4.1.1.3.1.1.1. Pangeran Adipati Anom /Pangeran Adipati Tjirebon (/Pangeran Seda ing Gayam/Panembahan Adiningkusumah)

Dari Rodovid ID

Orang:860511
Langsung ke: panduan arah, cari
Marga (saat dilahirkan) Azmatkhan
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) 4.1.1.3.1.1.1. Pangeran Adipati Anom /Pangeran Adipati Tjirebon
Nama belakang lainnya /Pangeran Seda ing Gayam/Panembahan Adiningkusumah
Ayah ibu

4.1.1.3.1.1. Panembahan Ratu / Pangeran Mas Zainul Arifin [Azmatkhan]

[1]

Kejadian-kejadian

kelahiran anak: 4.1.1.3.1.1.1. Panembahan Ratu II / Panembahan Girilaya / Pangeran Rasmi / Pangeran Karim [Azmatkhan]

kematian: Wafat sebelum Suksesi

Catatan-catatan

Setelah Panembahan Ratu I meninggal dunia pada tahun 1649, pemerintahan Kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama Pangeran Rasmi atau Pangeran Karim, karena ayah Pangeran Rasmi yaitu Pangeran Seda ing Gayam atau Panembahan Adiningkusumah meninggal lebih dahulu. Pangeran Rasmi kemudian menggunakan nama gelar ayahnya almarhum yakni Panembahan Adiningkusuma yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Panembahan Girilaya atau Panembahan Ratu II.[rujukan?]

Panembahan Girilaya pada masa pemerintahannya terjepit di antara dua kekuatan kekuasaan, yaitu Kesultanan Banten dan Kesultanan Mataram. Banten merasa curiga sebab Cirebon dianggap lebih mendekat ke Mataram (Amangkurat I adalah mertua Panembahan Girilaya). Mataram dilain pihak merasa curiga bahwa Cirebon tidak sungguh-sungguh mendekatkan diri, karena Panembahan Girilaya dan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten adalah sama-sama keturunan Pajajaran. Kondisi ini memuncak dengan meninggalnya Panembahan Girilaya di Kartasura dan ditahannya Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya di Mataram.[rujukan?]

Panembahan Girilaya adalah menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Kesultanan Mataram. Makamnya di Jogjakarta, di bukit Girilaya, dekat dengan makam raja raja Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul. Menurut beberapa sumber di Imogiri maupun Girilaya, tinggi makam Panembahan Girilaya adalah sejajar dengan makam Sultan Agung di Imogiri.[rujukan?]

[sunting] Sumber-sumber

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Cirebon -

Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
2. Panembahan Losari
kelahiran: 1518
Pangeran Kesatriyan
kelahiran: 1516
Kakek-nenek
Ayah ibu
4.1.1.3.1.1. Panembahan Ratu / Pangeran Mas Zainul Arifin
perkawinan: Ratu Harisbaya
perkawinan: Ratu Pembayun
gelar: 1570 - 1649, Sultan Cirebon IV (1570-1649) -Leluhur Sultan-Sultan Kanoman, Kasepuhan, dan Kacirebonan
Ayah ibu
 
== 3 ==
== 3 ==
Anak-anak
Anak-anak
Cucu-cucu
Raden Toemenggoeng Martawidjaja / Sultan Sepuh I (Abil Makarimi Syamsuddin Sultan Sepuh (Kasepuhan))
kelahiran: Cirebon
perkawinan: Nji Raden Ajoe Nn (Nn)
gelar: 1677 - 1703, Cirebon, Sultan Kasepuhan I Catatan : Sepeninggalan Panembahan Girilaya, Kesultananan Cirebon dibagi menjadi dua Kasepuhan dan Kanoman .
kematian: 1703, Cirebon
Raden Toemenggoeng Kartawidjaja / Sultan Anom I (Abil Makarimi Badriddin Sultan Anom (Kanoman))
kelahiran: Cirebon
gelar: 1677 - 1723, Cirebon, Sultan Kanoman I
kematian: 1723, Cirebon
Pangeran Mas / Pangeran Adipati Kraton Katjirebonan (Pangeran Wangsakerta)
gelar: 1677, Cirebon, Panembahan Agung Gusti Cirebon
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Джерельна довідка за населеним пунктом
Bahasa lain