1. Prabu Anggalarang / Rakeyan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala d. 1482
Dari Rodovid ID
| Marga (saat dilahirkan) | Sunda-Galuh |
| Jenis Kelamin | Pria |
| Nama lengkap (saat dilahirkan) | 1. Prabu Anggalarang / Rakeyan Ningratkancana / Prabu Dewa Niskala |
| Orang Tua
♂ Prabu Niskala Wastu Kancana / (Prabu Wangisutah / Prabu Linggawastu) [Sunda-Galuh] b. 1348 d. 1475 | |
Momen penting
kelahiran anak: ♀ Dewi Retna Pamekas / Ratu Ayu Kirana [Pakuan Pajajaran]
kelahiran anak: ♂ Raden Kusumalaya Ajar Kutamangu / Raden Palinggih [Galuh]
kelahiran anak: ♂ Prabu Silih Wangi / Raden Pamanah Rasa (Prabu Guru Dewataprana Sri Baduga Maharaja) [Pajajaran] d. 1521
perkawinan: ♀ 4. Nay Ratna Mayangsari / Ratu Banawati [Sunda]
1475 - 1482 gelar: Raja Sunda Ke 33
1482 wafat:
Catatan-catatan
Catatan Admin : Den Agung / Whatsapp : +6281388852931
Gelar "Prabu Anggalarang" lebih sering dikaitkan dengan putranya, Prabu Dewa Niskala, atau dalam beberapa versi babad, dikaitkan dengan tokoh yang dianggap "menyimpang" dari aturan adat.
Berikut adalah penjelasan mengenai "kesalahan" yang sering dikaitkan dengan nama Anggalarang dalam tradisi lisan atau naskah tertentu:
1. Pelanggaran Sumpah Palagan Bubat Kesalahan terbesar yang sering dikaitkan dengan tokoh bergelar Anggalarang (khususnya Dewa Niskala, putra Wastu Kancana) adalah menikahi pengungsi dari Majapahit.
Pasca Tragedi Bubat, muncul sumpah atau aturan tak tertulis bahwa orang Sunda tidak boleh menikah dengan orang Majapahit (Jawa). Dewa Niskala melanggar ini dengan menikahi seorang putri pengungsi dari Majapahit. Hal ini dianggap tabu karena melukai memori kolektif rakyat Galuh terhadap pengkhianatan Gajah Mada.
2. Arti Nama "Anggalarang" Nama Anggalarang sendiri berasal dari dua kata:
Angga: Badan/Tubuh/Diri.
Larang: Terlarang atau dipantang.
Gelar ini diberikan karena tindakan raja tersebut dianggap "terlarang" atau menyalahi aturan tata krama dan hukum adat yang berlaku saat itu. Akibat kesalahan ini, ia dipaksa turun takhta (manurung) untuk digantikan oleh putranya.
[sunting] Sumber-sumber
- ↑ http://yulian.firdaus.or.id/2005/09/23/sundapura/ -
- ↑ http://gajahkupukupu.blogspot.com/2012/10/asal-usul-pusaka-kujang-kujang-adalah.html|Logo -
Dari kakek nenek sampai cucu-cucu
perkawinan: ♂ Prabu Silih Wangi / Raden Pamanah Rasa (Prabu Guru Dewataprana Sri Baduga Maharaja)
wafat: 1441, Pakuan
perkawinan: ♂ Palembanggunung
perkawinan: ♂ Raden Kusumalaya Ajar Kutamangu / Raden Palinggih
wafat: 1450, Parung-Majalengka
perkawinan: ♀ 5. Nyai Rara Santang / Hajjah Syarifah Mudaim
gelar: 1471 - 1478, Champa
wafat: 1478


