Kanjeng Sultan Hamengku Buwono IX [Hb.8.16] (Gusti Raden Mas Dorodjatun) b. 12 April 1912 d. 1 Oktober 1988 - Keturunan (Inventaris)
1
perkawinan: <1> <♀ Kanjeng Ratu Ayu Ciptomurti [Ga.Hb.9.4] [Hb.7.74.2] d. 30 Maret 1980
gelar: 1915, Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengku Negara Sudibya Raja Putera Narendra ing Mataram
perkawinan: <2> <♀ Bendoro Raden Ayu Pintokopurnomo [Ga.Hb.9.1] [Hb.6.11.18.1] (Kanjeng Ratu Ayu Pintokopurnomo) b. 22 November 1910, Yogyakarta
gelar: 18 Maret 1940 - 1 Oktober 1988, Yogyakarta, Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat
perkawinan: <3> <♀ Bendoro Raden Ayu Widyaningrum [Ga.Hb.9.2] ? (Kanjeng Ratu Ayu Widyaningrum / Raden Ayu Siti Kustina, Purwowinoto) b. 1928
pekerjaan: 17 Agustus 1945 - 1 Oktober 1988, Yogyakarta, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
perkawinan: <4> <♀ Kanjeng Ratu Ayu Hastungkoro [Ga.Hb.9.3] [Hb.7.13.18.2] (Bendoro Raden Ajeng Kusyadinah) , Yogyakarta
pekerjaan: 4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949, Jakarta, Menteri Pertahanan Indonesia ke-5
pekerjaan: 6 September 1950 - 27 April 1951, Jakarta, Wakil Perdana Menteri Indonesia ke-5
pekerjaan: 3 April 1952 - 30 Juli 1953, Jakarta, Menteri Pertahanan Indonesia ke-5
pekerjaan: 25 Juli 1966 - 24 Maret 1973, Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia ke-1
pekerjaan: 24 Maret 1973 - 23 Maret 1978, Jakarta, Wakil Presiden Indonesia ke-2
perkawinan: <5> <♀ Kanjeng Ratu Ayu Nindyakirono [Ga.Hb.9.5] ? (Nurma Musa) b. 3 Desember 1930 d. 3 September 2015
wafat: 1 Oktober 1988, Washington, DC, USA
penguburan: 8 Oktober 1988, Imogiri
gelar: 8 Juni 2003, Jakarta, Mendapatkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia
Biografi Lahir di Yogyakarta dengan nama G.R.M. Dorojatun pada 12 April 1912, Hamengkubuwana IX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Di umur 4 tahun Hamengkubuwana IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Rijkuniversiteit (sekarang Universiteit Leiden), Belanda ("Sultan Henkie").
Hamengkubuwana IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar "Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga". Ia merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat "Istimewa".
[1] Sebelum dinobatkan, Sultan yang berusia 28 tahun bernegosiasi secara alot selama 4 bulan dengan diplomat senior Belanda Dr. Lucien Adams mengenai otonomi Yogyakarta. Di masa Jepang, Sultan melarang pengiriman romusha dengan mengadakan proyek lokal saluran irigasi Selokan Mataram. Sultan bersama Pakualam adalah penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia. Sultan yang mengundang Presiden untuk memimpin dari Yogyakarta setelah Jakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda I.
Peran dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 [2] Peranan Sultan Hamengkubuwana IX dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 oleh TNI masih tidak singkron dengan versi Soeharto. Menurut Sultan, beliaulah yang melihat semangat juang rakyat melemah dan menganjurkan serangan umum. Sedangkan menurut Pak Harto, beliau baru bertemu Sultan malah setelah penyerahan kedaulatan. Sultan menggunakan dana pribadinya (dari istana Yogyakarta) untuk membayar gaji pegawai republik yang tidak mendapat gaji semenjak Agresi Militer ke-2.
Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.
Beliau ikut menghadiri perayaan 50 tahun kekuasaan Ratu Wilhelmina di Amsterdam, Belanda pada tahun 1938
Minggu malam 2 Oktober 1988, ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Indonesia.
Sultan Hamengku Buwana IX tercatat sebagai Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia antara 1945-1988 dan Raja Kesultanan Yogyakarta terlama antara 1940-1988.
Silsilah
Mata uang Indonesia yang bergambar Hamengkubuwana IXAnak kesembilan dari Sultan Hamengkubuwono VIII dan istri kelimanya RA Kustilah/KRA Adipati Anum Amangku Negara/Kanjeng Alit. Memiliki lima istri: 1.BRA Pintakapurnama/KRA Pintakapurnama tahun 1940 2.RA Siti Kustina/BRA Windyaningrum/KRA Widyaningrum/RAy Adipati Anum, putri Pangeran Mangkubumi, tahun 1943 3.Raden Gledegan Ranasaputra/KRA Astungkara, putri Raden Lurah Ranasaputra dan Sujira Sutiyati Ymi Salatun, tahun 1948 4.KRA Ciptamurti 5.Norma Musa/KRA Nindakirana, putri Handaru Widarna tahun 1976
Memiliki lima belas putra: 1.BRM Arjuna Darpita/KGPH Mangkubumi/KGPAA Mangkubumi/Sri Sultan Hamengkubuwono X dari KRA Widyaningrum 2.BRM Murtyanta/GBPH Adi Kusuma/KGPH Adi Kusuma dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan Dr. Sri Hardani 3.BRM Ibnu Prastawa/GBPH Adi Winata dari KRA Widyaningrum, menikah dengan Aryuni Utari 4.BRM Kaswara/GBPH Adi Surya dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan Andinidevi 5.BRM Arumanta/GBPH Prabu Kusuma dari KRA Astungkara, menikah dengan Kuswarini 6.BRM Sumyandana/GBPH Jaya Kusuma dari KRA Windyaningrum 7.BRM Kuslardiyanta dari KRA Astungkara, menikah dengan Jeng Yeni 8.BRM Anindita/GBPH Paku Ningrat dari KRA Ciptamurti, menikah dengan Nurita Afridiani 9.BRM Sulaksamana/GBPH Yudha Ningrat dari KRA Astungkara, menikah dengan Raden Roro Endang Hermaningrum 10.BRM Abirama/GBPH Chandra Ningrat dari KRA Astungkara, menikah dengan Hery Iswanti 11.BRM Prasasta/GBPH Chakradiningrat dari KRA Ciptamurti, menikah dengan Lakhsmi Indra Suharjana 12.BRM Arianta dari KRA Ciptamurti, menikah dengan Farida Indah. 13.BRM Sarsana dari KRA Ciptamurti 14.BRM Harkamaya dari KRA Ciptamurti 15.BRM Svatindra dari KRA Ciptamurti
Memiliki tujuh putri: 1.BRA Gusti Sri Murhanjati/GKR Anum dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan Kolonel Budi Permana/KPH Adibrata yang menjadi Gubernur Sulawesi Selatan 2.BRA Sri Murdiyatun/GBRAy Murda Kusuma dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan KRT Murda Kusuma 3.BRA Dr Sri Kuswarjanti/GBRAy Dr. Riya Kusuma dari KRA Widyaningrum, menikah dengan KRT Riya Kusuma 4.BRA Dr Sri Muryati/GBRAy Dr. Dharma Kusuma dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan KRT Dharma Kusuma 5.BRA Kuslardiyanta dari KRA Ciptomurti 6.BRA Sri Kusandanari dari KRA Astungkara 7.BRA Sri Kusuladewi/BRAy Padma Kusuma dari KRA Astungkara, menikah dengan KRT Padma Kusuma
Pendidikan Taman kanak-kanak atau Frobel School asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul Eerste Europese Lagere School (1925) Hogere Burger School (HBS, setingkat SMP dan SMU) di Semarang dan Bandung (1931) Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) kemudian ekonomi
Jabatan
Sultan Hamengkubuwana IX dalam masa Revolusi Nasional Indonesia sekitar akhir 1940-an.Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945) Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947) Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (3 Juli 1947 - 11 November 1947 dan 11 November 1947 - 28 Januari 1948) Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949) Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949) Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950) Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 - 27 April 1951) Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951) Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956) Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957) Ketua Federasi ASEAN Games (1958) Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959) Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963) Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966) Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966) Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968) Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968) Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968) Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 - 23 Maret 1978)
Pahlawan Nasional
Hamengkubuwana IX diangkat menjadi pahlawan nasional Indonesia tanggal 8 Juni 2003 oleh presiden Megawati Soekarnoputri2
181/2 <1+2> <♀ Bendoro Raden Ayu Sri Murdiyatun / Gusti Bendoro Raden Ayu Murda Kusumaperkawinan: <6> <♂ Kanjeng Raden Tumenggung Murdokusumo ? (Djoko Suprapto) d. 1986, Yogyakarta
wafat: 22 Agustus 2020
penguburan: 22 Agustus 2020, Yogyakarta, Pasarean Hastorenggo Kota Gede, Yogyakarta
perkawinan: <7> <♂ Kanjeng Raden Tumenggung Riyokusumo ? (Subono) , Yogyakarta
perkawinan: <8> <♂ Kanjeng Raden Tumenggung Dharmokusumo ? (Suyono Sumantri) b. 1945, Yogyakarta
wafat: 1 Juli 2021, Jakarta
penguburan: 2 Juli 2021, Yogyakarta, Pasarean Hastorenggo, Kotagede
gelar: Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengku Negara Sudibyo Raja Putra Nalendra Mataram
perkawinan: <9> <♀ Kanjeng Gusti Ratu Hemas ? (Bendoro Raden Ayu Mangkubumi) , Yogyakarta
gelar: 7 Maret 1989, Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengku Negara Sudibyo Raja Putra Nalendra Mataram Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Sultan Amangku Buwana X Senapati ing Alaga ‘Abdu’l-Rahman Saiyid ud-din Panatagama Khalifatu’llah ingkang Jumeneng Kaping Sadasa
pekerjaan: 3 Oktober 1998, Yogyakarta, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
Bendara Raden Mas Herjuno Darpito atau Sri Sultan Hamengkubuwana X (Bahasa Jawa: Sri Sultan Hamengku Buwono X, lahir di Yogyakarta, 2 April 1946; umur 64 tahun) adalah raja Kasultanan Yogyakarta sejak tahun 1989 dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 1998.
Silsilah Anak tertua dari Sultan Hamengkubuwana IX dan istri keduanya, RA Siti Kustina/BRA Widyaningrum/KRA Widyaningrum/RAy Adipati AnumMenikah dengan Tatiek Drajad Suprihastuti/BRA Mangkubumi/GKR Hemas, putri dari Kolonel Radin Subanadigda Sastrapranata, pada tahun 1968. Memiliki saudara antara lain GBPH Joyokusumo, GBPH Prabukusumo, GBPH Yudaningrat
Memiliki lima orang putri: 1.GRA Nurmalita Sari/GKR Pembayun 2.GRA Nurmagupita/GKR Condrokirono 3.GRA Nurkamnari Dewi /GKR Maduretno 4.GRA Nurabra Juwita 5.GRA Nurastuti Vijareni
Masa kecil dan pendidikan Hamengkubuwono X lahir dengan nama BRM Herjuno Darpito. Setelah dewasa bergelar KGPH Mangkubumi dan setelah diangkat sebagai putra mahkota diberi gelar KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Rajaputra Nalendra ing Mataram. Hamengkubuwono X adalah seorang lulusan Fakultas Hukum UGM.
Penobatan Penobatan Hamengkubuwono X sebagai raja dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 1989 (Selasa Wage 19 Rajab 1921) dengan gelar resmi Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sadasa.
Kegiatan organisasi Hamengkubuwono X aktif dalam berbagai organisasi dan pernah memegang berbagai jabatan diantaranya adalah ketua umum Kadinda DIY, ketua DPD Golkar DIY, ketua KONI DIY, Dirut PT Punokawan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, Presiden Komisaris PG Madukismo, dan pada bulan Juli 1996 diangkat sebagai Ketua Tim Ahli Gubernur DIY. Pada 2010, bersama dengan Surya Paloh, Sri Sultan Hamengkubuwono X mencetuskan pendirian Nasional Demokrat.
Menjadi Gubernur DIY Setelah Paku Alam VIII wafat, dan melalui beberapa perdebatan, pada 1998 beliau ditetapkan sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dengan masa jabatan 1998-2003. Dalam masa jabatan ini Hamengkubuwono X tidak didampingi Wakil Gubernur. Pada tahun 2003 beliau ditetapkan lagi, setelah terjadi beberapa pro-kontra, sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk masa jabatan 2003-2008. Kali ini beliau didampingi Wakil Gubernur yaitu Paku Alam IX.
Gempa Jogja Pada masa kepemimpinannya, Yogyakarta mengalami gempa bumi yang terjadi pada bulan Mei 2006 dengan skala 5,9 sampai dengan 6,2 Skala Richter yang menewaskan lebih dari 6000 orang dan melukai puluhan ribu orang lainnya.
Mengundurkan diri sebagai gubernur
"Kota kita tidak memerlukan kata pujian yang berlebihan. Dia hanya perlu sentuhan kasih dari hati nurani kita" - Kutipan dari Monumen Tapak Prestasi Hamengku Buwono X di Monumen Tapak Prestasi, Yogyakarta.Pada peringatan hari ulang tahunnya yang ke-61 di Pagelaran Keraton 7 April 2007, ia menegaskan tekadnya untuk tidak lagi menjabat setelah periode jabatannya 2003-2008 berakhir. Dalam pisowanan agung yang dihadiri sekitar 40.000 warga, ia mengaku akan mulai berkiprah di kancah nasional. Ia akan menyumbangkan pemikiran dan tenaganya untuk kepentingan bangsa dan negara.perkawinan: <10> <♀ Sri Hardani ? (Raden Ayu Hadikusumo) b. 14 Agustus 1952 d. 11 Agustus 2018, Yogyakarta
wafat: 27 Februari 1994
perkawinan: <11> <♀ Aryuni Utari
perkawinan: <12> <♀ Bendoro Raden Ayu Hadiwinoto ? (Aryuni Utari)
wafat: 31 Maret 2021, Yogyakarta
perkawinan: <13> <♀ Raden Ajeng Andini Dewi [Hb.7.68.15] (Bendoro Raden Ayu Hadisuryo) b. 28 Oktober 1956
perkawinan: <14> <♀ Roswarini Sri Juniarsih (Bendoro Raden Ayu Prabukusumo) d. 8 Desember 2020, Yogyakarta
perkawinan: <15> <♀ Bendoro Raden Ayu Nuraida ? (Bendoro Raden Ayu Joyokusumo)
wafat: 31 Desember 2013, Jakarta
penguburan: 1 Januari 2014, Yogyakarta, Hastorenggo Royal Cemetery
- SD Keputran I, Yogyakarta (1968)
- SMP Negeri III, Yogyakarta (1971)
- SMA Negeri I, Yogyakarta (1974)
- Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM)
Riwayat Jabatan
- Anggota DPRD Provinsi dari Partai Golkar (1982 - 1987)
- Anggota DPRD Provinsi dari Partai Golkar (1987 - 1992)
- Anggota DPR dari Partai Golkar (1992 - 1997)
- Anggota DPR dari Partai Golkar (1997 - 1999)
- Anggota DPR dari Partai Golkar (1999 - 2004)
- Anggota DPR dari Partai Golkar (2004 - 2009)
Organisasi
- Anggota DPD Golkar (1978)
- Anggota Sepidar Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) (1981)
- Aktivis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) (1982 - 1991)
- Ketua DPD KNPI DI Yogyakarta (1982 - 1985)
- Wakil Ketua BPD HIPMI DI Yogyakarta (1984 - 1987)
- Wakil Ketua Depidar XI Soksi DI Yogyakarta (1985 - 1990)
- Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DI Yogyakarta (1988 - 1991)
- Ketua Biro Pemuda DPD Golkar DI Yogyakarta (1988 - 1993)
- Ketua Depidar XI Soksi DI Yogyakarta (1990 - 1995)
- Ketua Koordinator Bidang Seni, Budaya & Pariwisata dan Korwil VIII DPP Partai Golkar DI Yogyakarta (1998)
Pemakaman
Jenazah Joyokusumo diperkirakan akan tiba di Yogyakarta sekitar pukul 09.00 WIB Rabu, 1 Januari 2014. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Pasarean Hasto renggo Kota Gede sesuai dengan permintaan almarhum.[1]
Sementara itu, KPH Purbodiningrat menuturkan dipilihnya pesarean Hasto Renggo Kota Gede karena sesuai dengan permintaan alm. Joyokusumo sebelum meninggal dunia. "Pesan itu disampaikan Joyokusumo ke istrinya (BRAy Hj Joyokusumo),'" kata Purbodiningrat.
meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Joyokusumo dirawat di RS Medistra Jakarta sekitar satu bulan lalu akibat komplikasi penyakit.perkawinan: <17> <♀ Nurita Afridiani ? (Bendoro Raden Ayu Pakuningrat) b. 1962, Yogyakarta
perkawinan: <18> <♀ Raden Roro Endang Hermaningrum ? (Raden Ayu Yudaningrat) b. 1963, Yogyakarta
perkawinan: <19> <♀ Hery Iswanti ? (Bendoro Raden Ayu Condrodiningrat) , Yogyakarta
perkawinan: <20> <♀ Lakhsmi Indra Suharjana ? (Bendoro Raden Ayu Chakraningrat)
wafat: 21 Juli 2019, Jakarta, Dimakamkan di Pasarean Hasto Renggo, Kotagede Yogyakarta, tanggal 22 Juli 2019
wafat: 1965
perkawinan: <22> <♂ Kanjeng Raden Tumenggung Padmokusumo ? (Budi Santoso)
perkawinan: <24> <♀ Raden Roro Endang Retno Werid Soelasmi Lima , Yogyakarta
wafat: 3 Juli 2006
3
perkawinan: <26> <♂ Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro ? (Nieko Messa Yudhana) b. 28 April 1972, Yogyakarta
gelar: 5 Mei 2015, Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng ing Mataram
perkawinan: <27> <♂ Kanjeng Pangeran Haryo Suryokusumo ? (Ery Triawan) , Yogyakarta
perceraian: <27!> <♂ Kanjeng Pangeran Haryo Suryokusumo ? (Ery Triawan) , Yogyakarta
pekerjaan: 2015 - 2020, Yogyakarta, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DIY
perkawinan: <28> <♂ Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat ? (Yun Prasetyo) b. 1 Juni 1976, Yogyakarta
perkawinan: <29> <♀ Serenade Miolo (Raden Ayu Hancanie Prabuputra) b. 14 Desember 1983, Bogor
perkawinan: <29!> <♀ Serenade Miolo (Raden Ayu Hancanie Prabuputra) b. 14 Desember 1983, Yogyakarta, Resepsi Kedua
perkawinan: <30> <♂ Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro ? (Angger Pribadi Wibowo) b. 27 Desember 1973, Yogyakarta
perkawinan: <31> <♂ Kanjeng Pangeran Haryo Yudonegoro ? (Achmad Ubaidillah) b. 26 Oktober 1981, Yogyakarta






