3. Raden Ayu Maduretno / Raden Ayu Diponegoro (Bendoro Raden Ayu Ontowiryo) b. ~ 1798 d. 28 Februari 1827

Dari Rodovid ID

Orang:470478
Langsung ke: panduan arah, cari
Marga (saat dilahirkan) Hamengku Buwono
Jenis Kelamin Wanita
Nama lengkap (saat dilahirkan) 3. Raden Ayu Maduretno / Raden Ayu Diponegoro
Nama belakang lainnya Bendoro Raden Ayu Ontowiryo
Nama lainnya Ratu Kedaton
Orang Tua

22. Gusti Bendoro Raden Ayu Maduretno ? (Gusti Kanjeng Ratu Prawirodirdja III) [Hamengku Buwono]

Kanjeng Raden Adipati Haryo Ronggo Prawirodirdja III ? (Adipati Maospati Madiun ke III) [Mataram] d. 17 Desember 1810

[1][2]

Momen penting

~ 1798 lahir: Yogyakarta

2 Maret 1807 perkawinan: Keraton Yogyakarta, Pangeran Diponegoro [Hb.3.1] / Bendoro Raden Mas Mustahar [Hamengku Buwono III] b. 11 November 1785 d. 8 Januari 1855

1815 kelahiran anak: Solo, 5. Raden Mas Djonet Dipomenggolo [Hamengku Buwono] b. 1815 d. 1837

1816 kelahiran anak: Solo, 6. Raden Mas Roub / Raden Mas Raab (Pangeran Hasan) [Hamengku Buwono III] b. 1816 d. 1894

18 Februari 1825 gelar: Tegalrejo

28 Februari 1827 wafat: Yogyakarta

Catatan-catatan

5. RA. Maduretno / RA. Diponegoro / BRA. Ontowiryo

Setelah geger Madiun reda di tahun 1814 untuk yang ke lima kalinya Pangeran Diponegoro menikah dengan R.A. Maduretno, putri Raden Rangga Prawiradirjo III dengan Ratu Maduretno (putri HB II), jadi R.A Maduretno saudara seayah dengan Sentot Prawirodirjo, tetapi lain ibu. Tahun 1826 ketika Pangeran Diponegoro diangkat menjadi Sultan di Dekso, R.A Maduretno diangkat menjadi permaisuri. Namun karena sakit beliau meninggal pada tahun 1828. Dari pernikahan ini lahirlah Raden Mas Joned pada tahun 1815 Dan Raden Mas Roub tahun 1816 . Raden Ayu Maduretno juga dikenal dengan Raden Ayu Ontowiryo atau Raden Ayu Diponegoro. Ketika menikah dengan R. A Maduretno, isteri pertama dan keempat sudah meninggal, sedangkan isteri kedua lebih senang tinggal diistana sehingga terjadilah hubungan yang tidak harmonis antara P. Diponegoro dengan RA. Retnokusumo. Hubungan Pangeran Diponegoro dengan keluarga besar Raden Ronggo semakin ditingkatkan untuk menambah kekuatan dan kedudukan kasultanan Jogja di mata penjajah.


Masa Perang Diponegoro di Madiun

Bupati Madiun Pangeran Raden Ronggo Prawirodiningrat adalah putra ke enam Ronggo Prawirodirjo III dengan ibu suri GKR Maduretno, saudaranya kandungnya ada sebelas, yakni RA Prawironegoro, RA Suryongalogo, RA Pangeran Diponegoro, RA Suryokusumo, Raden Adipati Yododiningrat (Bupati Ngawi), Raden Ronggo Prawirodiningrat sendiri ( Bupati Madiun), RA Suronoto, RA Somoprawiro, RA Notodipuro, dan RA Prawirodilogo. Sedangkan dari ibu selir putri asli Madiun, lahirlah Pahlawan Nasional Raden Bagus Sentot Prawirodirjo. Beliau sejak kecil hidup dilingkungan istana Yogyakarta. Pada masa pemerintahan Ronggo Prawirodiningrat ini, meletus perang Jawa, atau Perang Diponegoro, rakyat Madiun dan sekitarnya dari semua golongan mendukung perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap pemerintahan Belanda. Perang Besar ini disebabkan karena Bangsa Belanda selalu ikut campur urusan pemerintahan Kasultanan Yogyakarta dan selalu melakukan penindasan, pemerasan yang tidak berperi kemanusiaan, hingga rakyat semakin menderita. Pendukung Perang Diponegoro di Kabupaten Madiun, dan di seluruh wilayah Mataram, pada umumnya terdiri dari :

Rakyat Kebanyakan  : mereka sudah tidak tahan atas berbagai Pajak yang tinggi mencekik hidup mereka (usaha Belanda dalam menutup Kas akibat kekalahan Perang pada era Napoleon ) Golongan Bangsawan  : mereka tidak puas dengan peraturan sewa menyewa tanah yang hanya dihargai sebagai ganti rugi belaka (praktek Monopoli Belanda) Ulama dan Santri  : mereka merasa tidak senang dengan tingkah laku kaki tangan Belanda minum-minuman, berjudi, dan madat yang akhirnya merajalela.

[sunting] Sumber-sumber

  1. http://andrik-kun.blogspot.com/2012/06/sejarah-madiun-dari-masa-ke-masa.html -
  2. http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:YxVJR0v3wPQJ:eprints.undip.ac.id/1201/1/Dipo-arsitek.rtf+Drs.+Supriyo+Priyanto,+MA+:+PANGERAN+DIPONEGORO+:+Sebagai+Seorang+Bangsawan+Jawa,+Arsitek+dan+Sastrawan&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id -

Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam I [Hb.1.6] (Kanjeng Pangeran Haryo Notokusumo)
lahir: 21 Maret 1760, Pangeran Notokusumo / Pangeran Adipati Paku Alam I (1813-1829) Pendiri wangsa Pakualaman yang lahir pada tahun 1760 ini adalah peletak dasar kebudayaan Jawa dalam Kadipaten Pakualaman. Kepada para putra sentana, PA I memberi pelajaran sains dan tata negara. Beberapa karya sastranya adalah: Kitab Kyai Sujarah Darma Sujayeng Resmi (syair), Serat Jati Pustaka (sastra suci), Serat Rama (etika), dan Serat Piwulang (etika). Ia wafat pada tanggal 19 Desember 1829.
lahir: 21 Maret 1764, Yogyakarta
gelar: 28 Januari 1812 - 31 Desember 1829, Yogyakarta, Gusti Pangeran Adipati Paku Alam I [1812-1829]
wafat: 31 Desember 1829, Yogyakarta
Kanjeng Pangeran Adipati Dipowijoyo I [Hb.1.8] (Pangeran Muhamad Abubakar)
lahir: 1765
gelar: ~ 1810, Yogyakarta, Pangeran Muhamad Abubakar
8. Bendoro Pangeran Haryo Diposanto
lahir: 1762
wafat: < 1820
14. Bendoro Raden Mas Hadiwijaya / Bendoro Pangeran Haryo Panular
lahir: 1771
wafat: 30 Juli 1826, Nglengkong, Sleman
1. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro Gusti Raden Mas Intu
gelar: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anum Amangku Negara ingkang Sudibya Atmarinaja Sudarma Mahanalendra
penguburan: Agustus 1758, Imogiri, Yogyakarta
16. Bendoro Pangeran Haryo Mangkukusumo (1)
lahir: 1772
pekerjaan: Januari 1828, Wakil Dalem
Kakek-nenek
Orang Tua
Kanjeng Sultan Hamengku Buwono III [Hb.2.]
lahir: 20 Februari 1769, Yogyakarta
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Murtiningsih [Ga.Hb.3.21]
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Hadiningdiah [Ga.Hb.3.22] / Bendoro Raden Ajeng Ratnadimurti
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Mindarsih
perkawinan: Gusti Kanjeng Ratu Kencono [Hb.1.?] / Gusti Kanjeng Ratu Hageng [Gp.Hb.3.1]
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Mangkorowati [Ga.Hb.3.1]
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Dewaningrum
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Lesmonowati ? (Ratu Kencono)
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Kusumodiningrum
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Mulyoningsih
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Puspitosari
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Mulyosari
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Puspitoningsih
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Puspitolangen
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Kalpikowati
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Surtikowati
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Panukmowati
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Madrasah
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Padmowati
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Wido
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Doyopurnomo
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Puspowati
perkawinan: Gusti Kanjeng Ratu Hemas [Gp.Hb.3.1] ? (Prawirodirjo)
perkawinan: Gusti Kanjeng Ratu Wadhan [Gp.Hb.3.3]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Sasmitoningsih [Ga.Hb.3.19]
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Renggoasmoro [Ga.Hb.3.20]
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Hadiningsih [Ga.Hb.3.23]
gelar: 31 Desember 1808, Yogyakarta, Raja Putro Narendro Pangeran Adipati Anom Amangkunegoro (Pangeran Wali)
gelar: 1810 - 28 Desember 1811, Yogyakarta
gelar: 12 Juni 1812 - 3 November 1814, Yogyakarta, Sultan of Yogyakarta, 3rd
wafat: 3 November 1814, Yogyakarta
44. Bendoro Pangeran Haryo Hadiwijoyo / Bendoro Pangeran Haryo Abdul Arifin Hadiwijaya (Bendoro Raden Mas Nuryani)
lahir: 1794
perkawinan: 2. Bendoro Raden Ayu Nuryani / Bendoro Raden Ayu Abdu'l Arifin Hadiwijoyo
wafat: 30 Juli 1826, Nglengkong-Sleman, Termasuk dalam Daftar Panglima Perang Pangeran Diponegoro, (wafat pada 30 Juli 1826, dalam sebuah penyergapan Belanda didaerah Nglengkong-Sleman, Royal.Ark)
Kanjeng Raden Adipati Haryo Ronggo Prawirodirdja III ? (Adipati Maospati Madiun ke III)
perkawinan: 22. Gusti Bendoro Raden Ayu Maduretno ? (Gusti Kanjeng Ratu Prawirodirdja III)
gelar: 1799 - 17 Desember 1810, Bupati Madiun Ke 16 di : Maospati
wafat: 17 Desember 1810, Banyu Sumurup-Imogiri dipindahkan ke Giripurno-Gn Bancak-Magetan pada 1957
Orang Tua
 
== 3 ==
Pangeran Diponegoro [Hb.3.1] / Bendoro Raden Mas Mustahar
lahir: 11 November 1785, Yogyakarta
perkawinan: 3. Raden Ayu Retnodewati
perkawinan: 4. Raden Ayu Citrowati
perkawinan: 6. Raden Ayu Retnaningsih
perkawinan: 8. Raden Ayu Retnaningrum
perkawinan: 1. Raden Ayu Retno Madubrongto
gelar: 3 September 1805, Yogyakarta, Bendoron Raden Mas Ontowiryo (Carey,Peter, Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro, 2014, pp.17)
perkawinan: 2. Raden Ayu Retnakusuma / Raden Ayu Supadmi , Yogyakarta
perkawinan: 3. Raden Ayu Maduretno / Raden Ayu Diponegoro (Bendoro Raden Ayu Ontowiryo) , Keraton Yogyakarta
perkawinan: 7. Raden Ayu Retnakumala
gelar: 15 Agustus 1825, Selarong, Yogyakarta, Sultan Eru Cakra, Sultan Ngah 'Abdu'l Hamid Eru Chakra Kabir ul-Mukminin Saiyid ud-din Panatagama Jawa Khalifat Rasu'llah
perkawinan: 7. Raden Ayu Retnakumala , Kasongan
wafat: 8 Januari 1855, Makasar
3. Raden Ayu Maduretno / Raden Ayu Diponegoro (Bendoro Raden Ayu Ontowiryo)
lahir: ~ 1798, Yogyakarta
perkawinan: Pangeran Diponegoro [Hb.3.1] / Bendoro Raden Mas Mustahar , Keraton Yogyakarta
gelar: 18 Februari 1825, Tegalrejo
wafat: 28 Februari 1827, Yogyakarta
== 3 ==
Anak-anak
4. Raden Mas Sodewo/Raden Mas Singlon Pangeran Alip (Demang Notodirjo)
lahir: 1810
gelar: 1825, Yogyakarta, Pangeran Diponegoro II
gelar: 1830, Raden Mas Mantri Muhammad Ngarip
12. Raden Ayu Hangreni Mangunjaya
lahir: Sementara menunggu persetujuan putranya diputus : 848551
14. Raden Mas Sarkuma
lahir: 1834
wafat: 1849
5. Raden Mas Djonet Dipomenggolo
lahir: 1815, Solo
perkawinan: NYI MAS AYU Fatmah \ Bun Nioh
wafat: 1837, Yogyakarta, dimakamkan di Bogor (Versi 'Peter Carey')
wafat: 1885, Bogor, dimakamkan di Bogor (Versi Keluarga)
6. Raden Mas Roub / Raden Mas Raab (Pangeran Hasan)
lahir: 1816, Solo
wafat: 1894, Wanagopa, Tegal
Anak-anak
Cucu-cucu
RM. Ngabehi Dipomenggolo / KH. Safawi
lahir: 1831c, Bogor (Jabaru)
perkawinan: Nyi Mas Ngabey
wafat: 1896, Banten
RM. Harjo Dipomenggolo
lahir: 1832c, Bogor (Jabaru)
RM. Harjo Dipotjokromenggolo
lahir: 1833c, Bogor (Jabaru)
RM. H. Harjo Abdul Manap Dipomenggolo
lahir: 1834c, Bogor (Jabaru)
RM. Sahid Angkrih
lahir: 1835c, Bogor (Jabaru)
NYI MAS RAy. Ukin
lahir: 1836c, Bogor (Jabaru)
NYI MAS RAy. Okah
lahir: 1837c, Bogor (Jabaru)
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Bahasa lain