4.1.1.3.1.1. Panembahan Ratu / Pangeran Mas Zainul Arifin

Dari Rodovid ID

Orang:850647
Langsung ke: panduan arah, cari
Marga (saat dilahirkan) Azmatkhan
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) 4.1.1.3.1.1. Panembahan Ratu / Pangeran Mas Zainul Arifin
Ayah ibu

5.1.1.1.1. Ratu Nawati Rarasa / Ratu Wanawati Raras [Gunung Jati] b. 1525

4.1.1.3.1. Pangeran Agoeng / Pangeran Dipati Cirebon (/Pangeran Sendang Kamuning) [Gunung Jati]

[1]

Kejadian-kejadian

kelahiran anak: 4.1.1.3.1.1.1. Pangeran Adipati Anom /Pangeran Adipati Tjirebon (/Pangeran Seda ing Gayam/Panembahan Adiningkusumah) [Azmatkhan]

perkawinan: Ratu Harisbaya [Cirebon]

perkawinan: Ratu Pembayun [Sultan Hadiwijaya]

1570 - 1649 gelar: [[Special:Titleline/Sultan Cirebon IV (1570-1649) -Leluhur Sultan-Sultan Kanoman|Sultan Cirebon IV (1570-1649) -Leluhur Sultan-Sultan Kanoman]], Kasepuhan, dan Kacirebonan

Catatan-catatan

Panembahan Ratu I, Sultan Cirebon IV (1570-1649)

Sepeninggal Fatahillah, oleh karena tidak ada calon lain yang layak menjadi raja, takhta kerajaan jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Mas, putra tertua Pangeran Dipati Carbon atau cicit Sunan Gunung Jati. Pangeran Emas kemudian bergelar Panembahan Ratu I dan memerintah Cirebon selama kurang lebih 79 tahun.

[sunting] Sumber-sumber

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Cirebon -

Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
14.1.1.1. Maulana Hasanuddin / Pangeran Sabakingkin (Pangeran Hasanuddin)
kelahiran: 1478, Cirebon
perkawinan: 3.4.1.1.3. Ratu Ayu Kirana
gelar: 1552 - 1570, Sultan Banten I
kematian: 1570, Banten
5.1.1.1. Maulana Sayyid Fathahillah / Pangeran Jayakarta I (Pangeran Pasai)
gelar: Sultan Cirebon III (1568-1570) Kekosongan pemegang kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat keraton yang selama Sunan Gunung Jati melaksanakan tugas dakwah, pemerintahan dijabat oleh Fatahillah atau Fadillah Khan. Fatahillah kemudian naik takhta, dan memerintah Cirebon secara resmi menjadi raja sejak tahun 1568. Fatahillah menduduki takhta kerajaan Cirebon hanya berlangsung dua tahun karena ia meninggal dunia pada tahun 1570, dua tahun setelah Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung.
perkawinan: 3.4.1.2. Ratu Pambayun / Nyai Pembaya
perkawinan: 4.1.1.2. Ratu Wulung Ayu / Nyai Ratu Ayu
3.4.1.1. Pangeran Hadipati Trenggono
kelahiran: 1521
gelar: < 1546, Demak, Sultan Demak III bergelar Sultan Alam Akbar III
kematian: 1548
Pangeran Sabrang Lor / Dipati Unus (Raden Surya)
gelar: 1518, Sultan Demak II
kematian: 1521
Kakek-nenek
Ayah ibu
2. Panembahan Losari
kelahiran: 1518
Pangeran Kesatriyan
kelahiran: 1516
Ayah ibu
 
== 3 ==
4.1.1.3.1.1. Panembahan Ratu / Pangeran Mas Zainul Arifin
perkawinan: Ratu Harisbaya
perkawinan: Ratu Pembayun
gelar: 1570 - 1649, Sultan Cirebon IV (1570-1649) -Leluhur Sultan-Sultan Kanoman, Kasepuhan, dan Kacirebonan
== 3 ==
Anak-anak
Anak-anak
Cucu-cucu
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Джерельна довідка за населеним пунктом
Bahasa lain