Raden Tumenggung Mertonegoro / Jayapermadi - Keturunan (Inventaris)

Dari Rodovid ID
Orang:818589
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.

1

11/1 <?> < Raden Tumenggung Mertonegoro / Jayapermadi

2

21/2 <1+1> < Kanjeng Raden Tumenggung Mertonegoro II

3

31/3 <2> < R. A. Mutmainah

4

SOETARTINAH-2.JPEG
41/4 <3+2> < R. A. Soetartinah
lahir: 14 September 1890
perkawinan: <3> < Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) b. 2 Mei 1889 d. 26 April 1959
122/4 <3+2> < Raden Mas Johannes Soedarto Sosroningrat
lahir: 25 Desember 1895, Yogyakarta
perkawinan: <4> < Raden Ajeng Siti Pailah b. 17 Juli 1902
133/4 <3+2> < R. A. Maria Soelastri Sosroningrat
lahir: 22 April 1898, Yogyakarta
perkawinan: <5> < Raden Mas Jacobus Soejadi Darmosapoetro
wafat: 18 September 1975, Semarang
penguburan: Kompleks Gua Maria Kerep, Ambarawa, Semarang
Sedari kanak-kanak hingga remaja, Maria Soelastri begitu tertarik mempelajari budaya bangsa lain, termasuk diantaranya budaya barat, untuk menjawab rasa ingin tahu beliau kenapa tanah air Indonesia dikuasai bangsa barat. Sebaliknya, ayahanda beliau, Pangeran Sasraningrat, sangat menaruh minat pada Kesusasteraan Jawa Kuno dengan pergolakan-pergolakan dan perubahan jamannya. Kegiatan beliau dalam bidang jurnalistik membawa beliau berkenalan dengan tamu-tamu dari luar daerah, juga dari Batavia. Salah satunya adalah Dr. Hazeu, penasehat urusan pemerintahan jajahan, yang membawa serta seorang anggota Misi Gereja Katolik untuk Jawa Tengah yaitu Romo van Lith. Romo van Lith yang kemudian sering berkunjung untuk mempelajari Sastra Jawa, adat istiadat dan kebudayaan Jawa.

Th. 1906 dengan rekomendasi Romo van Lith dan disetujui ibunda B.R.A. Sasraningrat masuklah Ibu Maria Soelastri ke Europeese Meisjesschool dari Ordo Suster Fransiskanes Kidul Loji Mataram, Yogyakarta.

Dari sejarah keluarga Maria Soelastri ini, dan dari lingkungan dan komunitas keluarga yang banyak berhubungan dengan tokoh-tokoh pendidikan pada masa itu, tentu menjadi mudahlah bagi kita untuk dapat memahami sifat dan sikap nasionalisme Maria Soelastri yang kental, amat peduli pada rakyat kecil dan berpikiran maju. Perasaannya yang halus dan mudah tersentuh pada penderitaan kaum lemah begitu kuat, yang kemudian mendorong untuk melakukan suatu tindakan nyata bagi orang-orang di sekitarnya. Secara khusus perhatiannya tercurah pada buruh perempuan di pabrik cerutu Negresco dan pabrik gula di Yogyakarta dan usaha untuk mencarikan jalan keluar bagi kesejahteraan dan masa depan mereka. Dari kaum buruh inilah usaha peningkatan derajat dan martabat wanita pada umumnya dan wanita katolik pada khususnya dimulai.

Saat awal didirikannya Poesara Wanita Katholiek – kelak menjadi Wanita Katolik RI – bersama teman-temannya pada tanggal 26 Juni 1924, yang terpilih sebagai ketua pertamanya adalah adik Maria Soelastri, yaitu R.A. Catharina Soekirin Sasraningrat karena R.A. Maria Soelastri bertempat tinggal di Magelang. Terlihat betapa Maria Soelastri ini amat ‘sepi ing pamrih’ (tak punya pamrih atau ambisi pribadi), namun sepak terjangnya dalam membela kaum buruh dan kegigihannya itu membuatnya mendapat julukan ‘singa betina’ yang amat disegani.

Th. 1914 Ibu R.Ay. Maria Soelastri Sasraningrat dipersunting oleh Dokter Hewan R.M. Jacobus Soejadi Darmosapoetro, yang meskipun seorang pegawai negeri dalam pemerintahan tetapi berideologi politik melawan Politik Kapitalis Kolonial.

Ketika Wanita Katolik RI merayakan ulangtahunnya yang ke-50 di tahun 1974, Maria Soelastri menuliskan sebagian dari pengalaman perjuangannya, dengan antara lain menulis :

Sebagai langkah perjuangan yang pertama Ibu (Maria Soelastri – red) menemui pengusaha-pengusaha Belanda dari Pabrik Cerutu dan Pabrik Gula di Yogyakarta yang kedua-duanya juga beragama katolik. Buruh kedua pabrik ini sebagian besar terdiri dari buruh wanita. Pertemuan berlangsung dalam suasana damai. Pembicaraan diadakan dari hati ke hati dengan berpedoman pada Ensiklik-ensiklik Gereja Katolik, antara lain Rerum Novarum dari Bapak Leo ke XIII di Roma dan Quadragesimo Anno dari Paus Pius XI. Sebagai hasil pembicaraan, dengan segera dibentuklah peraturan-peraturan di kedua belah pabrik tersebut untuk perbaikan nasib para buruhnya pada umumnya dan buruh wanita pada khususnya. Langkah berikutnya dari Organisasi Wanita Katolik meliputi kerja sama dengan Usahawan-usahawan Katolik Belanda untuk mengadakan segala macam perbaikan nasib para buruh. … (Maria Soejadi Darmosaputro Sasraningrat, 24-6-1974) – oleh Iswanti, Kodrat yang Bergerak

Kini buah pikiran dan gagasan ibu R.A. Maria Soelastri Soejadi Sasraningrat telah semakin dikembangkan dan diwujud-nyatakan secara meluas. Dari gagasan yang muncul dari seorang perempuan ningrat yang peduli pada kaumnya, dari sebuah tempat ikrar di Kidul Loji, Yogyakarta, kini telah meluas ke seluruh nusantara. Dan gagasan itu semakin dikembangkan oleh srikandi-srikandi masa kini yang mengambil tongkat estafet dari para pendahulunya, namun sampai sekarang gagasan inti tetap tak lekang oleh waktu, tertuang dalam visi misi organisasi Wanita Katolik RI : demi tercapainya kesejahteraan bersama serta tegaknya harkat dan martabat manusia, dengan dilandasi nilai-nilai Injil dan Ajaran Sosial Gereja.

R.A. Maria Soelastri wafat di Semarang tanggal 8 September 1975 dan dimakamkan di Kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA).
54/4 <3+2> < Raden Mas Prawironingrat
65/4 <3+2> < Raden Mas Notoningrat Soetjipto
76/4 <3+2> < Raden Mas Soeprapto 87/4 <3+2> < R. A. Martodirdjo
98/4 <3+2> < Raden Mas Soerojo Sosroningrat
109/4 <3+2> < R. A. Soekapsilah
1110/4 <3+2> < Raden Mas Soejatmo
1411/4 <3+2> < Raden Mas Santjojo Sosroningrat
1512/4 <3+2> < R. A. Catharina Soekirin Sosroningrat

5

341/5 <4+3> < Soediro Alimoerto
lahir: 9 Agustus 1925
352/5 <12> < R. A. Maria Siti Soedarti Sosroningrat
lahir: 8 September 1925, Dobo, Kepulauan Aru
Bersekolah di Middelbare Handelsschool, Tempelstraat 4 (kini Jl. Kepanjen), Surabaya. Lalu bekerja sebagai pegawai Tata Usaha di Fak. Teknik Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta
363/5 <12> < Raden Ajeng Elisabeth Soeparti Sosroningrat
lahir: 19 November 1928, Donggala
Bersekolah di Kweekschool (sekolah guru atas) Stella Duce, Jl. Sumbing no. 1, Yogyakarta. Selulus kweekschool, melanjutkan pendidikan ke Belanda. Lalu bekerja sebagai guru di SLB A, Bandung. RA. Elisabeth Soeparti Sosroningrat tidak menikah.
314/5 <4+3> < Bambang Sokawati Dewantara
lahir: 9 Maret 1930
375/5 <12> < w Raden Mas Fransiskus Harsono Sosroningrat
lahir: 27 Juli 1931, Yogyakarta
perkawinan: <6> < R. A. Clara Siti Katijah Mangoenwinoto
306/5 <4+3> < Sjailendra Widjaja
lahir: 28 September 1932
387/5 <12> < R. A. Theresia Hartini Goestin Sosroningrat
lahir: 1 Desember 1932, Semarang
Menempuh pendidikan keperawatan di RS St. Elizabeth, Candi Baru, Semarang
398/5 <12> < Raden Mas Maria Benediktus Soeprapto Sosroningrat
lahir: 11 Juni 1936, Semarang
Mengecap pendidikan di IKIP Bandung.
409/5 <12> < Raden Mas Maria Emanuel Jaktiawa Amir Katamsi Sosroningrat
lahir: 24 Desember 1938, Yogyakarta
Bersekolah di SMA De Brito, Yogyakarta
4110/5 <12> < Raden Mas Agustinus Maria Widodo Sosroningrat
lahir: 22 Januari 1941, Surabaya
1611/5 <13+5> < Raden Mas Benedictus Soetarjono
1712/5 <13+5> < R. A. Henriette Arbiati
1813/5 <13+5> < R. A. Georgia Srikanali
1914/5 <13+5> < Raden Mas Franciscus Xaverius Prahasto
2015/5 <13+5> < Raden Ajeng Melani
Meninggal saat bayi
2116/5 <13+5> < Raden Mas Augustinus Soejanadi
2217/5 <13+5> < Raden Mas Constantinus Satrijo
2318/5 <13+5> < R. A. Mardoesari
2419/5 <13+5> < Raden Mas Aloysius Prijohoetomo
2520/5 <13+5> < R. A. Catharina Soeharti
2621/5 <13+5> < Raden Mas Ignatius Soesanto
2722/5 <13+5> < Raden Mas Petrus Canisius Pulunggono
2823/5 <13+5> < R. A. Margareta Widihastoeti
2924/5 <4+3> < Ratih Tarbijah
3225/5 <4+3> < Asti Wandansari
3326/5 <4+3> < Soebroto Aria Mataram