara
lahir: ATAS PERMINTAAN KELUARGA, DIPUTUS JALUR ayahnya: 851614
1. Pangeran Ngabehi Jayasasana (Jayalalana / Raja Gagang / H Rd Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur)
lahir: 1603c, Padaleman Sagalaherang-Subang
gelar: Bupati Cianjur Ke I (1681 - 1691), Dalem mandiri (Explorer), tanpa diangkat oleh sultan, raja atau pemerintahan lainnya.
perkawinan:
wafat: 1706?
== 3 ==
Anak-anak
4. Pangeran Wiramanggala (H Rd Aria Wira Tanu Datar II / Mbah Dalem Tarikolot Cianjur)
lahir: 1643c
gelar: Bupati Cianjur Ke II (1691 – 1707), Dalem mandiri, tapi kemudian diakui regent oleh VOC
Anak-anak
Cucu-cucu
1. Dalem Ariya Wiratanu III / Dalem Cicondre / Raden Astramanggala
lahir: 1674c
gelar: Bupati Cianjur III (1707- 1726), Mengajukan gelar Pangeran Aria Adipati Amangkurat di Datar ke VOC
2. H Rd Tumenggung Wiradinata
lahir: 1680c
gelar: 1749 - 1754, Bupati Bogor ke 6
Cucu-cucu

Peralatan pribadi