Kentring Manik Mayang Sunda / Kantri Manik Majang Soenda (Nyimas Padmawati)
Dari Rodovid ID
| Marga (saat dilahirkan) | Sunda |
| Jenis Kelamin | Wanita |
| Nama lengkap (saat dilahirkan) | Kentring Manik Mayang Sunda / Kantri Manik Majang Soenda |
| Nama belakang lainnya | Nyimas Padmawati |
| Orang Tua | |
Momen penting
lahir: Isteri Ke 3
perkawinan: ♂ Prabu Silih Wangi / Raden Pamanah Rasa (Prabu Guru Dewataprana Sri Baduga Maharaja) [Pajajaran] d. 1521
1457c kelahiran anak: ♂ 18. Raden Jaka Mangunlaya [Pajajaran] b. 1457c
1459c kelahiran anak: ♂ 19. Guru Aji Minajaya [Pajajaran] b. 1459c
1461c kelahiran anak: ♂ 20. Prabu Pucuk Umum (Raja Banten) / Prabu Sena Pakuan [Pajajaran] b. 1461c
1463c kelahiran anak: ♂ 21. Prabu Guru Gantangan / Jaka Puspa [Pajajaran] b. 1463c
1465c kelahiran anak: Dikalkulasi usianya 70 thn, naik tahta pada usia 56 tahun, menikah 1492, ♂ 22. Prabu Surawisésa / Munding Laya Dikusuma (Ratu Samiam) [Pajajaran] b. 1465c d. 1535
Catatan-catatan
Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang
KENTRING MANIK MAYANG SUNDA, dalam buku Raden Moending Laja Dikoesoemah (Pleyte, CM, 1906) alias Prabu Surawisesa tertulis "KANTRI MANIK MAJANG SOENDA", dalam bahasa Sansakerta mengandung arti "PERMATA CANTIK KEKUATAN SUNDA", diduga kuat Ia adalah "Geureuha Pawarang" atau Isteri Permaisuri dari Prabu Siliwangi (belum tentu isteri yang pertama). Kantri/Kentring Manik Mayang Sunda ini adalah Puteri Prabu Susuk Tunggal alias Sang Haliwungan Raja Galuh Ke 33 yang memerintah Tahun 1382-1482 di Galuh/Ciamis, yang juga Kakak Kandung dari Prabu Dewa Niskala alias Ningrat Kancana Raja Sunda ke 33 yang memerintah Tahun 1475-1482 di Pakwan/Bogor. Jadi hubungan antara Prabu Siliwangi dengan Kantri/Kentring Manik Mayang Sunda adalah Saudara Sepupu (Sadulur Misan).
Dari Perkawinan tersebut, dikaruniai 5 (lima) orang anak, yaitu :
- Raden Djaka Mangoenlaja
- Raden Goeroe Adji Minadjaja
- Praboe Sena Pakoean
- Praboe Goeroe Gantangan
- Praboe Moending Laja Dikoesoemah alias Praboe Soerawisesa
Diantara 5 (lima) orang putranya tersebut 2 orang menjadi Raja yaitu pertama : Praboe Sena Pakoean alis Praboe Poecoek Umum yang menjadi penguasa Pajajaran wilayah kulon atau Banten yang nantinya berubah menjadi Kesultanan Banten dengan nama Keraton Surosowan yang dibangun oleh Sultan Hasanudin sekitar tahun 1526, dan yang kedua: Praboe Moending Laja Dikoesoemah alias Praboe Soerawisesa yang menjadi penerus Raja Pajajaran yang memerintah pada tahun 1521-1535.
Belum ada data yang pasti mengenai tahun lahir dan wafatnya Permaisuri Kantri/Kentring Manik Mayang Sunda.
[sunting] Sumber-sumber
- ↑ http://yulian.firdaus.or.id/2005/09/23/sundapura/ -
- ↑ Raden Moending Laja Di Koesoema, CM. Pleyt, p-40, 1906 -
Dari kakek nenek sampai cucu-cucu
gelar: 1475 - 1482, Raja Sunda Ke 33
wafat: 1482
perkawinan: ♀ Kentring Manik Mayang Sunda / Kantri Manik Majang Soenda (Nyimas Padmawati)
perkawinan: ♀ Ratu Anten
perkawinan: ♀ 1. Ratu Ratnasih / Nyi Rajamatri (Ratu Istri Rajamantri)
perkawinan: ♀ Nyai Ambetkasih
perkawinan: ♀ Nyai Aciputih
gelar: 3 Juni 1482 - 1521, Raja Sunda Ke-35 bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata
wafat: 1521, Rancamaya
perkawinan: ♀ Nyi Mas Endang Geulis / Nyi Mas Endang Ayu
perkawinan: ♀ Nyai Retna Rasajati
perkawinan: ♀ Nyai Retna Riris / Nyai Kencana Larang
gelar: < 1479, Sultan Cirebon I
penguburan: Desa Sindangwasa kecamatan Palasah Jatiwangi KM 51/54 Majalengka
pekerjaan: ~ 1444, Cicurug, Sukabumi, Raja Keprabuan Pakuan Raharja
perkawinan: ♀ 3. Fatimah / Syarifah Baghdad (Nyai Mas Syarifah Panata Pasambangan)
perkawinan: ♀ Nyai Ageng Tepasari / Nyai Ageng Tepanjani
perkawinan: ♀ Nyai Ratu Kawunganten
perkawinan: ♀ Nyai Babadan , Babadan
perkawinan: ♀ Nyai Ratu Kawunganten
gelar: 1479 - 1568, Sultan Cirebon II (1479-1568)
perkawinan: ♀ Nio Ong Tin / Ratu Rara Sumanding (Ratu Ontin Nio)
wafat: 1568, Gunung Jati, Cirebon

