Rakryan Jayadharma / Rakeyan Jayadharma (Prabu Sri Pamekas)

Dari Rodovid ID
Orang:330111
Marga (saat dilahirkan) Sunda-Galuh
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) Rakryan Jayadharma / Rakeyan Jayadharma
Nama belakang lainnya Prabu Sri Pamekas
Orang Tua

Prabu Guru Dharmasiksa / Prabu Sanghyang Wisnu

Puteri Dewi Suprabha (Sriwijaya)

Halaman-wiki [[1]]

Momen penting

lahir: Putra Mahkota, Meninggal Sebelum Naik Tahta

kelahiran anak: Raden Wijaya / Prabu Kertarajasa Jayawardana d. 1309

perkawinan: Dyah Singamurti / Dyah Lembu Tal

Catatan-catatan

Hubungan dengan berdirinya Majapahit Prabu Guru Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu memiliki putra mahkota Rakeyan Jayadarma, dan berkedudukan di Pakuan. Menurut Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 3, Rakeyan Jayadarma adalah menantu Mahisa Campaka di Jawa Timur, karena ia berjodoh dengan putrinya bernama Dyah Lembu Tal. Mahisa Campaka adalah anak dari Mahisa Wong Ateleng, yang merupakan anak dari Ken Angrok dan Ken Dedes dari Kerajaan Singhasari.

Rakeyan Jayadarma dan Dyah Lembu Tal berputera Sang Nararya Sanggramawijaya, atau lebih dikenal dengan nama Raden Wijaya yang dikatakan terlahir di Pakuan. Dengan kata lain, Raden Wijaya adalah turunan ke-4 dari Ken Angrok dan Ken Dedes. Karena Jayadarma wafat dalam usia muda, Lembu Tal tidak bersedia tinggal lebih lama di Pakuan. Akhirnya, Raden Wijaya dan ibunya kembali ke Jawa Timur.

Dalam Babad Tanah Jawi Raden Wijaya disebut pula Jaka Susuruh dari Pasundan. Sebagai keturunan Jayadarma, ia adalah penerus tahta Kerajaan Sunda-Galuh yang sah, yaitu apabila Prabu Guru Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu mangkat. Kematian Jayadarma mengosongkan kedudukan putera mahkota, karena Raden Wijaya berada di Jawa Timur dan kemudian menjadi raja pertama Majapahit.


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
Prabu Dharmakusuma
gelar: 1156 - 1175, Raja Sunda Ke-24
wafat: 1175
Kakek-nenek
Orang Tua
Prabu Guru Dharmasiksa / Prabu Sanghyang Wisnu
gelar: 1175 - 1297, Raja Sunda Ke-25
Orang Tua
 
== 3 ==
Rakryan Saunggalah / (Prabu Ragasuci)
perkawinan: Dara Puspa
gelar: 1297 - 1303, Raja Sunda Ke-26
wafat: 1303
Raja Purana
lahir: 1168
== 3 ==
Anak-anak
Anak-anak
Cucu-cucu
Cakradhara / Kertawardhana / Bhre Tumapel
perkawinan: Tribhuwana Wijayatunggadewi / Dyah Gitarja (Ratu Kenconowungu)
wafat: 1386, Wafat 1386. abu jenasah di dharmakan di Candi Sarwa -Jayapurwa, Desa Japan - Pasuruan
Tribhuwana Wijayatunggadewi / Dyah Gitarja (Ratu Kenconowungu)
perkawinan: Cakradhara / Kertawardhana / Bhre Tumapel
gelar: 1328 - 1350, Majapahit, Raja Majapahit III bergelar Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani
Stri Jayanagara / Raden Kalagemet
lahir: 1294
gelar: 1295, Kediri, Yuwaraja atau raja muda di Kadiri atau Daha (Bhre Daha)
gelar: 1309 - 1328, Majapahit, Prabu Majapahit II bergelar Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara
wafat: 1328
Cucu-cucu
Dharmasraya
Dharmasraya - Sumatera
Kertanegara
Majapahit Rajasa
Ring Pamotan
Sriwijaya
Sunda-Galuh
Tdk ada catatan
Wangsa Rajasa