Adipati Wirohutomo I / Raden Jaka Katuhu
Dari Rodovid ID
Orang:26608
| Marga (saat dilahirkan) | Srie Pamekas - Nata / Raja Pajajaran |
| Jenis Kelamin | Pria |
| Nama lengkap (saat dilahirkan) | Adipati Wirohutomo I / Raden Jaka Katuhu |
| Orang Tua
♂ Adipati Arya Baribin - Pajajaran [Srie Pamekas - Nata / Raja Pajajaran] | |
| Nomor referensi | * Priyadi,Sugeng.1990; "Tinjauan Awal Tentang serat * Babad Banyumas Sebagai sumber sejarah"; Makalah disampaikan dalam seminar Sejarah nasional V Semarang. Jarahnitra, Direktorat Jendral kebudayaan, Departemen Pendidikan dan kebudayaan., * Sarasilah Diposoepanan - Patih Poerwokerto; 1 Desember 1934.Penulis: Sastrodihardjo, * Stamboom Genealogical Family Tree of .. R Adipati Bratadiningrat. |
Momen penting
kelahiran anak: ♂ Adipati Wirohutomo III / R Jaka Hurang / Adipati Wirasaba [Srie Pamekas - Nata / Raja Pajajaran]
perkawinan: ♀ Putrisari [Mahapatih Majapahit]
Catatan-catatan
NB:
- Babad Wirasaba meceriterakan asal usul R.Jaka Katuhu dan R.Paguwon (Adipati Wirahudaya) yang saat ini menjadi Adipati I di Kadipaten Wirasaba I (abad ke 15). R Jaka Katuhu putera sulung R Harya Baribin Pandhita Putera, dan menjadi menantu Prabu Linggawastu karena dikawinkan dengan puteri tunggalnya, Dewi Retna Pamekas. R Jaka Katuhu meninggalkan Kraton Pakuan Parahyangan untuk berkelanan ke tanah Jawa dan akhirnya sampai di desa Buwara; Disana dijadikan anak angkat Ki Lurah Buwara yang tidak memiliki keturunan. R.JaKa Katuhu membantu perluasan ladang pertanian Ki Lurah Buwara, dengan membakar daun/ranting sehingga tjahaya membumbung memancar keudara terlihat dari kadipaten Wirasaba; [[Adipati Wirahudaya]] menyelidiki dan memanggil Ki Lurah Burawa & Jaka Katuhu, dan diketahuilah asal usul Jaka Katuhu; Sehingga Adipati Wirahudaya berkeinginan mengangkat putera R.Jaka Katuhu karena di tidak dikarunia keturunan hingga usia tuanya. Ketika tiba waktunya Pisowanan Ageng di Kratom Majapahit, Adipati Wirahudaya sedang menderita sakit. Maka diutuslah R Jaka Katuhu untuk mewakili menghadap Prabu Brawijaya V, menghaturkan upeti kepada Sri Baginda; Keberangkatannya ke Majapahit diantar oleh Patih Wirasaba, Raden Bawang, dan adik Sang Adipati. Pada saat menghadap Sang Prabu Brawijaya V, ditanyakan asal usul R Jaka Katuhu, karena ynag bertanya adalah raja maka ia terus terang bahwa ia adalah putera R Harya Baribin Pandhita Putera, menantu Sri Prabu Linggawastu Ratu Purana Jaya Dewata dari Kraton Pakuan Parahiyangan di tanah Pasundan. mendengar nama R Harya Baribin, Sang Prabu terkejut dan tida mengira bahwa Jaka Katuhu ternyata putera adik kandungnya sendiri. R Baribin melarikan diri pada masa Prabu Brawijaya V menjadi Raja Majapahit, ia difitnah oleh beberapa punggawa kraton yang akan merebut kekuasaaan, sehingga diperintahkan ditangkap; Fitnah itu dari kelompok Patih Majapahit saat itu. Fitnah tsb. yang akhirnya terbokngkar kedoknya; sehingga Sang Prabu Brawijaya V menyesal asal tindakannya terkena provoasi.
- Raden Jaka Katuhu kasengkakaken ing ngaluhur (kembali diangkat derajatnya sebagai bangsawan Kraton) dan dibait'an menjadi Adipati Anom Wirasaba dengan gelar Adipati Anom Wirahutama. Selain dihadiahi seorang isteri bernama Putrisari salah satu puteri Mahapatih Majapahit; Dan dijinkan memperluas wilayah Kadipaten Wirasaba sampai ujung timur hingga lereng barat Gunung Sindoro Sumbing di wilayah Kedu.
- Babad Banyumas menceriterkan sejarah wilayah Banyumas bagian timur yang terkait hubungan trah dengan kerajaan Pajajaran - Majapahit II abad ke 15 & 16 (1429-1522) melalui garis trah Adipati Wirohutomo I (Raden Jaka Katuhu) pada masa Kadipaten Wirasaba I (zaman Hindu, abad ke 15) maupun trah Adipati Wargahutama II ( R Jaka Kaiman, keturunan trah Pangeran Senapati Mangkubumi II, Pasirbatang).
[sunting] Sumber-sumber
Dari kakek nenek sampai cucu-cucu
Kakek-nenek
perkawinan: ♂ Hyang Prameswara / Bhre Kahuripan (Aji Ratnapangkaja)
gelar: 1429 - 1447, Rani Majapahit V bergelar Prabu Stri Suhita
wafat: 1447
gelar: 1429 - 1447, Rani Majapahit V bergelar Prabu Stri Suhita
wafat: 1447
gelar: 1382 - 1482, Raja Sunda-Galuh Ke-33
Kerajaan Sunda-Galuh terbagi 2 (Prabu Susuknunggal dan Prabu Dewa Niskala)
bermukim: 1337, Ciamis, Indonesia
lahir: 1348
perkawinan: ♀ Lara Sarkati (Nay Ratna Sarkati)
perkawinan: ♀ Lara Sarkati (Nay Ratna Sarkati)
gelar: 1371 - 1475, Raja Sunda Ke-32
wafat: 1475
perkawinan: ♀ Lara Sarkati (Nay Ratna Sarkati)
perkawinan: ♀ Lara Sarkati (Nay Ratna Sarkati)
gelar: 1371 - 1475, Raja Sunda Ke-32
wafat: 1475
Kakek-nenek
Orang Tua
perkawinan:
perkawinan: ♀ Manggalawaardhani Dyah Suragharini / Bhre Tanjungpura
gelar: 1451 - 1453, Prabu Majapahit VIII bergelar Brawijaya II
perkawinan: ♀ Manggalawaardhani Dyah Suragharini / Bhre Tanjungpura
gelar: 1451 - 1453, Prabu Majapahit VIII bergelar Brawijaya II
perkawinan: ♀ 2. Nyai Subanglarang / Dewi Kumalawangi (Puteri Subang Keranjang)
perkawinan: ♀ Kentring Manik Mayang Sunda / Kantri Manik Majang Soenda (Nyimas Padmawati)
perkawinan: ♀ Ratu Anten
perkawinan: ♀ 1. Ratu Ratnasih / Nyi Rajamatri (Ratu Istri Rajamantri)
perkawinan: ♀ Nyai Ambetkasih
perkawinan: ♀ Nyai Aciputih
gelar: 3 Juni 1482 - 1521, Raja Sunda Ke-35 bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata
wafat: 1521, Rancamaya
perkawinan: ♀ Kentring Manik Mayang Sunda / Kantri Manik Majang Soenda (Nyimas Padmawati)
perkawinan: ♀ Ratu Anten
perkawinan: ♀ 1. Ratu Ratnasih / Nyi Rajamatri (Ratu Istri Rajamantri)
perkawinan: ♀ Nyai Ambetkasih
perkawinan: ♀ Nyai Aciputih
gelar: 3 Juni 1482 - 1521, Raja Sunda Ke-35 bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata
wafat: 1521, Rancamaya
Orang Tua
== 3 ==
== 3 ==
Anak-anak
Anak-anak
Cucu-cucu
Cucu-cucu

