1. Prabu Anggalarang / Rakeyan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala d. 1482

Dari Rodovid ID

Orang:26669
Langsung ke: navigasi, cari
gajahkupukupu.blogspot.com
gajahkupukupu.blogspot.com
Marga (saat dilahirkan) Sunda-Galuh
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) 1. Prabu Anggalarang / Rakeyan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala
Orang Tua

Prabu Niskala Wastu Kancana / (Prabu Wangisutah / Prabu Linggawastu) [Sunda-Galuh] b. 1348 d. 1475

4. Nay Ratna Mayangsari / Ratu Banawati [Sunda]

[1][2]

Momen penting

kelahiran anak: Dewi Retna Pamekas / Ratu Ayu Kirana [Pakuan Pajajaran]

kelahiran anak: Raden Kusumalaya Ajar Kutamangu / Raden Palinggih [Galuh]

kelahiran anak: Prabu Silih Wangi / Raden Pamanah Rasa (Prabu Guru Dewataprana Sri Baduga Maharaja) [Pajajaran] d. 1521

perkawinan: 4. Nay Ratna Mayangsari / Ratu Banawati [Sunda]

1475 - 1482 gelar: Raja Sunda Ke 33

1482 wafat:

Catatan-catatan

Catatan Admin : Den Agung / Whatsapp : +6281388852931


Gelar "Prabu Anggalarang" lebih sering dikaitkan dengan putranya, Prabu Dewa Niskala, atau dalam beberapa versi babad, dikaitkan dengan tokoh yang dianggap "menyimpang" dari aturan adat.

Berikut adalah penjelasan mengenai "kesalahan" yang sering dikaitkan dengan nama Anggalarang dalam tradisi lisan atau naskah tertentu:

1. Pelanggaran Sumpah Palagan Bubat Kesalahan terbesar yang sering dikaitkan dengan tokoh bergelar Anggalarang (khususnya Dewa Niskala, putra Wastu Kancana) adalah menikahi pengungsi dari Majapahit.

Pasca Tragedi Bubat, muncul sumpah atau aturan tak tertulis bahwa orang Sunda tidak boleh menikah dengan orang Majapahit (Jawa). Dewa Niskala melanggar ini dengan menikahi seorang putri pengungsi dari Majapahit. Hal ini dianggap tabu karena melukai memori kolektif rakyat Galuh terhadap pengkhianatan Gajah Mada.

2. Arti Nama "Anggalarang" Nama Anggalarang sendiri berasal dari dua kata:

Angga: Badan/Tubuh/Diri.

Larang: Terlarang atau dipantang.

Gelar ini diberikan karena tindakan raja tersebut dianggap "terlarang" atau menyalahi aturan tata krama dan hukum adat yang berlaku saat itu. Akibat kesalahan ini, ia dipaksa turun takhta (manurung) untuk digantikan oleh putranya.

[sunting] Sumber-sumber

  1. http://yulian.firdaus.or.id/2005/09/23/sundapura/ -
  2. http://gajahkupukupu.blogspot.com/2012/10/asal-usul-pusaka-kujang-kujang-adalah.html|Logo -

Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
Prabu Lingga Buana (Prabu Ragamulya Luhurprabawa / Prabu Maharaja / Prabu Wangi / Raja Sunda Galuh Kawali / Sang Mokteng Ing Bubat)
gelar: 22 Februari 1350 - 4 September 1357, Raja Sunda-Galuh Ke 30, di Kawali
wafat: 4 September 1357, Perang Bubat
Prabu Bunisora (Prabu Kuda Lalean)
gelar: Raja Sunda-Galuh Ke 31 (1357-1371)
wafat: 1371
Kakek-nenek
Orang Tua
Dyah Pitaloka Citraresmi
wafat: 4 September 1357, Bubat
1.Giridewata / Ki Gendeng Kasmaya
pekerjaan: Raja - Cirebon Girang / Singa pura
Orang Tua
 
== 3 ==
1. Prabu Susuktunggal / Sang Haliwungan
gelar: 1382 - 1482, Raja Sunda-Galuh Ke-33 Kerajaan Sunda-Galuh terbagi 2 (Prabu Susuknunggal dan Prabu Dewa Niskala)
Ki Gendeng Sindang Kasih
pekerjaan: Juru Pelabuhan
== 3 ==
Anak-anak
Dewi Retna Pamekas / Ratu Ayu Kirana
lahir: adik kandung dari Raja Siliwangi Pajajaran;
perkawinan: Adipati Arya Baribin - Pajajaran
2. Raden Dewi Simbarkancana
pekerjaan: Ratu Talagamanggung Ke 3 (1347-1406 M)
perkawinan: Palembanggunung
perkawinan: Raden Kusumalaya Ajar Kutamangu / Raden Palinggih
wafat: 1450, Parung-Majalengka
Anak-anak
Cucu-cucu
3. Retna Ayu Mrana
lahir: 1422c
22. Prabu Surawisésa / Munding Laya Dikusuma (Ratu Samiam)
lahir: 1465c, Dikalkulasi usianya 70 thn, naik tahta pada usia 56 tahun, menikah 1492
perkawinan: Dewi Kinawati ? (Dewi Kania)
gelar: 1521 - 1535, Pajajaran, Bogor, Raja Pajajaran Ke 2
wafat: 1535
8. Raden Tenga
lahir: 1432c
9. Rd. Ceumeut / Raden Meumeut (Raden Ameut)
lahir: 1434c
penguburan: Desa Sindangwasa kecamatan Palasah Jatiwangi KM 51/54 Majalengka
10. R. Ne-Eukeun
lahir: 1436c
1. Sunan Parung / Batara Sukawayana
pekerjaan: Raja Talagamanggung Ke 4 (1406-1456 M)
14. Prabu Layakusumah
perkawinan: 2. Nyi Putri Buniwangi/ Nyi Rambut Kasih
pekerjaan: ~ 1444, Cicurug, Sukabumi, Raja Keprabuan Pakuan Raharja
20. Prabu Pucuk Umum (Raja Banten) / Prabu Sena Pakuan
lahir: 1461c
gelar: c, Adipati di Pesisir Banten atau Banten Girang.
7. Dewi Surawati
lahir: 1430c
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Bahasa lain