1.1.1.1. Nyai Ageng Selo II / Roro Kinasih / Nyai Bicak

Dari Rodovid ID

Orang:70429
Langsung ke: navigasi, cari
Marga (saat dilahirkan) Brawijaya
Jenis Kelamin Wanita
Nama lengkap (saat dilahirkan) 1.1.1.1. Nyai Ageng Selo II / Roro Kinasih / Nyai Bicak
Orang Tua

3. Nyai Ageng Ngerang I/ Nyai Siti Rochmah (Dewi Roro Kasihan) [Brawijaya V]

1.1.1. Ki Ageng Ngerang I / Sunan Ngerang I / Syeh Muhammad Nurul Yaqin [Brawijaya]

Momen penting

kelahiran anak: 4. Nyai Ageng Jati [Mataram]

kelahiran anak: 5. Nyai Ageng Patanen [Mataram]

kelahiran anak: 6. Nyai Ageng Pakis Dadu [Mataram]

kelahiran anak: 3. Nyai Ageng Bangsri [Mataram]

kelahiran anak: 2. Nyi Ageng Saba / Nyai Ageng Saba [Brawijaya]

kelahiran anak: 7. Ki Ageng Enis / Ki Ageng Luwih (Bagus Henis) [Brawijaya] d. 1503

kelahiran anak: 1. Nyai Ageng Lurung Tengah [Mataram]

perkawinan: Ki Ageng Sela / Abdurrahman II (Bagus Sogam) [Brawijaya]

Catatan-catatan

http://almihrab.com/berita.php?opo=detail&kd_berita=168&menux=26


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
13. Raden Patah / Panembahan Jin Bun (Raden Praba)
lahir: 1455, Palembang
perkawinan: 11.1.5. Raden Siti Murtasimah / Asyiqah
perkawinan: Puteri Bupati Jipang Panolan
perkawinan: Putri dari Randu Sanga
gelar: 1475 - 1518, Demak, Sultan Bintoro Demak I bergelar Sultan Syah Alam Akbar Al Fattah
wafat: 1518, Demak
21. Bathara Katong / Lembu Kanigoro (Raden Joko Piturun)
perkawinan: Niken Gandhini
gelar: 11 Agustus 1496, Ponorogo, Adipati Ponorogo I
3.4.2. Raden Kusen / Pangeran Pamalekaran (Arya Abdillah)
gelar: Adipati Terung, Adipati Terung / Bupati Teterung
17. Puteri Hadi / Putri Ratna Marsandi
lahir: anak No 17 dari Bhre Kertabhumi ( Brawidjaja V ), suami dari Juru Paniti
perkawinan: Juru Paniti
11. Raden Sudjana / Lembu Niroto
gelar: Adipati Blambangan
Raden Jaka Dhalak
lahir: Diputus : 25677
Hario Dewa Ketul
pekerjaan: Bali, Adipati di Bali
Raden Jaka Lawu
wafat: Java, Indonesia, Mount Lawu
14. R. Bondan Kejawan / Ki Ageng Tarub III (Ki Lembu Peteng)
lahir: Anak No.14 dari Brawijaya V Jurumertani sudah pada waktunya untuk mengirim Pajak Hasil Bhumi ke Kerajaan, dalam perjalanannya di ikuti oleh Bondan, yang tidak diketahui Jurumertani, Sesampainya di Kerajaan menyerahkan Pajakhasil Bumi, kemudian menghadap sang Prabu, Namun mendadak terdengan suara Gong Berbunyi, mengejutkan Sang Prabu dan seluruh isi kerajaan termasuk Jurumertani, setelah dikejar tertangkaplah seorang anak "Bondan", dan diserahkan pada sang Prabu, melihat kejadian itu Jurumertani terbelalak KAGET, dan menghampiri Prabu sambil berbisik Itu adalah Putera-sang Prabu. Sang Prabu menatap wajah si Bondan dengan seksama, kemudian penasehat spirituil Kerajaan menhampiri Sang Prabu berkata, Anak turun dari Anak itu (Bondan) akan menjadi Raja-raja ditanah jawa
lahir: Petilasan Makam dari Bondan Kejawan ada : 3 Tempat yaitu : 1. Desa Taruban-Purwodadi, dari kota Purwodadi ke arah Blora Km 13 ada perempatan belok Kanan 2km ada Situs yang dikelola oleh Kasunanan Surakarto, dsisin ada makam Ki Ageng Tarub I, dan R Bondan Kejawan ( Ki Ageng Tarub II) 2. 1 Km dari sini ( Ds Taruban ) arah ke perempatan ada Tandingan seolah-olah Makam Bondan Kejawan 3. Sebelah barat Kota Yogya ( Jl Wates dkt SPBU) ada dusun Kejawen disana ada makan Bondan Kejawan Pahlawan Majapahit
perkawinan: 1.3.1. Dewi Retno Nawangsih
perkawinan:
perkawinan: 1.3.1. Dewi Retno Nawangsih
1.1.1. KI Ageng Ngerang I
lahir: Diputus ayahnya :851748
Kakek-nenek
Orang Tua
1. Ki Ageng Wonosobo /Syeh Ngabdullah
wafat: Plobangan-Selomerto-Wonosobo
Orang Tua
 
== 3 ==
== 3 ==
Anak-anak
Anak-anak
Cucu-cucu
Ki Ageng Pemanahan / Bagus Kacung (Kyai Gede Mataram)
lahir: 1501, Sultan Trenggana wafat 1546, Panembahan Senapati turut serta dalam Sayembara menangkap Arya Panangsang dalam usia sekitar 18 tahun, Senapati lahir (1546-18+2=1530) pada tahun 1530. Pemanahan lahir (1530-29=1501) pada tahun 1501
perkawinan: Nyai Ageng Pamanahan / Nyai Sabinah
pekerjaan: tahun 1556 Ki Ageng Pemanahan di beri hadiah tanah di daerah MATARAM yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yg kini sudah menjadi hutan. Di tanah inilah Ki Ageng Pemanahan mulai menata struktur kerajaan baru yg pada saat berdirinya dimulai oleh putranya yaitu Panembahan Senopati.
wafat: 1575?, Mataram, Yogyakarta
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Bahasa lain