Dyah Wiyat / Rajadewi Maharajasa (Bhre Daha I)

Dari Rodovid ID

Orang:330085
Langsung ke: panduan arah, cari
Marga (saat dilahirkan) Majapahit Rajasa
Jenis Kelamin Wanita
Nama lengkap (saat dilahirkan) Dyah Wiyat / Rajadewi Maharajasa
Nama belakang lainnya Bhre Daha I
Ayah ibu

Raden Wijaya / Prabu Kertarajasa Jayawardana [Majapahit Rajasa] d. 1309

Gayatri / Rajapatni / Pusparasmi [Kertanegara] d. 1350

Halaman-wiki wikipedia:id:Dyah Wiyat

Kejadian-kejadian

kelahiran anak: Indudewi / Bhre Lasem [Majapahit Rajasa]

kelahiran anak: Dyah Duhitendu Dewi / Putri Indu Dewi Purnamawulan (Bhre Lasem Sang Halemu) [Majapahit Rajasa] d. 1382

kelahiran anak: Sri Sudewi / Padukosari [Wijayarajasa]

perkawinan: Wijayarajasa / Kudamerta (Bhre Wengker) [Ring Pamotan]

Catatan-catatan

Dyah Wiyat alias Rajadewi Maharajasa adalah putri bungsu Raden Wijaya, pendiri Majapahit.

Silsilah Dyah Wiyat Dyah Wiyat adalah putri Raden Wijaya yang lahir dari Gayatri. Ia memiliki kakak kandung bernama Dyah Gitarja, dan kakak tiri bernama Jayanagara.

Pararaton mengisahkan Jayanagara yang menjadi raja kedua, merasa takut takhtanya terancam, sehingga Dyah Gitarja dan Dyah Wiyat dilarang menikah. Baru setelah ia meninggal tahun 1328, para ksatria berdatangan melamar kedua putri tersebut. Setelah diadakan sayembara, diperoleh dua orang ksatriya, yaitu Cakradhara sebagai suami Dyah Gitarja, dan Kudamerta sebagai suami Dyah Wiyat. Kudamerta kemudian bergelar Wijayarajasa atau Bhre Wengjer atau Bhatara Parameswara ring Pamotan. Dari perkawinan itu lahir Padukasori yang menjadi permaisuri Hayam Wuruk putra Dyah Gitarja Tribhuwana Tunggadewi.

Peranan Dyah Wiyat Pada pemerintahan Jayanagara, Dyah Wiyat diangkat sebagai raja bawahan di Kadiri bergelar Rajadewi Maharajasa Bhre Daha. Jabatan ini terus dipegangnya sampai ia meninggal pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, keponakan sekaligus menantunya.

Dalam pemerintahan Hayam Wuruk, Rajadewi tergabung dalam Saptaprabhu, yaitu semacam dewan pertimbangan agung yang beranggotakan keluarga raja.

Tidak diketahui dengan pasti kapan Rajadewi meninggal. Pararaton hanya menyebut kematiannya setelah pengangkatan Gajah Enggon sebagai patih tahun 1371. Rajadewi kemudian didharmakan di Adilangu, dengan candi bernama Purwawisesa.


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
Rakryan Saunggalah ? (Prabu Ragasuci)
perkawinan: Dara Puspa
gelar: 1297 - 1303, Raja Sunda Ke-26
kematian: 1303
Kertanegara / Sri Jnanabajreswara (śrī Mahārājādhirāja Kŗtanagara Wikrama Dharmmottunggadew)
perkawinan: Dara Kencana , Sri Bajradewi
perkawinan: Sri Bajradewi
gelar: 1254, Kediri (East Java), Yuwaraja Kediri bergelar Sri Maharaja Sri Lokawijaya Purusottama Wira Asta Basudewadhipa Aniwariwiryanindita Parakrama Murddhaja Namottunggadewa
gelar: 1268, Raja Singasari
kematian: 1292
Kakek-nenek
Ayah ibu
Bhre Kahuripan I
kelahiran:
Ayah ibu
 
== 3 ==
Tribhuwana Wijayatunggadewi / Dyah Gitarja (Ratu Kenconowungu)
perkawinan: Cakradhara / Kertawardhana / Bhre Tumapel
gelar: 1328 - 1350, Majapahit, Raja Majapahit III bergelar Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani
Stri Jayanagara / Raden Kalagemet
kelahiran: 1294
gelar: 1295, Kediri, Yuwaraja atau raja muda di Kadiri atau Daha (Bhre Daha)
gelar: 1309 - 1328, Majapahit, Prabu Majapahit II bergelar Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara
kematian: 1328
== 3 ==
Anak-anak
Prabu Hayam Wuruk
kelahiran: 1334
perkawinan: Sri Sudewi / Padukosari
perkawinan: Selir / Garwo Ampeyan
gelar: 1350 - 1389, Majapahit, Prabu Majapahit IV bergelar Maharaja Sri Rajasanagara
kematian: 1389
Anak-anak
Cucu-cucu
Girishawardhana Dyah Suryawikrama / Bhra Hyang Purwawisesa (Dyah Suryawikrama / Brawijaya III)
gelar: 1456 - 1466, Prabu Majapahit XI bergelar Brawijaya III
kematian: 1466
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Джерельна довідка за населеним пунктом
Bahasa lain