1. Kyai Tumenggung Onggodjoyo I / Kyai Lanang Glangsing (Honggodjoyo / Gentono) d. 1690

Dari Rodovid ID

Orang:189911
Langsung ke: panduan arah, cari
Marga (saat dilahirkan) Ki Ageng Brondong
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) 1. Kyai Tumenggung Onggodjoyo I / Kyai Lanang Glangsing
Nama belakang lainnya Honggodjoyo / Gentono
Orang Tua

Ki Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran [Brawijaya V] d. 1638

Nyai Ageng Brondong [Ki Bimotjili]

Halaman-wiki Kyai Lanang Glangsing (Gentono)
[1][2][3]

Momen penting

kelahiran anak: Nyai Ajeng nDalem Notopraduto [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Notoprono [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kyai Onggodjoyo Djagir [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Ki Onggodjoyo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Rana / Rangga [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Mas Ngabei Niloperbongso [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Mas Ngabei Mangkuyudo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Tambak Haji [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kyai Sutaprana [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Sumoyudo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kyai Djoyodirono / Kyai Mas Tumenggung Djoyodirono I [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Galih Wirokusumo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kyai Onggodimedjo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Kinjeng [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kanjeng Raden Tumenggung Djimat Tjondronegoro I / Kyai Onggowidjoyo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kyai Dipomenggolo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Onggodiwongso [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Wirodipuro [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Mas Ngabei Sutondo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Wangsengsari [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kanjeng Tumenggung Djimat Djoyonegoro [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Ronggolawe [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Wiryokusumo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kyai Wanengpati [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Surowidjoyo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Surodipuro [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Raden Panji Djayengrono [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Wirosroyo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Wiryodipuro [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Raden Ayu Galuh [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Nyai Ajeng Djangrono [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kyai Onggodjoyo II [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Mas Ngabei Kertoyudo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Kyai Tumenggung Onggowidjoyo [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Raden Panji Tjondro Adinegoro [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Ratu Lor Djoyodiningrat [Ki Ageng Brondong]

kelahiran anak: Mas Ngabei Tjondrowijoyo [Ki Ageng Brondong]

1678 - 1686 pekerjaan: Pasuruan, Adipati Pasuruan

1690 wafat: Surabaya, Dimakamkan di Pesarean Sentono Botoputih Surabaya

Catatan-catatan

Jumeneng Bupati di Pasuruan nama gelar: Kyai Tumenggung Onggodjoyo I. Senioritas satu angkatan dengan Amangkurat (Mataram)

Pada tahun 1686 di Pasuruan konflik dengan UNTUNG SUROPATI, dan minta perlindungan keponakannya Kyai Adipati Djangrono II di Surabaya. Pulang ke Surabaya dan wafat dimakamkan di Pesarean Sentono Botoputih Surabaya

Mulai Keturunan pertama dari Ki Tumenggung Honggodjojo tsb. mendapatkan tanda/tetenger KASEPUHAN Surabaya; Nama isteri-istri tidak tercatat, yang menurunkan 14 putera/puteri (ver Botoputih = hal 52); 15 putera/p

[sunting] Sumber-sumber

  1. Buku Silsilah Keluarga - Silsilah PK5(Persatuan Keluarga Kasepuan_ Kanoman_Kromodjayan_Kesambongan:Bab IX, halaman 35 oleh R.T.A.Notoadikoesoemo (Zainal Fatah), Surabaya 6 desember 1956
  2. Buku Silsilah Keluarga - Silsilah Kromodjayan, Pakem Kilat Kasepuhan-Kanoman Hal:35, Oleh Raden Ngabei Kromodjoyoadirono (Raden Bagus Yasin ) Surabaya 08 Juni 1980
  3. Serat Wasiat RAA Kromodjoyo Adinegoro IV (R Mashoedan) - Silsilah Trah/Keturunan Ki Ageng Brondong [tulis tangan] dalam Surat Wasiat kepada Putra 1 R Tumenggung Kromoadinegoro (R Abdul Madjid) Regent Mojokerto. Ditulis tanggal 05 Januari 1917.


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
Sunan Tawang Alun
gelar: 1596, Jawa Timur - Banyuwangi, Raja Blambangan Wetan
Pangeran Kedawung
gelar: Blambangan Timur, Kasatriya
Pangeran Aryo Benowo / Abdulhalim
gelar: Sultan Pajang II
Pangeran Benawa / Sultan Prabuwijaya (AbdulHalim)
pekerjaan: 1582, Adipati Jipang Panolan
gelar: 1586 - 1587, Pajang, Sultan Pajang II bergelar Sultan Prabuwijaya
wafat: 1587, Pajang
Kanjeng Pangeran Haryo Sindusono
lahir: Level 1 = Putera; Adalah trah urutan pertama/putera dari (pancer) Kanjeng Sultan Pajang / Joko Tingkir 1568-1582 );
Kakek-nenek
Orang Tua
Ki Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran
lahir: Di Desa Brondong – Sedayu Lawas, atau Paciran Lamongan tepi laut utara Jawa. Kiyahi Ageng Brondong memiliki keturunan Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I, Bupati Sidoarjo yang pertama, diambil dari silsilah pangeran Lanang Dangiran Kyai Ageng Brondong kang sumareh ing pesarehan sentono Botoputih Surabaya. Pangeran Lanang Dangiran Kiyahi Ageng Brondong. Kang Sumareh Ing Pesarehan “Sentono Boto Putih” Surabaya Riwayat Hidup Kiyahi Ageng Brondong Botoputih Suroboyo. Konon dituturkan Pangeran Kedawung, disebut juga Sunan Tawangalun adalah raja di Blambangan atau dikatakan juga Bilumbangan. Beliau mempunyai 5 orang anak dan diantaranya ialah pangeran Lanang Dangiran. Diceritakan bahwa Lanang Dangiran pada usia 18 tahun bertapa dilauy dan menghanyutkan dirinya diatas sebuah papan kayu sebuah beronjong (alat penangkap ikan), tanpa makan atau minum, arus air laut dan gelombang membawa Lanang Dangiran hingga dilaut jawa dan akhirnya suatu taufan dan gelombang besar melemparkan Lanang Dangiran dengan beronjongnya dalam keadaan tidak sadar, disebabkan karena berbulan-bulan tidak makan dan minum, dipantai dekat Sedayu. Seluruh badannya telah dilekati oleh karang, keong serta karang-karang (remis) sehingga badan manusia itu seolah-olah ditempeli dengan bakaran jagung yang disebut dengan bahasa jawa “Brondong” Badan Pangeran Lanang Dangiran diketemukan oleh seorang kiyahi yang bernama Kiyahi Kendil Wesi. Pangeran Lanang Dangiran dirawat oleh Kiyahi Kendil Wesi serta istrinya dengan penuh kasih sehingga sadar kembali dan akhirnya menjadi sehat seperti sediakala. Pangeran Lanang Dangiran menceritakan asal-usulnya kepada Kiyahi Kendil Wesi. Setelah Kiyahi Kendil Wesi mendapat keterangan tentang asal usulnya Pangeran Lanang Dangiran, maka diceritakan oleh Kiyahi tadi bahwa ia juga asal keturunan dan raja-raja di Blambangan yang bernama Menak Soemandi dimana beliau masih satu keturunan dengan Lanang Dangiran. Lanang Dangiran tinggal dan kumpul dengan Kiyahi Kendil Wesi, dan dianggap sebagai anaknya kiyahi sendiri. Pangeran Lanang Dangiran memeluk agama Islam, karena rajin dan keteguhan imannya serta keluhuran budinya serta kesucian hatinya, maka tidak lama pula ia dapat tampil kemuka sebagai guru Agama Islam, Pangeran Lanang Dangiran berisitrikan putrid dan Ki Bimotjili dan Panembahan di Cirebon yang asal usulnya dituliskan sebagai berikut : Pangeran Kebumen Bupati Semarang, berisitrikan putrid dan Sultan Bojong, bernama Prabu Widjaja (Djoko Tingkir). Ki Bomotjili adalah salah satu seorang putra dan Pangeran Kebumen tersebut diatas, seorang putri dan Ki Bimotjilimi bersuamikan Pangeran Lanang Dangiran alias Kiyahi Brondong (dimakamkan di Boto Putih). Nama Brondong diperoleh karena ia diketemukan oleh Kiyahi Kendil Wesi badannya dilekati dengan “Brondong” Kiyahi Kendil Wesi yang waspada dan mengetahui nasib seseorang, mengatakan kepada Lanang Dangiran yang sudah mendapat sebutan Kiyahi Brondong dan masyarakat sekitar tempat Kiyahi Kendil Wesi, supaya pergi ke Ampel Dento Suroboyo, dan meluaskan ajaran Agama Islam, karena di Surabaya Kiyahi Brondong kelak akan mendapat kebahagiaan serta turun temurunnya kelak akan timbul dan tambah menjadi orang-orang yang mulya. Kemudian Kiyahi Brondong dengan istrinya dan beberapa anaknya yang masih kecil pergi ke Surabaya dan pada Tahun 1595 menetap diseberang timur kali Pegiri’an, dekat Ampel ialah Dukuh Boto Putih (Batu Putih) ditempat baru inilah Kiyahi Brondong mendapatkan martabat yang tinggi dan masyarakat, karena keluhuran budinya Kiyahi Brondong (pangeran Lanang Dangiran) wafat pada tahun 1638 dalam usia + 70 tahun dan meninggalkan 7 orang anak, diantaranya 2 orang laki-laki yaitu : Honggodjoyo dan Honggowongso. Bupati Sidoarjo yang pertama adalah keturunan dan Honggodjoyo, Kiyahi Ageng Brondong (Pangeran Lanang Dangiran) dikebumikan ditempat kediamannya sendiri di Botoputih Surabaya makamnya dimulyakan oleh putra-putranya dan selanjutnya dihormati oleh turun-turunnya hingga kini. Semoga arwah beliau diterima Allah Swt, dan Allah Swt juga memberikan kepada seluruh keturunannya Kiyahi Ageng Brondong kemulyaan, kesehatan dan kesejahteraan sebagaimana beliau senantiasa mendoakan cucu cicitnya selama hidupnya. Ada hal penting yang anda ketahui bahwa bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sidoarjo, pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo beserta rombongan merupakan agenda rutin berkunjung ke : Pesarean Asri ing Pendem untuk nyekar ke makam Bupati pertama Sidoarjo Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I wafat tahun 1863 Ke Pesarehan keluarga Tjondronegoro (belakang masjid Djamik/ Agung Sidoarjo) nyekar Raden Adipati Aryo Panji Tjondronegoro I wafat tahun 1906 Langsung menuju Pesarehan Boto Putih Surabaya ke makam Raden Tumenggung Adipati Aryo Tjondronegoro II (Kanjeng Djimat Djokomono).
gelar: Surabaya, Pangeran Lanang Dangiran / Kyai Ageng Brondong sebagai PANCER = yaitu Leluhur/nenek moyang Trah Kasepuhan & Kanoman Surabaya / sebagai cikal bakal / pakem Sejarah Kasepuan – Kanoman Surabaya, atau Level 1 = Putera ke 2 Pangeran Kedawung ;
perkawinan: Nyai Ageng Brondong
wafat: 1638
Nyai Ageng Brondong
lahir: Sedayu - Lawas / Lamongan, Puteri Ki Bimotjili dari Djungpangkah (Ujungpangka) di Sedayu Lawas Surabaya.
perkawinan: Ki Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran
Orang Tua
 
== 3 ==
5. Nyai Lurah nDalem Wiroguno
lahir: ?, Surabaya, Menurunkan Trah Demang Sutoyudo Peneleh - Suroboyo
perkawinan: Patih Wiroguno
4. Nyai Setro / Astro
lahir: Surabaya, Menurunkan Trah Botoputih Surabaya
3. Nyai Danoe Singopoero
lahir: Menurunkan Trah Singopredaton
7. Nyai Wongsoito / Nyai Wongsosuto
lahir: Menurunkan Trah Tumenggung Setjonegoro, Tjibolang dan Trah Honggosutan / Wongsosutan
Kyai Tumenggung Djangrono I / Kyai Onggowongso (Honggowongso)
lahir: Surabaya, Catatan: >> nama lain : Ki Lembu Amiluhur / ver RB Yasin )
gelar: 1670 - 1678, Surabaya, Adipati Surabaya XI
wafat: Desember 1678, Surabaya, Gugur di Kediri dalam peperangan, dimakamkan di Pesarean Sentono Boto Putih Surabaya
1. Kyai Tumenggung Onggodjoyo I / Kyai Lanang Glangsing (Honggodjoyo / Gentono)
pekerjaan: 1678 - 1686, Pasuruan, Adipati Pasuruan
wafat: 1690, Surabaya, Dimakamkan di Pesarean Sentono Botoputih Surabaya
== 3 ==
Anak-anak
Raden Panji Djayengrono
gelar: -1783, Surabaya, Raden Adipati Panji
Kanjeng Tumenggung Djimat Djoyonegoro
gelar: -1815, Probolinggo, Bupati Banger Probolinggo
Raden Panji Tjondro Adinegoro
gelar: Pekalongan, Patih
Kyai Tumenggung Onggowidjoyo
gelar: Lamongan, Bupati Lamongan
gelar: 1808, Pati, Bupati Pati
Kyai Onggodjoyo II
gelar: Surabaya, Patih Luar Kasepuan Surabaya
Nyai Ajeng Rana / Rangga
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, putera no 1 Kyai Tumenggung Onggodjoyo I
Ki Onggodjoyo
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:2 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I. Diasingken Belanda ke pulau Ceylon
Nyai Ajeng nDalem Notopraduto
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:3 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Nyai Ajeng Notoprono
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atu puteri no:9, Kyai Onggodjoyo I
Kyai Onggodjoyo Djagir
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:5 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I. Bertempat tinggal di Jagir Wokoromo Surabaya
Kyai Sutaprana
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:6 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Nyai Ajeng Sumoyudo
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:7 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Kyai Dipomenggolo
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:8 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Nyai Onggodiwongso
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:4 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Nyai Ajeng Wirodipuro
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:11 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Kanjeng Raden Tumenggung Djimat Tjondronegoro I / Kyai Onggowidjoyo
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:12 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
pekerjaan: Menjabat Bupati Kasepuan Surabaya 1752-1763, jumeneng Bupati nama gelar Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
perkawinan: Ψ Trah Ageng Tjondronegoro
perkawinan: Putri dari: Panembahan Tjakraningrat
Han Bwee Koe / Han Bwee Kong
lahir: Level 2 = Cucu dari Han Siong Kong; Atau putera ke 4 dari Han Liong Kong
pekerjaan: Kapten China, berkedudukan di Surabaya; Memeluk Agama Islam; Terkenal kaya raya.
perkawinan: Nyai Ajeng Kinjeng
Nyai Ajeng Kinjeng
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No: 14 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I. Menikah dengan keturunan China/Tionghoa, nama: TJOE KWIE SWIE dimakamkan di Kampung ketandan Surabaya; disebelah selatan Kyai TONDO; Nyai Ajeng Kinjeng dimak
perkawinan: Han Bwee Koe / Han Bwee Kong
Kyai Djoyodirono / Kyai Mas Tumenggung Djoyodirono I
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:13 dari 14 putera Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
pekerjaan: Surabaya, Bupati Kanoman di Wonokromo Surabaya, 1746-1758. Diangkat dalam th 1752 ( De Jonge deel 10-11 ) Pengangkatan bersamaan Kyai Onggowidjoyo. Orang Belanda mengatakan "tweede Regent"; Karena pada waktu itu Kadipaten Surabaya dipecah menjadi dua Kadipaten, s
Nyai Ajeng Galih Wirokusumo
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:15 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I. (ver PK.5)
Kyai Onggodimedjo
lahir: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:10 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Anak-anak
Cucu-cucu
Raden Tumenggung Suroadiningrat
lahir: Level 1 = putera dari Panembahan Tjokroadiningrat ( Setjoadiningrat ).
perkawinan: Raden Ayu Galuh , Raden Ario Mloyokusumo
Raden Ario Mloyokusumo
lahir: Level 1 = Putra Panembahan Tjokroadiningrat (Setjoadiningrat)
perkawinan: Raden Ayu Galuh , Raden Tumenggung Suroadiningrat
Raden Ayu Galuh
lahir: Level 3 = buyut dari Ki AgengBrondong, atau putra ke 18 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro (Onggowidjoyo); Bupati Kasepuhan Surabaya 1752-1763
perkawinan: Raden Tumenggung Suroadiningrat , Raden Ario Mloyokusumo
Nyai Ajeng Suronegoro
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:1, dari KYai Tumenggung Djimat Tjondronegoro Berkediaman di Semarang
perkawinan: Kyai Suronegoro ? (tidak diketahui)
Nyai Ajeng Surengrono
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:2, dari KYai Tumenggung Djimat TjondronegoroBupati
pekerjaan: Bupati Surabaya
Nyai Ajeng Surodipuro
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No: 3, dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
perkawinan: Kyai Surodipuro
Raden Ayu Rame
lahir: Level 1 = Putera ke 1 dari R Groedo / Kyai Adipati Nitiadiningrat + Garwo Padmi (Trah Tjakraadiningrat V - Sampang Madura.
gelar: (Isteri ke 1)
perkawinan: Raden Panji Tumenggung Tjokronegoro I / Raden Panji Djangrana (Djayengrono) (Raden Notopuro)
perkawinan: Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
Raden Panji Tumenggung Tjokronegoro I / Raden Panji Djangrana (Djayengrono) (Raden Notopuro)
lahir: Surabaya, level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No: 4 R Onggodjoyo / Tumenggung Djimat Tjondronegoro I
pekerjaan: Bupati Sidoarjo Th.1763-1783 Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokari. Sidokare d
perkawinan: Raden Ayu Rame
perkawinan: putri Panembahan Tjakraningrat
Nyai Ajeng Surowidjoyo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:5, dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Kyai Panji Wanengpati
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:6, dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro http://keluargatjondronegoro.blogspot.com/ : Kyai wanengpati ( natapura ) Patih dalem Surabaya
Putri (1) Ngabei Wangsengsari
lahir: Puteri pertama dari Kyai Ngabei Wangsengsari (putera ke 2 dari R Adipati Panji Tjokronegoro I (Ks.A4/B2/C1/P) Isteri (2) RT Djoyonegoro, Bupati Banger Probolinggo.
perkawinan: Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
Raden Ajeng Roekminah / R Ayu Bawoon
lahir: Level 1 = Putera ke 9 dari R Groedo / Kyai Adipati Nitiadiningrat + Garwo Padmi (Trah Tjakraningrat V - Sampang Madura.
perkawinan: Raden Djoyolelono
perkawinan: Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:7, dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro,
perkawinan: Putri (1) Ngabei Wangsengsari
perkawinan: Raden Ayu Rame
perkawinan: Raden Ajeng Roekminah / R Ayu Bawoon
pekerjaan: 1770 - 1815, Probolinggo, Bupati Banger/Probolinggo Karena ketangguhannya maka mendapat nama gelar : Djimat
wafat: Probolinggo, Dimakamkan dibelakang Masjid Probolinggo, tanpa cungkup diberi warna kuning.
Nyai Ajeng Ronggolawe
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:8 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro. http://keluargatjondronegoro.blogspot.com/ NB tempat tinggal terakhir di Malang
Nyai Ajeng Wiryokusumo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:9 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Nyai Ajeng Wirosroyo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:10 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro.
Nyai Ajeng Maespati
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:11 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Nyai Ajeng Wiryodipuro
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau puteri No:12 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Ki Tjondro Adinegoro
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:13 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
pekerjaan: Menjabat Patih Pekalongan;
Panembahan Tjokronegoro V
pekerjaan: Bupati Wadono di Brang Wetan (Madiun_Blambangan_seluruh pulau Madura)
perkawinan: Raden Ayu Lor / Ratu Lor Djoyodiningrat
penguburan: 1770, Wafat dimakamkan di Pesarean Harmata - Madura
Raden Ayu Lor / Ratu Lor Djoyodiningrat
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:14 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
perkawinan: Panembahan Tjokronegoro V
Mas Ngabei Tjondrowidjoyo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:15 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Raden Tjondronegoro II (Pati) / Kyai Tumenggung Onggowidjoyo (Lamongan)
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:16 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro Wafat di makamkan di Desa Puri Pati
gelar: 1812 - 1839, Pekalongan, Bupati Pekalongan = Kyai Tumenggung Onggowidjoyo;
Mas Ngabei Kertoyudo / Kyai Mayor Kertoyudo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:17 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Nyai Ajeng Djangrono
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:19 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Kyai Tjondronegoro / Kyai Panji Onggowidjoyo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:20 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
pekerjaan: Surabaya, Bupati Mojokerto 1827 - 1850
Nyai Ajeng Wangsengsari
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:21 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Ngabei Sutoyudo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:22, dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Nyai Mangkuyudo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:24 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
perkawinan: Mas Ngabei Mangkuyudo
Nyai Ajeng Tambakhadji Angger [ Ngampel Ali Kubro]
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:25 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Raden Ayu Sepi / Raden Ayu Gremis
lahir: Level 1 = Putera ke 7 dari R Groedo / Kyai Adipati Nitiadiningrat + Garwo Padmi (Trah Tjakraningrat V - Sampang Madura.
perkawinan: Mas Adipati Djoyodirono II
wafat: Wafat dimakamkan di Pesarean Kromodjayan Bibis (Utara Stasiun KA Semut Surabaya / Plaza Semut, belakang Masjid.
Mas Adipati Djoyodirono II
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:1 dari 6 putera Kyai Mas Tumenggung Djoyodirono
pekerjaan: Bupati Kanoman di Surabaya, Th.1758-1785
perkawinan: Raden Ayu Sepi / Raden Ayu Gremis
wafat: Wafat di Surabaya, dimakamkan di Sentono Botoputih - Surabaya
Raden Ayu Adipati Soemodirono
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:2 dari Kyai Mas Tumenggung Djoyodirono
pekerjaan: Bupati Pekalongan
Kyai Panji Singosari
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:3 dari Kyai Mas Tumenggung Djoyodirono
Nyai Ajeng Mangkoediredjo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:4 dari Kyai Mas Tumenggung Djoyodirono
Nyai Ajeng Soemodirono = Nyai Ajeng Soemoyoedo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:5 dari Kyai Mas Tumenggung Djoyodirono
Nyai Ajeng Tjtetjek Kromodjaya
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau puteri No:6 dari Kyai Mas Tumenggung Djoyodirono
pekerjaan: Patih Kanoman di Surabaya, kemudian jumeneng/menjabat Bupati Surabaya nama gelar Kromodjoyo.
Mas Ngabei Niloperbongso
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:23 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Ki Mangkudipuro
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:26 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Ki Mangkukusumo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:27, dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Raden Ayu Uningan Kaliungu
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:28 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Nyai Ajeng Trodjoyo
lahir: level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No:29 dari Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
Han Pek Long
lahir: Level 3 = Buyut dari Han Siong Kong; Atau putera ke 1 dari Han Liong Kong
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Джерельна довідка за населеним пунктом