Raden Ismoekadinoto / Raden Ismoekadi d. 1965
| Marga (saat dilahirkan) | Ki Ageng Brondong |
| Jenis Kelamin | Pria |
| Nama lengkap (saat dilahirkan) | Raden Ismoekadinoto / Raden Ismoekadi |
| Orang Tua
♀ Raden Ayu Istijati / Raden Ayu Panji Sadikin Adiwinoto d. 1946 | |
| Nomor referensi | Silsilah "Pedigre Keluarga Kyai Ageng Kasan Besari ( Kyai Ageng Tegalsari I, Th.1760 s/d Kanjeng Lider Raden Mas Tjokronegoro I, Bupati Ponorogo 1811-1900, ditulis oleh DR Ismoe Soekanto Suwelo, Msc, Th.1996 HALAMAN :58,59,60,61,62 309. |
Momen penting
lahir: Level 9 = Debok bosok dari Pancer Ki Ageng Brondong. Dari putra puteri Raden Sadikin Adiwinoto (Asisten Wedana Polisi - Surabaya) memperoleh keturunan: 1. Raden Ismooe Kadinoto, Jaksa di Surakarta 2. Raden Ismoenandar< Jaksa di Ponorogo 3. Raden Ayu Ismilah (Nok) Soewelo, Mantri Guru di Ngawi 4. Raden Ayu Ismini (Niek) Soewarno, Kediri 5. Raden Ayu Ismiatin (Noek) Wirosandjoyo, Madiun 6. Raden Ismoehadji (Soer)
1899 lahir: Surabaya
kelahiran anak: ♀ Susie Yulisdinah
kelahiran anak: ♀ R Ay Tenny Iskandriati
perkawinan: ♀ R Ayu Liek Koessabandinah - Garwo (2)
perkawinan: ♀ R ayu Umini - Garwo (1)
1927 kelahiran anak: Putera ke 1 dari 5 Putera R Ismoekadinoto + R Ayu SRI UMINI - garwo (1), ♂ R. Slamet Soeseno
1930 kelahiran anak: Putera ke 2 dari 5 Putera R Ismoekadinoto + R Ayu SRI UMINI- garwo (1), ♂ R Soerjono Amiseno d. 1965
1940 kelahiran anak: Putera ke 3 dari 5 Putera R Ismoekadinoto + R Ayu SRI UMINI - garwo (1), ♂ R Trihabsoro
1942 kelahiran anak: Putera ke 4 dari 5 Putera R Ismoekadinoto + R Ayu SRI UMINI - garwo (1), ♀ Rr Indrawati
1944 kelahiran anak: Pancer Laki(R ISmoekadinoto) >> Level 10 = Galih asem dari Pancer Ki Ageng Brondong; Atau Level 6 = Udeg-udeg RAP Tjokronegoro II/ RP Notokusumo, Bupati Kasepuhan Surabaya. Putera ke 5 dari 5 Putera R Ismoekadinoto + R Ayu SRI UMINI - garwo (1), ♀ Ramalijah Tuti Habsari b. 1944
1946 kelahiran anak: Putera ke 1 dari 7 Putera R Ismoekadinoto + R Ay Liek Koessabandinah; - Garwo(2) - suami & isteri sebagai juga TRAH RAP Tjokronegoro II/ RP Notokusumo );, ♀ R Ay Ruly Perkis d. 19 Maret 2013
1950 pekerjaan: Jabatan Jaksa di 1. di kejaksaan Negeri I, Jombang 2. di Kejaksaan Negeri I, Surakarta
1950 kelahiran anak: Putera ke 2 dari 7 Putera R Ismoekadinoto + R Ay Liek Koessabandinah; -Garwo(2); - suami & isteri sebagai juga TRAH RAP Tjokronegoro II/ RP Notokusumo ), ♀ R Ay Riesye Palupi
1952 kelahiran anak: Putera ke 3 dari 7 Putera R Ismoekadinoto + R Ay Liek Koessabandinah; - Garwo(2); - suami & isteri sebagai juga TRAH RAP Tjokronegoro II/ RP Notokusumo ), ♂ R Bambang Koesoemo,
1954 kelahiran anak: Surakarta, Putera ke 4 dari 7 Putera R Ismoekadinoto + R Ay Liek Koessabandinah, -Garwo(2); - suami & isteri sebagai juga TRAH RAP Tjokronegoro II/ RP Notokusumo ), ♀ R Ay Shine Kisbandiyah
30 April 1961 kelahiran anak: Solo, Pancer Laki(R Ismoekadinoto) >> Level 10 = Galih asem dari Pancer Ki Ageng Brondong; Atau Level 6 = Udeg-udeg RAP Tjokronegoro II/ RP Notokusumo, Bupati Kasepuhan Surabaya. Putera ke 6 dari 7 Putera R Ismoekadinoto + R Ay Liek Koessabandinah( suami & isteri adalah TRAH RAP Tjokronegoro II/ RP Notokusumo ), ♂ Isbandi Koesnoto b. 30 April 1961 d. 23 September 2003
1965 wafat: Surakarta
Catatan-catatan
Dengan mengucap Syukur Ke hadirat ALLAH SWT, Putra, wayah dan Trah keluarga / keturunan Kyai Brondong (Pangran Lanang dangiran-Surabaya), , Trah Kyai Mohammad Kasan Besari - Ponorogo, Trah Pangeran Timur Mangkudiningrat (kel Puro Mangkunegara-Sala), telah mengunggah dengan memperoleh petunjuk dari sumber seratan para pinisepuh Trah Kasepuhan Surabaya, antara lain :
- 1)Serat Sara Silah K5 (Kasepuhan-Kanoman-Kromodjayan-Ke Sambongan Surabaya) oleh R Tumrnggung Arya Notoadikoesoemo/Zainal Fattah)
dan Yayasan Sentono Boto Putih Surabaya, Selesai pada tgl 06-12-1956. 50 Halaman
- 2)Serat Sara Silah Kasepuhan-Kanoman-Kromodjayan-Ke Sambongan-Nitiadingrat_Notodiningrat-Bustaman-Poesponegoro-HAN dinasty,
oleh R.Bagus Yasin/R Ngabei Kromodjoyoadirono, Selesai pada tgl 10 Maret 1960, 102 halaman.
- 3)Silsilah Pangeran Lanang Dangiran / Kyai Ageng Brondong, oleh R Panji Arya Makmoer; Selesai tgl 01-08-1966.
- 4)Serat sara Silah yang ditulis tangan dalam selembar kertas oleh R Ismoe Kadinoto, di kediamannya Jl slamet Riyadi 307, Surakarta
- 5)Silsilah "Pedigre Keluarga Kyai Ageng Kasan Besari ( Kyai Ageng Tegalsari I, Th.1760 s/d Kanjeng Lider Raden Mas Tjokronegoro I, Bupati Ponorogo 1811-1900, ditulis oleh putra wareng DR Ismoe Soekanto Suwelo, Msc, selesai pada Tahun 1996
Sypnoses Serat Sara Silah : Dari putra puteri Raden Sadikin Adiwinoto (Asisten Wedana Polisi - Surabaya) memperoleh keturunan:
1. Raden Ismoekadinoto, Jaksa di Surakarta. B: Surbaya,1899; D:Solo,1965 2. Raden Ismoenandar. B:1902 3. R Ayu Ismilah / R Ayu Mohamad Iman Soewelo ( Nok ) B:1907 4. R Ayu Ismini ( Niek ) / R Ayu Soewarno Poerwoaminoto. B:1911 5. R Ayu Ismijatin Wirosandjojo, B: 191x 6. Raden Ismoehaji B:1916
Alur silsilah: ( R Ismoe Kadinoto bersaudara )
Garis Keturunan pancer Laki : Leluhur berasal dari alur : Pangeran Lanang Dangiran, dikenal Ki Ageng Brondong, menurunkan Raden Adipati Onggodjoyo (Pasuruan), urunkan R.Panji Onggowidjoyo Tjondronegoro (Panembahan Surabaya 1978), menurunkan R.Panji Djayengrono Tjokronegoro I (Kasepuhan Surabaya), menurunkan R.Panji NOTOKUSUMO TJOKRONEGORO II (Bupati kasepuhan Surabaya 1785-1818), menurunkan 31 putera; diantaranya putera ke 17 R.Ng. Poerbokusumo (Wedana jenggala/Taman-Sidoarjo), menurunkan R.Ng.Adikusumo (Wedana Mojokerto), menurunkan R.Ngabei Adiatmodjo / Hadiwidjoyo di Mojokerto, menurunkan R.Ng Sadikin Adiatmodjo (Ass.Wedana Polisi Surabaya) menikah dengan R.Ayu Istiati (trah Kyai Kasan Besari, Tegalsari Ponorogo,kapernah wayah KRMTAA Tjokronegoro I pemakaman dibelakang mesjid Kauman Ponorogo).
I) : Garis Keturunan pancer Perempuan : (Garwo - 1 ) ..... dalam proses pencarian data/dokumen ....) II): Garis Keturunan pancer Perempuan: (Garwo - 2) Leluhur berasal dari Alur : Paku Buwana III / Raden Mas Sayid, peputra Gusti R.Ayu Tumenggung Martopuro ( R Ay Djoemilah ), Bupati Sewu Surokarto, menurunkan R Ayu Kasan Besari / menikah dengan Kyai Kasan Besari, menurunkan R.Mas Tjokronegoro I (Bupati Ponorogo), menikah dengan Trah Pangeran Timur Mangkudiningrat (Adik Raden Mas Said, nama gelar : Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I alias Pangeran Sambernyawa (lahir di Kraton Kartasura, 7 April 1725 – meninggal di Surakarta, 28 Desember 1795 pada umur 70 tahun) adalah pendiri Praja Mangkunegaran. Pangeran Timur Mangkudiningrat tersebut menurunkan R.Mas Panji Tjokrodiwiryo, menurunkan R Ayu Tumenggung Djogokariyo II, dan menurunkan R.Ayu Adipati Tjokronegoro I tsb. diatas. Dari pernikahan Raden Mas Tjokronegoro I (Bupati Ponorogo), menurunkan Raden Mas Tjokrodipoero (Patih Gresik), menikah dengan Raden Ayu Kalpikowarti juga Trah Pangeran Timur Mangkudiningrat, tsb diatas. dan menurunkan Raden Ayu ISTIATI / Raden Ayu Adiwinoto (Ass.Wedana Polisi Surabaya).
Alur silsilah: ( R Ayu Liek Koes Sabandinah / R Ayu Ismoe Kadinoto )
Garis Keturunan pancer Laki : Leluhur berasal dari Alur Pangeran Lanang Dangiran, dikenal Ki Ageng Brondong, menurunkan R Adipati Onggodjoyo (Pasuruan), menurunkan R Panji Onggowidjoyo Tjondronegoro (Panembahan Surabaya 1978), menurunkan R Panji Djayengrono Tjokronegoro I (Kasepuhan Surabaya), menurunkan R Panji NOTOKUSUMO TJOKRONEGORO II (Bupati Kasepuhan Surabaya 1785-1818), menurunkan 31 putera diantaranya putera ke 15 R Adipati Panji Gondokusumo Tjokronegoro III (Bupati Probolinggo 1856), menurunkan R Panji Gondokusumo (Collecteur Lamongan, menikah denganputeri Pangeran Tjitrosoemo VI (Bupati Tuban), menurunkan R Panji Gondokusumo (Patih Mojokerto), menurunkan Raden Panji Adikusumo ( Asisten Wedana Boender - Jombang ), menurunkan Raden Ayu Liek Koessabandinah.
Dari saya penyusun Silsilah H.R. Widodo bin R Achmad Soesandi, menunjukkan bahwa satu alur leluhur yang sama adalah dari R.Panji NOTOKUSUMO TJOKRONEGORO II (Bupati kasepuhan Surabaya 1785-1818), menurunkan 31 putera; diantaranya putera ke 16, adalah R Ng Hardiowinoto (devisi hoof di Indramayu), menurunkan R Ayu Sasidamari + R Hardjowinoto - Kp Wates Sidoardjo ( cucu dari R Adipati Panji Padmonegoro / Tjokronotokusumo - Bupati Kudus adalah putera ke 3 dari 31 putera R Adipati Tjrokronegoro II-Bupati kasepuah Surabaya tsb diatas): Dari pernikahan R Ayu Sasidamari menurunkan 6 putera yang pertama R Ayu Artinah menikah dengan R Achmad Notoadiputra (Ass Wedanan Balungpanggang) menurunkan 5 putera, yang kedua adalah R Achmad Soesandi / Soenaryo.( ayah saya)
PIWELING TERHADAP MERAWAT SERAT SARA-SILAH : Raden Sastrodihardjo dalam Penutup Sarasilah Diposoepanan, berwasiat yang sangat penting mengenai: PENGET: "Serat sarasilah poeniko kasimpen ingkang ngatos-atos, kengingo kangge tjepenganipoen poetro wajah panjenengan ing tembe wingking. Kedjawi saking poeniko, menawi wonten lepatipoen, kirang-langkoengngipoen, toewin wonten ewah-ewahanipoen, kadosto ewahing poetro, moegi karsohon ngewahi pijambak." ( Silsilah ini untuk disimpan dengan hati-hati, agar dapat dipergunakan sebagai pegangan anak cucu semua dibelakang hari. Selain dari hal tersebut, apabila ada kesalahan, kurang lebihnya serta ada perubahan, seperti misalnya tambahnya putra. Sudi apakiranya untuk menambahkan.")
Dalam menjalankan amanat PENGET tersebut, perlu pengunggah tegaskan bahwa setiap SILSILAH YANG DIBUAT OLEH SIAPAPUN, --> TUJUAN ADALAH: 1) MEMBENTUK KARAKTER MANUSIA DAPAT SELALU MENGHORMAT DAN MENCINTAI PARA LELUHUR, TERIRING DOA. 2) UNTUK MEMBANGUN KEMBALI KEAKRABAN/SILATUROCHMI KELUARGA SEMATA, GUNA MENCAPAI IKATAN KEKERABATAN YANG KUAT_ SEHAT_SEJAHTERA, --> TERLEPAS DARI HAL-HAL NEGATIF (Kasta, Agama, Kepentingan pribadi, Memanipulasi data keluarga dan Diskriminasi); THE GENEALOGICAL / SILSILAH ADALAH MERUPAKAN INFORMASI DATA YANG TERBATAS DALAM HAL TERKAITAN HUBUNGAN KELUARGA SEDARAH, YANG TELAH DITULIS OLEH LELUHUR DAN KEMUDIAN DIWARISKAN SEBAGAI WASIAT KEPADA ANAK CUCU KETURUNAN SAMPAI DENGAN DIPAPARKAN DI WEBSITE RODOVID, atau MEDIA YANG LAIN. --> BILAMANA DIKEHENDAKI YBS TDK DITULIS ASAL KETURUNAN DSB. DIDALAM SUATU SILSILAH / ATAU MENGHENDAKI MENIADAKAN DIRINYA DARI SILSILAH MAKA KEHENDAK SEPIHAK TSB. TERLEPAS DARI TANGGUNGJAWAB PENGUNGGAH; DAN INI HANYA BERLAKU BAGI YBS DENGAN KELUARGA DIRINYA SENDIRI, TIDAK BERLAKU KEPADA SAUDARA SAUDARA SEKANDUNG. DARI SUDUT AGAMA : Mengingat kemajuan Jaman dan Kaidah Agama, maka keberadaan Silsilah dapat dipakai sebagai pedoman untuk beberapa hal yang perlu dihindari dalam hidup berkeluarga, dijelaskan dalam Kitab suci Al Qur'an,bagi penganut AGAMA ISLAM :
Surat ke 36 Yasin
- ayat 36 : Mahasuci Allah yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui
Surat ke 49 Al-Hujurat
- ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.
- ayat 13 : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Surat ke 4 An Nisaa
- ayat 1 : Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
- ayat 23 Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
- ayat 24 dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
- Sedangkan pratijau dari Ilmu pengetahuan yang dijelaskan dalam: Dasar-dasar Genetika Biokemis Manusia ( Prof Dr,M.Ismadi –Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta ( akibat in-sex ); serta Hukum dan Budaya.
- Catatan :
Jenjang susunan pada Silsilah Keluarga atau Genealogy Diagram dibuat / dimulai dari atas yaitu yang tertua kebawah s/d. keturunan termuda, ini menganut pakem budaya Jawa Kasunanan Surakarta Hadiningrat khususnya dan pada umumnya, atau dikenal dengan nama Trah = Keturunan. Penulisan silsilah dibuat rentang jenjang setiap /sampai ke 10(sepuluh) level / graad). Dibuat berdasarkan petujuk membuat silsilah dalam buku "Serat Piagem Sentana “ (gebookteakte) ngrewat sala-silahing ing Kasunanan Surakarta Adiningrat (Paku Buwana)", yaitu dimulai dari:
- Pancer …………… = Trah adalah nama nenek moyang/leluhur yang dijadikan pedoman cikal bakal yang menurunkan
- Level/urutan 1 = Anak / putera
- Level/urutan 2 = Cucu
- Level/urutan 3 = Buyut
- Level/urutan 4 = Canggah
- Level/urutan 5 = Wareng
- Level/urutan 6 = Udeg-udeg
- Level/urutan 7 = Gantung Siwur
- Level/urutan 8 = Gropak senthe
- Level/urutan 9 = Debog bosok
- Level/urutan 10 = Galih Asem.
Urutan penulisan dimulai dari Pancer, misal yang dianut pancer laki-laki (patrinial), yang kemudian sampai rentang keturunan kesepuluh (Galih Asem), dan yang kemudian akan menjadi “Pancer” Trah/Keturunan berikutnya. Dengan adanya fasilitas dari genealogical chart di website http://id.rodovid.org/wk/...., maka 10(sepuluh) level / graad oleh penulis diterapkan. Sedangkan dalam hardcopy penyusun gunakan dalam bentuk simbul-simbul yang nampak pada pembagian kelompok level (dapat dilihat samping kiri & di kiri bawah lembar silsilah). Dapatlah kami sampaikan bahwa silsilah ini (Family Tree) pancer Laki-laki terbentuk dan akan berakhir jika keturunan berstatus perempuan. Artinya dari keturunan seorang Ibu yang semula dari marga A, anak keturunannya akan ikut pada suaminya misal marga B. Hal ini tidak mengubah makna apapun, ini hanyalah ilustrasi susunan keluarga walaupun menganut garis perempuan (matrinial) kesemuanya dibuat menganut petunjuk cara menulis silsilah yang benar.
Hormat Pengunggah, HR Widodo AS,
- ↑ Serat Sara Silah Himpunan Keluarga : - * Serat Sara Silah yang ditulis Raden Ismoekadinoto, diselesaikan di Surakarta
- ↑ Serat Sara Silsilah Trah Pangeran Lanang Dangiran ( Ki Ageng Brondong) = Paguyuban - * Silsilah Pangeran Lanang Dangiran ( Ki Ageng Brondong ),Bab Asal Usul Keluarga Kasepuhan Kanoman Surabaya, halam 119,120 dari 142 halaman (Cetakan); Ditulis oleh PK5(Persatuan Keluarga Kasepuan_ Kanoman_Kromodjayan_Kesambongan: pada Bab IX, halaman 45 sd 50, oleh R.T.A.Notoadikoesoemo (Zainal Fatah), Surabaya 06 desember 1956
Dengan Ketua Penulisan oleh : Raden Panji Ario Makmoer, Surabaya 01 Agustus 1966. beralamat di Kapas Krampung No:90, Surabaya.
Diselesaikan di Surabaya, Senen Kliwon,Tanggal 01 Agustus 1966 / 14 Bakdo-Mulud 1898.
Penasehat:
- ) Raden Adipati Arya Nitiadiningrat *)Bupati Surabaya
- ) Raden Tumenggung Arya Notoadikoesoemo (Zainal Fattah), *) Bupati Pamekasan-Madura;
- ) Raden Ngabei Kromodjoyoadirono/R.B.Yasin *) Asisten Wedana Ngebel Ponorogo.
- ) Raden Tumenggung Arya Notoadikoesoemo (Zainal Fattah), *) Bupati Pamekasan-Madura;
- ) Raden Adipati Arya Nitiadiningrat *)Bupati Surabaya
- ↑ Silsilah Keluarga Trah Kromodjayan, Kanoman-Mojokerto - * Silsilah Kromodjayan, Pakem Kilat Kasepuhan-Kanoman Hal:19 sd 34d dari 102, Oleh Raden Ngabei Kromodjoyoadirono (Raden Bagus Yasin ) Surabaya 08 Juni 1980
- ↑ Buku Catatan Bupati-Bupati jaman Penjajahan Hindia Belanda - • Notes on Java’s Regent Families, Part I, II Hearhet Sutherland, Based on gnenealogies provided by Raden Mas Panji Abdul Wahab Soerjodiningrat, Mrs.; 141 halaman
- ↑ Diagram Silsilah Trah Kasepuhan - Surabaya - • Asal Silah, penyusun Raden Anang Soekarso, 27 Agustus 2008; 66 halaman
- ↑ Pedigree Silsilah KYAI AGENG KASAN BESARI, Tegalsari - Ponorogo, ditulis dan disusun oleh R Ismu Sukanto Suwelo, DR. Msc, di Bogor 1996 -
Dari kakek nenek sampai cucu-cucu
lahir: 1835, Ponorogo, Putera ke 2 dari 10 bersaudara
pekerjaan: Madiun, Wedana Bagi - Madiun
wafat: Madiun, tahun: 19
lahir: 1838
wafat: tahun: 19
lahir: 1842, Putera ke 4 dari 10 bersaudara suami Penghulu di Pacitan
wafat: tahun: 19
lahir: 1842, Ponorogo, Putera ke 5 dari 10 bersaudara
wafat: tahun: 19
lahir: Level 4 = Canggah dari Kyai Muhammad Besari Tegalsari - Ponorogo;
wafat: Maospati, tahun: 19
lahir: 1846, Ponorogo, Putera ke 7 dari 10 bersaudara
gelar: Ponorogo, Kanjeng Bupati Ponorogo
wafat: 1913
lahir: 1848, Ponorogo, Putera ke 8 dari 10 bersaudara
pekerjaan: Ponorogo, Mantri Kuto Ponorogo
wafat: tahun: 19
lahir: 1851, Ponorogo, Putera ke 9 dari 10 bersaudara Suami Wedana Ponorogo
wafat: Ponorogo, tahun: 19
lahir: 1855, Ponorogo, Putera ke 10 dari 10 bersaudara
pekerjaan: Asisten Wedana Babadan - Ponorogo
wafat: Ponorogo, tahun: 19
lahir: 1872, Ponorogo, Putera ke 11 dari 11 bersaudara
perkawinan: ♂ Raden Mas Tjokrodipoero , ♀ R Ayu Kalpikowarti - (Garwo ke 3) , ♀ (Tdk Diketahui Nama) - (Garwo ke 1) , ♀ R Ayu Warti / R Ayu Kapilkowarti - (Garwo ke 4)
perkawinan: ♂ Raden Mas Tjokrodipoero , ♀ R Ayu Kalpikowarti - (Garwo ke 3) , ♀ (Tdk Diketahui Nama) - (Garwo ke 1) , ♀ R Ayu Sedah - (Garwo ke 2)
pekerjaan: 19, Collecteur di Wonogiri
lahir: 1865
lahir: 1868, Ponorogo, putera ke 2 dari 8 bersaudara
perkawinan: ♂ R Tirtodipoero - Patih Pacitan
wafat: 1909, Pacitan
lahir: 1870, Ponorogo, putera ke 4 dari 8 bersaudara
lahir: 1871, Ponorogo, piutera ke 5 dari 8 bersaudara
lahir: 187, Ponorogo, putera ke 6 dari 8 bersaudara wafat usia muda
lahir: 1876, Ponorogo, putera ke 8 dari 8 bersaudara
pekerjaan: Mojokerto, Mantri C.R. di Pandaan
lahir: 1902, Tegalsari - Ponorogo, Putera ke 2 dari 6 bersaudara
pekerjaan: Jaksa di Kantor Kejaksanaan Negeri Ponorogo
perkawinan: ♀ E m m a - Garwo (1) , ♀ Siti Soedjati Poernomosidi (Tegalsari) - Garwo (2) , ♀ Sri Wahyuni (Nglunep-Sampung) - Garwo (3)
wafat: 1984, Tegalsari - Ponorogo
lahir: 1907, Ponorogo, Putera ke 3 dari 6 bersaudara
perkawinan: ♂ Mohamad Iman Suwelo .
wafat: 1987, Nganjuk
lahir: 1911, Surabaya, Putera ke 4 dari 6 bersaudara
perkawinan: ♂ Raden Soewarno Poerwoaminoto
lahir: Madiun, Putera ke 5 dari 6 bersaudara tahun 19
perkawinan: ♂ S Wirosoendjojo
perkawinan: ♀ Bu Dar - Garwo (2)
perkawinan:
perkawinan: ♀ R Ayu Ismi Pradjantinah; / - R Ayu Samsoedi - Ngawi - (Garwo ke 1)
wafat: 1985
perkawinan: ♂ Raden Ismoekadinoto / Raden Ismoekadi
perkawinan: ♀ R Ay Shine Kisbandiyah
perkawinan: ♂ R. Slamet Soeseno
