Kanjeng Raden Adipati Danurejo I / Raden Bagus Konting Mertowijoyo (Patih Cakrajaya, Sumowijoyo) d. 19 Agustus 1799 - Keturunan (Inventaris)

Dari Rodovid ID
Orang:673249
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.

1

11/1 <?> < Kanjeng Raden Adipati Danurejo I / Raden Bagus Konting Mertowijoyo (Patih Cakrajaya, Sumowijoyo)
pekerjaan: Banyumas, Bupati Banyumas
perkawinan: <1> < 29. Gusti Raden Ayu Adipati Danureja I.
pekerjaan: 13 Februari 1755 - 19 Agustus 1799, Yogyakarta, Pepatih Dalem bergelar Kanjeng Raden Adipati Danurejo I
wafat: 19 Agustus 1799, Yogyakarta, Dimakamkan di Pajimatan Imogiri, Kadhaton Kasuwargan

2

41/2 <1+1> < Kanjeng Raden Tumenggung Danunegoro / Tirtodiwiryo
perkawinan: <2> < 30. Bendoro Raden Ayu Tumenggung Danunagara (2)
gelar: November 1811, Bupati Kliwon
52/2 <1+1> < Kanjeng Raden Tumenggung Sindunegoro / Raden Riya Menduro (Adipati Danurejo)
pekerjaan: 7 November 1811 - 2 Desember 1813, Yogyakarta, Pepatih Dalem Kesultanan Ngayogyakarta bergelar Kiai Adipati
33/2 <1+1> < Kanjeng Raden Tumenggung Danukusumo ? (Wedono Jobo)
perkawinan: <3> < 5. Bendoro Raden Ayu Danukusumo b. 1756
wafat: Januari 1812
24/2 <1> < Raden Ayu Demang

3

61/3 <3+3> < Kanjeng Pangeran Adipati Danurejo II / Kanjeng Raden Tumenggung Mangkunegoro (Patih Seda Kedhaton)
lahir: 1772
perkawinan: <5> < Bendoro Mas Ayu Pulungayun
pekerjaan: 9 September 1799 - 28 Oktober 1811, Yogyakarta, Pepatih Dalem Kesultanan Yogyakarta bergelar Kanjeng Raden Adipati Danurejo II
wafat: 28 Oktober 1811, Yogyakarta, Dimakamkan di Banyusumurup, kemudian dipindahkan ke Mlangi
72/3 <2+4> < Kanjeng Raden Tumenggung Martonegoro

4

111/4 <6> < Kanjeng Raden Tumenggung Yudonegoro I
lahir: menikah dgn Raden Ayu Bendara Kaleting Kuning (putri Kanjeng Ratu Kencana)
perkawinan: <7> < Bendoro Raden Ayu Padmi
Patih Danureja IV.jpg
82/4 <6+5> < Kanjeng Pangeran Adipati Danurejo V / Kanjeng Raden Tumenggung Gondokusumo (Kanjeng Pangeran Haryo Juru)
perkawinan: <8> < Bendoro Raden Ayu Danurejo [Hb.4.8]
perkawinan: <9> < Raden Ayu Adipati Danurejo [Hb.3.4.3]
wafat: 1844, Yogyakarta, Dimakamkan di Mlangi, sebelah utara Demakijo
pekerjaan: 11 Februari 1847 - 17 November 1879, Yogyakarta, Patih Dalem Kerajaan Mataram Yogyakarta bergelar Danurejo V
93/4 <6> < Raden Tumenggung Mertonegoro / Jayapermadi 125/4 <6> < Raden Ajeng Kapilah Raden Ayu Suryabrangta

5

151/5 <11+7> < Kanjeng Raden Tumenggung Yudonegoro II ? (Raden Bagus Mali)
lahir: (dari Ibu Raden Ayu Bendara Padmi) BUPATI BANYUMAS VII
Hbv2.jpg
132/5 <10+11> < Kanjeng Sultan Hamengku Buwono V / Gusti Raden Mas Gathot Menol [Hb.4.6] (Sinuhun Menol)
lahir: 24 Januari 1820, Yogyakarta
perkawinan: <13> < Gusti Kanjeng Ratu Sultan [Gp.Hb.6.2] / Gusti Kanjeng Ratu Hageng (Roromunting)
perkawinan: <14> < Kanjeng Mas Hemawati
perkawinan: <15> < Bendoro Raden Ayu Panukmowati [Ga.Hb.5.2]
perkawinan: <16> < Bendoro Raden Ayu Dewaningsih [Ga.Hb.5.1]
perkawinan: <17> < Bendoro Raden Ayu Retno Sriwulan [Ga.Hb.5.3]
gelar: 19 Desember 1823 - 17 Agustus 1826, Yogyakarta, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Sultan Hamengku Buwana V Senopati ing Alaga Ngah 'Abdu'l-Rahman Saiyid'din Panatagama Khalifatu'llah Ingkang Jumeneng Kaping V
gelar: 17 Januari 1828 - 5 Juni 1855, Yogyakarta, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Sultan Hamengku Buwana V Senopati ing Alaga Ngah 'Abdu'l-Rahman Saiyid'din Panatagama Khalifatu'llah Ingkang Jumeneng Kaping V
perkawinan: <18> < Gusti Kanjeng Ratu Kencono [Hb.2.52.2] / Bendoro Raden Ajeng Suradinah [Gp.Hb.5.1]
gelar: 1839, Yogyakarta, Letnan Kolonel
gelar: 1847, Yogyakarta, Kolonel
perceraian: <18!> < Gusti Kanjeng Ratu Kencono [Hb.2.52.2] / Bendoro Raden Ajeng Suradinah [Gp.Hb.5.1]
perkawinan: <19> < Gusti Kanjeng Ratu Sekar Kedhaton [Hb.3.2.22] / Bendoro Raden Ayu Andaliya [Gp.Hb.5.2] b. 1834 d. 25 Mei 1919, Yogyakarta
wafat: 5 Juni 1855, Imogiri, Astana Besiyaran
Sri Sultan Hamengkubuwana V (Bahasa Jawa:Sri Sultan Hamengkubuwono V, lahir: 20 Agustus 1821 – wafat: 1855) adalah sultan kelima Kesultanan Yogyakarta, yang berkuasa tanggal 19 Desember 1823 - 17 Agustus 1826, dan kemudian dari 17 Januari 1828 - 5 Juni 1855 yang diselingi oleh pemerintahan Hamengkubuwana II karena ketidakstabilan politik dalam Kesultanan Yogyakarta saat itu.

Riwayat pemerintahan Nama asli Sri Sultan Hamengkubuwana V adalah Raden Mas Mustoyo, putra Hamengkubuwana IV yang lahir pada tanggal 20 Agustus 1821. Sewaktu dewasa ia bergelar Pangeran Mangkubumi. Ia juga pernah mendapat pangkat Letnan Kolonel tahun 1839 dan Kolonel tahun 1847 dari pemerintah Hindia Belanda.Melihat tahun pemerintahannya dimulai tahun 1823 sedang lahirnya adalah tahun 1821 maka Sultan Hamengku Buwono V waktu permulaan bertahta berumur 2 (dua) tahun.

Hamengkubuwana V sendiri mendekatkan hubungan Keraton Yogyakarta dengan pemerintahan Hindia-Belanda yang berada di bawah Kerajaan Belanda, untuk melakukan taktik perang pasif, dimana ia menginginkan perlawanan tanpa pertumpahan darah. Sri Sultan Hamengkubuwana V mengharapkan dengan dekatnya pihak keraton Yogyakarta dengan pemerintahan Belanda akan ada kerjasama yang saling menguntungkan antara pihak keraton dan Belanda, sehingga kesejahteraan dan keamanan rakyat Yogyakarta dapat terpelihara.

Kebijakan Hamengkubuwana V tersebut ditanggapi dengan tentangan oleh beberapa kanjeng abdi dalem dan adik Sultan HB V sendiri, yaitu Raden Mas Ariojoyo (nantinya Hamengkubuwana VI). Mereka menganggap tindakan Sultan HB V adalah tindakan yang mempermalukan Keraton Yogyakarta sebagai pengecut, sehingga dukungan terhadap Sultan Hamengkubuwana V pun berkurang dan banyak yang memihak adik sultan untuk menggantikan Sultan dengan Raden mas Ariojoyo.

Keadaan semakin menguntungkan Raden Mas Ariojoyo setelah ia berhasil mempersunting putri Kesultanan Brunai dan menjalin ikatan persaudaraan dengan Kesultanan Brunai. Kekuasaan Sultan Hamengkubuwana V semakin terpojok setelah timbul konflik di dalam tubuh keraton yang melibatkan istri ke-5 Sultan sendiri, Kanjeng Mas Hemawati. Sri Sultan Hamengkubuwana V hanya mendapatkan dukungan dari rakyat yang merasakan pemerintahan yang aman dan tenteram selama masa pemerintahannya.

Sri Sultan Hamengkubuwana V wafat pada tahun 1855 dalam sebuah peristiwa yang hanya sedikit diketahui orang, peristiwa itu dikenal dengan wereng saketi tresno ("wafat oleh yang dicinta"), Sri Sultan meninggal setelah ditikam oleh istri ke-5-nya, yaitu Kanjeng Mas Hemawati, yang sampai sekarang tidak diketahui apa penyebab istrinya berani membunuh Sri Sultan suaminya.[2]

Ketika insiden pembunuhan itu terjadi, permaisuri Sultan HB V yakni Kanjeng Ratu Sekar Kedaton, sedang hamil tua. 13 hari pasca sultan tewas, lahirlah anak yang dikandungnya itu dan seharusnya menjadi penerus tahta Yogyakarta. Putra mahkota Sultan HB V tersebut diberi nama Raden Mas Kanjeng Gusti Timur Muhammad.

https://id.wikipedia.org/wiki/Hamengkubuwana_V

Peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono V Salah satu mahakarya yang lahir di era beliau adalah Serat Makutha Raja. Di dalamnya memuat tentang prinsip-prinsip dasar menjadi raja yang baik. Dari karya ini dapat dilihat visi ke depan Sultan Hamengku Buwono V yang sangat memihak kepada rakyat.

Serat Makutho Raja ini pula yang nantinya menjadi pedoman bagi raja-raja selanjutnya, dan juga menjadi rujukan bagi pemimpin-pemimpin di luar keraton. Serat Makutho Raja ini kurang lebih mengandung nasehat-nasehat dari Kitab Tajussalatin.

Kitab Tajussalatin diterjemahkan di era Sri Sultan Hamengku Buwono V. Kemudian lahir pula karya lain seperti Suluk Sujinah, Serat Syeh Tekawardi dan Serat Syeh Hidayatullah.

Sri Sultan Hamengku Buwono V juga menunjukkan perhatiannya yang besar terhadap kegiatan-kegiatan seni, terutama seni tari. Beliau memimpin sendiri komunitas tari di istana. Bahkan, beberapa sumber juga mengatakan ia turut menjadi penari.

Disamping tarian, Sri Sultan Hamengku Buwono V memprakarsai Gendhing Gati yang memadukan alat musik diatonis seperti terompet, trombon, suling dan jenis drum atau tambur dengan karawitan Jawa. Gendhing Gati ini lazimnya digunakan dalam gerak Kapang-Kapang pada tari Bedaya atau Serimpi, yaitu komposisi ketika masuk atau keluar dari ruang tari.

Pada era pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono V juga terdapat keunikan-keunikan lain dalam pelembagaan tari. Beliau membentuk kelompok penari Bedaya yang biasanya ditarikan oleh para penari wanita, digantikan oleh sekelompok penari laki-laki yang disebut kelompok Bedaya Kakung.

Karya seni tari lain yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono V adalah Tari Serimpi Renggawati yang ditarikan oleh lima orang penari, yang salah satunya berperan sebagai Dewi Renggawati. Jalan cerita tari ini menggambarkan kisah Prabu Anglingdarma.

Selain itu, Sri Sultan Hamengku Buwono V juga mengembangkan seni wayang orang. Pada masanya tak kurang dari lima judul lakon yang sering dipertunjukkan yakni Pragulamurti, Petruk Dadi Ratu, Angkawijaya Krama, Jaya Semedi dan Pregiwa-Pregiwati.

Media:https://www.kratonjogja.id/raja-raja/6/sri-sultan-hamengku-buwono-v
Face HB VI.JPG
143/5 <10+11> < Kanjeng Sultan Hamengku Buwono VI / Gusti Raden Mas Mustojo [Hb.4.12] (Sinuhun Mangkubumi)
Sri Sultan Hamengkubuwana VI (Bahasa Jawa: Sri Sultan Hamengkubuwono VI, lahir: 1821 – wafat: 20 Juli 1877) adalah sultan ke-enam Kesultanan Yogyakarta yang memerintah pada tahun 1855 – 1877. Dia menggantikan kakaknya, Hamengkubuwana V yang meninggal di tengah ketidakstabilan politik dalam tubuh Keraton Yogyakarta.

Riwayat Pemerintahan Nama asli Sultan Hamengkubuwana VI adalah Raden Mas Mustojo, putra Hamengkubuwana IV yang lahir pada tahun 1821.

Hamengkubuwana VI naik takhta menggantikan kakaknya, yaitu Hamengkubuwana V pada tahun 1855, setelah Hamengkubuwana V meninggal secara misterius. Pada masa pemerintahannya terjadi gempa bumi yang besar yang meruntuhkan sebagian besar Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Tugu Golong Gilig, Masjid Gede (masjid keraton), Loji Kecil (sekarang Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta) serta beberapa bangunan lainnya di Kesultanan Yogyakarta.

Pada masa Hamengkubuwana V, Raden Mas Mustojo adalah seorang penentang keras kebijakan politik perang pasif kakaknya yang menjalankan hubungan dekat dengan pemerintahan Hindia-Belanda yang ada di bawah Kerajaan Belanda. Namun setelah kakaknya meninggal dan dia dinobatkan menjadi Hamengkubuwana VI, semasa pemerintahannya dia justru melanjutkan kebijakan dari kakaknya yang sebelumnya dia tentang keras.

Semasa pemerintahan Hamengkubuwana VI kemudian mulai timbul pemberontakan-pemberontakan yang tidak mengakui masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwana VI, namun pemberontakan-pemberontakan tersebut dapat diredam dan dibersihkan. Hal ini berkat kepemimpinan dan ketangguhan Danuredjo V, patih Keraton Yogyakarta saat itu. Hubungan dengan berbagai kerajaan pun terjalin kuat pada masa pemerintahan HB VI, apalagi setelah dia menikah dengan putri Kesultanan Brunai.

Walaupun sempat menimbulkan beberapa sengketa dengan kerajaan-kerajaan lain, tercatat bahwa Sultan HB VI dapat mengatasinya dengan arif bijaksana. Tapi lambat laun hubungan dengan pemerintahan Hindia-Belanda agak mulai menuai konflik tertama karena keraton Yogyakarta kala itu banyak menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan yang menjadi musuh pemerintah Hindia-Belanda dan Kerajaan Belanda.

Pemerintahan Hamengkubuwana VI berakhir ketika ia meninggal dunia pada tanggal 20 Juli 1877. Ia digantikan putranya sebagai sultan selanjutnya bergelar Hamengkubuwana VII.
164/5 <10+11> < Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Hanom Hamengkunegoro [Hb.4.1]
175/5 <8+9> < Raden Ayu Suryoprawiro [Hb.3.4.3.1]
186/5 <8+9> < Raden Mas Karmeni [Hb.3.4.3.2]
197/5 <8+9> < Raden Mas Suleman [Hb.3.4.3.3]
208/5 <8+9> < Raden Ajeng Parkis [Hb.3.4.3.4]
219/5 <8+9> < Raden Ayu Mertonegoro [Hb.3.4.3.5]
2210/5 <8+9> < Raden Ayu Dipokusumo [Hb.3.4.3.6]
2311/5 <10+11> < Gusti Kanjeng Ratu Sekar Kedhaton [Hb.4.14]
2412/5 <8+8> < Raden Ayu Suryoprawiro [Hb,4.8.1]
2513/5 <8+8> < Raden Mas Karmeni [Hb.4.8.2]
2614/5 <9+10> < Kanjeng Raden Tumenggung Mertonegoro II

6

491/6 <13+16> < Bendoro Raden Ayu Adipati Mangkubumi [Hb.5.8] / Bendoro Raden Ayu Sukinah [Gp.Hb.7.11.1]
Face HB VII.JPG
272/6 <14+13> < Kanjeng Sultan Hamengku Buwono VII / Gusti Raden Mas Murtejo [Hb.6.1] (Sinuhun Behi)
lahir: 4 Februari 1839, Yogyakarta
perkawinan: <30> < Gusti Kanjeng Ratu Mas ? ([Gp.Hb.7.2], Joyodipuro) d. 1892
perkawinan: <31> < Bendoro Raden Ayu Retnojuwito ? (Ga.Hb.7.6)
perkawinan: <32> < 2. Gusti Kanjeng Ratu Kencono II [Gp.Hb.7.3] (Bendoro Raden Ayu Ratna Sri Wulan)
perkawinan: <33> < Bendoro Raden Ayu Ratnaningsih ? (Ga.Hb.7.1)
perkawinan: <34> < Bendoro Raden Ayu Ratnaningdia ? ([Ga.Hb.7.2])
perkawinan: <35> < Bendoro Raden Ayu Retnohadi ? (Ga.Hb.7.3)
perkawinan: <36> < Bendoro Raden Ayu Retnodewati [Ga.Hb.7.5]
perkawinan: <387!> < Bendoro Raden Ayu Rukmidiningdia [Ga.Hb.8.4] [Hb.6.9.3.1] (Bendoro Raden Ayu Rukhihadiningdyah)
perkawinan: <37> < Bendoro Raden Ayu Retnosangdiah ? ([Ga.Hb.7.4])
perkawinan: <38> < Bendoro Raden Ayu Retnomurcito [Ga.Hb.7.8]
perkawinan: <39> < Bendoro Raden Ayu Pujoretno [Ga.Hb.7.9]
perkawinan: <40> < Kanjeng Bendoro Raden Ayu Retnopurnomo [Ga.Hb.7.10]
perkawinan: <41> < Bendoro Mas Ayu Retnojumanten [Ga.Hb.7.11]
perkawinan: <42> < Bendoro Raden Ayu Retnodewati [Ga.Hb.7.5]
perkawinan: <43> < Bendoro Raden Ayu Retnomurcito [Ga.Hb.7.8]
perkawinan: <44> < Bendoro Raden Ayu Retnomandoyo [Ga.Hb.7.13] d. 30 Desember 1931
perkawinan: <45> < Bendoro Raden Ayu Dewo Retno [Ga.Hb.7.7]
perkawinan: <46> < Raden Ajeng Centhung [Pl.Hb.7.1]
perkawinan: <47> < Raden Roro Sumodirejo [Pl.Hb.7.2]
perkawinan: <48> < Bendoro Raden Ayu Retnoliringhasmoro [Ga.Hb.7.16]
perkawinan: <49> < Bendoro Raden Ayu Retnosetyohasmoro [Ga.Hb.7.15]
perkawinan: <50> < Bendoro Raden Ayu Retnorenggohasmoro [Ga.Hb.7.14]
perkawinan: <51> < Bendoro Raden Ayu Retnowinardi [Ga.Hb.7.12]
perkawinan: <49!> < Bendoro Raden Ayu Adipati Mangkubumi [Hb.5.8] / Bendoro Raden Ayu Sukinah [Gp.Hb.7.11.1] b. 1836, Yogyakarta
perceraian: <49!> < Bendoro Raden Ayu Adipati Mangkubumi [Hb.5.8] / Bendoro Raden Ayu Sukinah [Gp.Hb.7.11.1] b. 1836
perkawinan: <52> < Gusti Kanjeng Ratu Kencana [Gp.Hb.7.1] (Bendara Raden Ayu Retno Sriwulan) , Yogyakarta
gelar: 13 Agustus 1877 - 29 Januari 1920, Yogyakarta, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Sultan Hamengku Buwana Senopati ing Alaga Ngah 'Abdu'l-Rahman Saiyid'din Panatagama Khalifatu'llah Ingkang Jumeneng Kaping VII
perceraian: <53> < Bendoro Raden Ayu Tejaningrum , Yogyakarta
wafat: 30 Desember 1921, Yogyakarta
Hb-vii.jpeg

Sri Sultan Hamengkubuwana VII (Bahasa Jawa:Sri Sultan Hamengkubuwono VII, lahir: 1839 – wafat: 1931 adalah raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah pada tahun 1877 – 1920. Ia dikenal juga dengan sebutan Sultan Ngabehi atau Sultan Sugih.(Bahasa Jawa:Sri Sultan Hamengkubuwono VII, lahir: 1839 – wafat: 1931 adalah raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah pada tahun 1877 – 1920. Ia dikenal juga dengan sebutan Sultan Ngabehi atau Sultan Sugih.

Riwayat Pemerintahan Nama aslinya adalah Raden Mas Murtejo, putra Hamengkubuwono VI yang lahir pada tanggal 4 Februari 1839. Ia naik takhta menggantikan ayahnya sejak tahun 1877.

Pada masa pemerintahan Hamengkubuwono VII, banyak didirikan pabrik gula di Yogyakarta, yang seluruhnya berjumlah 17 buah. Setiap pendirian pabrik memberikan peluang kepadanya untuk menerima dana sebesar Rp 200.000,00. Hal ini mengakibatkan Sultan sangat kaya sehingga sering dijuluki Sultan Sugih[rujukan?].

Masa pemerintahannya juga merupakan masa transisi menuju modernisasi di Yogyakarta. Banyak sekolah modern didirikan. Ia bahkan mengirim putra-putranya belajar hingga ke negeri Belanda.

Pada tanggal 29 Januari 1920 Hamengkubuwono VII yang saat itu berusia 81 tahun memutuskan untuk turun takhta dan mengangkat putra mahkota sebagai penggantinya. Konon peristiwa ini masih dipertanyakan keabsahannya karena putera mahkota(GRM. Akhadiyat, putra HB VII nomor 14) yang seharusnya menggantikan tiba-tiba meninggal dunia dan sampai saat ini belum jelas penyebab kematiannya.

Dugaan yang muncul ialah adanya keterlibatan pihak Belanda yang tidak setuju dengan putera Mahkota pengganti Hamengkubuwono VII yang terkenal selalu menentang aturan-aturan yang dibuat pemerintah Batavia.

Biasanya dalam pergantian takhta raja kepada putera mahkota ialah menunggu sampai sang raja yang berkuasa meninggal dunia. Namun kali ini berbeda karena pengangkatan Hamengkubuwono VIII dilakukan pada saat Hamengkubuwono VII masih hidup.<--, bahkan menurut cerita masa lalu sang ayah diasingkan oleh anaknya pengganti putera mahkota yang wafat ke Pesanggrahan Ngambarrukma di luar keraton Yogyakarta.-->

Hamengkubuwono VII dengan besar hati mengikuti kemauan sang anak (yang di dalam istilah Jawa disebut mikul dhuwur mendhem jero) yang secara politis telah menguasai kondisi di dalam pemerintahan kerajaan. Setelah turun takhta, Hamengkubuwono VII pernah mengatakan "Tidak pernah ada raja yang meninggal di keraton setelah saya" yang artinya masih dipertanyakan. Sampai saat ini ada dua raja setelah dirinya yang meninggal di luar keraton, yaitu Hamengkubuwono VIII meninggal dunia di tengah perjalanan ke luar kota dan Hamengkubuwono IX meninggal di Amerika Serikat. Bagi masyarakat Jawa adalah suatu kebanggaan jika seseorang meninggal di rumahnya sendiri. Hamengkubuwono VII meninggal di Pesanggrahan Ngambarrukma pada tanggal 30 Desember 1931 dan dimakamkan di Imogiri. Silsilah Anak tertua dari Sultan Hamengkubuwana VI dan istri pertamanya RAy Sepuh/GKR Sultan/GKR Agung dan diangkat anak oleh Ratu Kencana. Memiliki delapan belas istri: 1.BRA Sukina/BRA Mangku Bumi (b. 1836), putri termuda Sultan Hamengkubuwana V dengan istri keduanya BRAy Dewaningsih. 2.GKR Mas, putri dari KRT Jayadipura atau dari Pangeran Suryadiningrat. 3.GKR Kencana/GKR Wandhani, putri dari Raden 'Ali Basa 'Abdu'l-Mustafa Senthot Prawiradirja. 4.GKR Kencana II/BRAy Ratna Sri Wulan, putri dari BPH Adi Negara. 5.BRAy Ratnaningsi. 6.BRAy Ratnaningdia. 7.BRAy Ratna Adi. 8.BRAy Ratnasangdia. 9.BRAy Ratnajiwata. 10.BRAy Puryaningdia. 11.BRAy Devaratna. 12.BRAy Puspitaningdiya. 13.BRAy Srengkara Adinindia. 14.BRAy Rukmidiningdia. 15.BRAy Ratna Adiningrum. 16.BRAy Ratna Puspita. 17.BRAy Tejaningrum. 18.BRAy Ratna Mandaya, putri dari Patih Dhanuraja VI.

Versi lain mengatakan bahwa Hamengkubuwono VII meminta pensiun kepada Belanda untuk madeg pandito (menjadi pertapa) di Pesanggrahan Ngambarrukma (sekarang Ambarrukma). Sampai saat ini bekas pesanggrahan itu masih ada dan di sebelah timurnya dulu pernah berdiri Hotel Ambarrukma yang sekarang sudah tidak ada lagi.
Pangeran Hadikusumo.jpg
463/6 <14+13> < Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi [Hb.6.11] (Gusti Pangeran Haryo Hadikusumo)
484/6 <13+19> < Kanjeng Gusti Timur Muhammad Suryengalogo [Hb.5.9] / Raden Mas Muhammad [Hb.3.2.22.1]
Pada saat Sultan Hamengku Buwono ke V wafat, beliau belum mempunyai anak laki-laki sebagai pewaris kesultanan, karena anaknya yang ada, semuanya wanita, sedang permaisuri yaitu Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Sekar Kedaton sedang hamil tua, yang kemudian 13 hari setelah Sultan Hamengku Buwono V wafat, melahirkan seorang anak laki-laki dan anak tersebut diberi nama Gusti Timur Muhammad, dimana setelah berumur 12 tahun mendapat gelar Gusti Pangeran Haryo (GPH) Suryengalogo.

Karena Gusti Muhammad masih bayi, dan untuk mengisi kekosongan tahta kesultanan maka diangkatlah Pangeran Mangkubumi (adik dari Sultan Hamengku Buwono V) menjadi Sultan Hamengku Buwono ke VI, dengan persyaratan bahwa apabila setelah dewasa Gusti Muhammad akan diangkat menjadi Sultan berikutnya. Namun ternyata Sultan lebih memilih menunjuk putranya menjadi pengganti (putra mahkota) yang nantinya akan menjadi Sultan Hamengku Buwono VII.

Hal tersebut menimbulkan kekecewaan pada keluarga Hamengku Buwono V, terutama GKR Sekar Kedaton dan GPH Suryengalogo yang kemudian memulai perlawanan kepada Sultan Hamengku Buwono VII. Kemudian GKR Sekar Kedaton dan GPH Suryengalogo diputuskan bersalah telah memberontak dan “DIPINDAHKAN DARI YOGYAKARTA KE MANADO SELEBES” dengan Surat Keputusan dari Kesultanan Yogyakarta Hamengku Buwono VII yang disampaikan melalui Dipati Danureja dan Residen Befembag berbunyi sebagai berikut: “Surat Peringatanku aku Kanjeng Narendra, yang menguasai negeri Kerajaan Ngayogya, sabdaku ini : Tuan Kanjeng Prameswari dan Kangmas Pangeran Suryengalogo berdua, aku pindahkan dari negeri Ngayogya ke negeri Menado, sebab uwa, kangmas berani membangkang (mbalelo) pada Raja. Pergi dari kota tanpa pamit, serta berbuat perang sabil; membunuh perajurit Usar, abdi Kanjeng Gupermen Belanda. Karena itu Kangmas serta Uwa Jeng Prameswari kesalahan membangkang pemerintahan Raja. Tanggal 11 April 1883.”

Dengan berdasarkan Surat Keputusan dari Kesultanan tersebut diatas GKR Sekar Kedaton dan GPH Suryengalogo beserta istri pertama berikut anaknya, dan juga semua pengikutnya, berangkat dengan diantar oleh Residen untuk naik kapal laut dari Semarang menuju Manado. Di Manado bertemu dengan saudara-saudaranya yang telah lebih dahulu dipindahkan dari Yogyakarta ke Manado, yaitu Bendoro Pangeran Haryo Hadiwijoyo (putra Sultan Hamengku Buwono VI dan saudara dari Sultan Hamengku Buwono VII) beserta istri dan anaknya, menjemput rombongan dari Jogyakarta di kapal dan mempersilahkan agar Prameswari dan GPH Suryengalogo menempati rumah mereka di kampung Pondol.

GPH Suryengalogo, 4 tahun kemudian memanggil istri keduanya yaitu Raden Ayu Dayaningsih yang ada di Yogyakarta untuk tinggal di Manado, dan setahun kemudian mempunyai 1 anak laki-laki yang elok rupanya. Tetapi Raden Ayu Dayaningsih cepat meninggalkan segala-galanya. GPH Suryengalogo akhirnya wafat di Manado pada tanggal 12 Januari 1901. Setelah beliau meninggal dunia, GKR Sekar Kedaton dibelikan rumah oleh Sultan Hamengku Buwono VII untuk ditempati oleh beliau bersama anak dan cucunya. Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Hadiwijoyo sudah dianggap sebagai anaknya sendiri oleh GKR Sekar Kedaton, apalagi setelah GPH Suryengalogo meninggal dunia.

BPH Hadiwijoyo pun akhirnya meninggal dunia pada tahun 1916, dan dimakamkan di Manado, tetapi kemudian oleh para keturunannya makamnya dipindahkan ke Hastorenggo Kotagede Yogyakarta.
546/6 <13+16> < Gusti Bendoro Raden Ayu Angabehi [Hb.5.1] [Gp.Hb.6.3] (Bendoro Raden Ayu Gondokusumo)
Danurejo7.jpg
577/6 <15> < Kanjeng Raden Tumenggung Yudonegoro III Kanjeng Pangeran Haryo Adipati Danurejo VII
lahir: 20 November 1869, /PATIH KESULTANAN JOGJAKARTA (dari Ibu Nyai Ageng Yudanegara)
perkawinan: <283!> < Gusti Kanjeng Ratu Ayu [Hb.7.36]
perkawinan: <286!> < Gusti Bendoro Raden Ayu Yudonegoro II [Hb.7.19] (Bendoro Raden Ayu Cokdrodiningrat)
pekerjaan: 1 Maret 1912 - Oktober 1933, Patih Kesultanan Yogyakarta
wafat: 1933
389/6 <14+13> < Gusti Kanjeng Ratu Bendoro [Hb.6.13]
BPH Hadiwidjojo 1889.jpg
2810/6 <14+21> < Bendoro Pangeran Haryo Hadiwijoyo [Hb.6.17]
perkawinan: <77> < Gusti Raden Ayu Hadiwijoyo / Raden Ajeng Jimah d. 10 Februari 1939
wafat: 9 Februari 1916, Mahakeret Manado, Disarekan kembali di Pasarean Hasta Renggo Kotagede Yogyakarta pada Hari Minggu Legi 22 Juli 1990
Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Hadiwijoyo adalah putra ke-17 dari Kanjeng Sri Sultan Hamengku Buwono VI. Beliau mempunyai 6 orang putra/putri dari Garwo Padmi yang bernama R.Aj. Jimah (GRA. Hadiwijoyo). BPH. Hadiwijoyo difitnah dan dibuang oleh Belanda ke Manado pada tahun 1875 karena dianggap membenci tindakan baginda Sultan HB VII, Media:https://kanjengratusekarkedaton.blogspot.com/p/sejarah.html sampai wafatnya pada 9 Februari 1916 dan dimakamkan di Mahakeret Manado.

Pada tahun 1883, BPH. Hadiwijoyo bersama istri dan anaknya, menjemput rombongan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Sekar Kedaton (permaisuri Sultan Hamengku Buwono V) dan putranya Gusti Raden Mas (GRM) Timur Muhammad/Gusti Pangeran Haryo (GPH) Suryengalogo di pelabuhan kapal di Manado, dan mempersilahkan mereka menempati rumah beliau di kampung Pondol. Selama di pengasingan, BPH. Hadiwijoyo ditemani putranya yang bernama RM. Menot. Kemudian disana lahir putra no.6 yang diberi nama RM. Joko Sangkolo. Setelah GPH. Suryengalogo meninggal dunia (1901), GKR. Sekar Kedaton dibelikan rumah oleh Sultan Hamengku Buwono VII sebagai tempat tinggal beliau bersama anak dan cucunya. BPH. Hadiwijoyo sudah dianggap sebagai anak sendiri oleh GKR. Sekar Kedaton.

Kemudian GRA. Hadiwijoyo kembali ke Yogyakarta sampai dengan wafatnya dan dimakamkan di Pasarean Hasta Renggo Kota Gede Yogyakarta (di luar cungkup). BPH. Hadiwijoyo bersumpah tidak akan kembali ke Yogyakarta sebelum saudara yang memfitnahnya wafat, namun ternyata beliau wafat terlebih dahulu. Setelah sekian lama, akhirnya para anggota Trah Hadiwijoyo (Hadiwijayan) bersepakat untuk memindahkan makam BPH. Hadiwijoyo dari Mahakeret Manado ke Pasarean Hasta Renggo Yogyakarta. Rencana ini terelisasi pada tanggal 21 Juli 1990 dimana sebelumnya makam GRA. Hadiwijoyo dibongkar terlebih dahulu dan disandingkan dengan peti BPH. Hadiwijoyo untuk kemudian secara bersama-sama dimakamkan kembali di dalam cungkup.

Keenam Putra/Putri BPH. Hadiwijoyo adalah: 1. RA. Kustiyah (w.VI.17.1) 2. RM. Sutijo / RM. L. Prawirodipuro / RMW. Hatmodijoyo (w.VI.17.2) 3. RM. Subroto / RM. Dutodiprojo / RM. Rio Projomardowo (w.VI.17.3) 4. RA. Sriyati (w.VI.17.4) 5. RM. Sujono / RM. Menot (w.VI.17.5)

6. RM. Joko Sangkolo (w.VI.17.6)
BPH Buminata.jpg
4311/6 <14+13> < Gusti Pangeran Haryo Buminoto [Hb.6.18]
3114/6 <14+24> < Bendoro Raden Ayu Suryomurcito [Hb.6.21] 3417/6 <14+23> < Bendoro Raden Mas Suleman [Hb.6.4]
3518/6 <14+22> < Bendoro Raden Ayu Notoyudo [Hb.6.16] 3619/6 <14+22> < Raden Ajeng Karsinah / Sedo Timur
5026/6 <14+28> < Gusti Raden Ajeng Samilah [Hb.6.2]
5127/6 <14+29> < Gusti Raden Ajeng Kusdilah [Hb.6.14]
5329/6 <13+16> < Bendoro Raden Mas Sepuh [Hb.5.2]
5530/6 <13+16> < Bendoro Raden Ayu Timur [Hb.5.3]
5631/6 <13+15> < Bendoro Raden Ayu Hadiwinoto [Hb.5.7] 5832/6 <13+15> < Bendoro Raden Ayu Suwardi [Hb.5.4]
5933/6 <13+15> < Bendoro Raden Ayu Rabingu [Hb.5.5]
6034/6 <13+17> < Bendoro Raden Ayu Bumisalamah [Hb.5.6]
6135/6 <21> < Kanjeng Raden Tumenggung Gondokusumo [Hb.3.4.3.5.1] 6236/6 <26> < R. A. Mutmainah

7

801/7 <44+105> < Kanjeng Raden Tumenggung Purboningrat [Hb.6.9.4]
lahir: 10 Maret 1865
1142/7 <44+105> < Kanjeng Adipati Prawiropurbo [Hb.6.9.10] (Ndoro Purbo / Raden Mas Kusrin)
lahir: 1869, Yogyakarta
perkawinan: <110> < Nyi Kasihan
perkawinan: <111> < Nyai Prawiro Purbo ? (Jiwaningsih) d. 1896?
wafat: 4 Maret 1933, Yogyakarta
penguburan: 5 Maret 1933, Yogyakarta
GPA Hamengkunegoro.jpg
813/7 <27+30> < Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro I [Hb.7.14] (Gusti Raden Mas Akhadiyat)
lahir: 1873, Yogyakarta
perkawinan: <112> < Raden Ayu Hamengkunegoro
perkawinan: <191!> < Raden Ayu Kusumodilogo / Raden Ajeng Siti Rokhiyah [Hb.6.11.30]
gelar: 5 Maret 1883, Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro Sudibyo Rajaputra Nalendra ing Mataram
1824/7 <46+57> < Raden Mas Subarjo [Hb.6.11.8] (Raden Tumenggung Wiroguno)
lahir: 3 November 1876, Yogyakarta
perkawinan: <959!> < Raden Ayu Wiroguno [Hb.7.4.1]
Kanjeng Raden Tumenggung Wiroguno. Putra dari KGPA Mangkubumi dan RAY. Tejomurti ini dilahirkan pada tanggal 3 Nopember 1876 di Yogyakarta. Beliau mempunyai kegemaran melukis dengan cat air dan cat minyak. Beberapa lukisannya terpancang di Kraton Yogyakarta.

K.R.T Wiroguno menjabat Bupati Patih Kadipaten Yogyakarta termasuk empu gendhing yang unggul. Disamping itu beliau masih melanjutkan membina corak pagelaran tari ciptaan ayahnya , Pangeran Mangkubumi, yaitu Langendriya. Beliau juga menciptakan dan mengembangkan tari golek putri, ikut serta membina Perkumpulan Tari Krida Beksa Wirama dan aktif membina penyiaran gendhing-gendhing atau seni suara melalui siaran radio pada masa itu.

Hasil Karya K.R.T Wiroguno antara lain : 1) menyusun teori dan pedoman seni gendhing dan suara gaya Mataraman, 2) menciptakan notasi gendhing gaya Mataraman dengan not balok, 3) menyusun suatu lokasi gendhing-gendhing Mataram dalam suatu buku tulisan tangan mulai tahun 1919,

4) mencipta dan menggubah tidak kurang dari 100 buah gendhing, baik gendhing Ageng maupun gendhing alit.
Gph mangkukusumo2.jpg
1225/7 <27+52> < Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Mangkukusumo [Hb.7.17] (Gusti Raden Mas Puntoaji)
Hatmodidjojo.JPG
696/7 <28+77> < Raden Mas Wedono Hatmodijoyo [Hb.7.17.2] (Raden Mas Lurah Puspoatmojo)
lahir: 1878, Yogyakarta
wafat: 27 April 1943, Yogyakarta
Kgpaa hamengkunegoro III.jpg
1617/7 <27+30> < Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro III [Hb.7.20] (Gusti Raden Mas Putro)
Face HB VIII.JPG
639/7 <27+30> < Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Vlll [Hb.7.23] (Gusti Pangeran Haryo Puruboyo)
Sri Sultan Hamengkubuwana VIII (lahir di Kraton Yogyakarta Adiningrat, 3 Maret 1880 – meninggal di Kraton Yogyakarta Adiningrat, 22 Oktober 1939 pada umur 59 tahun) adalah salah seorang raja yang pernah memimpin di Kesultanan Yogyakarta tahun 1921-1939. Dinobatkan menjadi Sultan Yogyakarta pada tanngal 8 Februari 1921. Pada masa Hamengkubuwono VIII, Kesultanan Yogyakarta mempunyai banyak dana yang dipakai untuk berbagai kegiatan termasuk membiayai sekolah-sekolah kesultanan. Putra-putra Hamengkubuwono VIII banyak disekolahkan hingga perguruan tinggi, banyak diantaranya di Belanda. Salah satunya adalah GRM Dorojatun, yang kelak bertahta dengan gelar Hamengkubuwono IX, yang bersekolah di Universitas Groningen.

Pada masa pemerintahannya, beliau banyak mengadakan rehabilitasi bangunan kompleks keraton Yogyakarta. Salah satunya adalah bangsal Pagelaran yang terletak di paling depan sendiri (berada tepat di selatan Alun-alun utara Yogyakarta). Bangunan lainnya yang rehabilitasi adalah tratag Siti Hinggil, Gerbang Donopratopo, dan Masjid Gedhe.

Beliau meninggal pada tanggal 22 Oktober 1939 di RS Panti Rapih Yogyakarta karena menderita sakit.

Silsilah Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Anak kesembilan dari Sultan Hamengkubuwana VII (Sultan Ngabehi) dan istri keduanya GKR Mas Memiliki delapan istri: 1.RA Siti Katina, putri Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi, tahun 1907 2.BRA Purya Aningdiya 3.BRA Puspitaningdiya 4.BRA Srengkara Aningdiya 5.RA Kustilah/KRA Adipati Anum Amangku Negara/Kanjeng Alit, putri Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi 6.BRA Rukmi Aningdiya 7.KBRAy Ratna Adiningrum 8.BRAy Ratna Puspita Memiliki dua puluh empat putra: 1.BRM ... dari BRA Purya Aningdiya, meninggal sebelum sempat diberi nama. 2.BRM Mustari dari BRA Puspitaningdiya 3.Mayor BRM Jartabitu/Kanjeng Mas Pangeran Angabehi/Gusti Pangeran Angabehi dari BRA Puspitaningdiya, menikah dengan BRA Siti Mustakirun 4.Kapten BRM Sungangusamsi/GBPH Purbaya dari BRA Srengkara Aningdiya, menikah dengan BRA Madusari/RAy Purbaya. 5.BRM Sumeru/GBPH Dhanupaya dari BRA Puspitaningdiya 6.BRM Sudiarsa dari BRA Purya Aningdiya 7.BRM Kartala/GBPH Mangkudiningrat dari BRA Purya Aningdiya, menikah dengan RA Sumani dan menikah dengan Amiratna/BRA Mangkudiningrat, putri kedua dari KGPAA Raja Paku Alam VI dan Kanjeng Gusti Timur putri dari KGPAA Raja Paku Alam III 8.BRM Tinggartala/GBPH Prabuningrat dari BRA Puspitaningdiya 9.GRM Dorojatun/GBPH Purbaya/Sri Sultan Hamengkubuwono IX dari Kanjeng Alit 10.BRM Duryatnanu dari BRA Purya Aningdia 11.BRM Mahikyaun/GBPH Surya Wijaya dari BRA Rukmi Aningdiya 12.BRM Rais ul-Ngah Askari/GBPH Bintara dari BRA Srengkara Aningdiya 13.BRM Alpasuatlamin/GBPH Surya Brangta dari BRA Purya Aningdiya 14.BRM Mupasalukatini dari BRA Puspitaningdiya 15.BRM Ila ul-Kirami/GBPH Murdaningrat dari BRA Srengkara Aningdiya 16.BRM Makan ul-Munayati/BGBPH Puya Kusuma dari BRA Purya Aningdiya 17.BRM Pel ul-Kuluki/GBPH Suryaputra dari KBRAy Ratna Adiningrum 18.BRM Sunwata/GBPH Adi Wijaya dari BRAy Ratna Puspita 19.BRM Sahadatsatir dari BRAy Ratna Puspita 20.BRM Hening /GBPH Yudha Negara dari KBRAy Ratna Adiningrum 21.BRM Dr Banakamsi/GBPH Dr Dipayana dari BRA Tejaningrum 22.BRM Satriya/GBPH Benawa dari KBRAy Ratna Adiningrum 23.BRM Danangjaya dari KBRAy Ratna Adiningrum 24.BRM Rabinharyani/GBPH Puger dari BRAy Ratna Puspita Memiliki tujuh belas putri: 1.BRA Gusti Siti Sundarumiya/GKR Pembayun dari BRA Purya Aningdiya, menikah dengan BPH Pakuningrat, putra tertua KGRM Putra/KGPAA Amangku Negara. 2.BRA Siti Sayadi/GBRAy Sinduraja dari BRA Purya Aningdiya, menikah dengan KRT Sinduraja. 3.BRA Siti Sadari/GBRAy Purbawinata dari BRA Puspitaningdiya, menikah dengan KRT Purbawinata/KPH Purbawinata. 4.BRA Siti Kadarmi/GBRAy Jaya ningrat dari BRA Puspitaningdiya, menikah dengan KRT Jayaningrat. 5.BRA Siti Kajananywa/GBRAy Jaya Winata dari BRA Srengkara Aningdiya, menikah dengan KRT Jayawinata. 6.BRA Siti Mutasangilun dari BRA Srengkara Aningdiya 7.BRA Siti Nuriwadina/GBRAy Chandradiningrat dari BRA Srengkara Aningdiya, menikah dengan KRT Chandradiningrat. 8.BRA Siti Kuswanayi/GBRAy Cakradiningrat dari BRA Rukmi Aningdiya, menikah dengan GBPH Cakradiningrat, putra dari KGRM Putra/KGPAA Amangku Negara. 9.BRA Siti Sriwayati/GBRAy Purbasaputra dari BRA Srengkara Aningdiya, menikah dengan KRT Purbaseputra. 10.BRA Siti Swandari/GBRAy Purwadiningrat dari BRA Puspitaningdiya, menikah dengan KRT Purwadiningrat. 11.BRA Siti Hilal ul-Ngasarati/GBRAy Kusuma Adiningrat dari BRA Puspitaningdiya, menikah dengan KRT Kusumadiningrat. 12.BRA Siti Sutyanti/GBRAy Jayaningrat dari KBRAy Ratna Adiningrum, menikah dengan Ir. Raden Puspaharsana Jayaningrat. 13.BRA Siti Padmasari/GBRAy Sumarman dari KBRAy Ratna Adiningrum, menikah dengan Raden Sumarman, S.H. 14.BRA Siti Wayarini dari BRAy Ratna Puspita 15.BRA Siti Prayuti dari BRAy Ratna Puspita 16.BRA Siti Widyastuti/GBRAy Andayaningrat dari KBRAy Ratna Adiningrum, menikah dengan Raden Suwarna Andayaningrat.

17.BRA Siti Sutarnin dari BRAy Ratna Puspita
7510/7 <43+80> < Kanjeng Pangeran Haryo Adipati Danurejo VIII / [Hb.6.18.3] (Raden Mas Subari)
lahir: 3 September 1882, Yogyakarta
pekerjaan: 1909, Kalasan, Diangkat menjadi Panewu Palang Negari (Sekretaris) di Kabupaten Kalasan dan bergelar Raden Panewu Mangundimejo
pekerjaan: 1914, Gunung Kidul Regency, Menjadi Panji Kepala Distrik) di Semanu Kabupaten Gunung Kidul dan bergelar Raden Panji Harjodipuro yang kemudian diubah menjadi Harjokusumo
pekerjaan: 1919, Kalasan, Menjadi Bupati Pangreh Praja Kalasan dan bergelar Raden Tumenggung Harjokusumo
pekerjaan: 1927, Yogyakarta, Menjadi Bupati Kabupaten Kota Yogyakarta yang merupakan gabungan Kabupaten Sleman, Kalasan, dan Kota Yogyakarta
gelar: 3 November 1933, Yogyakarta, Pepatih Dalem Kesultanan Yogyakarta bergelar Kanjeng Pangeran Haryo Adipati Danurejo VIII
perkawinan: <117!> < Gusti Kanjeng Ratu Chondrokirono II [Hb.7.54] , Yogyakarta
pensiun: 14 Juli 1945, Yogyakarta
Patih of Yogyakarta 1933-1945
SOETARTINAH-2.JPEG
30111/7 <62+109> < R. A. Soetartinah
lahir: 14 September 1890
perkawinan: <135> < Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) b. 2 Mei 1889 d. 26 April 1959
11512/7 <27+44> < w Bendoro Pangeran Haryo Suryomataram [Hb.7.55] Bendoro Raden Mas Kudiarmadji (Notodongso)
lahir: 20 Mei 1892, Yogyakarta
perkawinan: <599!> < Raden Ayu Surtiadiwati Suryomataram [Hb.6.9.14.1] d. 1921
perkawinan: <136> < Nyai Ageng Suryomataram , Salatiga
wafat: 18 Maret 1962, Yogyakarta
11913/7 <27+33> < Bendoro Pangeran Haryo Hadikusumo II [Hb.7.58] (Gusti Raden Mas Hario) 12314/7 <27+30> < Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Jumino / Gusti Raden Mas Pratistha (Gusti Djuminah)
perkawinan: <138> < Raden Ayu Murtiningrum
perkawinan: <139> < Raden Ayu Hadiningrum
perkawinan: <140> < Raden Ayu Sasmintaningrum
gelar: 9 November 1893, Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkunegara Sudibya Rajaputra Nalendra ing Mataram
wafat: 1942?, Pasarean Hastorenggo, Yogyakarta
30915/7 <62+109> < Raden Mas Johannes Soedarto Sosroningrat
lahir: 25 Desember 1895, Yogyakarta
perkawinan: <141> < Raden Ajeng Siti Pailah b. 17 Juli 1902
31017/7 <62+109> < R. A. Maria Soelastri Sosroningrat
lahir: 22 April 1898, Yogyakarta
perkawinan: <144> < Raden Mas Jacobus Soejadi Darmosapoetro
wafat: 18 September 1975, Semarang
penguburan: Kompleks Gua Maria Kerep, Ambarawa, Semarang
Sedari kanak-kanak hingga remaja, Maria Soelastri begitu tertarik mempelajari budaya bangsa lain, termasuk diantaranya budaya barat, untuk menjawab rasa ingin tahu beliau kenapa tanah air Indonesia dikuasai bangsa barat. Sebaliknya, ayahanda beliau, Pangeran Sasraningrat, sangat menaruh minat pada Kesusasteraan Jawa Kuno dengan pergolakan-pergolakan dan perubahan jamannya. Kegiatan beliau dalam bidang jurnalistik membawa beliau berkenalan dengan tamu-tamu dari luar daerah, juga dari Batavia. Salah satunya adalah Dr. Hazeu, penasehat urusan pemerintahan jajahan, yang membawa serta seorang anggota Misi Gereja Katolik untuk Jawa Tengah yaitu Romo van Lith. Romo van Lith yang kemudian sering berkunjung untuk mempelajari Sastra Jawa, adat istiadat dan kebudayaan Jawa.

Th. 1906 dengan rekomendasi Romo van Lith dan disetujui ibunda B.R.A. Sasraningrat masuklah Ibu Maria Soelastri ke Europeese Meisjesschool dari Ordo Suster Fransiskanes Kidul Loji Mataram, Yogyakarta.

Dari sejarah keluarga Maria Soelastri ini, dan dari lingkungan dan komunitas keluarga yang banyak berhubungan dengan tokoh-tokoh pendidikan pada masa itu, tentu menjadi mudahlah bagi kita untuk dapat memahami sifat dan sikap nasionalisme Maria Soelastri yang kental, amat peduli pada rakyat kecil dan berpikiran maju. Perasaannya yang halus dan mudah tersentuh pada penderitaan kaum lemah begitu kuat, yang kemudian mendorong untuk melakukan suatu tindakan nyata bagi orang-orang di sekitarnya. Secara khusus perhatiannya tercurah pada buruh perempuan di pabrik cerutu Negresco dan pabrik gula di Yogyakarta dan usaha untuk mencarikan jalan keluar bagi kesejahteraan dan masa depan mereka. Dari kaum buruh inilah usaha peningkatan derajat dan martabat wanita pada umumnya dan wanita katolik pada khususnya dimulai.

Saat awal didirikannya Poesara Wanita Katholiek – kelak menjadi Wanita Katolik RI – bersama teman-temannya pada tanggal 26 Juni 1924, yang terpilih sebagai ketua pertamanya adalah adik Maria Soelastri, yaitu R.A. Catharina Soekirin Sasraningrat karena R.A. Maria Soelastri bertempat tinggal di Magelang. Terlihat betapa Maria Soelastri ini amat ‘sepi ing pamrih’ (tak punya pamrih atau ambisi pribadi), namun sepak terjangnya dalam membela kaum buruh dan kegigihannya itu membuatnya mendapat julukan ‘singa betina’ yang amat disegani.

Th. 1914 Ibu R.Ay. Maria Soelastri Sasraningrat dipersunting oleh Dokter Hewan R.M. Jacobus Soejadi Darmosapoetro, yang meskipun seorang pegawai negeri dalam pemerintahan tetapi berideologi politik melawan Politik Kapitalis Kolonial.

Ketika Wanita Katolik RI merayakan ulangtahunnya yang ke-50 di tahun 1974, Maria Soelastri menuliskan sebagian dari pengalaman perjuangannya, dengan antara lain menulis :

Sebagai langkah perjuangan yang pertama Ibu (Maria Soelastri – red) menemui pengusaha-pengusaha Belanda dari Pabrik Cerutu dan Pabrik Gula di Yogyakarta yang kedua-duanya juga beragama katolik. Buruh kedua pabrik ini sebagian besar terdiri dari buruh wanita. Pertemuan berlangsung dalam suasana damai. Pembicaraan diadakan dari hati ke hati dengan berpedoman pada Ensiklik-ensiklik Gereja Katolik, antara lain Rerum Novarum dari Bapak Leo ke XIII di Roma dan Quadragesimo Anno dari Paus Pius XI. Sebagai hasil pembicaraan, dengan segera dibentuklah peraturan-peraturan di kedua belah pabrik tersebut untuk perbaikan nasib para buruhnya pada umumnya dan buruh wanita pada khususnya. Langkah berikutnya dari Organisasi Wanita Katolik meliputi kerja sama dengan Usahawan-usahawan Katolik Belanda untuk mengadakan segala macam perbaikan nasib para buruh. … (Maria Soejadi Darmosaputro Sasraningrat, 24-6-1974) – oleh Iswanti, Kodrat yang Bergerak

Kini buah pikiran dan gagasan ibu R.A. Maria Soelastri Soejadi Sasraningrat telah semakin dikembangkan dan diwujud-nyatakan secara meluas. Dari gagasan yang muncul dari seorang perempuan ningrat yang peduli pada kaumnya, dari sebuah tempat ikrar di Kidul Loji, Yogyakarta, kini telah meluas ke seluruh nusantara. Dan gagasan itu semakin dikembangkan oleh srikandi-srikandi masa kini yang mengambil tongkat estafet dari para pendahulunya, namun sampai sekarang gagasan inti tetap tak lekang oleh waktu, tertuang dalam visi misi organisasi Wanita Katolik RI : demi tercapainya kesejahteraan bersama serta tegaknya harkat dan martabat manusia, dengan dilandasi nilai-nilai Injil dan Ajaran Sosial Gereja.

R.A. Maria Soelastri wafat di Semarang tanggal 8 September 1975 dan dimakamkan di Kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA).
10418/7 <47+71> < Raden Ayu Roostamtiyah [Hb.6.20.21] (Raden Ayu Sindudipuro)
lahir: 3 Desember 1898, Yogyakarta
perkawinan: <145> < Raden Wedana Sindudipuro b. 14 September 1901 d. 11 Mei 1951
wafat: 2 Oktober 1968, Yogyakarta
BRA Mariam Suryengalogo.jpg
24419/7 <48+252!> < Bendoro Raden Ayu Mariam Suryengalogo
perkawinan: <146> < Raden Mas Soeryodinegoro
wafat: 23 Juni 1934, Manado, Mahakeret, Manado
Gkr hemas1.jpg
11221/7 <27+32> < Gusti Kanjeng Ratu Hemas [Hb.7.61]
perkawinan: <149> < Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X / Sunan Panutup (Raden Mas Malikul Kusno) b. 29 November 1866 d. 1 Februari 1939, Yogyakarta
wafat: 28 Mei 1944
Sriyati.jpg
6622/7 <28+77> < Raden Ayu Sriyati [Hb.6.17.4]
perkawinan: <150> < Raden Mas Iljas Notodirdjo d. 8 Agustus 1945
wafat: 26 Februari 1955, Yogyakarta, Disarekan Pasarean Kuncen Yogyakarta
Menot.JPG
6423/7 <28+77> < Raden Mas Rudolf Maximillian Menot [Hb.6.17.5] (Raden Mas Suyono)
perkawinan: <151> < Erna Frederika Bolang b. 13 Agustus 1894 d. 4 November 1967
wafat: 25 Desember 1973, Jakarta
RM. Menot adalah putra ke-5 dari BPH. Hadiwijoyo. Pekerjaan terakhir beliau adalah sebagai pegawai Kantor Pos di Jakarta. Pekerjaan itulah yang membuat anak dan cucunya menyukai dan ikut mengoleksi perangko. RM. Menot meninggal tahun 1973 di Jakarta dan dimakamkan di TPU Menteng Pulo. Pada tahun 1975, kuburannya dipindah ke Manado sesuai keinginannya untuk dikuburkan bersama istri di makam keluarga di Manado.
7027/7 <46+57> < Kanjeng Raden Ayu Adipati Anom Amangku Negara [Gp.Hb.8.1] [Hb.6.11.14] (Raden Ajeng Katinah / Kanjeng Alit) 7128/7 <46+54> < Raden Ayu Mangunjoyo II [Hb.6.11.15]
7229/7 <46+54> < Raden Bagus Suryokusumo [Hb.6.11.18]
7330/7 <46+56> < Kanjeng Raden Tumenggung Jogonegoro III / Kanjeng Raden Tumenggung Ronodiningrat [Hb.6.11.17] 7431/7 <46+54> < Raden Tumenggung Suryoatmojo / Raden Mas Murjono [Hb.6.11.12]
7632/7 <46+55> < Raden Mas Sutandar [Hb.6.11.1] (Kanjeng Pangeran Haryo Purwodiningrat)
7733/7 <46+54> < Kanjeng Raden Ayu Adipati Anom Hamengkunegoro [Gp.Hb.8.1] (Raden Ajeng Kustilah [Hb.6.11.21]) 7834/7 <47+67> < Raden Ayu Hatmodijoyo I [Hb.6.20.4] / Raden Ajeng Roostinah (Raden Ayu Puspohatmojo)
8235/7 <37+98> < Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat 8336/7 <47+73> < Raden Mas Sudiro [Hb.6.20.30] (Kanjeng Raden Tumenggung Sastrokusumo) 8437/7 <47+67> < Raden Mas Saepur [Hb.6.20.1] (Raden Panji Joyopermadi)
8538/7 <47+67> < Raden Mas Rujali [Hb.6.20.2] (Raden Panji Joyopragolo)
8639/7 <47+67> < Raden Ayu Roostijah [Ga.Hb.7.20.3] [Hb.6.20.3] (Bendoro Raden Ayu Doyopurnamaningrum) 8740/7 <47+67> < Raden Mas Saeran [Hb.6.20.5] (Raden Bagus Gambiranom)
8841/7 <47+67> < Raden Mas Karamal [Hb.6.20.6]
8942/7 <47+67> < Raden Mas Sukapjo [Hb.6.20.7] (Raden Bagus Suryowinoto)
9043/7 <47+67> < Raden Mas Palis [Hb.6.20.10]
9144/7 <47+67> < Raden Mas Saerun [Hb.6.20.13]
9245/7 <47+67> < Raden Mas Sukapdiman [Hb.6.20.14]
9346/7 <47+68> < Raden Ajeng Roosdinah [Hb.6.20.9] (Raden Ayu Kertonadi) 9447/7 <47+69> < Raden Ayu Rooskiyati [Hb.6.20.12] (Raden Ayu Padmodiprojo)
9548/7 <47+69> < Raden Mas Supandi [Hb.6.20.15]
9649/7 <47+69> < Raden Mas Gurnosuwendo [Hb.6.20.17]
9750/7 <47+70> < Raden Ayu Roostijah [Hb.6.20.8]
9851/7 <47+70> < Raden Mas Dipomenggolo [Hb.6.20.11]
9952/7 <47+70> < Raden Mas Yusuf [Hb.6.20.23] (Kanjeng Raden Tumenggung Kusumaningrat) 10053/7 <47+74> < Raden Ayu Roosyayi [Hb.6.20.16] (Raden Ayu Darmowinoto) 10154/7 <47+71> < Raden Ayu Roostamtinah [Hb.6.20.18] (Raden Ayu Suryodiningrat) 10255/7 <47+71> < Raden Mas Ibrahim Ibnu Rustam [Hb.6.20.19]
10356/7 <47+71> < Raden Mas Sayid Imran / Kanjeng Raden Tumenggung Purwonegoro [Hb.6.20.20] (Kanjeng Raden Tumenggung Joyonegoro II) 10557/7 <47+72> < Raden Ayu Roosinah [Hb.6.20.22] (Raden Ayu Purbocaroko) 10658/7 <47+72> < Raden Mas Suwondo [Hb.6.20.24] (Raden Ngabehi Purwodiprojo)
10759/7 <47+72> < Raden Mas Suwandi [Hb.6.20.25] (Raden Wedana Suryowimono)
10860/7 <47+72> < Raden Ayu Roostirah [Hb.6.20.26] (Raden Ayu Suryodirjokusumo) 10961/7 <47+72> < Raden Ajeng Roosimah [Hb.6.20.27] (Raden Ayu Suryodirjokusumo)
11062/7 <47+72> < Raden Ayu Roosjiyah [Hb.6.20.28] (Raden Ayu Wigyokusumo) 11163/7 <47+72> < Raden Ayu Roossiyah/Roosijah [Hb.6.20.29] (Raden Ayu Suwandhi H.) 11364/7 <46+49!> < Raden Ayu Siti Katina [Ga.Hb.8.1] [Hb.6.11.1] 11766/7 <27+32> < Gusti Kanjeng Ratu Chondrokirono II [Hb.7.54] 12571/7 <27> < Gusti Bendoro Pangeran Haryo Pakuningrat [Hb.7.41]
12773/7 <27> < Bendoro Raden Mas Hirawan [Hb.7.48]
12874/7 <57> < Kanjeng Raden Tumenggung Yudonegoro IV (Mas.Gandakusuma)
12975/7 <49+46!> < Kanjeng Pangeran Haryo Suryadi [Hb.6.11.9] 13076/7 <46+54> < Raden Ayu Mangunjoyo I [Hb.5.8.2] [Hb.6.11.11] (Raden Ajeng Mustinah)
13177/7 <46+49!> < Raden Lurah Suryodiprojo I [Hb.5.8.3] [Hb.6.11.13] (Raden Mas Jiwanjono)
13278/7 <46+49!> < Kanjeng Raden Tumenggung Puspodiningrat [Hb.5.8.4] [Hb.6.11.20]
13379/7 <49+46!> < Raden Ayu Mangkukusumo [Hb.5.8.5] [Gp.Hb.7.17.1] [Hb.6.11.22] (Raden Ajeng Kusdilah / Raden Ayu Mangkukusumo Sepuh) 13480/7 <46+49!> < Raden Ayu Hatmosutejo [Hb.5.8.6] [Hb.6.11.23]
13581/7 <46+49!> < Raden Ayu Sujono Tirtokusumo [Hb.5.8.7] / Raden Ajeng Kadawarwati [Hb.6.11.24] 13682/7 <46+49!> < Raden Ayu Wironegoro [Hb.5.8.8] / Raden Ajeng Sumardiyah [Hb.6.11.25]
13783/7 <46+49!> < Raden Panji Joyowiloyo [Hb.5.8.9] / Raden Mas Dekok Van Lewen [Hb.6.11.26]
13884/7 <52+48!> < Raden Mas Soecipto Hadiwijoyo [Hb.5.9.1]
13985/7 <48+52!> < Raden Mas Soengkowo Hadiwijoyo [Hb.5.9.2]
14086/7 <52+48!> < Raden Mas Dracman Sahid Hadiwijoyo [Hb.5.9.3]
14187/7 <48> < Raden Ayu Jaenab [Hb.3.2.22.1.2]
14288/7 <48> < Raden Ayu Maemunah [Hb.3.2.22.1.3]
14389/7 <48> < Raden Ayu Khatijah [Hb.3.2.22.1.4]
14490/7 <48+252!> < Raden Ayu Salamah Soetomo [Hb.3.2.22.1.5]
14691/7 <32+95> < Raden Mas Atmosutejo [Hb.3.14.3.2] / [Hb.6.8.1]
14792/7 <32+95> < Raden Ayu Klayunedeng [Hb.3.14.3.3] / [Hb.6.8.2] 14893/7 <61+108> < Kanjeng Raden Tumenggung Mulyokusumo [Hb.4.9.1.1.1] / Kanjeng Raden Tumenggung Dodipuro [Hb.4.8.5.1.1]
14994/7 <61+108> < Kanjeng Raden Tumenggung Kromodeksono [Hb.4.9.1.1.2] / [Hb.4.8.5.1.2]
15095/7 <41+101> < Raden Mas Suryodirjo [Hb.6.5.8]
15196/7 <41+101> < Raden Ayu Projodipuro [Hb.6.5.7] 15297/7 <41+101> < Raden Ajeng Suyatinah [Hb.6.5.6]
15398/7 <41+101> < Raden Lurah Atmosuwarno [Hb.6.5.5]
15499/7 <41+101> < Kanjeng Raden Tumenggung Purbonegoro [Hb.6.5.4] 155100/7 <41+101> < Raden Ajeng Suyadiah [Hb.6.5.3]
156101/7 <27+33> < Bendoro Raden Ayu Purbonegoro [Hb.7.21] 157102/7 <41+101> < Raden Ayu Purbokusumo [Hb.6.5.2] 158103/7 <41+101> < Kanjeng Raden Tumenggung Danuhadiningrat [Hb.6.5.1] 159104/7 <44+105> < Kanjeng Raden Tumenggung Purbokusumo [Hb.6.9.3] 162106/7 <44+103> < Raden Wedono Atmowerdoyo [Hb.6.9.1]
163107/7 <44+104> < Raden Lurah Sosrowirono [Hb.6.9.2]
164108/7 <44+105> < Raden Lurah Sosrosebrongto [Hb.6.9.5]
165109/7 <44+105> < Raden Mas Samsidi [Hb.6.9.16]
166110/7 <44+104> < Raden Ayu Gondokusumo [Hb.6.9.6]
167111/7 <44> < Raden Ayu Mangunkusumo [Hb.6.9.7]
168112/7 <44+105> < Raden Ayu Purboningrat [Hb.6.9.8]
169113/7 <44+105> < Raden Ayu Hadiningrat [Hb.6.9.9]
170114/7 <44+105> < Raden Ayu Purbohadiningrat [Hb.6.9.11]
171115/7 <44+105> < Raden Bekel Atmosudirjo [Hb.6.9.12]
172116/7 <44> < Raden Ajeng Isdiyah [Hb.6.9.13]
173117/7 <44> < Raden Lurah Atmosutejo [Hb.6.9.14]
174118/7 <44+105> < Raden Ayu Kartokusumo [Hb.6.9.15]
175119/7 <27> < Bendoro Raden Mas Subono [Hb.7.70] 176120/7 <46+56> < Raden Ajeng Manyar [Hb.6.11.2]
177121/7 <46+56> < Raden Mas Dikwanis [Hb.6.11.3] (Raden Tumenggung Prawirodirejo)
178122/7 <46+56> < Raden Mas Kiswarin [Hb.6.11.4]
179123/7 <46+56> < Raden Mas Kodrat Samadikun [Hb.6.11.5] 180124/7 <46+56> < Raden Ajeng Karsinah [Hb.6.11.6]
181125/7 <46+56> < Raden Mas Mursidi [Hb.6.11.7] (Raden Tumenggung Jogonegoro)
184127/7 <27+48> < Bendoro Raden Ayu Jatikusumo [Hb.7.78] (R. A. Soeharsi Widianti) 186129/7 <46+54> < Raden Sayid Ashar [Hb.6.11.10]
188131/7 <46+54> < Raden Tumenggung Condroprojo / Raden Mas Mursahadah [Hb.6.11.19]
189132/7 <46+64> < Raden Mas Rebuahsasi [Hb.6.11.27] (Raden Bagus Kusumohalpito)
190133/7 <46+63> < Raden Ajeng Siti Mardinah / Raden Ayu Projosastrokusumo [Hb.6.11.29]
191134/7 <46+62> < Raden Ayu Kusumodilogo / Raden Ajeng Siti Rokhiyah [Hb.6.11.30] 192135/7 <46+63> < Raden Ajeng Napsiah [Hb.6.11.31]
193136/7 <46+60> < Raden Mas Mungsowarat / Raden Bekel Kawindrokusumo [Hb.6.11.32]
196139/7 <46+57> < Raden Ajeng Sudarmi [Hb.6.11.16]
197140/7 <46+62> < Raden Mas Arwah [Hb.6.11.28]
198141/7 <43+79> < Raden Ajeng Sapariyam [Hb.6.18.1]
199142/7 <43+88> < Raden Ajeng Saparinten [Hb.6.18.2]
200143/7 <43+88> < Raden Mas Suraji [Hb.6.18.6]
201144/7 <43+80> < Raden Ayu Sapariah [Hb.6.18.5]
202145/7 <43+88> < Raden Mas Sukarjo [Hb.6.18.7]
203146/7 <43+86> < Raden Mas Suharji [Hb.6.18.43]
204147/7 <43+90> < Raden Ajeng Atas Jinah [Hb.6.18.42]
205148/7 <43+90> < Raden Mas Sudibyo [Hb.6.18.41]
206149/7 <43+90> < Raden Ajeng Atas Diah [Hb.6.18.38]
207150/7 <43+87> < Raden Mas Suhaji [Hb.6.18.40]
208151/7 <43+90> < Raden Mas Sumintratmojo [Hb.6.18.37]
209152/7 <43+90> < Raden Mas Sudarmo [Hb.6.18.36]
210153/7 <43+89> < Raden Mas Sumadi [Hb.6.18.8] (Raden Mas Tirto Sudirjo)
211154/7 <43+89> < Raden Ajeng Supardinah [Hb.6.18.10]
212155/7 <43+87> < Raden Mas Sudibyo [Hb.6.18.39]
213156/7 <43+88> < Raden Ajeng Atas Tinah [Hb.6.18.11]
214157/7 <43+87> < Raden Ajeng Atas Tilah [Hb.6.18.18]
215158/7 <43+88> < Raden Mas Subarjo [Hb.6.18.12]
216159/7 <43+88> < Raden Mas Suparjo [Hb.6.18.30]
217160/7 <43+80> < Raden Ajeng Atasilah [Hb.6.18.9] 218161/7 <43+80> < Raden Ajeng Saparinah [Hb.6.18.26]
219162/7 <43+80> < Raden Mas Sumitro [Hb.6.18.27]
220163/7 <43+87> < Raden Mas Sudarsono [Hb.6.18.13]
221164/7 <43+84> < Raden Mas Sumarman [Hb.6.18.15] (Kanjeng Pangeran Haryo Tirtodiningrat) 222165/7 <43+84> < Raden Mas Sumantri [Hb.6.18.16]
223166/7 <43+87> < Raden Mas Sutoatmojo [Hb.6.18.14]
224167/7 <43+84> < Raden Ajeng Atas Tijah [Hb.6.18.17]
225168/7 <43+86> < Raden Mas Sudiyono [Hb.6.18.19]
226169/7 <43+85> < Raden Mas Suharjo [Hb.6.18.20] 227170/7 <43+86> < Raden Mas Suhardi [Hb.6.18.21]
228171/7 <43+86> < Raden Mas Sujoko [Hb.6.18.22]
229172/7 <43+82> < Raden Mas Sumarjo [Hb.6.18.23]
230173/7 <43+78> < Raden Mas Sumaryono [Hb.6.18.24]
231174/7 <43+81> < Raden Ajeng Marinah [Hb.6.18.28]
232175/7 <43+78> < Raden Mas Suprapto [Hb.6.18.25]
233176/7 <43+92> < Raden Mas Kasan (Twins/Kembar) [Hb.6.18.33]
234177/7 <43+81> < Raden Ajeng Suwarti [Hb.6.18.29]
235178/7 <43+92> < Raden Mas Kusen (Twins/Kembar) [Hb.6.18.34]
236179/7 <43+91> < Raden Ajeng Suparjiah [Hb.6.18.35]
237180/7 <43+81> < Raden Mas Sudiro [Hb.6.18.31]
238181/7 <43+92> < Raden Mas Jonobiraji [Hb.6.18.32]
239182/7 <43+84> < Raden Ajeng Atas Pinah [Hb.6.18.44]
240183/7 <43+83> < Raden Ajeng Atas Jinah [Hb.6.18.45]
241184/7 <43+78> < Raden Ajeng Atas Warin [Hb.6.18.4]
247188/7 <42+102> < Raden Ayu Yudodiningrat [Hb.6.23.1]
248189/7 <42+102> < Raden Ayu Salsiah Padmosudirjo [Hb.6.23.2] 249190/7 <42+102> < Raden Ayu Kusdinah Danuseputro [Hb.6.23.4]
250191/7 <42> < Raden Wedono Puspodirjo [Hb.6.23.3] (Kanjeng Raden Tumenggung Padmodiningrat)
251192/7 <27> < Bendoro Raden Ayu Mangunkusumo [Hb.7.71] 252193/7 <27+34> < Bendoro Raden Ajeng Kusjinah [Hb.7.2] / Raden Ayu Kanjeng Gusti 253194/7 <27+34> < Bendoro Raden Ayu Gusti Timur [Hb.7.3] (Gusti Raden Ayu Pembayun) 255196/7 <27+35> < Bendoro Raden Ajeng Partilah [Hb.7.6]
257198/7 <27+35> < Gusti Bendoro Raden Ayu Sosronegoro [Hb.7.11] 258199/7 <27+32+35> < Gusti Kanjeng Ratu Bendoro III [Hb.7.51] 259200/7 <27+40> < Bendoro Raden Ajeng Murlintangpajar [Hb.7.50]
260201/7 <27+39> < Gusti Bendoro Raden Ayu Brongtodiningrat I [Hb.7.47] 261202/7 <27+41> < Gusti Bendoro Raden Ayu Joyodipuro [Hb.7.46] 262203/7 <27+40> < Gusti Bendoro Pangeran Haryo Suryobrongto [Hb.7.45]
263204/7 <27+32> < Gusti Raden Ajeng Mursamsilah [Hb.7.44]
264205/7 <27+30> < Gusti Kanjeng Ratu Bendoro II [Hb.7.43] 266207/7 <27+30> < Gusti Kanjeng Ratu Hanom [Hb.7.40] 267208/7 <27+31> < Bendoro Raden Ayu Condroprojo [Hb.7.39] (Gusti Bendoro Raden Ayu Wiryokusumo) 268209/7 <27+47> < Bendoro Radem Mas Samsuyobali [Hb.7.77]
269210/7 <27+44> < Bendoro Raden Mas Sumaulngirki [Hb.7.73]
270211/7 <27+40> < Bendoro Raden Mas Pujiarjo [Hb.7.57]
271212/7 <27+49> < Bendoro Raden Mas Prawoto [Hb.7.63]
273214/7 <27+50> < Bendoro Raden Ajeng Murharidah [Hb.7.67]
274215/7 <27+44> < Gusti Bendoro Pangeran Haryo Joyokusumo II [Hb.7.59]
perkawinan: <203> < Raden Ajeng Suryadiya , Yogyakarta
275216/7 <27+32> < Gusti Raden Mas Suhardi [Hb.7.35]
276217/7 <27+32> < Gusti Pangeran Haryo Notoprojo [Hb.7.31] 277218/7 <27+38> < Bendoro Raden Mas Timur [Hb.7.25]
279220/7 <27+30> < Gusti Raden Ajeng Murhadiyah [Hb.7.28]
280221/7 <27+30> < Gusti Raden Mas Sukirno [Hb.7.29]
284225/7 <27+38> < Gusti Kanjeng Ratu Hangger II [Hb.7.33]
perkawinan: <210> < Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Kusumoyudo [Pb.10.5] (Bendoro Raden Mas Abimanyu) b. 17 Januari 1884 d. 16 Januari 1956, <211> < R. A. Setiopoespito b. 1894? d. 16 Mei 1985
286227/7 <27+31> < Gusti Bendoro Raden Ayu Yudonegoro II [Hb.7.19] (Bendoro Raden Ayu Cokdrodiningrat) 289230/7 <27+50> < Gusti Bendoro Raden Ayu Suryonegoro [Hb.7.76] 290231/7 <45> < Kanjeng Raden Tumenggung Suryonegoro [Hb.6.22.2] 291232/7 <27> < Gusti Bendoro Raden Ayu Brongtodiningrat II [Hb.7.74] 299240/7 <57+286!> < Raden Ajeng Suharti [Hb.7.19.1] (Bendoro Raden Ayu Suryohamijoyo) 300241/7 <39+99> < Raden Ayu Hadinegoro [Gp.Hb.7.13.1] [Hb.6.13.7] 302242/7 <62+109> < Raden Mas Prawironingrat
303243/7 <62+109> < Raden Mas Notoningrat Soetjipto
304244/7 <62+109> < Raden Mas Soeprapto 305245/7 <62+109> < R. A. Martodirdjo
306246/7 <62+109> < Raden Mas Soerojo Sosroningrat
307247/7 <62+109> < R. A. Soekapsilah
308248/7 <62+109> < Raden Mas Soejatmo
311249/7 <62+109> < Raden Mas Santjojo Sosroningrat
312250/7 <62+109> < R. A. Catharina Soekirin Sosroningrat
313251/7 <30> < R. A. Drijopoero 314252/7 <44+105> < Bendara Raden Ayu Koeshartati

8

Bobby menot.jpg
3171/8 <64+151> < Raden Mas Bobby Alexander Menot [Hb.6.17.5.2] (Bob)
lahir: Ranomuut, Manado
perkawinan: <224> < Etty Hansen
wafat: Brisbane, Australia
Tante wiez.png
3202/8 <64+151> < Raden Ayu Francina Louise Menot [Hb.6.17.5.5] (Wisa)
lahir: Ranomuut, Manado
perkawinan:
perkawinan: <225> < Eduard Kapel
wafat: Netherlands
Tente Zus.jpg
3213/8 <64+151> < Raden Ayu Marie Charlotte Menot [Hb.6.17.5.4] Menot (Zus)
lahir: Ronumuut, Manado
perkawinan: <226> < Olaf Nielsen
wafat: Denmark
4014/8 <128> < MAS Ajeng Cakrawedana / Krat Tjokrowedono
lahir: sepuh BUPATI BANYUMAS II/ BUPATI CILACAP I
3805/8 <82+154> < Raden Ajeng Kartini ? (Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat)
lahir: 21 April 1879, Jepara
perkawinan: <227> < Kanjeng Raden Mas Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
NMR: 12 November 1903
wafat: 17 September 1904, Rembang Regency
3726/8 <82> < Pangeran Adipati Ario Sosro Boesono / Pangeran Adipati Ario Sosrobusono
pekerjaan: 1905 - 1943, Ngawi, Bupati Ngawi
Bupati Ngawi
3887/8 <72> < Bendoro Raden Ayu Pintokopurnomo [Ga.Hb.9.1] [Hb.6.11.18.1] (Kanjeng Ratu Ayu Pintokopurnomo)
lahir: 22 November 1910
perkawinan: <315!> < Kanjeng Sultan Hamengku Buwono IX [Hb.8.16] (Gusti Raden Mas Dorodjatun) b. 12 April 1912 d. 1 Oktober 1988, Yogyakarta
3448/8 <63+131> < w Bendoro Raden Mas Tinggartala/Tingharto [Hb.8.14] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabuningrat)
lahir: 8 Juni 1911, Yogyakarta
pekerjaan: Universitas Islam Indonesia, Rektor
wafat: 31 Agustus 1982, Yogyakarta
Hb-ix.jpg
3159/8 <63+77!> < Kanjeng Sultan Hamengku Buwono IX [Hb.8.16] (Gusti Raden Mas Dorodjatun)
lahir: 12 April 1912, Ngasem (Kediri), Indonesia
perkawinan: <228> < Kanjeng Ratu Ayu Ciptomurti [Ga.Hb.9.4] [Hb.7.74.2] d. 30 Maret 1980
gelar: 1915, Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengku Negara Sudibya Raja Putera Narendra ing Mataram
perkawinan: <388!> < Bendoro Raden Ayu Pintokopurnomo [Ga.Hb.9.1] [Hb.6.11.18.1] (Kanjeng Ratu Ayu Pintokopurnomo) b. 22 November 1910, Yogyakarta
gelar: 18 Maret 1940 - 1 Oktober 1988, Yogyakarta, Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat
perkawinan: <229> < Bendoro Raden Ayu Widyaningrum [Ga.Hb.9.2] ? (Kanjeng Ratu Ayu Widyaningrum / Raden Ayu Siti Kustina, Purwowinoto) b. 1928
pekerjaan: 17 Agustus 1945 - 1 Oktober 1988, Yogyakarta, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
perkawinan: <230> < Kanjeng Ratu Ayu Hastungkoro [Ga.Hb.9.3] [Hb.7.13.18.2] (Bendoro Raden Ajeng Kusyadinah) , Yogyakarta
pekerjaan: 4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949, Jakarta, Menteri Pertahanan Indonesia ke-5
pekerjaan: 6 September 1950 - 27 April 1951, Jakarta, Wakil Perdana Menteri Indonesia ke-5
pekerjaan: 3 April 1952 - 30 Juli 1953, Jakarta, Menteri Pertahanan Indonesia ke-5
pekerjaan: 25 Juli 1966 - 24 Maret 1973, Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia ke-1
pekerjaan: 24 Maret 1973 - 23 Maret 1978, Jakarta, Wakil Presiden Indonesia ke-2
perkawinan: <231> < Kanjeng Ratu Ayu Nindyakirono [Ga.Hb.9.5] ? (Nurma Musa) b. 3 Desember 1930 d. 3 September 2015
wafat: 1 Oktober 1988, Washington, DC, USA
penguburan: 8 Oktober 1988, Imogiri
gelar: 8 Juni 2003, Jakarta, Mendapatkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia
Sri Sultan Hamengkubuwana IX (Bahasa Jawa: Sri Sultan Hamengkubuwono IX), lahir di Sompilan Ngasem, Yogyakarta, Indonesia, 12 April 1912 – meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun. Ia adalah salah seorang Sultan yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta (1940-1988) dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Biografi Lahir di Yogyakarta dengan nama G.R.M. Dorojatun pada 12 April 1912, Hamengkubuwana IX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Di umur 4 tahun Hamengkubuwana IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Rijkuniversiteit (sekarang Universiteit Leiden), Belanda ("Sultan Henkie").

Hamengkubuwana IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar "Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga". Ia merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat "Istimewa".

[1] Sebelum dinobatkan, Sultan yang berusia 28 tahun bernegosiasi secara alot selama 4 bulan dengan diplomat senior Belanda Dr. Lucien Adams mengenai otonomi Yogyakarta. Di masa Jepang, Sultan melarang pengiriman romusha dengan mengadakan proyek lokal saluran irigasi Selokan Mataram. Sultan bersama Pakualam adalah penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia. Sultan yang mengundang Presiden untuk memimpin dari Yogyakarta setelah Jakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda I.

Peran dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 [2] Peranan Sultan Hamengkubuwana IX dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 oleh TNI masih tidak singkron dengan versi Soeharto. Menurut Sultan, beliaulah yang melihat semangat juang rakyat melemah dan menganjurkan serangan umum. Sedangkan menurut Pak Harto, beliau baru bertemu Sultan malah setelah penyerahan kedaulatan. Sultan menggunakan dana pribadinya (dari istana Yogyakarta) untuk membayar gaji pegawai republik yang tidak mendapat gaji semenjak Agresi Militer ke-2.

Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.

Beliau ikut menghadiri perayaan 50 tahun kekuasaan Ratu Wilhelmina di Amsterdam, Belanda pada tahun 1938

Minggu malam 2 Oktober 1988, ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Indonesia.

Sultan Hamengku Buwana IX tercatat sebagai Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia antara 1945-1988 dan Raja Kesultanan Yogyakarta terlama antara 1940-1988.

Silsilah

Mata uang Indonesia yang bergambar Hamengkubuwana IXAnak kesembilan dari Sultan Hamengkubuwono VIII dan istri kelimanya RA Kustilah/KRA Adipati Anum Amangku Negara/Kanjeng Alit. Memiliki lima istri: 1.BRA Pintakapurnama/KRA Pintakapurnama tahun 1940 2.RA Siti Kustina/BRA Windyaningrum/KRA Widyaningrum/RAy Adipati Anum, putri Pangeran Mangkubumi, tahun 1943 3.Raden Gledegan Ranasaputra/KRA Astungkara, putri Raden Lurah Ranasaputra dan Sujira Sutiyati Ymi Salatun, tahun 1948 4.KRA Ciptamurti 5.Norma Musa/KRA Nindakirana, putri Handaru Widarna tahun 1976

Memiliki lima belas putra: 1.BRM Arjuna Darpita/KGPH Mangkubumi/KGPAA Mangkubumi/Sri Sultan Hamengkubuwono X dari KRA Widyaningrum 2.BRM Murtyanta/GBPH Adi Kusuma/KGPH Adi Kusuma dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan Dr. Sri Hardani 3.BRM Ibnu Prastawa/GBPH Adi Winata dari KRA Widyaningrum, menikah dengan Aryuni Utari 4.BRM Kaswara/GBPH Adi Surya dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan Andinidevi 5.BRM Arumanta/GBPH Prabu Kusuma dari KRA Astungkara, menikah dengan Kuswarini 6.BRM Sumyandana/GBPH Jaya Kusuma dari KRA Windyaningrum 7.BRM Kuslardiyanta dari KRA Astungkara, menikah dengan Jeng Yeni 8.BRM Anindita/GBPH Paku Ningrat dari KRA Ciptamurti, menikah dengan Nurita Afridiani 9.BRM Sulaksamana/GBPH Yudha Ningrat dari KRA Astungkara, menikah dengan Raden Roro Endang Hermaningrum 10.BRM Abirama/GBPH Chandra Ningrat dari KRA Astungkara, menikah dengan Hery Iswanti 11.BRM Prasasta/GBPH Chakradiningrat dari KRA Ciptamurti, menikah dengan Lakhsmi Indra Suharjana 12.BRM Arianta dari KRA Ciptamurti, menikah dengan Farida Indah. 13.BRM Sarsana dari KRA Ciptamurti 14.BRM Harkamaya dari KRA Ciptamurti 15.BRM Svatindra dari KRA Ciptamurti

Memiliki tujuh putri: 1.BRA Gusti Sri Murhanjati/GKR Anum dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan Kolonel Budi Permana/KPH Adibrata yang menjadi Gubernur Sulawesi Selatan 2.BRA Sri Murdiyatun/GBRAy Murda Kusuma dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan KRT Murda Kusuma 3.BRA Dr Sri Kuswarjanti/GBRAy Dr. Riya Kusuma dari KRA Widyaningrum, menikah dengan KRT Riya Kusuma 4.BRA Dr Sri Muryati/GBRAy Dr. Dharma Kusuma dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan KRT Dharma Kusuma 5.BRA Kuslardiyanta dari KRA Ciptomurti 6.BRA Sri Kusandanari dari KRA Astungkara 7.BRA Sri Kusuladewi/BRAy Padma Kusuma dari KRA Astungkara, menikah dengan KRT Padma Kusuma

Pendidikan Taman kanak-kanak atau Frobel School asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul Eerste Europese Lagere School (1925) Hogere Burger School (HBS, setingkat SMP dan SMU) di Semarang dan Bandung (1931) Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) kemudian ekonomi

Jabatan

Sultan Hamengkubuwana IX dalam masa Revolusi Nasional Indonesia sekitar akhir 1940-an.Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945) Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947) Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (3 Juli 1947 - 11 November 1947 dan 11 November 1947 - 28 Januari 1948) Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949) Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949) Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950) Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 - 27 April 1951) Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951) Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956) Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957) Ketua Federasi ASEAN Games (1958) Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959) Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963) Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966) Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966) Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968) Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968) Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968) Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 - 23 Maret 1978)

Pahlawan Nasional

Hamengkubuwana IX diangkat menjadi pahlawan nasional Indonesia tanggal 8 Juni 2003 oleh presiden Megawati Soekarnoputri
32210/8 <63+130> < Gusti Bendoro Pangeran Haryo Suryobrongto [Hb.8.23] (Bendoro Raden Mas Alposuatlamin)
lahir: 11 November 1914, Yogyakarta
perkawinan: <318!> < Raden Ayu Anjaswati [Hb.6.17.3.3] (Raden Ayu Suryobrongto)
wafat: 13 Januari 1985
G.B.P.H. Suryobrongto. Putra Sri Sultan Hamengku Buwana VIII, lahir tanggal 11 Nopember 1914 dan menamatkan pendidikan AMS jurusan Sastra Timur tahun 1936. Beliau belajar menari sejak kecil dan terus mendalami tari hingga dewasa. Dalam pagelaran-pagelaran wayang wong di Kraton beliau pernah berperan sebagai Pathut Guritno, Bathara Bromo, dan R. Gathotkoco, dalam Beksan Lawung bertindak sebagai lurah.

Secara khusus beliau berguru tari kepada G.P.H Tedjokusumo, K.R.T Condrodiningrat, RM. Dutodiprojo, K.R.T. Padmodiningrat, R.W. Hatmodijoyo dan KPH Brongtodiningrat. Beliau pernah menjabat sebagai sekretaris pribadi Sri Sultan Hamengku Buwana IX, aktif ikut serta mengembangkan tari klasik gaya Yogyakarta. Pada Tahun 1933-1944 menjadi guru tari klasik di Krida Beksa Wirama, menjadi guru tari di Kraton Yogyakarta ( 1944-1945) dan menjadi guru tari di Among Beksa Kraton Yogyakarta dan pernah mengajar Akademi Tari Indonesia Yogyakarta ( 1967-1969).

Suryobrongto secara khusus juga menekuni filsafat Joged Mataram. Karya-karya tulis di bidang tari antara lain : Tari Klasik Gaya Yogyakarta, Kaidah Tari Klasik Gaya Yogyakarta. Selain memberi ceramah-ceramah mengenai tari klasik, ikut mengembangkan dan membuat ragam tari golek menak. Beliau ikut serta melawat ke luar negeri sebagai Art Director dari tim kesenian Siswo Among Bekso antara lain ke Eropa Barat ( 1971), Hongkong dan Jepang (1973) dan ikut serta menangani perlawatan rutin Siswo Among Bekso berpentas di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Dalam Pergelaran Langen Bekso Gagrag Ngayogyakarta tahun 1981, GBPH Suryobrongto bertindak selaku penasehat tari.
Djatikusumo.jpg
32911/8 <112+149> < Kanjeng Pangeran Haryo Djatikusumo [Pb.10.23] (Bendoro Kanjeng Pangeran Haryo Purbonegoro)
lahir: 1 Juli 1917, Solo
perkawinan: <184!> < Bendoro Raden Ayu Jatikusumo [Hb.7.78] (R. A. Soeharsi Widianti) , Yogyakarta
lahir: 1 Juni 1946 - 1 Maret 1948, Rembang, Panglima Divisi V Ronggolawe
pekerjaan: 1948 - 1949, Jakarta, Kepala Staf TNI Angkatan Darat I
pekerjaan: 1958 - 1960, Singapura, Duta Besar RI untuk Singapura
pekerjaan: 1959 - 1960, Jakarta, Menteri Muda Perhubungan Darat dan Pos, Telegraf dan Telepon Kabinet Kerja I
pekerjaan: 1960 - 1962, Jakarta, Menteri Perhubungan Darat dan Pos, Telegraf dan Telepon Kabinet Kerja II
pekerjaan: 1962 - 1963, Jakarta, Menteri Muda Perhubungan Darat dan Pos, Telegraf dan Telepon Kabinet Kerja III
wafat: 4 Juli 1992
Kustihadi.jpg
32512/8 <69+?> < Raden Ayu Kustihadi [Hb.6.17.2.3]
lahir: 19 Januari 1919, Yogyakarta
perkawinan: <232> < Ki Hadisukatno / Ki Sukatno b. 26 Mei 1915 d. 12 November 1983, Yogyakarta, Bertempat di Ndalem Tejokusuman
wafat: 1 Oktober 1974, Yogyakarta, Dimakamkan di Taman Widyabrata, Yogyakarta
111813/8 <112+149> < G. K. R. Pembajoen
lahir: 25 Maret 1919
perkawinan: <233> < R. A. A. M. Sis Tjakraningrat d. 24 September 1992
perkawinan: <234> < R. A. A. Muhammad Roeslan Tjakraningrat , <235> < R. A. Hatimah
wafat: 10 Juli 1988, Ciputat, Tangerang Selatan
penguburan: Imogiri, Bantul
59914/8 <173> < Raden Ayu Surtiadiwati Suryomataram [Hb.6.9.14.1]
Gusti nurul.jpg
109015/8 <185+188> < Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani / Gusti Noeroel
lahir: 17 September 1921, Surakarta
perkawinan: <236> < Raden Mas Soerjosoejarso
wafat: 10 November 2015, Bandung
Gusti Noeroel terkenal memiliki paras yang cantik. Karena kecantikannya, pada saat itu Gusti Noeroel menjadi primadona di Kota Solo dan didambakan para tokoh negara. Mulai dari mantan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang biasa mengirimkan kado melalui sekretarisnya ke kediaman Gusti Noeroel di Pura Mangkunegaran ketika rapat kabinet digelar di Yogyakarta. Gusti Noeroel juga didambakan oleh Kolonel GPH Djatikusumo, salah seorang prajurit militer. Yang menarik adalah mantan Presiden Soekarno yang juga tertarik dengan Gusti Noeroel namun konon kalah bersaing dengan Sutan Sjahrir.[3] Tokoh negara lainnya yang mencoba meminang Gusti Noeroel adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang memiliki 9 orang selir. Namun semua tokoh tersebut tidak ada satupun yang berhasil memikat hati Gusti Noeroel. Putri bangsawan ini memutuskan untuk menerima pinangan seorang militer berpangkat letnan kolonel yang bernama RM Soerjo Soejarso.

Kecantikan Gusti Noeroel yang termasyhur ini juga dibarengi dengan kepiawaiannya menari. Suatu kali, di usianya yang masih 15 tahun, Gusti Noeroel diminta datang secara khusus untuk menari di hadapan Ratu Wilhelmina di Belanda. Tarian tersebut dipersembahkan sebagai kado pernikahan Putri Juliana. Menariknya, saat itu rombongan dari Mangkunegaran tidak membawa gamelan untuk mengiringi tarian Gusti Nurul. Tarian itu diiringi alunan gamelan yang dimainkan dari Pura Mangkunegaran dan dipancarkan melalui Solosche Radio Vereeniging, yang siarannya bisa ditangkap dengan jernih di Belanda[4].

Gusti Noeroel juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang membidani berdirinya Solosche Radio Vereeniging, stasiun radio pertama di Indonesia.
Sientje Menot.jpg
38616/8 <64+151> < Raden Ayu Sientje Menot [Hb.6.17.5.3]
lahir: 1922, Ranomuut, Manado
wafat: 7 Juni 1945, Ranomuut, Manado
36617/8 <63+134> < Bendoro Raden Ajeng Siti Sutyanti [Hb.8.29] (Gusti Bendoro Raden Ayu Puspoharsono Jayaningrat)
lahir: 3 Juni 1923
perkawinan: <237> < Raden Puspoharsono Jayaningrat
45018/8 <104+145> < Raden Mas Sudikno [Hb.6.20.21.1] (Raden Mas Mertokusumo)
lahir: 7 Desember 1924, Surabaya
111019/8 <301+135> < Soediro Alimoerto
lahir: 9 Agustus 1925
111120/8 <309> < R. A. Maria Siti Soedarti Sosroningrat
lahir: 8 September 1925, Dobo, Kepulauan Aru
Bersekolah di Middelbare Handelsschool, Tempelstraat 4 (kini Jl. Kepanjen), Surabaya. Lalu bekerja sebagai pegawai Tata Usaha di Fak. Teknik Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta
31621/8 <64+151> < Raden Mas Robert Mauritz Menot [b.VI.17.5.6]
lahir: 23 Oktober 1927, Manado
perkawinan: <238> < Toeti Sjamsuddin b. 8 Agustus 1928 d. 16 Juli 2005, Jakarta, Immanuel Church
wafat: 20 Juni 2000, Jakarta
RM. Menot Junior, adalah putra bungsu dari RM. Menot (RM. Sujono). Pada masa penjajahan Jepang, keluarga RM. Menot (di Manado saat itu) meninggalkan rumah dan ikut bergerilya di hutan. RM. Menot Jr ini bertugas mencari makan dengan menyeberangi sungai guna menghindari tentara Jepang.

RM. Menot Jr, bekerja pada instansi pemerintah Duane (sekarang Bea dan Cukai). Beliau pernah ditugaskan di Biak, Papua pada tahun 1962-1963 saat penyerahakan Papua ke tangan Indonesia. Menurut rekan seangkatan yang hadir saat pemakaman beliau, penyerahan Papua dari Belanda kepada RI di Duane, diserahkan kepada RM. Menot. Bisa jadi beliau adalah Kepala Bea Cukai pertama di tanah Papua (Biak).

Tahun 1982 beliau pensiun dari Bea Cukai dengan kedudukan terakhir di kantor Pusat Bea Cukai Rawamangun. Setelah itu beliau masih diperbantukan di BKPM Jakarta selama 2 tahun berikutnya. Sampai dengan pensiun, mobil dinas yang dipakai tetap sama, Toyota Land Cruiser keluaran 1968. Jeep canvas istilahnya. Mobil ini tetap dipakainya sampai pensiun meski kepangkatan beliau cukup tinggi, tetapi mobilnya tidak mau diganti.

Jaman dulu, belum ada istilah gratifikasi. Setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, parcel yang beliau terima (dikirim ke rumah), bisa memenuhi kamar seluar 3x2m. Semua disimpan di kamar itu dan tidak boleh dibuka sampai malam Natal. Setiap malam Natal dan malam Tahun Baru, banyak kolega dan saudara-saudara yang berkumpul di rumahnya di kawasan Tebet Timur. Namun, setelah beliau tidak lagi menjabat, boro-boro dateng, parcel saja tidak ada yang mampir.

Ada kisah yang disampaikan oleh supir beliau (pak Rahman), "Pernah suatu kali, Papi itu didatangi Cina di kantor. Kalau orang lain mah di kasih amplop, kalau Papi dikasih duit sekoper. Tapi tau gak, Cina itu diusir dan kopernya dibuang sama Papi ke luar kantor. Itu Papi kamu".

Ketika masih bekerja, anak-anaknya sering diajak berenang di kolam renang Bojanatirta, Rawamangun. Kolam renang yang berada di dalam lingkungan kompleks perumahan Karyawan BC (Bea dan Cukai) di Jakarta Timur. Memang hobby beliau itu olahraga. Main tennis rutin setiap minggu, tenis meja di rumah, dan terakhir yang tidak pernah lepas dari tangannya, solitaire. Ya, beliau adalah seorang pendiam, tidak banyak bicara. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk main kartu sendiri, sampai kemudian anak bungsunya rajin membelikan TTS (teka-teki silang) sepulang kuliah.

Meskipun terlahir dari bapak Jawa dan ibu Manado, sosialisasi kultural yang diterapkan pada keluarga lebih condong pada budaya Manado. Demikian pula dengan nama keluarga (fam) yang digunakan secara turun temurun, lebih mengikuti pola budaya Manado ketimbang Jawa. Oleh saudara-saudaranya dari Jogja, beliau biasa dipanggil Oom Robbi, sementara untuk ayahnya dipanggil Eyang Menot.

RM. Menot Jr meninggal di rumah sakit Mitra Jatinegara (saat ini namanya RS. Premiere Jatinegara) pada tahun 2000 dalam usia 72 tahun. Beliau memang perokok berat, bukan rokok lagi tapi cerutu. Beliau paling senang bila adik-adiknya dari Holland datang ke Jakarta, bukan cuma kangen, tapi cerutu Westmeister-nya. Jika tidak ada, maka cerutu Adipati-lah yang selalu nangkring dibibirnya.
111222/8 <309> < Raden Ajeng Elisabeth Soeparti Sosroningrat
lahir: 19 November 1928, Donggala
Bersekolah di Kweekschool (sekolah guru atas) Stella Duce, Jl. Sumbing no. 1, Yogyakarta. Selulus kweekschool, melanjutkan pendidikan ke Belanda. Lalu bekerja sebagai guru di SLB A, Bandung. RA. Elisabeth Soeparti Sosroningrat tidak menikah.
41423/8 <111+166> < Raden Mas Soerjodrijantoro/Suryodriyantoro [Hb.6.20.29.2] (Romo Suryo)
lahir: 1930
wafat: 1992, Kuncen
110724/8 <301+135> < Bambang Sokawati Dewantara
lahir: 9 Maret 1930
111325/8 <309> < w Raden Mas Fransiskus Harsono Sosroningrat
lahir: 27 Juli 1931, Yogyakarta
perkawinan: <239> < R. A. Clara Siti Katijah Mangoenwinoto
33026/8 <68> < Raden Ayu Hardiyah [Hb.6.17.3.6]
lahir: 5 Juni 1932, Yogyakarta
wafat: 3 Februari 2024, Yogyakarta
110627/8 <301+135> < Sjailendra Widjaja
lahir: 28 September 1932
45228/8 <104+145> < Raden Mas Soekemi Mertokoesoemo [Hb.6.20.21.3]
lahir: 22 November 1932, Yogyakarta
lahir: 27 Februari 1993, Surabaya
111429/8 <309> < R. A. Theresia Hartini Goestin Sosroningrat
lahir: 1 Desember 1932, Semarang
Menempuh pendidikan keperawatan di RS St. Elizabeth, Candi Baru, Semarang
Oetarti notodirdjo.jpg
57130/8 <66+150> < Raden Ayu Oetarti Notodirdjo [Hb.6.17.4.6]
lahir: 10 Juli 1933, Semarang
perkawinan: <240> < Edhi Soejitno b. 21 Desember 1929
wafat: 27 Agustus 2008, Semarang, Disarekan Pasarean Kuncen Yogyakarta
45331/8 <104+145> < Raden Ayu Sriwidayati [Hb.6.20.21.4]
lahir: 17 Oktober 1935, Yogyakarta
111532/8 <309> < Raden Mas Maria Benediktus Soeprapto Sosroningrat
lahir: 11 Juni 1936, Semarang
Mengecap pendidikan di IKIP Bandung.
111633/8 <309> < Raden Mas Maria Emanuel Jaktiawa Amir Katamsi Sosroningrat
lahir: 24 Desember 1938, Yogyakarta
Bersekolah di SMA De Brito, Yogyakarta
45434/8 <104+145> < Raden Mas Soeseto Mertokoesoemo [Hb.6.20.21.5]
lahir: 6 Juli 1939, Yogyakarta
111735/8 <309> < Raden Mas Agustinus Maria Widodo Sosroningrat
lahir: 22 Januari 1941, Surabaya
57036/8 <66+150> < Raden Mas Oetomo Notodirdjo [Hb.6.17.4.7]
wafat: 19 Desember 1943, Yogyakarta, Disarekan Pasarean Kuncen Yogyakarta
42437/8 <111+166> < Raden Mas Roostamhadi [Hb.6.20.29.12] (Romo Chunk)
lahir: 1947, Yogyakarta
Raden Mas Utoyo Notodirjo.jpg
57538/8 <66+150> < Raden Mas Oetojo Notodirdjo [Hb.6.17.4.2]
wafat: 24 Februari 1949, Yogyakarta, Disarekan Di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Yogyakarta
RM Oetojo Notodirjo memilih hidupnya masuk dalam dunia militer pasca kemerdekaan Negara indonesia. Mendaftar melalui Taruna Militiare Academie Yogyakarta atau dikenal dengan Akademi Militer Yogyakarta sebagai Angkatan Pertama, Tempat akademi militer terletak di Kodya Yogyakarta tepatnya di kecamatan Gondokusuman kelurahan Kotabaru. Secara geografis Kotabaru berbatasan dengan Kali Code dan Jogoyudan bagian sebalah barat, sebelah selatan berbatasan dengan daerah Lempuyangan Kecamatan Danurejan. Sewaktu taruna sangat cerdas dan berbakat, dibuktikan menjadi Ketua senat taruna (senator Prases) dalam AM Yogyakarta angkatan I sebagai pimpinan dari korp taruna. Senat taruna tidak hanya mengurusi organisasi intern di akademi saja, tetapi juga melakukan hubungan dengan akademi militer, atau organisasi kelaskaran lain [1] - Makalah PEMBENTUKAN AKADEMI MILITER YOGYAKARTA 1945-1950 oleh Kuswono. RM Oetojo Notodirdjo juga menjadi lulusan terbaik angkatan pertama Akademi Militer Yogyakarta, yang nantinya pula menjadi pengasuh yang mendampingi para cadet

Saat Agresi Militer II, tepatnya pada tanggal 24 februari 1949 meletuslah pertempuran sengit di dekat desa plataran, yang mengakibatkan banyak cadet dan pejuang gugur, diantaranya yang gugur adalah Letda Thobias Pasuat Kandou, Vaandrig Cadet Anto Soegijarto, Vaandrig Cadet Abdoel Djalil, Vaandrig Cadet Sarsanto, Letda R.M. Oetojo Notodirdjo, dan Letda Koesnodanoedjo, Letda R. Sukoco, Vaandrig Cadet Husen, Vaandrig Cadet Sumartal, Vaandrig Cadet Susanto, Vaandrig Cadet Suharsono dan Vaandrig Cadet Subiyakto [2] [3].

RM Oetojo Notodirdjo selaku pimpinan, menunjukan ketauladanannya dengan mengambil alih sepucuk Bren dari seorang kadet yang luka parah, ia berusaha menahan gerak maju tentara Belanda dan melindungi para kadet yang sedang mundur, sampai akhirnya ia sendiri gugur. Nama almarhum diabadikan sebagai nama Lapangan Halang Rintang R.M. Oetojo Notodirdjo di AKMIL Magelang.
31939/8 <64+151> < Raden Ayu Adelheid Eva Sophia Menot [Hb.6.17.5.1]
lahir: Ranomuut, Manado
perkawinan: <241> < Willem Aurelius Lucas Mokalu
wafat: 3 Agustus 1951
91540/8 <242+143> < Raden Ajeng Andini Dewi [Hb.7.68.15] (Bendoro Raden Ayu Hadisuryo)
lahir: 28 Oktober 1956, Yogyakarta
perkawinan: <242> < Bendoro Raden Mas Kasworo [Hb.9.8] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Hadisuryo) b. 19 Februari 1951
57441/8 <66+150> < Raden Mas Usodo Notodirdjo [Hb.6.17.4.3]
perkawinan: <577!> < Raden Ayu Atasti [Hb.6.18.4.10]
pekerjaan: 13 April 1981, Norway, Ambassador of Indonesia to Norway
57642/8 <66+150> < Raden Ayu Utari Notodirjo [Hb.6.17.4.1]
perkawinan: <243> < H.r. Suparto
wafat: 7 Oktober 2016, Jakarta, Burried in Pasarean Karangturi Yogyakarta
39343/8 <115+599!> < Raden Ayu Japroet Saronto [Hb.7.55.3]
perkawinan: <244> < Saronto
wafat: 29 Juni 2019, Jakarta
penguburan: Yogyakarta
92144/8 <242+143> < Raden Mas Sutarsin [Hb.7.68.9]
wafat: 19 Desember 2019, Yogyakarta, Pemakaman Kuncen
31845/8 <68> < Raden Ayu Anjaswati [Hb.6.17.3.3] (Raden Ayu Suryobrongto) 32346/8 <69+78!> < Raden Mas Ristidjo [Hb.6.17.2.1]
32447/8 <69+78!> < Raden Ayu Sutihadinah [Hb.6.17.2.2] 32648/8 <69+?> < Raden Mas Koestidjo [Hb.6.17.2.4] 32850/8 <68> < Raden Mas Suparto [Hb.6.17.3.4] 33151/8 <68> < Raden Mas Sugeng Sudarto / Kanjeng Raden Tumenggung Dutodiprojo [Hb.6.17.3.7] (Raden Bagus Sugeng Sudarto)
perkawinan: <249> < S. Murkatri d. 16 Desember 2017
33252/8 <68> < Raden Mas Suharto Hendromardowo [Hb.6.17.3.2] 33353/8 <68> < Raden Mas Sutarto Hadiyuwono [Hb.6.17.3.1] 33454/8 <67+153> < Raden Ayu Kusri Sulastri Sunaryo [Hb.6.17.6.3] 33555/8 <67+153> < Raden Ayu Kustiati [Hb.6.17.6.2]
33656/8 <67+153> < Raden Ayu Kustinah [Hb.6.17.6.1] 33757/8 <63+131> < Bendoro Raden Mas Rasisulngaskari [Hb.8.22] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Bintoro) 33858/8 <63+131> < Bendoro Raden Mas Mustari [Hb.8.5]
34060/8 <63+132> < Bendoro Raden Mas Sungangusamsi [Hb.8.8] (Bendoro Pangeran Haryo Puruboyo) 34262/8 <63+130> < Bendoro Raden Mas Sudiarso [Hb.8.10]
34363/8 <63+130> < Bendoro Raden Mas Kartolo [Hb.8.13] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Mangkudiningrat) 34564/8 <63+130> < Bendoro Raden Mas Duryatnanu [Hb.8.20]
34665/8 <63+387!> < Bendoro Raden Mas Mahikyaun [Hb.8.21] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Suryowijoyo)
34766/8 <63+77!> < Bendoro Raden Mas Makanulmunojati [Hb.8.27] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Pujokusumo)
34867/8 <63+134> < Bendoro Raden Mas Pelukuluki [Hb.8.28] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Suryoputro)
34968/8 <63> < Bendoro Raden Mas Muposolukatini [Hb.8.25]
35069/8 <63+486!> < Bendoro Raden Mas Sahadatsatir [Hb.8.32]
35170/8 <63+134> < Bendoro Raden Mas Hening [Hb.8.33] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Yudonegoro)
35271/8 <63> < Bendoro Raden Mas Bonokamsi [Hb.8.34] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Dipoyono)
35372/8 <63+134> < Bendoro Raden Mas Satriyo [Hb.8.36] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Benowo [Hb.7.7.1.1]) 35473/8 <63+134> < Bendoro Raden Mas Danangjoyo [Hb.8.40]
35574/8 <63+486!> < Bendoro Raden Mas Robin Haryani [Hb.8.41] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Puger) 35675/8 <63+130> < Bendoro Raden Ajeng Gusti Siti Sudarmiyah [Hb.8.1] (Gusti Kanjeng Ratu Pembayun) 35776/8 <63+130> < Bendoro Raden Ajeng Siti Sayadi [Hb.8.3] (Gusti Bendoro Raden Ayu Sindurejo) 35877/8 <63+131> < Bendoro Raden Ajeng Siti Sadari [Hb.8.4] (Gusti Bendoro Raden Ayu Purbowinoto) 35978/8 <63+130> < Bendoro Raden Ajeng Siti Kadarmi [Hb.8.6] (Gusti Bendoro Raden Ayu Jayaningrat) 36079/8 <63+132> < Bendoro Raden Ajeng Siti Kajananywo [Hb.8.11] (Gusti Bendoro Raden Ayu Joyowinoto) 36180/8 <63+132> < Bendoro Raden Ajeng Siti Nurywadinah [Hb.8.15] (Gusti Bendoro Raden Ayu Condrodiningrat) 36281/8 <63+130> < Bendoro Raden Ajeng Siti Kuswanayi 36382/8 <63+132> < Bendor Raden Ajeng Siti Sriwayati [Hb.8.18] (Gusti Bendoro Raden Ayu Purboseputro) 36483/8 <63+131> < Bendoro Raden Ajeng Siti Swandari [Hb.8.19] (Bendoro Raden Ayu Purwodiningrat) 36584/8 <63+131> < Bendoro Raden Ajeng Siti Hilalulngasarati [Hb.8.24] (Gusti Bendoro Raden Ayu Kusumodiningrat) 36785/8 <63+134> < Bendoro Raden Ajeng Siti Pandansari [Hb.8.31] (Gusti Bendoro Raden Ayu Sumarman) 36886/8 <63+486!> < Bendoro Raden Ajeng Siti Mutosangilun [Hb.8.12]
36987/8 <63+486!> < Bendoro Raden Ajeng Siti Prayuti [Hb,8.37]
37088/8 <63+134> < Bendoro Raden Ajeng Siti Widyastuti [Hb.8.38] (Bendoro Raden Ayu Suwarno Handayaningrat) 37189/8 <63+486!> < Bendoro Raden Ajeng Siti Sutarmin [Hb.8.39]
37390/8 <82+?> < Raden Ayu Sulastri
37491/8 <82+?> < Raden Ayu Rukmini
37592/8 <82+?> < Raden Ayu Kardinah
Ist RMAA Reksonegoro, Bupati Tegal
37693/8 <82+?> < Raden Ayu Kartinah
37794/8 <82+?> < Raden Mas Panji Muljono
37895/8 <82+?> < Raden Ayu Sumantri
37996/8 <82+?> < Raden Mas Panjiruwito
38197/8 <82+155> < Raden Mas Sosrokartono
38298/8 <84> < Raden Ayu Saelah [Hb.6.20.1.1] (Raden Ayu Prawirodiharjo)
38399/8 <84> < Raden Ayu Sayatijah [Hb.6.20.1.2] (Raden Ayu Kusumobroto)
384100/8 <84> < Raden Mas Untung [Hb.6.20.1.3] (Raden Lurah Yudowinoto)
385101/8 <84> < Raden Mas Sabar [Hb.6.20.1.4] (Raden Bagus Joyoprayitno)
387102/8 <157+159!> < Bendoro Raden Ayu Rukmidiningdia [Ga.Hb.8.4] [Hb.6.9.3.1] (Bendoro Raden Ayu Rukhihadiningdyah) 389103/8 <121+172> < Raden Lurah Ronoseputro [Hb.7.13.18] (Raden Gledegan Ronoseputro) 390104/8 <115+599!> < Raden Mas Mesyas F. Pannie [Hb.6.9.14.1.1]
391105/8 <115+599!> < Raden Mas Jegot [Hb.7.55.1]
392106/8 <115+599!> < Raden Mas Grangsang S. [Hb.7.55.2]
394107/8 <115+599!> < Raden Ayu Dloereg Poernomosidi Hadjisaroso [Hb.7.55.4] 395108/8 <115+599!> < Raden Ayu Jcm. Gresah [Hb.7.55.5] (Raden Ayu Harjokusumo) 396109/8 <115+599!> < Raden Ayu Semplah [Hb.7.55.6]
397110/8 <81+112> < Bendoro Pangeran Haryo Pakuningrat
398111/8 <81+112> < Bendoro Pangeran Haryo Cokrodiningrat ? (Hamengku Buwono VII)
399112/8 <81+112> < Bendoro Raden Ayu Atmo Condrokusumo / Bendoro Raden Ajeng Siti Putria
400113/8 <81+112> < Bendoro Raden Ayu Atmo Condroseputro / Bendoro Raden Ajeng Siti Surat Kabirun
402114/8 <83+156> < Raden Ayu Sudiatinah [Hb.6.20.30.1]
403115/8 <83+156> < Raden Ayu Sri Luhur Sudarinah [Hb.6.20.30.2] (Raden Ayu Sutiarjo)
404116/8 <83+156> < Raden Ajeng Suryantinah [Hb.6.20.30.3] (Raden Ayu Juardi)
405117/8 <83+157> < Raden Mas Suryadi [Hb.6.20.30.4]
406118/8 <83+157> < Raden Mas Purwanto Sudiro [Hb.6.20.30.5] (Romo Poeng)
407119/8 <83+157> < Raden Ajeng Sri Suwarni / Minul [Hb.6.20.30.6] (Raden Ayu Raharjodiposubroto)
408120/8 <83+157> < Raden Mas Tri Suwarno [Hb.6.20.30.7]
409121/8 <83+157> < Raden Ayu Nani Sudaltinah [Hb.6.20.30.8] (Raden Ayu Wahyanto) 410122/8 <83+157> < Raden Mas Sudiharto [Hb.6.20.30.9]
411123/8 <83+157> < Raden Mas Sudiwarno [Hb.6.20.30.10]
412124/8 <83+157> < Raden Mas Budisantoso [Hb.6.20.30.11]
413125/8 <111+166> < Raden Ayu Roosretnodrijanti [Hb.6.20.29.1]
415126/8 <111+166> < Raden Mas Soerjodrijasmoro/Suryodriyasmoro [Hb.6.20.29.3] (Romo Dri)
416127/8 <111+166> < Raden Mas Soerjodrijardono/Suryodriyardono [Hb.6.20.29.4] (Romo Don)
417128/8 <111+166> < Raden Ayu Retnopugiarti [Hb.6.20.29.5]
418129/8 <111+166> < Raden Mas Soerjopugiarto [Hb.6.20.29.6] (Romo Genthong)
419130/8 <111+166> < Raden Ayu Retnopugiartati [Hb.6.20.29.7]
420131/8 <111+166> < Raden Ayu Retnopugiartinah / [Hb.6.20.29.8] (Sitiumyumkasihan)
421132/8 <111+166> < Raden Ajeng Rooswandari [Hb.6.20.29.9] (Raden Ayu Sunandar)
422133/8 <111+166> < Raden Mas Rooswindo/Rooswondo [Hb.6.20.29.10] (Romo Kenthut)
423134/8 <111+166> < Raden Mas Rooswindijatmo [Hb.6.20.29.11]
425135/8 <110+165> < Raden Ayu Kusumardiyah [Hb.6.20.28.4] (Raden Ayu Mugiarjo) 426136/8 <108+164> < Raden Mas Sutihartono Kiswarin [Hb.6.20.26.1]
427137/8 <108+164> < Raden Ayu Sutihartati [Hb.6.20.26.2] (Raden Ayu Kawindro Kusumo) 428138/8 <108+164> < Raden Ayu Sutihartinah [Hb.6.20.26.3] (Raden Ayu Suharjo)
429139/8 <107> < Raden Ajeng Kuswantinah [Hb.6.20.25.1] (Raden Ayu Ibnu Atas Pugiarto) 430140/8 <107> < Raden Ajeng Koeswandiyah [Hb.6.20.25.2] (Raden Ayu Siswopermadi)
431141/8 <107> < Raden Mas Kuswantoro [Hb.6.20.25.3]
432142/8 <107> < Raden Mas Kuswanadji [Hb.6.20.25.4]
433143/8 <107> < Raden Mas Kuswandiyono [Hb.6.20.25.5] (Romo Mentheg)
434144/8 <107> < Raden Ayu Kuslaswisuryantirah [Hb.6.20.25.6] (Raden Ayu Sugiantoro) 435145/8 <107> < Raden Ayu Kusharti [Hb.6.20.25.7]
436146/8 <107> < Raden Mas Kustamto [Hb.6.20.25.8]
437147/8 <106> < Raden Mas Ibnu Suwardo [Hb.6.20.24.1] (Romo Mamiek)
438148/8 <106> < Raden Mas Ibnu Suwardi [Hb.6.20.24.2] (Romo Kampiun)
439149/8 <106> < Raden Mas Ibnu Sudarmadji [Hb.6.20.24.3]
440150/8 <106> < Raden Ajeng Siti Rahmani [Hb.6.20.24.4] (Raden Ayu Kusen Notoprojo) 441151/8 <106> < Raden Ajeng Srikusdaryati/Sripantolo [Hb.6.20.24.5] (Raden Ayu Winarso Condrosangkoyo) 442152/8 <106> < Raden Mas Ibnu Atas Pugiarto [Hb.6.20.24.6] 443153/8 <106> < Raden Mas Ibnu Sukoraharjo [Hb.6.20.24.7]
444154/8 <106> < Raden Ajeng Sasiyah [Hb.6.20.24.8]
445155/8 <106> < Raden Ajeng Sasinah [Hb.6.20.24.9]
446156/8 <106> < Raden Mas Ibnu Pujiraharjo [Hb.6.20.24.10]
447157/8 <106> < Raden Ayu Sri Mulyani [Hb.6.20.24.11]
448158/8 <106> < Raden Mas Ibnu Suwarji [Hb.6.20.24.12] (Raden Mas Ibnu Mulyono)
449159/8 <105+163> < Raden Mas Sukropurnadi [Hb.6.20.22.2]
451160/8 <104+145> < Raden Mas Waluyo [Hb.6.20.21.2] (Raden Mas Abubakar)
455161/8 <103> < Raden Mas Danardono [Hb.6.20.20.1]
456162/8 <103> < Raden Mas Duksino [Hb.6.20.20.2]
457163/8 <103> < Raden Mas Sasongko [Hb.6.20.20.3]
458164/8 <103> < Raden Ajeng Intamiarinah [Hb.6.20.20.4] (Raden Ayu Supriyohartodo)
459165/8 <103> < Raden Ajeng Imtamhasriyah [Hb.6.20.20.5] (Bendoro Raden Ayu Imtamnurswidah / Raden Ayu Suwandhi)
460166/8 <103> < Bendoro Raden Ayu Imtamsaidjah [Hb.6.20.20.6] (Bendoro Raden Ayu Puger) 461167/8 <103> < Raden Mas Purnomo [Hb.6.20.20.8]
462168/8 <103> < Raden Mas Sutengsi [Hb.6.20.20.9] (Raden Bagus Dirjowijoyo)
463169/8 <103> < Raden Mas Sasitoh [Hb.6.20.20.10]
464170/8 <103> < Raden Mas Tjondrodi [Hb.6.20.20.11] (Raden Mas Condrodi)
465171/8 <103> < Raden Ayu Imtamnurnindyah [Hb.6.20.20.12] 466172/8 <103> < Raden Ajeng Imtamakindah [Hb.6.20.20.7]
467173/8 <100+161> < Raden Mas Priyoatmojo [Hb.6.20.16.1]
468174/8 <100+161> < Raden Mas Sukemi / Sukesi [Hb.6.20.16.2] (Raden Mas Cokrowandowo / Cokrowerdoyo)
469175/8 <100+161> < Raden Ayu Sumaryati [Hb.6.20.16.3] (Raden Ayu Sukengsi Darmoatmojo) 470176/8 <100+161> < Raden Mas Sukindar/Sukendar [Hb.6.20.16.4]
471177/8 <99+159> < Raden Mas Yuwarno Slamet
472178/8 <93+158> < Raden Mas Puspomadyo [Hb.6.20.9.1] (Raden Wedono Kismowijoyo)
473179/8 <93+158> < Raden Ajeng Sudinah [Hb.6.20.9.2]
474180/8 <93+158> < Raden Ayu Pustinah [Hb.6.20.9.3] (Bendoro Raden Ayu Retno Wilanten) 475181/8 <93+158> < Raden Mas Madi [hb.6.20.9.4] (Raden Mas Puspomadwi)
476182/8 <93+158> < Raden Mas Kadi [Hb.6.20.9.5] (Raden Mas Puspokane)
477183/8 <93+158> < Raden Mas Ismangil [Hb.6.20.9.6]
478184/8 <93+158> < Raden Mas Puspokirman [Hb.6.20.9.7]
479185/8 <93+158> < Raden Ajeng Pustijah [Hb.6.20.9.8] (Raden Ayu Gondosumarto)
480186/8 <93+158> < Raden Mas Pusdiyo [Hb.6.20.9.9]
481187/8 <93+158> < Raden Ayu Pustirah [Hb.6.20.9.10]
482188/8 <87> < Raden Mas Oranyenasau [Hb.6.20.5.1] (Raden Lurah Condrosari)
483189/8 <87> < Raden Mas Saparjo [Hb.6.20.5.2]
484190/8 <87> < Raden Mas Mardowo [Hb.6.20.5.3]
485191/8 <87> < Raden Ayu Mardewi / Siti Umiramdilah [Hb.6.20.5.4]
486192/8 <87> < Raden Ayu Siti Umiramtilah / Umiramsilah [Ga.Hb.8.6] [Hb.6.20.5.5] (Bendoro Raden Ayu Retnopuspito) 487193/8 <87> < Raden Ayu Siti Umiramsinah [Hb.6.20.5.6] (Raden Ayu Dirjowardoyo)
488194/8 <87> < Raden Mas Mariyunani / [Hb.6.20.5.7] (Raden Wedana Winduwinoto)
489195/8 <87> < Raden Mas Insimulyono / [Hb.6.20.5.9] (Raden Bagus Seputropawoko)
490196/8 <87> < Raden Mas Koharin [Hb.6.20.5.8] (Raden Mas Oemar Kunsamsi)
491197/8 <86+161!> < Bendoro Raden Ayu Siti Kadariyah [Hb.7.20.3] (Bendoro Raden Ayu Jayengsastro)
492198/8 <86+161!> < Bendoro Raden Ayu Siti Yukadiru [Hb.7.20.5] (Bendoro Raden Ayu Poncokusumo)
493199/8 <161+86!> < Bendoro Raden Mas Sayidu [Hb.7.20.8] (Bendoro Pangeran Haryo Cokrodiningrat) 494200/8 <161+86!> < Bendoro Raden Mas Ngaskarul Kadiri [Hb.7.20.12] (Kanjeng Raden Tumenggung Kusumodipuro)
495201/8 <161+86!> < Bendoro Raden Ayu Siti Yungamiru [Hb.7.20.16] (Bendoro Raden Ayu Padmonegoro)
496202/8 <161+86!> < Bendoro Raden Ayu Siti Yukasanu [Hb.7.20.18] 497203/8 <86+161!> < Bendoro Raden Mas Kasanusabi [Hb.7.20.28] (Kanjeng Raden Tumenggung Wiryonegoro)
498204/8 <85> < Raden Ajeng Jaliyah [Hb.6.20.2.1] (Raden Ayu Pringgosumarjo)
499205/8 <85> < Raden Mas Kuswardi [Hb.6.20.2.2]
500206/8 <85> < Raden Mas Kusdiyo [Hb.6.20.2.3]
501207/8 <85> < Raden Ajeng Kodamah [Hb.6.20.2.4]
502208/8 <85> < Raden Ajeng Kustiyah [Hb.6.20.2.5]
503209/8 <85> < Raden Ajeng Kustari [Hb.6.20.2.6]
504210/8 <85> < Raden Mas Kusno / Raden Rio Condroseputro [Hb.6.20.2.7] (Raden Wedono Mudodikusno)
505211/8 <85> < Raden Ajeng Jalinah [Hb.6.20.2.8] (Raden Ayu Projosudibyo)
506212/8 <85> < Raden Mas Kusnadi [Hb.6.20.2.9] (Kanjeng Pangeran Tumenggung Padmonegoro)
507213/8 <85> < Raden Mas Sudarsono [Hb.6.20.2.10]
508214/8 <63+486!> < Bendoro Raden Ajeng Siti Wahyorini [Hb.8.35]
509215/8 <63+486!> < Bendoro Raden Ayu Siti Sutarsih
510216/8 <63+486!> < Bendoro Raden Mas Sunuwoto [Hb.8.30] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Hadiwijoyo) 511217/8 <140> < Raden Mas Agoes Budiarto [Hb.5.9.3.1]
512218/8 <140> < Raden Ayu Tuti Sulastri [Hb.5.9.3.2]
513219/8 <140> < Raden Ayu Agoes Anwari [Hb.5.9.3.3]
514220/8 <140> < Raden Mas Agoes Wiradat [Hb.5.9.3.4]
515221/8 <140> < Raden Ayu Ien Harsini [Hb.5.9.3.5]
516222/8 <140> < Raden Ayu Siti Waito Sahid Sudarjo Hadi Atmojo [Hb.5.9.3.6]
517223/8 <124+184> < Raden Ayu Brotojoyo [Hb.7.27.12] 518224/8 <145> < Raden Ayu Santimah Ismangun [Hb.3.2.22.1.1.1] 519225/8 <145> < Raden Ayu Soetimah/ [Hb.3.2.22.1.1.2] 520226/8 <145+147> < Raden Mas Suryo Soeyadi [Hb.3.2.22.1.1.3] 521227/8 <145+147> < Raden Ayu Soemiati / [Hb.3.2.22.1.1.4] 522228/8 <145+147> < Raden Ayu Soekartini / [Hb.3.2.22.1.1.5] 524230/8 <145+147> < Raden Ayu Soemarsinah Moestiono [Hb.3.2.22.1.1.7] 525231/8 <145> < Raden Ayu Soewarni / [Hb.3.2.22.1.1.8] 526232/8 <145> < Raden Mas Soewardi [Hb.3.2.22.1.1.9] 527233/8 <145> < Raden Mas Soebronto [Hb.3.2.22.1.1.10] 528234/8 <147+186> < Raden Ayu Siti [Hb.3.14.3.3.3] / [Hb.6.8.2.3]
529235/8 <147+186> < Raden Ayu Dirjo [Hb.3.14.3.3.1] / [Hb.6.8.2.1]
530236/8 <147+186> < Raden Ayu Plat [Hb.3.14.3.3.2] / [Hb.6.8.2.2]
531237/8 <146> < Raden Mas Sutejo [Hb.3.14.3.2.1] / [Hb.6.8.1.1]
532238/8 <146> < Raden Mas Sutikno [Hb.3.14.3.2.2] / [Hb.6.8.1.2]
533239/8 <146> < Raden Ayu Sastro Utomo [Hb.3.14.3.2.3] / [Hb.6.8.1.3]
534240/8 <146> < Raden Mas Mujamal [Hb.3.14.3.2.4] / [Hb.6.8.1.4]
535241/8 <146> < Raden Ayu Joyo Indro [Hb.3.14.3.2.5] / Raden Ayu Martania [Hb.6.8.1.5] 536242/8 <146> < Raden Mas Suryomursand I [Hb.3.14.3.2.6] / [Hb.6.8.1.6]
537243/8 <146> < Raden Mujalal [Hb.3.14.3.2.7] / [Hb.6.8.1.7]
538244/8 <149> < Raden Ayu Kudotaruno [Hb.4.8.5.1.2.1] [Hb.4.9.1.1.2.1]
539245/8 <149> < Raden Ayu Atmowinoto [Hb.4.8.5.1.2.2] [Hb.4.9.1.1.2.2]
540246/8 <149> < Raden Ayu Sudarminah Cokrowinoto [Hb.4.8.5.1.2.3] [Hb.4.9.1.1.2.3]
541247/8 <183+187> < Kanjeng Raden Tumenggung Projodipuro [Hb.7.8.2] 542248/8 <160+158!> < Raden Ayu Siti Jin Sunisai [Hb.6.5.1.1] / [Hb.7.10.1] 543249/8 <158+160!> < Raden Mas Kewusnandar / Raden Panji Partodigdoyo [Hb.6.5.1.4] / [Hb.7.10.4]
544250/8 <158+160!> < Raden Ayu Siti Sri Handinah S. [Hb.6.5.1.3] / [Hb.7.10.3] 545251/8 <158+160!> < Raden Mas Yusupadi [Hb.6.5.1.2] / [Hb.7.10.2] 546252/8 <63+387!> < Bendoro Raden Ajeng Siti Kuswanayi [Hb.8.17] (Gusti Bendoro Raden Ayu Cokrodiningrat) 547253/8 <86+161!> < Bendoro Pangeran Haryo Cokrodiningrat [Hb.7.20.8] (Bendoro Raden Mas Sayidu) 548254/8 <159+157!> < Raden Ayu Purbaningrum [Ga.Hb.7.20.5] [Hb.6.5.2.2] 549255/8 <161+548!> < Bendoro Raden Ajeng Siti Sabikatun [Hb.7.20.26]
550256/8 <161+122> < Bendoro Raden Mas Mausofi [Hb.7.20.30]
551257/8 <161+122> < Bendoro Raden Mas Mashurun [Hb.7.20.19]
552258/8 <161+122> < Bendoro Raden Mas Kolonel [Hb.7.20.7] (Bendoro Kanjeng Raden Tumenggung Riyokusumo)
553259/8 <161+122> < Bendoro Raden Mas Sukadari [Hb.7.20.9] (Bendoro Kanjeng Raden Tumenggung Cokronegoro)
554260/8 <161+122> < Bendoro Raden Mas Mukeyan [Hb.7.20.13]
555261/8 <161+122> < Bendoro Raden Mas Kabinulngaskari [Hb.7.20.14]
556262/8 <161+122> < Bendoro Raden Ajeng Siti Sulatun [Hb.7.20.24] 557263/8 <161+122> < Bendoro Raden Mas Hertog [Hb.7.20.20]
558264/8 <161+122> < Bendoro Raden Ajeng Siti Mustokirun [Hb.7.20.17] (Bendoro Raden Ayu Hangabehi) 559265/8 <161+122> < Bendoro Raden Mas Saluku [Hb.7.20.11] (Bendoro Kanjeng Raden Tumenggung Purbodiningrat)
560266/8 <161+122> < Bendoro Raden Mas Wafirulkotrari [Hb.7.20.4] 561267/8 <157+159!> < Raden Mas Sulalonkorn [Hb.6.5.2.3]
562268/8 <159+157!> < Raden Ayu Hadikusumo Sepuh [Gp.Hb.7.58.1] [Hb.6.5.2.4] 563269/8 <167> < Raden Ayu Hadikusumo Enem [Gp.Hb.7.58.2] [Hb.6.9.7.3] 564270/8 <119+562!> < Raden Mas Ngaskarun [Hb.7.58.1] (Kanjeng Raden Tumenggung Purbokusumo)
565271/8 <119+562!> < Raden Ajeng Suwasti [Hb.6.5.2.4.2] [Hb.7.58.5] (Raden Ayu Suryosumarno) 566272/8 <154+156!> < Raden Ajeng Niken Raketan [Hb.6.5.4.3] / Raden Ayu Santosa Harsono
567273/8 <151+541!> < Raden Mas Bani [Hb.6.5.7.1]
568274/8 <151+541!> < Raden Mas Mitpangun [Hb.6.5.7.2]
569275/8 <151+541!> < Raden Ayu Parul Projodiningrat [Hb.6.5.7.3]
572276/8 <66+150> < Raden Mas Oetarjo Notodirdjo [Hb.6.17.4.5] 573277/8 <66+150> < Raden Ayu Utami Notodirjo [Hb.6.17.4.4]
577278/8 <241> < Raden Ayu Atasti [Hb.6.18.4.10] 578279/8 <162> < Raden Ayu Sosrowiryono [Hb.6.9.1.1]
579280/8 <162> < Raden Ayu Jayengprakoso [Hb.6.9.1.2]
580281/8 <162> < Raden Ayu Purwosudarmo [Hb.6.9.1.3]
581282/8 <162> < Raden Ajeng Muskasiyah [Hb.6.9.1.4]
582283/8 <168> < Raden Ayu Pringgosastrosutadikusno [Hb.6.9.8.1] 583284/8 <169> < Raden Mas Murhadiningrat [Hb.6.9.9.1]
584285/8 <114+111> < Raden Ajeng Sukilah [Hb.6.10.1] (Raden Ayu Sukiyi) 585286/8 <170> < Raden Mas Atmowijoyo [Hb.6.9.11.1]
586287/8 <170> < Kanjeng Raden Tumenggung Kuncorohadiningrat [Hb.6.9.11.2]
587288/8 <171> < Raden Ayu Harjowisastro [Hb.6.9.12.1]
588289/8 <171> < Raden Ayu Kusumowidagdo [Hb.6.9.12.2]
589290/8 <171> < Raden Ayu Dirjosukarto [Hb.6.9.12.3]
590291/8 <173> < Raden Mas Satrioraharjo [Hb.6.9.14.10]
591292/8 <173> < Raden Ayu Sumarman [Hb.6.9.14.9]
592293/8 <173> < Raden Ajeng Kussaptoruji [Hb.6.9.14.8]
593294/8 <173> < Raden Ajeng Ismihari [Hb.6.9.14.7]
594295/8 <173> < Raden Ajeng Sitiwidayati [Hb.6.9.14.6]
595296/8 <173> < Raden Mas Nukadar [Hb.6.9.14.5]
596297/8 <173> < Raden Mas Suprapto [Hb.6.9.14.4]
597298/8 <173> < Raden Nganten Yudosebrongto [Hb.6.9.14.3] 598299/8 <173> < Raden Ajeng Susilastuti [Hb.6.9.14.2]
600300/8 <174> < Raden Mas Suryokusumo [Hb.6.9.15.1]
601301/8 <174> < Raden Mas Ismanji [Hb.6.9.15.10]
602302/8 <174> < Raden Ayu Abdul Ali [Hb.6.9.15.9]
603303/8 <174> < Raden Ayu Darmokusumo [Hb.6.9.15.8]
604304/8 <174> < Raden Ayu Tjongok [Hb.6.9.15.7]
605305/8 <174> < Raden Mas Suwarnido [Hb.6.9.15.6]
606306/8 <174> < Raden Mas Djody Gondokusumo [Hb.6.9.15.5]
607307/8 <174> < Raden Mas Sukra [Hb.6.9.15.3]
608308/8 <174> < Raden Mas Suwarnio [Hb.6.9.15.4]
609309/8 <174> < Raden Ayu Subono [Hb.6.9.15.2] 610310/8 <118> < Raden Ayu Purbowinoto [Hb.7.1.1] 611311/8 <76> < Kanjeng Pangeran Haryo Cakraningrat [Hb.6.11.1.1]
612312/8 <76> < Raden Ayu Mangkudilogo [Hb.6.11.1.2]
614314/8 <76> < Raden Mas Joyodimurti [Hb.6.11.1.4]
615315/8 <76> < Raden Ajeng Subiabtinah [Hb.6.11.1.5] (Raden Ayu Harsono)
616316/8 <76> < Raden Mas Supomeleng [Hb.6.11.1.6]
617317/8 <76> < Raden Mas Ngarjani [Hb.6.11.1.7]
618318/8 <76> < Raden Ayu Ronggo Kusmen [Hb.6.11.1.8]
619319/8 <76> < Raden Ajeng Siti Rahayu Widayatinah [Hb.6.11.1.9] (Raden Ayu Mashur Tejodiningrat) 620320/8 <177> < Raden Panji Partowinoto [Hb.6.11.3.1]
621321/8 <177> < Raden Ayu Brotosudirjo [Hb.6.11.3.2]
622322/8 <177> < Raden Mas Henrich Van Roos [Hb.6.11.3.5]
623323/8 <177> < Kanjeng Raden Tumenggung Prawirodiningrat [Hb.6.11.3.4]
624324/8 <177> < Kanjeng Raden Tumenggung Prawirodirejo [Hb.6.11.3.3] 625325/8 <286> < Raden Ayu Prawirodirjo [Hb.7.19.2] 626326/8 <179+610!> < Raden Ayu Yudoyono [Hb.6.11.5.1] [Hb.7.1.1.1]
627327/8 <179+610!> < Kanjeng Pangeran Haryo Purbowinoto II [Hb.6.11.5.2] [Hb.7.1.1.2] 628328/8 <179+610!> < Raden Bekel Sastroyuwono [Hb.7.1.1.8] (Raden Mas Teguh Bandarul Kabir)
629329/8 <179+610!> < Raden Bekel Atmowinarno [Hb.7.1.1.7]
630330/8 <179+610!> < Raden Ayu Subono [Hb.7.1.1.6]
631331/8 <179+610!> < Raden Bekel Purbodikoro [Hb.7.1.1.4]
632332/8 <179+610!> < Raden Ayu Siti Kumaryati [Hb.7.1.1.5] (Raden Ayu Mustejo)
633333/8 <179+610!> < Raden Panji Takyidunastri [Hb.7.1.1.3]
634334/8 <181> < Raden Ayu Mangundipuro [Hb.6.11.7.1]
635335/8 <182+959!> < Kanjeng Pangeran Haryo Purwodiningrat [Hb.7.4.1.1] 636336/8 <182+959!> < Raden Ayu Labaningrat [Hb.6.11.8.2]
637337/8 <182+959!> < Raden Ayu Ronggo Kusnendar [Hb.6.11.8.3]
638338/8 <182> < Raden Mas Suwarjono [Hb.6.11.8.4]
639339/8 <182+959!> < Raden Mas Atmosudibyo [Hb.6.11.8.5]
640340/8 <182+959!> < Raden Mas Lunggadung [Hb.6.11.8.6] (Raden Mas Mulasdi)
641341/8 <182> < Raden Mas Sukirbeman [Hb.6.11.8.9]
642342/8 <182> < Raden Ayu Salikun Dirjo Wiguno [Hb.6.11.8.8]
643343/8 <182> < Raden Ajeng Siti Sutiyarti [Hb.6.11.8.7]
644344/8 <195+129!> < Raden Ayu Gunopranoto [Hb.7.22.8]
645345/8 <195+129!> < Raden Ayu Suryohalpito [Hb.7.22.7]
646346/8 <195+129!> < Raden Ayu Prawirodiningrat [Hb.7.22.6]
647347/8 <129+195!> < Raden Panji Partowiyono [Hb.7.22.2]
648348/8 <195+129!> < Raden Bekel Suryohalpito [Hb.7.22.3]
649349/8 <129+195!> < Raden Lurah Atmocondropuspito [Hb.7.22.4]
650350/8 <129+195!> < Raden Ajeng Kusmaryati [Hb.7.22.5]
651351/8 <195+129!> < Kanjeng Raden Tumenggung Sindurejo [Hb.7.22.1] 652352/8 <186> < Raden Ajeng Kusretno Kasiyah [Hb.6.11.10.1]
653353/8 <186> < Raden Mas Tamtanus [Hb.6.11.10.2]
654354/8 <186> < Raden Mas Iskandar [Hb.6.11.10.3]
655355/8 <186> < Raden Mas Sidarto [Hb.6.11.10.4]
656356/8 <186> < Raden Ayu Sayidiyah Tanidipuro [Hb.6.11.10.5]
657357/8 <130> < Raden Ajeng Kustinah [Hb.6.11.11.1]
658358/8 <74> < Raden Mas Jamburutari [Hb.6.11.12.1]
659359/8 <131> < Raden Ayu Kartodiprojo [Hb.6.11.13.1]
660360/8 <131> < Raden Lurah Suryodiprojo II [Hb.6.11.13.2]
661361/8 <131> < Raden Ayu Wirodiharjo [Hb.6.11.13.3]
662362/8 <70> < Bendoro Raden Ajeng Ipji Dangunikri [Hb.6.11.14.1]
663363/8 <70> < Bendoro Raden Mas Najatun Ngadiati [Hb.6.11.14.2]
664364/8 <70> < Bendoro Raden Mas Solikut Takiyati [Hb.6.11.14.3]
665365/8 <71> < Raden Bekel Atmonewoko [Hb.6.11.15.1]
666366/8 <71> < Raden Ajeng Waskito [Hb.6.11.15.2]
667367/8 <71> < Raden Mas Sumarsono [Hb.6.11.15.3]
668368/8 <71> < Raden Ajeng Siti Mustinah [Hb.6.11.15.4] 669369/8 <73+187!> < Raden Mas Maliki [Hb.6.11.17.1]
670370/8 <187+73!> < Raden Ajeng Widyosastrodipuro [Hb.6.11.17.2]
671371/8 <73+187!> < Raden Ajeng Atmosudibyo [Hb.6.11.17.3]
672372/8 <187+73!> < Raden Nganten Noyoseputro [Hb.6.11.17.16]
673373/8 <73+187!> < Raden Mas Ngantamil Manpirali Istihar [Hb.6.11.17.15]
674374/8 <73+187!> < Raden Mas Joko [Hb.6.11.17.14]
675375/8 <73+187!> < Raden Ajeng Siti Kurulwaswaskabil [Hb.6.11.17.13]
676376/8 <73+187!> < Raden Ayu Suryoputro [Hb.6.11.17.12]
677377/8 <187+73!> < Raden Bekel Suryohalpito [Hb.6.11.17.11]
678378/8 <73+187!> < Raden Bekel Atmo Condrowiloyo [Hb.6.11.17.10]
679379/8 <73+187!> < Raden Ajeng Siti Rohmani [Hb.6.11.17.9]
680380/8 <187+73!> < Raden Lurah Atmo Condrodiprojo [Hb.6.11.17.8]
681381/8 <73+187!> < Raden Wedana Joyoseputro [Hb.6.11.17.7]
682382/8 <187+73!> < Raden Mas Raharjo [Hb.6.11.17.6]
683383/8 <187+73!> < Raden Ajeng Siti Rupinah [Hb.6.11.17.5]
684384/8 <73+187!> < Raden Mas Atmocondropuspito [Hb.6.11.17.4]
685385/8 <73+187!> < Raden Ayu Suryosuparjo [Hb.6.11.17.17]
686386/8 <132> < Raden Mas Rio Yosodipuro [Hb.6.11.20.1]
687387/8 <132> < Raden Mas Kajakasari [Hb.6.11.20.2]
688388/8 <132> < Raden Ajeng Siti Rukmi [Hb.6.11.20.3]
689389/8 <132> < Raden Ayu Supardi [Hb.6.11.20.5]
690390/8 <132> < Raden Mas Ibnu Umar [Hb.6.11.20.4]
691391/8 <122+133!> < Raden Ajeng Siti Yubeyinu [Hb.7.17.25] (Raden Ayu Pusponegoro) 692392/8 <122+133!> < Raden Mas Baninaslun [Hb.7.17.28] (Kanjeng Raden Tumenggung Danukusumo)
693393/8 <133+122!> < Raden Mas Abimanyu [Hb.7.17.30] (Kanjeng Raden Tumenggung Reksokusumo)
694394/8 <133+122!> < Raden Ajeng Kustamtinah [Hb.7.17.33] (Raden Ayu Sinduseputro) 695395/8 <122+133!> < Raden Mas Darmadi [Hb.7.17.35]
696396/8 <134> < Raden Mas Satryo Raharjo [Hb.6.11.23.4]
697397/8 <134> < Raden Ajeng Sumarman [Hb.6.11.23.3]
698398/8 <134> < Raden Ajeng Kussaptiriji [Hb.6.11.23..2]
699399/8 <134> < Raden Ajeng Siti Widyowati [Hb.6.11.23.1]
700400/8 <135> < Raden Ajeng Siti Sutyarti [Hb.6.11.24.1]
701401/8 <135> < Raden Ajeng Siti Sujati [Hb.6.11.24.2]
702402/8 <135> < Raden Mas Wiwoho [Hb.6.11.24.3]
703403/8 <135> < Raden Ajeng Siti Suryati [Hb.6.11.24.7] 704404/8 <135> < Raden Ajeng Siti Swati [Hb.6.11.24.5]
705405/8 <135> < Raden Ajeng Siti Suhatining [Hb.6.11.24.6] 706406/8 <135> < Raden Ajeng Siti Sudaryati [Hb.6.11.24.4] 707407/8 <136> < Raden Mas Kuswarddhana [Hb.6.11.25.1] 708408/8 <136> < Raden Ayu Yudonegoro [Hb.6.11.25.2]
709409/8 <189> < Raden Mas Renessanu Isboi [Hb.6.11.27.8]
710410/8 <189> < Raden Ajeng Siti Isbiyunu [Hb.6.11.27.6] (Raden Ayu Suharsono Hadikusumo) 711411/8 <189> < Raden Mas Suroso Issuwandhono [Hb.6.11.27.7]
712412/8 <189> < Raden Ajeng Siti Iswandari [Hb.6.11.27.5] 713413/8 <189> < Raden Ayu Isbiyantirin [Hb.6.11.27.4]
714414/8 <189> < Raden Ajeng Sosrokusumo [Hb.6.11.27.3]
715415/8 <189> < Raden Mas Isbenu Katamsi [Hb.6.11.27.2]
716416/8 <189> < Raden Mas Sidarta [Hb.6.11.27.1]
717417/8 <197> < Raden Ajeng Darudewi Wahyuwidayati [Hb.6.11.28.2] 718418/8 <197> < Raden Mas Puntodewo Cahyo Wahyudi [Hb.6.11.28.3]
719419/8 <197> < Raden Ajeng Puntodewi Runtung Wahyuni [Hb.6.11.28.1]
720420/8 <190> < Raden Ajeng Siti Kaharmiyah [Hb.6.11.29.1]
721421/8 <190> < Raden Ajeng Siti Sumarti [Hb.6.11.29.2]
722422/8 <190> < Raden Mas Jatiwirawan [Hb.6.11.29.3]
723423/8 <190> < Raden Mas Irawan [Hb.6.11.29.4]
724424/8 <190> < Raden Mas Joko Kusumo [Hb.6.11.29.5]
725425/8 <190> < Raden Mas Basudewo [Hb.6.11.29.6]
726426/8 <190> < Raden Ajeng Siti Kahariyah [Hb.6.11.29.7]
727427/8 <190> < Raden Ajeng Siti Haryani [Hb.6.11.29.8] 728428/8 <190> < Raden Mas Rupotolo [Hb.6.11.29.9]
729429/8 <191+1023!> < Raden Ajeng Siti Roousmiyati [Hb.7.14.1] (Raden Ayu Jiteng Marsudi) 730430/8 <191+1023!> < Raden Mas Roosmiyanto [Hb.7.14.2]
731431/8 <191+1023!> < Raden Ajeng Siti Kisrunatini [Hb.7.14.3]
732432/8 <191+1023!> < Raden Mas Ibnu Roosamsi [Hb.7.14.4]
733433/8 <191+1023!> < Raden Mas Sumarooshaji [Hb.7.14.5]
734434/8 <191+1023!> < Raden Mas Bonorassid [Hb.7.14.6]
735435/8 <81+191!> < Raden Ajeng Siti Rokhyati Roosmiyatsih [Hb.7.14.7]
736436/8 <240> < Raden Mas Suwahyohadi [Hb.6.18.45.1]
737437/8 <240> < Raden Ajeng Atas Sriharjani [Hb.6.18.45.2]
738438/8 <240> < Raden Mas Susetyohadi [Hb.6.18.45.3]
739439/8 <203> < Raden Ajeng Suharmi [Hb.6.18.43.1]
740440/8 <227> < Raden Ajeng Siti Kusumandari [Hb.6.18.21.1]
741441/8 <227> < Raden Ajeng Siti Kusumastuti [Hb.6.18.21.2]
742442/8 <226+190> < Raden Mas Atas Hariyono [Hb.6.18.20.1]
743443/8 <226+190> < Raden Ajeng Atas Hariyani [Hb.6.18.20.5]
744444/8 <226+190> < Raden Mas Atas Haripranowo [Hb.6.18.20.4]
745445/8 <226+190> < Raden Mas Atas Haripranoto [Hb.6.18.20.3]
746446/8 <226+190> < Raden Mas Atas Hariyanto [Hb.6.18.20.2]
747447/8 <225> < Raden Ajeng Sri Rahayu [Hb.6.18.19.1]
748448/8 <225> < Raden Ajeng Parlentien [Hb.6.18.19.2]
749449/8 <221+1036!> < Raden Mas Sasongko Kumoro [Hb.7.20.15.1] 750450/8 <221+1036!> < Raden Mas Suryo Kumoro [Hb.7.20.15.2]
751451/8 <221+1036!> < Raden Ajeng Retno Kumoro [Hb.7.20.15.3]
752452/8 <224> < Raden Mas Mustikojati [Hb.6.18.17.1]
753453/8 <222> < Raden Mas Sudewo [Hb.6.18.16.2]
754454/8 <222> < Raden Mas Dewobroto [Hb.6.18.16.3]
755455/8 <222> < Raden Ajeng Utari [Hb.6.18.16.4]
756456/8 <222> < Raden Mas Susanto [Hb.6.18.16.5]
757457/8 <222> < Raden Ajeng Kusumaryarti [Hb.6.18.16.1]
758458/8 <222> < Raden Ajeng Farida Muryati [Hb.6.18.16.7]
759459/8 <222> < Raden Ajeng Wahyuwiyati [Hb.6.18.16.6]
760460/8 <224> < Raden Ajeng Susiloretno [Hb.6.18.17.2]
761461/8 <224> < Raden Ajeng Sukretiyowati [Hb.6.18.17.3]
762462/8 <224> < Raden Ajeng Sridonoharti [Hb.6.18.17.4]
763463/8 <224> < Raden Mas Jatmikohadi [Hb.6.18.17.5]
764464/8 <224> < Raden Ajeng Kuswantiyotatmi [Hb.6.18.17.6]
765465/8 <224> < Raden Ajeng Sudarsini [Hb.6.18.17.8]
766466/8 <224> < Raden Ajeng Iswarastuti [Hb.6.18.17.7]
767467/8 <224> < Raden Ajeng Kusumodewati [Hb.6.18.17.9]
768468/8 <220> < Raden Mas Usaeni [Hb.6.18.13.2]
769469/8 <220> < Raden Ajeng Ispahano [Hb.6.18.13.1]
770470/8 <223> < Raden Mas Arban [Hb.6.18.14.2]
771471/8 <223> < Raden Mas Armianto [Hb.6.18.14.1]
772472/8 <223> < Raden Ajeng Armiatun [Hb.6.18.14.3]
773473/8 <223> < Raden Ajeng Armiati [Hb.6.18.14.4]
774474/8 <223> < Raden Ajeng Armiastuti [Hb.6.18.14.5]
775475/8 <223> < Raden Ajeng Ardiatun [Hb.6.18.14.6]
776476/8 <223> < Raden Ajeng Ardaninggar [Hb.6.18.14.11]
777477/8 <223> < Raden Mas Arianto [Hb.6.18.14.10]
778478/8 <223> < Raden Mas Ardianto [Hb.6.18.14.9]
779479/8 <223> < Raden Ajeng Ardiati [Hb.6.18.14.8]
780480/8 <223> < Raden Mas Ariseno [Hb.6.18.14.7]
781481/8 <215> < Raden Mas Barlow Sidhanti [Hb.6.18.12.1]
782482/8 <215> < Raden Ajeng Bariori Atas Riati [Hb.6.18.12.2]
783483/8 <215> < Raden Ayu Barnisriati [Hb.6.18.12.3]
784484/8 <215> < Raden Mas Barnorianto [Hb.6.18.12.4]
785485/8 <215> < Raden Ajeng Sri Suryati [Hb.6.18.12.5] 786486/8 <215> < Raden Mas Bardio [Hb.6.18.12.13]
787487/8 <215> < Raden Mas Barmono [Hb.6.18.12.12]
788488/8 <215> < Raden Mas Bardono [Hb.6.18.12.11]
789489/8 <215> < Raden Ajeng Barsiam [Hb.6.18.12.10]
790490/8 <215> < Raden Ajeng Barri Hastuti [Hb.6.18.12.9]
791491/8 <215> < Raden Mas Raharjo [Hb.6.18.12.7]
792492/8 <215> < Raden Mas Kusumo Suprapto [Hb.6.18.12.8]
793493/8 <215> < Raden Ajeng Sri Indarti [Hb.6.18.12.6]
794494/8 <213> < Raden Ajeng Atas Waruti [Hb.6.18.11.5]
795495/8 <213> < Raden Ajeng Atas Sriyati [Hb.6.18.11.4]
796496/8 <213> < Raden Mas Supratiknyo [Hb.6.18.11.1]
797497/8 <213> < Raden Mas Suhardiman [Hb.6.18.11.2]
798498/8 <213> < Raden Ajeng Atas Suwartinah [Hb.6.18.11.3]
799499/8 <210> < Raden Mas Surodi [Hb.6.18.8.1]
800500/8 <202> < Raden Ajeng Atas Kartini [Hb.6.18.7.1]
801501/8 <198> < Raden Mas Sakirdanmerski [Hb.6.18.1.1]
802502/8 <198> < Raden Mas Sudiyanto [Hb.6.18.1.5]
803503/8 <198> < Raden Ajeng Emperatrice [Hb.6.18.1.4]
804504/8 <198> < Raden Mas Alberdien [Hb.6.18.1.3]
805505/8 <198> < Raden Mas Danurdono [Hb.6.18.1.2]
806506/8 <199> < Raden Mas Ibnusapari [Hb.6.18.2.1]
807507/8 <199> < Raden Ajeng Sri Ambarkustin [Hb.6.18.2.5]
808508/8 <199> < Raden Mas Ibnu Saipur [Hb.6.18.2.4]
809509/8 <199> < Raden Mas Alwimalebari [Hb.6.18.2.3]
810510/8 <199> < Raden Ajeng S. Sajarahbanun [Hb.6.18.2.2]
811511/8 <75> < Raden Mas Sudomo [Hb.6.18.3.3]
812512/8 <75> < Raden Ajeng Niniek [Hb.6.18.3.1]
813513/8 <75> < Raden Ajeng Kustanti [Hb.6.18.3.2]
814514/8 <75> < Raden Ajeng Suwasti [Hb.6.18.3.4]
815515/8 <75> < Raden Ajeng Sriana [Hb.6.18.3.5]
816516/8 <75> < Raden Mas Harjosubroto [Hb.6.18.3.6] (Kanjeng Raden Tumenggung Kusumodiningrat) 817517/8 <75> < Raden Mas Harjowiono [Hb.6.18.3.7]
818518/8 <75> < Raden Ajeng Constantien [Hb.6.18.3.8]
819519/8 <75> < Raden Mas Mustolo [Hb.6.18.3.9]
820520/8 <75> < Raden Mas Harjo Seputro [Hb.6.18.3.10]
821521/8 <117+75!> < Raden Mas Samsurohini [Hb.7.54.1] 822522/8 <117+75!> < Raden Mas Mursanto [Hb.7.54.2]
823523/8 <75+117!> < Raden Mas Sakuntolo [Hb.7.54.3]
824524/8 <75+117!> < Raden Ajeng Suyadilah [Hb.7.54.4] 825525/8 <242+142> < Raden Mas Sardono [Hb.7.68.4] 826526/8 <117+75!> < Raden Ayu Suyatilah [Hb.7.54.5]
827527/8 <75> < Raden Mas Jatiprakoso [Hb.6.18.3.2.4]
828528/8 <75> < Raden Mas Jatiprayitno [Hb.6.18.3.2.5]
829529/8 <200> < Raden Ajeng S. Sutarin [Hb.6.18.6.1]
830530/8 <241> < Raden Ajeng Utarin [Hb.6.18.4.1] (Raden Ayu Satochid Kartanegara) 831531/8 <241> < Raden Mas Umarsono Kusumo Utoyo [Hb.6.18.4.2]
832532/8 <241> < Raden Mas Ariono Kusumo Utoyo [Hb.6.18.4.4]
833533/8 <241> < Raden Mas Hadiono Kusumo Utoyo [Hb.6.18.4.3]
834534/8 <241> < Raden Ajeng Utariah [Hb.6.18.4.5] (Raden Ayu Sudirman Kartohadiprojo) 835535/8 <241> < Raden Mas Sutodo Kusumo Utoyo [Hb.6.18.4.6]
836536/8 <241> < Raden Mas Utopo Kusumo Utoyo [Hb.6.18.4.7]
837537/8 <241> < Raden Ajeng Atashari [Hb.6.18.4.11] (Raden Ayu Martono)
838538/8 <241> < Raden Mas Usadarto Kusumo Utoyo [Hb.6.18.4.12]
839539/8 <241> < Raden Ajeng Subanjirah [Hb.6.18.4.8] (Raden Ayu Wignyosuparto)
840540/8 <241> < Raden Mas Moorianto Kusumo Utoyo [Hb.6.18.4.9] 841541/8 <201> < Raden Ajeng Sadariah [Hb.6.18.5.1] ? (Raden Ayu Sumitro) 842542/8 <201> < Raden Mas Rustamaji
843543/8 <201> < Raden Ajeng Ayu Sri Chayati [Hb.6.18.5.3] ? (Raden Ayu Darmasto H. Panular) 844544/8 <201> < Raden Ajeng Sri Kustilah
845545/8 <201> < Raden Mas Rachim [Hb.6.18.5.5] ? (Louis Van S)
846546/8 <201> < Raden Mas Sutarto [Hb.6.18.5.6]
847547/8 <201> < Raden Mas Samsudi [Hb.6.18.5.7]
848548/8 <200> < Raden Ajeng Sutariyah [Hb.6.18.6.2] ? (Raden Ayu Projodiningrat) 849549/8 <200> < Raden Mas Herusutamto [Hb.6.18.6.3]
850550/8 <200> < Raden Ajeng Siti Suwasti [Hb.6.18.6.4]
851551/8 <200> < Raden Ajeng Maryati [Hb.6.18.6.5] ? (Raden Ayu Budiman) 852552/8 <217+189> < Raden Mas Sumarsono [Hb.6.18.9.1]
853553/8 <217+189> < Raden Mas Sudiono [Hb.6.18.9.2]
854554/8 <217+189> < Raden Ajeng Atasasri [Hb.6.18.9.3] ? (Raden Ayu Muksis) 855555/8 <217+189> < Raden Ajeng Atasamien [Hb.6.18.9.4] ? (Raden Ayu Hadinoto) 856556/8 <217+189> < Raden Mas Sumantri [Hb.6.18.9.5]
857557/8 <217+189> < Raden Mas Sudibyo [Hb.6.18.9.6]
858558/8 <217+189> < Raden Mas Subari [Hb.6.18.9.7]
859559/8 <217+189> < Raden Mas Suharyono [Hb.6.18.9.8]
860560/8 <217+189> < Raden Ajeng Atas Asih [Hb.6.18.9.9] ? (Raden Ayu Hadikusumo) 861561/8 <217+189> < Raden Mas Suwahyu Aji [Hb.6.18.9.10]
862562/8 <211> < Raden Ajeng Karmiasih [Hb.6.18.10.1] (Raden Ayu Munoto Notokusumo) 863563/8 <211> < Raden Ajeng Mustinah [Hb.6.18.10.2] (Raden Ayu Supangkat)
864564/8 <211> < Raden Ajeng Musrinah [Hb.6.18.10.3] (Raden Ayu Suparto)
865565/8 <211> < Raden Ajeng Musdilah [Hb.6.18.10.4] (Raden Ayu S. Reksodarmojo)
866566/8 <211> < Raden Ajeng Musriati [Hb.6.18.10.5]
867567/8 <211> < Raden Mas Mustopo [Hb.6.18.10.6]
868568/8 <211> < Raden Mas Mustejo [Hb.6.18.10.7]
869569/8 <211> < Raden Ajeng Mustiyah [Hb.6.18.10.8] (Raden Ayu Guharsono) 870570/8 <211> < Raden Mas Mustaji [Hb.6.18.10.9]
871571/8 <211> < Raden Mas Musigit [Hb.6.18.10.10]
872572/8 <121+174> < Kanjeng Raden Tumenggung Jayaningrat [Hb.7.13.8] 873573/8 <124+179> < Kanjeng Raden Tumenggung Condrodiningrat [Hb.7.27.1] (Raden Mas Ongkowijoyo) 874574/8 <110+165> < Raden Mas Alfonds [Hb.6.20.28.1]
875575/8 <110+165> < Raden Ajeng Suul [Hb.6.20.28.2]
876576/8 <110+165> < Raden Ajeng Augusta [Hb.6.20.28.3]
877577/8 <248+191> < Raden Ayu Kusrento Kasiah [Hb.6.23.2.1]
878578/8 <248+191> < Raden Mas Tamtanus [Hb.6.23.2.2]
879579/8 <248+191> < Raden Mas Iskandar [Hb.6.23.2.3]
880580/8 <248+191> < Raden Mas Sidarto [Hb.6.23.2.4]
881581/8 <248+191> < Raden Ayu Sayidiyah Tanidipuro [Hb.6.23.2.5]
882582/8 <249> < Raden Ayu Agustinah [Hb.6.23.4.1]
883583/8 <249> < Raden Mas Suripto [Hb.6.23.4.2]
884584/8 <249> < Raden Mas Danang [Hb.6.23.4.3]
885585/8 <250> < Raden Ayu Umayi Prayitno [Hb.6.23.3.1]
886586/8 <250> < Kanjeng Raden Mas Tumenggung Umoyo Padmodipuro [Hb.6.23.3.2]
887587/8 <167> < Raden Ayu Harjoatmojo [Hb.6.9.7.1]
888588/8 <167> < Raden Ayu Harjokusumo [Hb.6.9.7.2]
889589/8 <167> < Raden Ayu Sumekto [Hb.6.9.7.4]
890590/8 <167> < Raden Ayu Legosuhoto [Hb.6.9.7.5]
891591/8 <167> < Kanjeng Pangeran Haryo Mangunkusumo [Hb.6.9.7.6] 892592/8 <80> < Raden Mas Pringgo Sastrosutadikusno [Hb.6.9.4.5] 893593/8 <118+169> < Raden Ayu Purboningrat [Hb.7.1.2]
894594/8 <118+169> < Raden Ayu Suryo Subianto [Hb.7.1.3]
895595/8 <118+169> < Raden Ayu Purbo Sudibyo [Hb.7.1.4]
896596/8 <118+170> < Kanjeng Raden Tumenggung Brotodiprojo [Hb.7.1.6]
897597/8 <118+169> < Raden Ayu Notoprajarto [Hb.7.1.5]
898598/8 <118+170> < Kanjeng Raden Tumenggung Dipodiningrat [Hb.7.1.7]
899599/8 <118+171> < Raden Ayu Dewi Marzuki [Hb.7.1.8]
900600/8 <118+171> < Raden Ayu Sudiyat [Hb.7.1.9]
901601/8 <118> < Kanjeng Raden Tumenggung Kusumodiprojo [Hb.7.1.10]
902602/8 <118> < Raden Ayu Suwahyo [Hb.7.1.11]
903603/8 <290+289!> < Raden Mas Ngaskarul Sujangi [Hb.7.76.4]
904604/8 <289+290!> < Raden Mas Lenggana [Hb.7.76.3]
905605/8 <289+290!> < Raden Ajeng Sriwiyati [Hb.7.76.2]
906606/8 <290+289!> < Raden Ajeng Nuning Warini [Hb.7.76.1]
907607/8 <291+196> < Bendoro Raden Ayu Murdaningrat [Hb.7.74.3]
908608/8 <291+196> < Raden Ajeng Siti Kismardewi [Hb.7.74.1]
909609/8 <251+891!> < Raden Ajeng Siti Onengan [Hb.7.71.6] (Raden Ayu Sutatwo Hadiwigeno) 910610/8 <251+891!> < Raden Mas Supono [Hb.7.71.5] (Kanjeng Raden Tumenggung Hastono Negoro)
911611/8 <251+891!> < Raden Mas Sucitro [Hb.7.71.4]
912612/8 <251+891!> < Raden Mas Widotomo [Hb.7.71.3]
perkawinan: <322> < Hartati Widotomo d. 7 Februari 2024
913613/8 <251+891!> < Raden Mas Swayitno [Hb.7.71.2]
914614/8 <251+891!> < Bendoro Raden Ayu Benowo [Hb.7.71.1] 916615/8 <242+143> < Raden Mas Nirantoro [Hb.7.68.14]
917616/8 <242+143> < Raden Mas Sinangjono [Hb.7.68.13]
918617/8 <242+143> < Raden Ajeng Harjanti [Hb.7.68.12] (Raden Ayu Sumbogo) 919618/8 <242+143> < Raden Ajeng Suparwati [Hb.7.68.11] (Raden Ayu Kuncoro) 920619/8 <242+143> < Raden Ajeng Srimulat [Hb.7.68.10] (Raden Ayu Widarso) 922620/8 <242+143> < Raden Mas Rimawan [Hb.7.68.8]
923621/8 <242+143> < Raden Ajeng Siti Sunarti [Hb.7.68.7] (Raden Ayu Hambarjan) 924622/8 <242+143> < Raden Ajeng Ismarpinjun Kastupi [Hb.7.68.6] (Raden Ayu Suwanto Singaranu) 925623/8 <242+142> < Raden Ajeng Siti Sumarti [Hb.7.68.5]
926624/8 <242+142> < Raden Mas Sutrisno [Hb.7.68.3]
927625/8 <242+142> < Raden Mas Sutiyanto [Hb.7.68.2]
928626/8 <242+142> < Raden Mas Asimkuwari [Hb.7.68.1]
929627/8 <119+563!> < Raden Mas Kesowo [Hb.7.58.4]
930628/8 <119+563!> < Raden Ajeng Widayat Sumalyo [Hb.7.58.2]
931629/8 <119+562!> < Raden Mas L. Sayoko [Hb.7.58.3]
932630/8 <119+563!> < Raden Ajeng Sri Sahuti [Hb.7.58.6]
933631/8 <119+563!> < Raden Mas Danisworo [Hb.7.58.7]
934632/8 <119+563!> < Raden Ajeng Srie Haryati [Hb.7.58.8] (Raden Ayu Gandhi Purno) 935633/8 <119+562!> < Raden Ajeng Suparmi [Hb.7.58.9] (Raden Ayu Kusumo Widayat) 936634/8 <292+214> < Raden Mas Winoto Parartho [Hb.7.56.4]
937635/8 <292+214> < Raden Ajeng Musjati [Hb.7.56.3] (Raden Ayu Suryowinoto) 938636/8 <292+214> < Raden Ajeng Nuryati [Hb.7.56.2] (Raden Ayu Sutratmo Hadisusanto) 939637/8 <292+214> < Raden Ajeng Nurini [Hb.7.56.1] (Raden Ayu Suryokusumo) 940638/8 <260+196> < Raden Ayu Condrohalpito [Hb.7.47.1]
941639/8 <260+196> < Raden Ayu Puspodiningrat [Hb.7.47.2]
942640/8 <260+196> < Kanjeng Raden Tumenggung Brongtodiningrat [Hb.7.47.3]
943641/8 <260+196> < Raden Mas Ruslanu Danurusamsi [Hb.7.47.4]
944642/8 <260+196> < Raden Ajeng Sumiyarti [Hb.7.47.5]
945643/8 <260+196> < Raden Mas Sutresno [Hb.7.47.6]
946644/8 <260+196> < Raden Mas Rudhatin [Hb.7.47.7]
947645/8 <262> < Raden Ajeng Palentinah [Hb.7.45.5]
948646/8 <262> < Raden Ayu Karloon [Hb.7.45.3]
949647/8 <262> < Raden Mas Suryo Sucipto [Hb.7.45.2]
950648/8 <262> < Raden Ajeng Sumarsih [Hb.7.45.4] (Raden Ayu M. Sarlono) 951649/8 <262> < Raden Mas Yordan [Hb.7.45.1] (Raden Lurah Condrolukito)
952650/8 <286> < Raden Mas Basuki [Hb.7.19.4]
953651/8 <286> < Raden Ayu Suryaningprang [Hb.7.19.3]
954652/8 <299+221> < Kanjeng Raden Mas Haryo Suryo Baswo S. [Hb.7.19.1.4]
955653/8 <299+221> < Bendoro Raden Mas Suryo Danindro S. [Hb.7.19.1.3]
956654/8 <299+221> < Bendoro Raden Ajeng Murhardining [Hb.7.19.1.2] (Bendoro Raden Ayu Cipto Yuwono) 957655/8 <299+221> < Bendoro Raden Ajeng Kusniati [Hb.7.19.1.1] (Bendoro Raden Ayu Suryo)
958656/8 <121+173> < Raden Lurah Hatmosuwarno [Hb.7.13.3]
959657/8 <116+167> < Raden Ayu Wiroguno [Hb.7.4.1] 960658/8 <116+167> < Kanjeng Raden Tumenggung Poncokusumo [Hb.7.4.2]
961659/8 <116+167> < Raden Mas Atmo Tjondropawiro [Hb.7.4.4]
962660/8 <116+167> < Raden Ayu Danuningrat [Hb.7.4.7]
963661/8 <116+167> < Kanjeng Raden Tumenggung Joyowinoto [Hb.7.4.10]
964662/8 <116+167> < Kanjeng Raden Tumenggung Pusponegoro [Hb.7.4.9] 965663/8 <116+167> < Kanjeng Raden Tumenggung Nitinegoro [Hb.7.4.8]
966664/8 <116+167> < Raden Ayu Ambar Kusumo [Hb.7.4.6] (Raden Ayu Danudirjo)
967665/8 <116+167> < Raden Ayu Danusewoyo [Hb.7.4.5]
968666/8 <116+167> < Raden Ayu Mangun Prawiro Wiguno [Hb.7.4.3]
969667/8 <121+172> < Raden Lurah Atmocondrodipuro [Hb.7.13.1]
970668/8 <121+174> < Raden Mas Sudarmojo [Hb.7.13.2]
971669/8 <121+172> < Kanjeng Raden Tumenggung Kusumodipuro [Hb.7.13.4]
972670/8 <121+172> < Raden Rio Kusumoatmojo [Hb.7.13.5]
973671/8 <121+173> < Raden Wedono Kawindrogupito [Hb.7.13.7]
974672/8 <121+177> < Raden Ayu Kaharkusmen [Hb.7.13.6]
975673/8 <121+178> < Raden Mas Suarli [Hb.7.13.14]
976674/8 <121+176> < Raden Ngabehi Puspopertomo [Hb.7.13.9]
977675/8 <121+174> < Raden Ayu Wiryoatmojo [Hb.7.13.13]
978676/8 <121+174> < Raden Ayu Kartosudirjo [Hb.7.13.10]
979677/8 <121+172> < Raden Lurah Atmocondrosebdo [Hb.7.13.11]
980678/8 <121+176> < Raden Rio Mandoyoseputro [Hb.7.13.12]
981679/8 <121+176> < Raden Ajeng Suhatijah [Hb.7.13.15] (Raden Ayu Dibyoharjono) 982680/8 <121+175> < Raden Mas Suhadiyo [Hb.7.13.28]
983681/8 <121+178> < Raden Rio Mandoyoseputro [Hb.7.13.27]
984682/8 <121+176> < Raden Mas Sumaji [Hb.7.13.26]
985683/8 <121+300!> < Raden Mas Rio Condrodiningrat [Hb.7.13.25]
986684/8 <300+121!> < Raden Mas Menot [Hb.7.13.24]
987685/8 <121+176> < Raden Ayu Achmad Dahlan [Hb.7.13.23]
988686/8 <121+300!> < Raden Mas Yataskiru / Jonggrang [Hb.7.13.22]
989687/8 <121+172> < Raden Panji Joyosetejo [Hb.7.13.21]
990688/8 <121+300!> < Raden Ajeng Suhadijah [Hb.7.13.20]
991689/8 <121+176> < Kanjeng Raden Tumenggung Yudaningrat [Hb.7.13.19]
992690/8 <121+174> < Raden Ayu Daryono [Hb.7.13.17]
993691/8 <121+178> < Raden Bagus Atmocondrokukilo [Hb.7.13.16]
994692/8 <276+205> < Raden Mas Sinduseputro [Hb.7.31.1] (Raden Mas Jonkheer Marineer) 995693/8 <122+114> < Raden Ajeng Siti Suharjinah [Hb.7.17.1] (Raden Ayu Pringgowiyono)
996694/8 <122+114> < Raden Ajeng Siti Hardiyah [Hb.7.17.2] (Raden Ayu Kasto)
997695/8 <122+114> < Raden Mas Sudarmadi [Hb.7.17.4] (Raden Lurah Atmokusumo)
998696/8 <122+115> < Raden Mas Sumradono [Hb.7.17.6]
999697/8 <122+115> < Raden Ajeng Siti Martiyah [Hb.7.17.7]
1000698/8 <122+117> < Raden Ajeng Siti Suminarjinah [Hb.7.17.12]
1001699/8 <122+115> < Raden Mas Wisnubroto [Hb.7.17.17]
1002700/8 <122+118> < Raden Mas Muryatmi [Hb.7.17.19]
1003701/8 <122+114> < Raden Mas Nayadi [Hb.7.17.20]
1004702/8 <122> < Raden Mas Wiyitmo [Hb.7.17.22]
1005703/8 <122+118> < Raden Mas Subardi [Hb.7.17.23] (Raden Wedono Atmocondroutomo)
1006704/8 <122+115> < Raden Mas Suyadi [Hb.7.17.26]
1007705/8 <122+114> < Raden Mas Sutiyardi [Hb.7.17.27] (Raden Bagus Atmosuryodiprojo)
1008706/8 <122+115> < Raden Ajeng Siti Partinah [Hb.7.17.29] (Raden Ayu Gondokusumo)
1009707/8 <122+120> < Raden Mas Sumardi [Hb.7.17.36] (Kanjeng Raden Tumenggung Hastonokusumo)
1010708/8 <122+113> < Raden Ajeng Siti Kadaretno [Hb.7.17.37]
1011709/8 <122+121> < Raden Ajeng Siti Isjarun [Hb.7.17.39] (Raden Ayu Notodiningrat)
1012710/8 <122+113> < Raden Ajeng Sri Kusumo [Hb.7.17.40] (Raden Ayu D. Susanto)
1013711/8 <122> < Raden Mas Alex Matram [Hb.7.17.41] (Raden Mas Sukoharjo)
1014712/8 <122> < Raden Ayu Constantia Sumekar [Hb.7.17.42]
1015713/8 <122+113> < Raden Ajeng Takiyatun [Hb.7.17.38] (Raden Ayu Warsonokusumo)
1016714/8 <122+113> < Raden Ajeng Puntorini [Hb.7.17.34] (Raden Ayu Sosrokusumo)
1017715/8 <122+118> < Raden Ajeng Siti Samtiyah [Hb.7.17.32] (Raden Ayu Jayengkusumo)
1018716/8 <122+114> < Raden Mas Daryadi [Hb.7.17.31] (Raden Bekel Atmocondrowardoyo)
1019717/8 <122+117> < Raden Ajeng Siti Kusumaningdyah [Hb.7.17.15] (Raden Ayu Cokrodipuro)
1020718/8 <122+115> < Raden Mas Gunardi [Hb.7.17.16] (Raden Lurah Projokusumo)
1021719/8 <122+115> < Raden Mas Kusnadi [Hb.7.17.21] (Raden Wedono Pringgosastrokusumo)
1022720/8 <122+119> < Raden Mas Jayadi [Hb.7.17.24] (Raden Mas Mangkuseputro)
1023721/8 <122+119> < Raden Mas Rusyadi [Hb.7.17.14] (Kanjeng Raden Tumenggung Kusumodilogo) 1024722/8 <133+122!> < Raden Mas Gendroyono [Hb.7.17.13] (Raden Lurah Atmocondroatmojo)
1025723/8 <122+115> < Raden Ajeng Siti Samsinah [Hb.7.17.11] (Raden Ayu Sumaryokusumo)
1026724/8 <122+116> < Raden Ajeng Siti Samsiyah [Hb.7.17.10] (Raden Ayu Hendrobujono) 1027725/8 <122+115> < Raden Ajeng Siti Mukadar [Hb.7.17.9] (Raden Ayu Puspohasmoro)
1028726/8 <122+116> < Raden Ajeng Siti Samsirin [Hb.7.17.8] (Raden Ayu Suryosudirjo) 1029727/8 <122+116> < Raden Mas Sudayadi [Hb.7.17.5] (Kanjeng Pangeran Haryo Widyokusumo)
1030728/8 <122+115> < Raden Ajeng Siti Joharin [Hb.7.17.3] (Raden Ayu Puspodiprojo) 1031729/8 <122+115> < Raden Mas Sunardi [Hb.7.17.18] (Raden Lurah Atmocondrowinoto)
1032730/8 <161+123> < Bendoro Raden Ajeng Siti Putriyah [Hb.7.20.1] (Bendoro Raden Ayu Atmo Condrokusumo) 1033731/8 <161+123> < Bendoro Raden Ajeng Siti Suratkabirun [Hb.7.20.2] (Bendoro Raden Ayu Atmo Condroseputro) 1034732/8 <161+124> < Bendoro Raden Ayu Siti Kisari [Hb.7.20.6]
1035733/8 <161+124> < Bendoro Raden Ajeng Siti Suratun K. [Hb.7.20.10] (Bendoro Raden Ayu Mertonegoro)
1036734/8 <161+124> < Bendoro Raden Ajeng Siti Yukadiru [Hb.7.20.15] (Bendoro Raden Ayu Tirtodiningrat) 1037735/8 <161+124> < Bendoro Raden Ajeng Siti Kasantani [Hb.7.20.21]
1038736/8 <161+125> < Bendoro Raden Mas Dulatussaripi [Hb.7.20.22]
1039737/8 <161+127> < Bendoro Raden Ajeng Ipji Dangunikri [Hb.7.20.23] (Bendoro Raden Ayu Nitidipuro)
1040738/8 <161+125> < Bendoro Raden Mas Rijalun [Hb.7.20.25]
1041739/8 <86+161!> < Bendoro Raden Mas Salikut Takijati [Hb.7.20.27]
1042740/8 <161+548!> < Bendoro Raden Mas Nojatun [Hb.7.20.29]
1043741/8 <79> < Raden Mas Kusumo Malebari [Hb.7.24.2]
1044742/8 <79> < Raden Ajeng Soortiati [Hb.7.24.1]
1045743/8 <79> < Raden Mas Darudono Winoto K. [Hb.7.24.3]
1046744/8 <79+128> < Raden Ajeng Pratiwi [Hb.7.24.9] (Raden Ayu Kanuyoso Jatiwibowo) 1047745/8 <79+128> < Raden Ajeng Sri Sundari [Hb.7.24.8] (Raden Ayu Darmanto) 1048746/8 <79> < Raden Mas Ruslan [Hb.7.24.7] (Kanjeng Raden Tumenggung Purboseputro)
1049747/8 <79> < Raden Mas Rojeswenski [Hb.7.24.6] (Raden Mas Suryodiningrat)
1050748/8 <79> < Raden Ajeng Loorniati [Hb.7.24.5] (Raden Ayu Suharto Mangku Kawoco) 1051749/8 <79> < Raden Ajeng Roostiati [Hb.7.24.4] (Raden Ayu Gondokusumo)
1052750/8 <79+128> < Raden Ajeng Utari [Hb.7.24.10] (Raden Ayu Samudro)
1053751/8 <79+128> < Raden Ajeng Gendari [Hb.7.24.11] (Raden Ayu Apialul Jildi)
1054752/8 <79+128> < Raden Ajeng Kandihowo [Hb.7.24.16] (Raden Ayu Suharjo)
1055753/8 <79+128> < Raden Mas Fransiskus Josef Padyo [Hb.7.24.15]
1056754/8 <79+128> < Raden Mas Wisnu Wardhana [Hb.7.24.14]
1057755/8 <79+128> < Raden Mas Wasisto Suryodiningrat [Hb.7.24.13]
1058756/8 <79+128> < Raden Ajeng Trisnolo [Hb.7.24.12] (Raden Ayu Mustafa Rasyid) 1059757/8 <124+179> < Raden Ayu Sri Rahmani [Hb.7.27.4] (Raden Ayu Prawirodiningrat) 1060758/8 <124+179> < Raden Ayu Sarikirnen [Hb.7.27.2] (Raden Ayu Roestamdji Sorot) 1061759/8 <124+180> < Raden Ayu Widaninggar [Hb.7.27.3] (Raden Ayu Soedomo) 1062760/8 <63+131> < Bendoro Raden Mas Muposolukatini
1063761/8 <63+132> < Bendoro Raden Mas Ila ul-Kirami ? (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Murdaningrat)
1064762/8 <63+132> < Bendoro Raden Ajeng Siti Mutasangilun [Hb.8.12]
1065763/8 <63+132> < Bendoro Raden Mas Rasisulngaskari [Hb.8.22] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Bintoro)
1066764/8 <124+180> < Raden Ayu Sri Sutengsu [Hb.7.27.5] (Raden Ayu Notohadiprawiro) 1067765/8 <124+181> < Raden Mas Hino Rimawan [Hb.7.27.6] (Raden Rio Kusumobroto) 1068766/8 <124+179> < Raden Mas Hari Murti [Hb.7.27.7] (Raden Rio Tejonegoro)
1069767/8 <124+182> < Raden Ayu Mardusari [Hb.7.27.8] (Raden Ayu Puruboyo)
1070768/8 <124+183> < Raden Mas Nimpuno [Hb.7.27.9] (Raden Wedono Wilopokusumo)
1071769/8 <124+179> < Raden Ayu Sudyapti [Hb.7.27.10]
1072770/8 <124+182> < Raden Mas Sadono [Hb.7.27.11]
1073771/8 <124+183> < Raden Mas Sukesti [Hb.7.27.13] (Kanjeng Raden Tumenggung Tejohadiningrat) 1074772/8 <124+184> < Raden Mas Puntadewa [Hb.7.27.14] 1075773/8 <194> < Raden Ajeng Siti Rukiyah [Hb.7.30.1] (Raden Ayu Sastrosubandiyo)
1076774/8 <194> < Raden Ajeng Siti Maemunah [Hb.7.30.3] (Raden Ayu Resodiningrat)
1077775/8 <194> < Raden Mas Umar Katab [Hb.7.30.4] (Kanjeng Raden Tumenggung Suryoatmojo)
1078776/8 <194> < Raden Ajeng Siti Sutatdinah [Hb.7.30.8] (Raden Ayu Noorsasongko)
1079777/8 <194> < Raden Ajeng Siti Yatdaru [Hb.7.30.7] (Raden Ayu Suryaningrat)
1080778/8 <194> < Raden Ajeng Siti Sumardinah [Hb.7.30.6] (Raden Ayu Nayono Sumonegoro)
1081779/8 <194> < Raden Ajeng Siti Supilah [Hb.7.30.5] (Raden Ayu Pringgokusumo)
1082780/8 <276+207> < Raden Mas Suteki [Hb.7.31.5]
1083781/8 <276+205> < Raden Mas Jonkheer Infanterie [Hb.7.31.3]
1084782/8 <276+205> < Raden Ajeng Siti Kadarinah [Hb.7.31.2] (Raden Ayu Projosemadi)
1085783/8 <276+206> < Raden Ajeng Siti S. Kamarukmi [Hb.7.31.4] (Raden Ayu Irawan Atmojokusumo) 1086784/8 <276+207> < Raden Ajeng Siti Sutyasning [Hb.7.31.6] (Raden Ayu Sugeng Suprobo) 1087785/8 <63+130> < Bendoro Raden Mas [No Name] [Hb.8.2]
1088786/8 <282+209> < 1. Raden Mas Ratjulun
1089787/8 <282+209> < 2. Raden Ajeng Dadut
1091788/8 <123+138> < Raden Bekel Condrosentono 1092789/8 <310+144> < Raden Mas Benedictus Soetarjono
1093790/8 <310+144> < R. A. Henriette Arbiati
1094791/8 <310+144> < R. A. Georgia Srikanali
1095792/8 <310+144> < Raden Mas Franciscus Xaverius Prahasto
1096793/8 <310+144> < Raden Ajeng Melani
Meninggal saat bayi
1097794/8 <310+144> < Raden Mas Augustinus Soejanadi
1098795/8 <310+144> < Raden Mas Constantinus Satrijo
1099796/8 <310+144> < R. A. Mardoesari
1100797/8 <310+144> < Raden Mas Aloysius Prijohoetomo
1101798/8 <310+144> < R. A. Catharina Soeharti
1102799/8 <310+144> < Raden Mas Ignatius Soesanto
1103800/8 <310+144> < Raden Mas Petrus Canisius Pulunggono
1104801/8 <310+144> < R. A. Margareta Widihastoeti
1105802/8 <301+135> < Ratih Tarbijah
1108803/8 <301+135> < Asti Wandansari
1109804/8 <301+135> < Soebroto Aria Mataram
1119805/8 <313+222> < Raden Ajeng Sumaryatin (Raden Ajoe Hardjomenggolo) 1120806/8 <140> < Raden Mas Teguh Pambudi
1121807/8 <145> < Raden Ajeng Poedjiastoeti
1122808/8 <145> < Raden Mas Soebandi
1123809/8 <284+210> < G. R. A. Siti Djinzoelkari
GRA. Siti Djinzoelkari meninggal dalam usia muda.
1124810/8 <314+223> < Soeharmi
1125811/8 <314+223> < Siti Naidini Partini
1126812/8 <162> < Raden Mas Hatma Sadeli