Raden Sumirat / Ranamanggala (Bhre Pandansalas)
| Marga (saat dilahirkan) | Wijayarajasa |
| Jenis Kelamin | Pria |
| Nama lengkap (saat dilahirkan) | Raden Sumirat / Ranamanggala |
| Nama belakang lainnya | Bhre Pandansalas |
| Orang Tua | |
Momen penting
kelahiran anak: ♂ Hyang Prameswara / Bhre Kahuripan (Aji Ratnapangkaja)
kelahiran anak: ♂ Bhre Mataram
kelahiran anak: ♂ Bhre Lasem
kelahiran anak: ♂ Bhre Matahun
perkawinan: ♀ Surawardhani / Bhre Pawanuhan (Bhre Kahuripan)
wafat: Dicandikan di Sri Wisnupura di Jinggan
Catatan-catatan
Raen Sumirat nama gelar Ranamanggala menjabat sebagai Bhre Pandansalas [ menurut nasakah Pararaton ] Dalam Pararaton ditemukan beberapa orang yang menjabat sebagai Bhre Pandansalas. Yang pertama adalah Raden Sumirat putra Raden Sotor (saudara tiri Hayam Wuruk). Raden Sumirat bergelar Ranamanggala menikah dengan Surawardhani adik Wikramawardhana. Dari perkawinan itu lahir Ratnapangkaja, Bhre Mataram, Bhre Lasem, dan Bhre Matahun. Ratnapangkaja kemudian kawin dengan Suhita (raja wanita Majapahit, 1427-1447).
Bhre Pandansalas yang pertama tersebut setelah meninggal dicandikan di Sri Wisnupura di Jinggan.
Bhre Pandansalas yang lain diberitakan menjadi Bhre Tumapel, kemudian menjadi raja Majapahit tahun 1466. Istrinya menjabat Bhre Singhapura, putri Bhre Paguhan, putra Bhre Tumapel, putra Wikramawardhana.
Diberitakan dalam Pararaton, setelah Bhre Pandansalas menjadi raja selama dua tahun, kemudian pergi dari istana anak-anak Sang Sinagara, yaitu Bhre Kahuripan, Bhre Mataram, Bhre Pamotan, dan yang bungsu Bhre Kertabhumi.
Dari kakek nenek sampai cucu-cucu
gelar: 1429 - 1447, Rani Majapahit V bergelar Prabu Stri Suhita
wafat: 1447
