Raden Panji Tumenggung Tjokronegoro I / Raden Panji Djangrana (Djayengrono) (Raden Notopuro)
| Marga (saat dilahirkan) | Ki Ageng Brondong |
| Jenis Kelamin | Pria |
| Nama lengkap (saat dilahirkan) | Raden Panji Tumenggung Tjokronegoro I / Raden Panji Djangrana (Djayengrono) |
| Nama belakang lainnya | Raden Notopuro |
| Orang Tua
♂ Kanjeng Raden Tumenggung Djimat Tjondronegoro I / Kyai Onggowidjoyo | |
| Halaman-wiki | [[1]] |
Momen penting
lahir: Surabaya, level 3 = Buyut dari Ki Ageng Brondong, atau putera No: 4 R Onggodjoyo / Tumenggung Djimat Tjondronegoro I
kelahiran anak: ♂ Kyai Demang Urawan
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Wangsengsari
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Onggodiwiryo
kelahiran anak: ♂ Raden Adipati Panji Tjokronegoro II / Raden Panji Notokusumo
kelahiran anak: ♂ Raden Ngabei Mangkudjoyo = Mangkuyudo
kelahiran anak: ♂ Raden Ngabei Sastrodipuro
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Surodiwiryo
kelahiran anak: ♂ Mas Ngabei Notowidjoyo
kelahiran anak: ♂ Raden Rio Tjondrokusumo
kelahiran anak: ♂ Raden Ngabei Sosrowidjoyo
kelahiran anak: ♂ Raden Ngabei Mulyokusumo
kelahiran anak: ♂ Ngabei Onggowidjoyo
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Setjodiwiryo
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Djoyosupeno
kelahiran anak: ♂ Raden Ngabei Kertoyudo II
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Kromodiwiryo
kelahiran anak: ♀ Raden Ayu Sarikusumo
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Sumoredjo
kelahiran anak: ♀ Raden Ayu Adipati Tjondronegoro
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Wiryodipuro
kelahiran anak: ♂ Ngabei Priambodo
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Mertodipuro
kelahiran anak: ♂ Raden Ngabei Kertodiwiryo
kelahiran anak: ♂ Raden Ngabei Mangkudiwiryo
kelahiran anak: ♀ Raden Ayu Suryokusumo
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Singosari
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Onggodirono
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Dutowidjoyo
kelahiran anak: ♂ Raden Ngabei Tjondrodirdjo
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Surodirdjo
kelahiran anak: ♂ Djoko Tangan
kelahiran anak: ♂ Djoyo Sumitro
kelahiran anak: ♂ Djoko Maridin
kelahiran anak: ♀ Nyai Ajeng Tjodirono
kelahiran anak: ♂ Raden Bei Notodirdjo
pekerjaan: Bupati Sidoarjo Th.1763-1783 Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokari. Sidokare d
perkawinan: ♀ putri Panembahan Tjakraningrat
Catatan-catatan
Sidoarjo dulu dikenal sebagai pusat Kerajaan Janggala. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo bernama Sidokare, yang merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibantu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan. Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokari. Sidokare dipimpin R. Notopuro (kemudian bergelar R.T.P Tjokronegoro ) yang berasal dari Kasepuhan. Ia adalah putra dari R.A.P. Tjokronegoro, Bupati Surabaya. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare, yang memiliki konotasi kurang bagus diubah menjadi Kabupaten Sidoarjo.
Setelah R. Notopuro wafat tahun 1862, maka kakak almarhum 1863 diangkat sebagai bupati, yaitu Bupati R.T.A.A Tjokronegoro II yang merupakan pindahan dari Lamongan. Pada tahun 1883 Bupati Tjokronegoro mendapat pensiun, sebagai gantinya diangkat R.P. Sumodiredjo pindahan dari Tulungagung tetapi hanya 3 bulan karena wafat pada tahun itu juga, dan R.A.A.T. Tjondronegoro I diangkat sebagai gantinya.
- ↑ Buku Silsilah Trah Pangeran Lanang Dangiran - Silsilah Pangeran Lanang Dangiran ( Ki Ageng Brondong ),Bab Asal Usul Keluarga Kasepuhan Kanoman Surabaya, halaman 54 dari 142 halaman (Cetakan).
Diselesaikan di Surabaya, Senen Kliwon,Tanggal 01 Agustus 1966 / 14 Bakdo-Mulud 1898.
Oleh Raden Panji Ario Makmoer, beralamat di Kapas Krampung No:90, Surabaya.
Penasehat:
- ) Raden Adipati Arya Nitiadiningrat *)Bupati Surabaya
- ) Raden Tumenggung Arya Notoadikoesoemo (Zainal Fattah), *) Bupati Pamekasan-Madura;
- ) Raden Ngabei Kromodjoyoadirono/R.B.Yasin *) Asisten Wedana Ngebel Ponorogo.
- ) Raden Tumenggung Arya Notoadikoesoemo (Zainal Fattah), *) Bupati Pamekasan-Madura;
- ) Raden Adipati Arya Nitiadiningrat *)Bupati Surabaya
Dari kakek nenek sampai cucu-cucu
gelar: 1670 - 1678, Surabaya, Adipati Surabaya XI
wafat: Desember 1678, Surabaya, Gugur di Kediri dalam peperangan, dimakamkan di Pesarean Sentono Boto Putih Surabaya
perkawinan: ♂ Han Bwee Koe / Han Bwee Kong
pekerjaan: Surabaya, Bupati Kanoman di Wonokromo Surabaya, 1746-1758. Diangkat dalam th 1752 ( De Jonge deel 10-11 ) Pengangkatan bersamaan Kyai Onggowidjoyo. Orang Belanda mengatakan "tweede Regent"; Karena pada waktu itu Kadipaten Surabaya dipecah menjadi dua Kadipaten, s
perkawinan: ♂ Raden Tumenggung Suroadiningrat , ♂ Raden Ario Mloyokusumo
perkawinan: ♂ Kyai Suronegoro ? (tidak diketahui)
pekerjaan: Bupati Surabaya
perkawinan: ♂ Kyai Surodipuro
perkawinan: ♀ Putri (1) Ngabei Wangsengsari
perkawinan: ♀ Raden Ayu Rame
perkawinan: ♀ Raden Ajeng Roekminah / R Ayu Bawoon
pekerjaan: 1770 - 1815, Probolinggo, Bupati Banger/Probolinggo Karena ketangguhannya maka mendapat nama gelar : Djimat
wafat: Probolinggo, Dimakamkan dibelakang Masjid Probolinggo, tanpa cungkup diberi warna kuning.
pekerjaan: Menjabat Patih Pekalongan;
perkawinan: ♂ Panembahan Tjokronegoro V
gelar: 1812 - 1839, Pekalongan, Bupati Pekalongan = Kyai Tumenggung Onggowidjoyo;
pekerjaan: Surabaya, Bupati Mojokerto 1827 - 1850
perkawinan: ♂ Mas Ngabei Mangkuyudo
gelar: (Isteri ke 1)
perkawinan: ♂ Raden Panji Tumenggung Tjokronegoro I / Raden Panji Djangrana (Djayengrono) (Raden Notopuro)
perkawinan: ♂ Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
perkawinan: ♂ R A P Padmonegoro / R.P Tjokronotokusumo
perkawinan: ♂ R A P Padmonegoro / R.P Tjokronotokusumo
perkawinan: ♂ R A P Padmonegoro / R.P Tjokronotokusumo
perkawinan:
perkawinan:
perkawinan: ♂ Raden Adipati Panji Tjokronegoro III / Raden Panji Gondokusumo , ♀ Ibu Chatidjah
wafat: Wafat di makamkan di Kapasan Cungkup Surabaya (belakang Langgar). Dimakamkan berdampingan dengan makam Ibu Chatidjah.
perkawinan: ♂ Raden Adipati Panji Tjokronegoro III / Raden Panji Gondokusumo , ♀ Ibu Pantes (isteri 1)
wafat: Wafat di makamkan di Kapasan Cungkup Surabaya (belakang Langgar). Dimakamkan berdampingan dengan makam Ibu Pantes.
wafat: Wafat dimakamkan disamping Makam Tjokronegoro III, dibelakang masjid Djami Probolinggo
perkawinan: ♂ Raden Bagus Hadiwidjoyo
perkawinan:
perkawinan:
perkawinan: ♂ Tjoa Boen Tjwan
