Raden Mas Sutawijaya

Dari Rodovid ID
Orang:855912
Marga (saat dilahirkan) Cakraatmaja
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) Raden Mas Sutawijaya
Orang Tua

Bendoro Raden Ayu Hayati / Bojati Cakraatmaja

Raden Adipati Tjokroatmodjo / R. Tumenggung Tjakra Werdana II

Momen penting

kelahiran anak: 1. RM. Dayun Sentradrana/Ky Abdurrahim

kelahiran anak: 2. RM. Mentradana

kelahiran anak: 3. RM. Jiwa Yudha

kelahiran anak: 4. RAy. Nyai Jiwa Menggala

kelahiran anak: 5. Nyai RAy. Angga Menggala

kelahiran anak: 6. RM. Wira Seca

Catatan-catatan

Dari ayah, R. Sutawijaya adalah cucu dari KRAD Cokro Wedono Bupati Banyumas II yang menurunkan Raden Mas Cokro Atmojo dan kawin dengan RA Bojati.

Dari Ibu R. Sutawijaya cucu Paku Buwono yang menurunkan KGPA Mangkubumi dan menurunkan Raden Ajeng Bojati selanjutnya menurunkan Sutawijaya.

Raden Sutawijaya dapat istri anak Bupati Pasuruan yang dari kecil ikut kakeknya Panembahan Heru Cokro di Pancamanis Nusakambangan yang termasuk Guru Utama Raden Sutawijaya.

Setelah menikah Raden Sutawijaya diberi kekuasaan wilayah Kadipaten Merden yang lama kosong tidak ada pemerintahan kecuali setingkat kelurahan.

Raden Sutawijaya mulai membangun Merden dengan perencanaan yang cukup matang dari Tata Kota, ekonomi dan pemerintahan.

Dijantung Pemerintahan jalan dibuat 4 (empat) persimpangan, (Ke selatan menuju Gombong, Ke utara menuju Banjarnegara, ke Barat menuju Banyumas, Wirasaba, ke Timur menuju Kademangan Tampomas).

Di bidang industri Raden Sutawijaya mengundang ahli pande besi untuk membuka usaha di Merden. Pasar pun dibangun sebagai pusat perdagangan untuk wilayah kademangan Merden dan sekitarnya yang terkenal dengan Pasar Setu.

Dan juga mengundang para ahli Bathik dari Banyumas yang sengaja didatangkan oleh ayahandanya RM. Cokro Atmojo dari Banyumas, serta ahli pembuat alat dapur yang dibuat dari tanah liat (kundi) dan kerajinan dari bambu. Sisa-sisa kegiatan tersebut sampai sekarang masih ada.

Wilayah kademangan Merden adalah bekas kadipaten, saat itu sebelah barat Purworejo Klampok, sebelah utara dibatasi Sungai Serayu, sebelah selatan dibatasi Pegunungan Kendeng yang memisahkan Banjarnegara dan Kebumen, sebelah timur sampai Gunung


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
12. Gusti Pangeran Hario Hadiwijoyo
perkawinan: Raden Ayu Sentul
wafat: 1753, Kaliabu, Salaman, Magelang
Sri Sultan Hamengku Buwono I / Pangeran Haryo Mangkubumi (Raden Mas Sujono)
lahir: 5 Agustus 1717, Kartasura
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Asmorowati
perkawinan: Gusti Kanjeng Ratu Kencono
perkawinan: BR Tiarso
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Sawerdi
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Mindoko [G.Hb.1.6]
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Jumanten [G.Hb.1.8]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Wilopo [G.Hb.1.9]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Ratnawati [G.Hb.1.10]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Tandawati [G.Hb.1.12]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Tisnawati [G.Hb.1.13]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Turunsih
perkawinan: Bandara Mas Ayu Ratna Puryawati [G.Hb.1.15]
perkawinan: Bendoro Radin Ayu Doyo Asmoro [G.Hb.1.16]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Gandasari [G.Hb.1.17]
perkawinan: Bendoro Raden Ayu Srenggara
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Karnokowati [G.Hb.1.18]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Setiowati [G.Hb.1.19]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Padmosari [G.Hb.1.20]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Sari [G.Hb.1.21]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Pakuwati [G.Hb.1.22]
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Citrakusumo [G.Hb.1.23]
perkawinan:
perkawinan: 2. Mas Roro Juwati / Raden Ayu Beruk / KRK Kadipaten / KRK Ageng / KRKTegalraya (Kanjeng Ratu Mas)
perkawinan: 4. Bendoro Raden Ayu Handayahasmara / Mbak Mas Rara Ketul
perkawinan: Raden Ayu Wardiningsih
gelar: 29 November 1730 - 13 Februari 1755, Kartasura, Pangeran Mangkubumi
perkawinan: Bendoro Mas Ayu Cindoko [G.Hb.1.11] , Yogyakarta
gelar: 13 Februari 1755 - 24 Maret 1792, Yogyakarta
wafat: 24 Maret 1792, Imogiri, Yogyakarta
gelar: 10 November 2006, Jakarta, Pahlawan Nasional RI
Kakek-nenek
Orang Tua
w Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam I [Hb.1.6] (Kanjeng Pangeran Haryo Notokusumo)
lahir: 21 Maret 1760, Pangeran Notokusumo / Pangeran Adipati Paku Alam I (1813-1829) Pendiri wangsa Pakualaman yang lahir pada tahun 1760 ini adalah peletak dasar kebudayaan Jawa dalam Kadipaten Pakualaman. Kepada para putra sentana, PA I memberi pelajaran sains dan tata negara. Beberapa karya sastranya adalah: Kitab Kyai Sujarah Darma Sujayeng Resmi (syair), Serat Jati Pustaka (sastra suci), Serat Rama (etika), dan Serat Piwulang (etika). Ia wafat pada tanggal 19 Desember 1829.
lahir: 21 Maret 1764, Yogyakarta
gelar: 28 Januari 1812 - 31 Desember 1829, Yogyakarta, Gusti Pangeran Adipati Paku Alam I [1812-1829]
wafat: 31 Desember 1829, Yogyakarta
Kanjeng Pangeran Adipati Dipowijoyo I [Hb.1.8] (Pangeran Muhamad Abubakar)
lahir: 1765
gelar: ~ 1810, Yogyakarta, Pangeran Muhamad Abubakar
14. Bendoro Raden Mas Hadiwijaya / Bendoro Pangeran Haryo Panular
lahir: 1771
wafat: 30 Juli 1826, Nglengkong, Sleman
1. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro Gusti Raden Mas Intu
gelar: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anum Amangku Negara ingkang Sudibya Atmarinaja Sudarma Mahanalendra
penguburan: Agustus 1758, Imogiri, Yogyakarta
16. Bendoro Pangeran Haryo Mangkukusumo (1)
lahir: 1772
pekerjaan: Januari 1828, Wakil Dalem
Raden Adipati Tjokroatmodjo / R. Tumenggung Tjakra Werdana II
lahir: BUPATI AFDELING CILACAP I (1858-1873)
Orang Tua
 
== 3 ==
RA. Sutawijaya
lahir: Putri Bupati Pasuruan
== 3 ==
Anak-anak
2. RM. Mentradana
lahir: di Merden
3. RM. Jiwa Yudha
lahir: di Merden
6. RM. Wira Seca
lahir: di Batur
Anak-anak
Cucu-cucu
1. RM. Kyai Gede Gumelem Kaliajir
lahir: di Gumelem - Kaliajir
RM Kyai Ahmad Ilyas
lahir: Pesantren, Banjarnegara
Cucu-cucu
Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta
Amangkurat IV
Blambangan
Brawijaya V
Cakraatmaja
Diponegoro
Hamengku Buwono
Kramaleksana
Pakubuwono
Pasuruan
Tjakra Werdana
Wardiningsih