Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.
2
2
1/2 <
1+
1> <
♂ Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X / Sunan Panutup (Raden Mas Malikul Kusno) [
Pakubuwono X]
Sri Susuhunan Pakubuwana X (lahir: Surakarta, 1866 – wafat: Surakarta, 1939) adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1893 – 1939.
Kisah Kelahiran
Nama aslinya adalah Raden Mas Malikul Kusno, putra Pakubuwana IX yang lahir dari permaisuri Raden Ayu Kustiyah, pada tanggal 29 November 1866. Konon, kisah kelahirannya menjadi cermin ketidakharmonisan hubungan antara ayahnya dengan pujangga Ranggawarsita.
Dikisahkan, pada saat Ayu Kustiyah baru mengandung, Pakubuwana IX bertanya apakah anaknya kelak lahir laki-laki atau perempuan. Ranggawarsita menjawab kelak akan lahir hayu. Pakubuwana IX kecewa mengira anaknya akan lahir cantik alias perempuan. Padahal ia berharap mendapat bisa putra mahkota dari Ayu Kustiyah.
Selama berbulan-bulan Pakubuwana IX menjalani puasa atau tapa brata berharap anaknya tidak lahir perempuan. Akhirnya, Ayu Kustiyah melahirkan Malikul Kusno. Pakubuwana IX dengan bangga menuduh ramalan Ranggawarsita meleset.
Ranggawarsita menjelaskan bahwa istilah hayu bukan berarti ayu atau "cantik", tetapi singkatan dari rahayu, yang berarti "selamat". Mendengar jawaban Ranggawarsita ini, Pakubuwana IX merasa dipermainkan, karena selama berbulan-bulan ia terpaksa menjalani puasa berat.
Ketidakharmonisan hubungan Pakubuwana IX dengan Ranggawarsita sebenarnya dipicu oleh fitnah pihak Belanda yang sengaja mengadu domba keturunan Pakubuwana VI dengan keluarga Yasadipuran.
Masa Pemerintahan
Kereta khusus untuk mengangkut jenazah Pakubuwana X ke Yogyakarta menuju pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri.Malikul Kusno naik takhta sebagai Pakubuwana X pada tanggal 30 Maret 1893 menggantikan ayahnya yang meninggal dua minggu sebelumnya. Masa pemerintahannya ditandai dengan kemegahan tradisi dan suasana politik kerajaan yang cenderung stabil, di samping itu juga merupakan penanda babak baru bagi Kasunanan Surakarta dari kerajaan tradisional menuju era modern.Pakubuwono X menikah dengan Ratu Hemas (putri Raja Hamengkubuwono VII) dan dikaruniai seorang putri yang bernama GKR Pembajoen
Meskipun berada dalam tekanan politik pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun melalui simbol budayanya Pakubuwana X tetap mampu mempertahankan wibawa kerajaan. Pakubuwana X sendiri juga mendukung organisasi Sarekat Islam cabang Solo, yang saat itu merupakan salah satu organisasi pergerakan nasional Indonesia.
Pakubuwana X meninggal dunia pada tanggal 1 Februari 1939. Ia disebut sebagai
''Sunan Panutup'' atau raja besar Surakarta yang terakhir oleh rakyatnya. Pemerintahannya kemudian digantikan oleh putranya yang bergelar Pakubuwana XI.
3
9
1/3 <
2+
6> <
♂ Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Kusumoyudo [Pb.10.5] (Bendoro Raden Mas Abimanyu) [
Pakubuwono X]
3
2/3 <
2+
2> <
♂ Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XI [
Pakubuwono XI]
Sri Susuhunan Pakubuwana XI (lahir: Surakarta, 1886 – wafat: Surakarta, 1945) adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah pada tahun 1939 – 1945.
Riwayat Pemerintahan
Nama aslinya adalah Raden Mas Antasena, putra Pakubuwana X yang lahir dari permaisuri Ratu Mandayaretna, pada tanggal 1 Februari 1886. Ia naik takhta sebagai Pakubuwana XI pada tanggal 26 April 1939.
Pemerintahan Pakubuwana XI terjadi pada masa sulit, yaitu bertepatan dengan meletusnya Perang Dunia Kedua. Ia juga mengalami pergantian pemerintah penjajahan dari tangan Belanda kepada Jepang sejak tahun 1942. Pihak Jepang menyebut Surakarta dengan nama Solo Koo.Ia digantikan Pakubuwana XII
5
3/3 <
2+
8> <
♂ Kanjeng Pangeran Haryo Djatikusumo [Pb.10.23] (Bendoro Kanjeng Pangeran Haryo Purbonegoro) [
Pakubuwono X]
lahir: 1 Juli 1917, Solo
perkawinan: <
18> <
♀ Bendoro Raden Ayu Jatikusumo [Hb.7.78] (R. A. Soeharsi Widianti) [
Hamengku Buwono VII] , Yogyakarta
lahir: 1 Juni 1946 - 1 Maret 1948, Rembang,
Panglima Divisi V Ronggolawe pekerjaan: 1948 - 1949, Jakarta,
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Ipekerjaan: 1958 - 1960, Singapura,
Duta Besar RI untuk Singapurapekerjaan: 1959 - 1960, Jakarta,
Menteri Muda Perhubungan Darat dan Pos, Telegraf dan Telepon Kabinet Kerja Ipekerjaan: 1960 - 1962, Jakarta,
Menteri Perhubungan Darat dan Pos, Telegraf dan Telepon Kabinet Kerja II pekerjaan: 1962 - 1963, Jakarta,
Menteri Muda Perhubungan Darat dan Pos, Telegraf dan Telepon Kabinet Kerja III wafat: 4 Juli 1992
12
4/3 <
2+
8> <
♀ G. K. R. Pembajoen [
Pakubuwono X]
10
5/3 <
2> <
♂ Kanjeng Pangeran Haryo Suryohamijoyo [Pb.10.32] [
Pakubuwono X]
4
6/3 <
2> <
♂ G.p.h.k. Suryo Suman [
Pakubuwono X]
6
7/3 <
2+
6> <
♀ Gusti Bendoro Raden Ayu Retno Puwoso [
Pakubuwono X]
7
8/3 <
2+
7> <
♀ Raden Ayu Suryomataram [Gp.Hb.6.9.1] ? (Bendoro Raden Ayu Kusniya) [?]
8
9/3 <
2> <
♀ Bendoro Raden Ayu Suryodiningrat [Pb.10.?] (Bendoro Raden Ajeng Kusatima) [
Pakubuwono X]
11
10/3 <
2> <
♂ Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hadiwidjojo Maharsi Tama [
Pakubuwono X]
KGPH. Hadiwidjojo merupakan pendiri Universitas Saraswati, Surakarta
13
11/3 <
2> <
♂ G. P. H. Poespokoesoemo [
Pakubuwono X]
14
12/3 <
2> <
♀ G. R. A. Koesprapti [
Pakubuwono X]
15
13/3 <
2> <
♀ Gusti Raden Ajeng Kusniyah (G. K. R. Alit) [
Pakubuwono X]
16
14/3 <
2+
4> <
♀ G. R. A. Koesdinah (G. R. A. Brotodiningrat) [
Pakubuwono X]
G. R. A. Brotodiningrat adalah seorang tokoh paranormal yang menjadi penasihat spiritual/Kejawen Keraton Surakarta.
17
15/3 <
2+
5> <
♀ G. R. A. Koes Salbijah (G. R. A. Poernomo Hadiningrat) [
Pakubuwono X]
18
16/3 <
2> <
♀ G. R. A. Koesindinah (G. R. A. Tjokrodiningrat) [
Pakubuwono X]
19
17/3 <
2+
6> <
♀ G. R. A. Koesrahmani (G. R. A. Adipati Djojonegoro) [
Pakubuwono X]
20
18/3 <
2> <
♀ G. R. A. Koestantinah (G. R. A. Woerjaningrat) [
Pakubuwono X]
21
19/3 <
2> <
♂ Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Kusumobroto [
Pakubuwono X]
4
61
1/4 <
11> <
♂ Bendoro Raden Mas Hapsoro Wresnowiro (K. P. H. Djojoningprang) [
Pakubuwono X]
BRM. Hapsoro Wresnowiro adalah teman BRM. Dorodjatoen (Sri Sultan Hamengkubuwono IX) saat kuliah di Belanda.
27
2/4 <
7+
28> <
♂ Kanjeng Raden Tumenggung Purboningrat [Hb.6.9.4] [
Hamengku Buwono VI]
lahir: 10 Maret 1865
28
3/4 <
7+
28> <
♂ Kanjeng Adipati Prawiropurbo [Hb.6.9.10] (Ndoro Purbo / Raden Mas Kusrin) [
Hamengku Buwono VI]
23
4/4 <
6+
27> <
♂ Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII / Bendoro Raden Mas Haryo Sularso Kunto Suratno (Kanjeng Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo) [
Pakualaman]
Pendidikan yang ditempuh adalah Europesche Lagere School Yogyakarta, Christelijk MULO Yogyakarta, AMS B Yogyakarta, Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta - sampai tingkat candidaat). Pada 13 April 1937 ia ditahtakan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Prabu Suryodilogo menggantikan mendiang ayahnya. Setelah kedatangan Bala Tentara Jepang pada tahun 1942 ia mulai menggunakan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII.
Pada 19 Agustus 1945 bersama Hamengkubuwono IX, Paku Alam VIII mengirimkan telegram kepada Sukarno dan Hatta atas berdirinya RI dan terpilihnya mereka sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Pada 5 September 1945 secara resmi KGPAA Paku Alam VIII mengeluarkan Amanat/Maklumat (semacam dekrit kerajaan) bergabungnya Kadipaten Pakualaman dengan Negara Republik Indonesia. Sejak saat itulah kerajaan terkecil pecahan Mataram ini menjadi daerah Istimewa. Melalui Amanat Bersama antara Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII dan dengan persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Daerah Yogyakarta pada tanggal 30 Oktober tahun yang sama, ia berdua sepakat untuk menggabungkan Daerah Kasultanan dan Kadipaten dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jabatan yang dipangku selanjutnya adalah Wakil Kepala Daerah Istimewa, Wakil Ketua Dewan Pertahanan DIY (Oktober 1946), Gubernur Militer DIY dengan pangkat Kolonel (1949 setelah agresi militer II). Mulai tahun 1946-1978 Paku Alam VIII sering menggantikan tugas sehari-hari Hamengkubuwono IX sebagai kepala daerah istimewa karena kesibukan Hamengkubuwono IX sebagai menteri dalam berbagai kabinet RI. Selain itu ia juga menjadi Ketua Panitia Pemilihan Daerah DIY dalam pemilu tahun 1951, 1955, dan 1957; Anggota Konstituante (November 1956); Anggota MPRS (September 1960) dan terakhir adalah Anggota MPR RI masa bakti 1997-1999 Fraksi Utusan Daerah.
Setelah Hamengkubuwono IX mangkat pada tahun 1988, Paku Alam VIII menggantikan sang mendiang menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sampai akhir hayatnya pada tahun 1998. Perlu ditambahkan bahwa pada 20 Mei 1998 ia bersama Hamengkubuwono X mengeluarkan Maklumat untuk mendukung Reformasi Damai untuk Indonesia. Maklumat tersebut dibacakan di hadapan masyarakat dalam acara yang disebut Pisowanan Agung. Beberapa bulan setelahnya ia menderita sakit dan meninggal pada tahun yang sama. Sri Paduka Paku Alam VIII tercatat sebagai wakil Gubernur terlama (1945-1998) dan Pelaksana Tugas Gubernur terlama (1988-1998) serta Pangeran Paku Alaman terlama (1937-1998).
59
5/4 <
3+
16> <
♂ G. R. M. Soerjosoeksoro (G. P. H. Notopoero) [
Pakubuwono XI]
lahir: 15 Juli 1922
22
6/4 <
3+
11> <
♂ Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XII [
Pakubuwono XII]
Sri Susuhunan Pakubuwana XII (lahir: Surakarta, Jawa Tengah, 1925 – wafat: Surakarta, Jawa Tengah, 2004) adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah pada tahun 1945 – 2004.
Riwayat Pemerintahan
Nama aslinya adalah Raden Mas Suryaguritna, putra Pakubuwana XI yang lahir dari permaisuri Raden Ayu Kuspariyah pada tanggal 14 April 1925. Ia naik takhta sebagai Pakubuwana XII pada tanggal 11 Juni 1945.
Awal pemerintahan Pakubuwana XII hampir bersamaan dengan lahirnya Republik Indonesia. Negara baru ini menjadikan Yogyakarta dan Surakarta sebagai provinsi-provinsi berstatus Daerah Istimewa.
Belanda yang tidak merelakan kemerdekaan Indonesia berusaha merebut kembali negeri ini dengan kekerasan. Pada bulan Januari 1946 ibu kota Indonesia terpaksa pindah ke Yogyakarta karena Jakarta jatuh ke tangan Belanda.
Pemerintahan Indonesia saat itu dipegang oleh Sutan Syahrir sebagai perdana menteri, selain Presiden Sukarno selaku kepala negara. Sebagaimana umumnya pemerintahan suatu negara, muncul golongan oposisi yang tidak mendukung sistem pemerintahan Sutan Syahrir, misalnya kelompok Jenderal Sudirman.
Karena Yogyakarta menjadi pusat pemerintahan, secara otomatis Surakarta yang merupakan saingan lama menjadi pusat oposisi. Kaum radikal bernama Barisan Banteng yang dipimpin Dr. Muwardi dengan berani menculik Pakubuwana XII sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Indonesia.
Barisan Banteng berhasil menguasai Surakarta sedangkan pemerintah Indonesia tidak menumpasnya karena pembelaan Jendral Sudirman. Bahkan, Jendral Sudirman juga berhasil mendesak pemerintah sehingga mencabut status daerah istimewa yang disandang Surakarta. Sejak tanggal 1 Juni 1946 Kasunanan Surakarta hanya berstatus karesidenan yang menjadi bagian wilayah provinsi Jawa Tengah. Pemerintahan dipegang oleh kaum sipil, sedangkan kedudukan Pakubuwana XII hanya sebagai simbol saja.
Pada awal pemerintahannya, Pakubuwana XII dinilai gagal mengambil peran penting dan memanfaatkan situasi politik Republik Indonesia, sehingga pamornya di mata rakyat kalah dibanding Hamengkubuwana IX di Yogyakarta.
Meskipun gagal secara politik, namun Pakubuwana XII tetap menjadi figur pelindung kebudayaan Jawa. Pada zaman reformasi, para tokoh nasional, misalnya Gus Dur, tetap menghormatinya sebagai salah satu sesepuh tanah Jawa.
Pakubuwana XII meninggal dunia pada tanggal 11 Juni 2004. Sepeninggalnya
''terjadi perebutan takhta'' antara Pangeran Hangabehi dangan Pangeran Tejowulan, yang masing-masing menyatakan diri sebagai Pakubuwana XIII.
64
7/4 <
17+
34> <
♀ B. R. A. Moerjati Soedibjo [
Hadiningrat]
Hj. DR. BRA. Mooryati Soedibyo, S.S., M. Hum. adalah Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Rakyat, Presiden Direktur Mustika Ratu, dan salah satu pencetus ide kontes pemilihan Puteri Indonesia yang digelar setiap tahun. Mooryati Soedibyo tercatat oleh MURI sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia, dan sebagai "Empu Jamu". Ia juga masuk sebagai urutan nomor 7 dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia 2007 versi majalah Globe Asia.
Biografi
Cucu Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta ini terkenal dengan segala hal yang berkaitan dengan kecantikan, jamu tradisional, dan lingkungan keraton. Sejak usia 3 tahun ia tinggal di Keraton Surakarta yang dikenal sebagai sumber kebudayaan Jawa. Di keraton itu, ia mendapat pendidikan secara tradisional yang menekankan pada tata krama, seni tari klasik, kerawitan, membatik, ngadi saliro ngadi busono, mengenal tumbuh-tumbuhan berkhasiat, meramu jamu, dan kosmetika tradisional dari bahan alami, bahasa sastra Jawa, tembang dengan langgam mocopat, aksara Jawa Kuno, dan bidang seni lainnya.
Tahun 1973, hobi minum jamu Mooryati Soedibyo yang dilakukan sejak masih belia, akhirnya dikembangkannya sebagai usaha. Ramuan jamu resep Keraton Surakarta yang semula diberikan kepada teman-temannya, akhirnya berubah menjadi bisnis. Produknya mulai diekspor ke kurang lebih 20 negara, diantaranya Rusia, Belanda, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah, Malaysia dan Brunei.[3] Produknya juga berkembang menjadi 800 buah produk, mulai dari balita, umum, super, dan premium. Diawali dengan produk untuk orang tua sampai dengan remaja puterinya.
Tahun 1990 ia meluncurkan ajang Puteri Indonesia, yang dikembangkannya setelah menyaksikan acara Miss Universe di Bangkok tahun 1990. Mooryati yang sering berkunjung ke luar negeri untuk mengadakan seminar, pameran mau pun sendiri mulai ingin membuat ajang Puteri Indonesia. Dari sini timbul keinginannya untuk membuat wanita Indonesia percaya diri tampil di dunia internasional.Hal ini sebelumnya telah dipelopori oleh Andi Nurhayati yang semenjak tahun 70-an menjadi pemegang franchise pengiriman Miss-miss-an kelas internasional, begitu pula nama majalah Femina yang sudah bertahun-tahun sebelumnya menyelenggarakan pemilihan Putri Remaja Indonesia, yang menghasilkan gadis-gadis paling enerjik, cerdas dan modern se Indonesia. Kini Mooryati Soedibyo, berupaya menggabungkan kesemua itu dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia.
Lalu ia mengeluarkan ide tersebut ke Badan Pengembangan Eksport Nasional, dan disetujui. Mooryati akhirnya membentuk Yayasan Puteri Indonesia dan menjadi Ketua Umum. Tapi ajang Pemilihan Puteri Indonesia tak sepenuhnya disetujui masyarakat. Bahkan menjadi polemik sampai sekarang. Mooryati sendiri telah berhasil mengadakan ajang Pemilihan Puteri Indonesia sampai yang ke-enam kalinya. Dan pernah vakum selama 3 tahun (1997,1998,1999) karena kondisi dan situasi negara yang tidak memungkinkan.
47
8/4 <
12+
19> <
♀ B. R. A. Koes Sistijah Siti Mariana [
Tjakraningrat]
wafat: 25 Oktober 2000
24
9/4 <
4+
26> <
♀ Raden Ayu Suniati [
Pakubuwono]
25
10/4 <
4+
26> <
♀ Raden Ayu Suniasri [
Pakubuwono]
26
11/4 <
4+
26> <
♂ Bendoro Raden Mas Bambang Suryo Sunindyo [
Pakubuwono]
29
12/4 <
7+
28> <
♂ Kanjeng Raden Tumenggung Purbokusumo [Hb.6.9.3] [
Hamengku Buwono VI]
30
13/4 <
7+
28> <
♂ Raden Lurah Sosrosebrongto [Hb.6.9.5] [
Hamengku Buwono VI]
31
14/4 <
7+
28> <
♂ Raden Mas Samsidi [Hb.6.9.16] [
Hamengku Buwono VI]
32
15/4 <
7+
28> <
♀ Raden Ayu Purboningrat [Hb.6.9.8] [
Hamengku Buwono VI]
33
16/4 <
7+
28> <
♀ Raden Ayu Hadiningrat [Hb.6.9.9] [
Hamengku Buwono VI]
34
17/4 <
7+
28> <
♀ Raden Ayu Purbohadiningrat [Hb.6.9.11] [
Hamengku Buwono VI]
35
18/4 <
7+
28> <
♂ Raden Bekel Atmosudirjo [Hb.6.9.12] [
Hamengku Buwono VI]
36
19/4 <
7+
28> <
♀ Raden Ayu Kartokusumo [Hb.6.9.15] [
Hamengku Buwono VI]
37
20/4 <
10+
22> <
♂ Kanjeng Raden Mas Haryo Suryo Baswo S. [Hb.7.19.1.4] [
Pakubuwono X]
38
21/4 <
10+
22> <
♂ Bendoro Raden Mas Suryo Danindro S. [Hb.7.19.1.3] [
Pakubuwono X]
39
22/4 <
10+
22> <
♀ Bendoro Raden Ajeng Murhardining [Hb.7.19.1.2] (Bendoro Raden Ayu Cipto Yuwono) [
Pakubuwono X]
40
23/4 <
10+
22> <
♀ Bendoro Raden Ajeng Kusniati [Hb.7.19.1.1] (Bendoro Raden Ayu Suryo) [
Pakubuwono X]
41
24/4 <
11> <
♀ B. R. A. Nedima Koesmarkiah [
Pakubuwono X]
42
25/4 <
12+
19> <
♂ Bendoro Raden Mas Munier Tjakraningrat (K. P. H. Pakuningrat) [
Cakraadiningrat II]
43
26/4 <
13> <
♂ Bendoro Raden Mas Puspo Makmun Firmansjah [
Pakubuwono X]
44
27/4 <
3+
11> <
♀ Gusti Raden Ajeng Sapariyam (G. K. R. Sekar Kedaton) [
Pakubuwono XI]
45
28/4 <
14+
30> <
♀ R. A. Siti Handajoe Padmonagoro [
Padmonagoro]
46
29/4 <
12+
19> <
♀ B. R. A. Koes Siti Marlia [
Tjakraningrat]
48
30/4 <
12+
20> <
♂ Bendoro Raden Mas Muhammad Malikul Adil Tjakraningrat [
Cakraadiningrat II]
49
31/4 <
10> <
♂ K. P. H. Soerjo Windrojo Hamidjojo [
Pakubuwono X]
50
32/4 <
7+
32> <
♂ Bendoro Raden Mas Prawironagoro [
Pakubuwono IX]
51
33/4 <
3+
12> <
♂ K. G. P. H. Mangkoeboemi [
Pakubuwono XI]
52
34/4 <
3+
12> <
♀ G. K. R. Hajoe [
Pakubuwono XI]
53
35/4 <
3+
12> <
♀ G. K. R. Bendoro [
Pakubuwono XI]
54
36/4 <
3+
12> <
♀ G. K. R. Tjondrokirono [
Pakubuwono XI]
55
37/4 <
3+
14> <
♂ G. R. M. Danoerwendo (K. G. P. H. Hangabehi) [
Pakubuwono XI]
56
38/4 <
3+
14> <
♂ G. R. M. Soerjolelono (K. G. P. H. Praboewidjojo) [
Pakubuwono XI]
57
39/4 <
3+
14> <
♀ G. R. A. Koesoemodartojo [
Pakubuwono XI]
58
40/4 <
3+
16> <
♂ G. R. M. Soerjodarmojo (G. P. H. Bintoro) [
Pakubuwono XI]
60
41/4 <
3+
11> <
♀ G. K. R. Kedaton [
Pakubuwono XI]
62
42/4 <
6+
27> <
♀ B. R. A. Koespinah [
Paku Alam VII]
63
43/4 <
17+
34> <
♀ B. R. A. Moertini [
Hadiningrat]
65
44/4 <
17+
34> <
♀ B. R. A. Moertijah [
Hadiningrat]
66
45/4 <
18+
35> <
♂ Bendoro Raden Mas Indropoetro [
Pakubuwono IX]
67
46/4 <
18+
35> <
♂ Bendoro Raden Mas Indroatmodjo [
Pakubuwono IX]
68
47/4 <
18+
35> <
♂ Bendoro Raden Mas Indradi [
Pakubuwono IX]
69
48/4 <
6+
27> <
♀ B. R. A. Soelastri (B. R. A. Soegirwo) [
Paku Alam VII]
70
49/4 <
6+
27> <
♀ B. R. A. Koesbandinah (B. R. A. Soetardjo Kartoningprang) [
Paku Alam VII]
71
50/4 <
6+
27> <
♀ B. R. A. Koesdarinah (B. R. A. Harjono Djoeroemartani) [
Paku Alam VII]
72
51/4 <
6+
27> <
♀ B. R. A. Koesbinah (B. R. A. Soegoto Kartonegoro) [
Paku Alam VII]
73
52/4 <
9+
10> <
♀ B. R. A. Tamasri [
Pakubuwono X]
74
53/4 <
9+
9> <
♀ G. R. A. Siti Djinzoelkari [
Pakubuwono X]
GRA. Siti Djinzoelkari meninggal dalam usia muda.
75
54/4 <
9+
10> <
♂ B. P. H. Soemodiningrat [
Pakubuwono X]
76
55/4 <
7+
28> <
♀ Bendara Raden Ayu Koeshartati [
Pakubuwono X]
5
127
1/5 <
41+
50> <
♀ w K. R. A. Trisoetji Djoeliati [
Soerjowidjojo]
85
2/5 <
23+
42> <
♂ w Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam IX / Bendoro Raden Mas Haryo Ambarkusumo [
Pakualam VIII]
112
3/5 <
23+
43> <
♂ w Kanjeng Pangeran Hario Anglingkusumo / Kanjeng Angling [
Pakualam VIII]
86
4/5 <
22+
44> <
♂ Sri Susuhunan Pakubuwono XIII / Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hangabehi (Gusti Raden Mas Suryo Partono) [
Pakubuwono XIII]
SISKS Pakubuwana XIII (Bahasa Jawa: Sri Susuhunan Pakubuwono XIII) adalah gelar yang mewakili Sunan Kasunanan Surakarta yang ke-13; yang awalnya diklaim oleh 2 pihak. Setelah meninggalnya Pakubuwana XII tanpa putra mahkota yang jelas karena ia tidak memiliki Ratu yang formal (permaisuri), maka dua putra Pakubuwana XII dari ibu yang berbeda saling mengakui tahta ayahnya. Putra yang tertua, Hangabehi, oleh keluarga didaulat sebagai penguasa keraton (istana) dan keluarga juga secara sepihak mengusir Pangeran Tejowulan; dua-duanya mengklaim pemangku tahta yang sah, dan masing-masing menyelenggarakan acara pemakaman ayahnya secara terpisah. Akan tetapi, konsensus keluarga telah mengakui bahwa Hangabehi yang diberi gelar SISKS Pakubuwana XIII. Pada tanggal 18–19 Juli 2009 diselenggarakan upacara di keraton untuk merayakan pengangkatan tahta dengan iringan Tari Bedhaya Ketawang yang biasanya hanya ditampilkan khusus pada acara ini saja. Para tamu yang hadir terdiri dari tamu penting lokal dan asing dan juga Pangeran Tejowulan. Namun saat ini konflik dua Raja Kembar telah usai setelah Pangeran Tejowulan melemparkan tahta Pakubuwana kepada kakaknya yakni Pangeran Hangabehi dalam sebuah rekonsiliasi resmi yang di prakarsai oleh Pemerintah Kota Surakarta bersama DPR-RI, dan Pangeran Tejowulan sendiri menjadi mahapatih (pepatih dalem) dengan gelar KGPHPA (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung)
149
5/5 <
73+
53> <
♀ R. A. Theodora Tamtrinah [
Joedohadiningrat]
lahir: 15 Agustus 1948
wafat: 9 November 1982
130
6/5 <
22+
44> <
♀ G. R. A. Koes Handarijah (Gusti Kanjeng Ratu Sekar Kencono) [
Pakubuwono XII]
148
7/5 <
22+
44> <
♀ Gusti Raden Ayu Kus Isbandijah (Gusti Kanjeng Ratu Retno Dumilah) [
Pakubuwono XII]
lahir: 24 Juli 1954
wafat: 26 Mei 2021
penguburan: Imogiri, Bantul
87
8/5 <
22+
45> <
♂ Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung Tedjowulan / Gusti Raden Mas Suryo Sutejo [
Pakubuwono]
145
9/5 <
64+
47> <
♀ Putri Kus Wisnu Wardani [
Hadiningrat]
lahir: 20 September 1959, Jakarta
Putri Kuswisnuwardhani, MBA adalah seorang pengusaha Indonesia.
Sejak 2011, ia menerima tongkat kepemimpinan dari ibunya Mooryati Soedibyo, pendiri sekaligus perintis PT Mustika Ratu, perusahaan kosmetika ternama. Selaku bos salah satu perusahaan dalam negeri yang cukup berpengaruh, ia berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam membantu melindungi pasar domestik dari serbuan kosmetik impor yang tidak aman.
Riwayat pendidikan
- Master of Business Administration, National University, Inglewood, California, USA (1988 s.d. 1990)
Riwayat karir
- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2019 s.d. sekarang)
- Sekretaris Komite Ekonomi dan Industri Nasional/KEIN (2016-2020)
- Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya (2013-sekarang)
- Ketua Umum AMIN (Asosiasi Merek Indonesia) (2011-sekarang)
- Ketua Umum PPA Kosmetika Indonesia (Perhimpunan Perusahaan & Asosiasi Kosmetika Indonesia) (2010-sekarang)
- Dewan Pembina Yayasan Pedagang Nusantara (2009-sekarang)
- Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI) (2005-sekarang)
128
10/5 <
22+
44> <
♀ G. R. A. Kus Indriah (Gusti Kanjeng Ratu Hayu) [
Pakubuwono XII]
lahir: 19 Oktober 1961
129
11/5 <
22+
44> <
♀ G. R. A. Kus Murtiah (Gusti Kanjeng Ratu Wandansari) [
Pakubuwono XII]
133
12/5 <
22+
46> <
♂ Gusti Raden Mas Nur Muchammad (Gusti Pangeran Haryo Cahyoningrat) [
Pakubuwono XII]
lahir: 1962?
wafat: 9 Oktober 2020
penguburan: Astana Pajimatan Ki Ageng Ngenis, Laweyan, Surakarta
125
13/5 <
23+
42> <
♀ Bendoro Raden Ayu Retno Widanarni [
Pakualam VIII]
124
14/5 <
23+
42> <
♂ Kanjeng Pangeran Haryo Tjondrokusumo [
Pakualam VIII]
wafat: 9 Maret 2023, Kulonprogo, Hastana Giriganda
77
15/5 <
24> <
♂ Wim [?]
78
16/5 <
25> <
♂ Tori [?]
79
17/5 <
25> <
♂ Nino [?]
80
18/5 <
25> <
♂ Devi [?]
81
19/5 <
25> <
♂ Sony [?]
82
20/5 <
25> <
♂ Dendi [?]
83
21/5 <
26> <
♂ Doni [?]
84
22/5 <
26> <
♀ Putri [?]
88
23/5 <
29+
48> <
♀ Bendoro Raden Ayu Rukmidiningdia [Ga.Hb.8.4] [Hb.6.9.3.1] (Bendoro Raden Ayu Rukhihadiningdyah) [
Hamengku Buwono VI]
89
24/5 <
29+
48> <
♀ Raden Ayu Purbaningrum [Ga.Hb.7.20.5] [Hb.6.5.2.2] [
Hamengku Buwono VI]
90
25/5 <
29+
48> <
♂ Raden Mas Sulalonkorn [Hb.6.5.2.3] [
Hamengku Buwono VI]
91
26/5 <
29+
48> <
♀ Raden Ayu Hadikusumo Sepuh [Gp.Hb.7.58.1] [Hb.6.5.2.4] [
Hamengku Buwono VI]
92
27/5 <
32> <
♀ Raden Ayu Pringgosastrosutadikusno [Hb.6.9.8.1] [
Hamengku Buwono VI]
93
28/5 <
33> <
♂ Raden Mas Murhadiningrat [Hb.6.9.9.1] [
Hamengku Buwono VI]
94
29/5 <
28+
41> <
♀ Raden Ajeng Sukilah [Hb.6.10.1] (Raden Ayu Sukiyi) [
Hamengku Buwono VI]
95
30/5 <
34> <
♂ Raden Mas Atmowijoyo [Hb.6.9.11.1] [
Hamengku Buwono VI]
96
31/5 <
34> <
♂ Kanjeng Raden Tumenggung Kuncorohadiningrat [Hb.6.9.11.2] [
Hamengku Buwono VI]
97
32/5 <
35> <
♀ Raden Ayu Harjowisastro [Hb.6.9.12.1] [
Hamengku Buwono VI]
98
33/5 <
35> <
♀ Raden Ayu Kusumowidagdo [Hb.6.9.12.2] [
Hamengku Buwono VI]
99
34/5 <
35> <
♀ Raden Ayu Dirjosukarto [Hb.6.9.12.3] [
Hamengku Buwono VI]
100
35/5 <
36> <
♂ Raden Mas Suryokusumo [Hb.6.9.15.1] [
Hamengku Buwono VI]
101
36/5 <
36> <
♂ Raden Mas Ismanji [Hb.6.9.15.10] [
Hamengku Buwono VI]
102
37/5 <
36> <
♀ Raden Ayu Abdul Ali [Hb.6.9.15.9] [
Hamengku Buwono VI]
103
38/5 <
36> <
♀ Raden Ayu Darmokusumo [Hb.6.9.15.8] [
Hamengku Buwono VI]
104
39/5 <
36> <
♀ Raden Ayu Tjongok [Hb.6.9.15.7] [
Hamengku Buwono VI]
105
40/5 <
36> <
♂ Raden Mas Suwarnido [Hb.6.9.15.6] [
Hamengku Buwono VI]
106
41/5 <
36> <
♂ Raden Mas Djody Gondokusumo [Hb.6.9.15.5] [
Hamengku Buwono VI]
107
42/5 <
36> <
♂ Raden Mas Sukra [Hb.6.9.15.3] [
Hamengku Buwono VI]
108
43/5 <
36> <
♂ Raden Mas Suwarnio [Hb.6.9.15.4] [
Hamengku Buwono VI]
109
44/5 <
36> <
♀ Raden Ayu Subono [Hb.6.9.15.2] [
Hamengku Buwono VI]
110
45/5 <
27> <
♂ Raden Mas Pringgo Sastrosutadikusno [Hb.6.9.4.5] [
Hamengku Buwono VI]
111
46/5 <
40> <
♂ Raden Mas Suryo Kusnanto [Hb.7.19.1.1.1] [
Pakubuwono X]
113
47/5 <
23+
43> <
♂ Kanjeng Pangeran Haryo Probokusumo [
Pakualam VIII]
114
48/5 <
23+
43> <
♀ Bendoro Raden Ayu Retno Sundari [
Pakualam VIII]
115
49/5 <
23+
43> <
♀ Bendoro Raden Ayu Retno Sewayani [
Pakualam VIII]
116
50/5 <
23+
43> <
♂ Kanjeng Pangeran Haryo Songkokusumo [
Pakualam VIII]
117
51/5 <
23+
43> <
♀ Bendoro Raden Ajeng Retno Pudjawati [
Pakualam VIII]
118
52/5 <
23+
43> <
♂ Kanjeng Pangeran Haryo Ndoyokusumo [
Pakualam VIII]
119
53/5 <
23+
43> <
♂ Kanjeng Pangeran Haryo Wijoyokusumo [
Pakualam VIII]
120
54/5 <
23+
42> <
♀ Bendoro Raden Ayu Retno Martani [
Pakualam VIII]
121
55/5 <
23+
42> <
♂ Kanjeng Pangeran Haryo Gondhokusumo [
Pakualam VIII]
122
56/5 <
23+
42> <
♀ Bendoro Raden Ayu Retno Suskamdani [
Pakualam VIII]
123
57/5 <
23+
42> <
♀ Bendoro Raden Ayu Retno Rukmini [
Pakualam VIII]
126
58/5 <
23+
42> <
♂ Kanjeng Pangeran Haryo Indrokusumo [
Pakualam VIII]
131
59/5 <
22+
44> <
♂ G. R. M. Surjosuseno [
Pakubuwono XII]
132
60/5 <
22+
44> <
♀ G. R. A. Kus Supijah (Gusti Kanjeng Ratu Galuh Kencono) [
Pakubuwono XII]
134
61/5 <
49> <
♂ K. R. M. H. Tommy Wibowo Hamidjojo [
Pakubuwono X]
135
62/5 <
59> <
♀ B. R. A. Gini Notopoero [
Pakubuwono XI]
136
63/5 <
59> <
♂ Bendoro Raden Mas Nugroho Iman [
Pakubuwono XI]
137
64/5 <
59> <
♂ Bendoro Raden Mas Dino Notopoero [
Pakubuwono XI]
138
65/5 <
59> <
♂ Bendoro Raden Mas Bowil Notopoero [
Pakubuwono XI]
139
66/5 <
59> <
♂ Bendoro Raden Mas Surjo Sugiharto [
Pakubuwono XI]
140
67/5 <
55> <
♂ K. P. H. Danursunu [
Pakubuwono XI]
141
68/5 <
42+
51> <
♀ R. A. Kus Sismulistiawati [
Cakraadiningrat II]
142
69/5 <
42+
51> <
♂ M. Andree Tjakraningrat [
Cakraadiningrat II]
143
70/5 <
42+
51> <
♀ Kus Mikailla [
Cakraadiningrat II]
144
71/5 <
42+
51> <
♂ M. Endrawan [
Cakraadiningrat II]
146
72/5 <
64+
47> <
♂ Djoko Ramiadji [
Hadiningrat]
147
73/5 <
64+
47> <
♂ Harjo Tedjo Baskoro [
Hadiningrat]
150
74/5 <
22+
46> <
♀ G. R. A. Kus Ismanijah [
Pakubuwono XII]
151
75/5 <
76+
54> <
♀ Soeharmi [
Pakubuwono X]
152
76/5 <
76+
54> <
♀ Siti Naidini Partini [
Pakubuwono X]
6
187
1/6 <
127+
56> <
♂ Raden Mas Mahindra Wahju Paramatjipta [
Wondowisastro]
lahir: 20 November 1958
186
2/6 <
127+
56> <
♀ K. R. A. Mahindrani Kooswidianthi Paramasari [
Wondowisastro]
lahir: 1961, Roma, Italia
154
3/6 <
85+
57> <
♂ w Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X [Pa.9.1] / Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo (Raden Mas Wijoseno Hariyo Bimo) [
Pakualam IX]
155
4/6 <
85+
57> <
♂ Bendoro Raden Mas Haryo Hariyo Seno [
Pakualaman]
lahir: 1972
156
5/6 <
85+
57> <
♂ Bendoro Raden Mas Haryo Hariyo Danardono Wijoyo [
Pakualaman]
lahir: 1974
189
6/6 <
129+
64> <
♀ Bendoro Raden Ajeng Tulungayu [
Supriono]
lahir: 1996
190
7/6 <
129+
64> <
♀ Bendoro Raden Ajeng Sedah Mirah [
Supriono]
lahir: 1999
197
8/6 <
86+
59> <
♂ Gusti Raden Mas Suryo Haryo Mustiko (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Purboyo) [
Pakubuwono XIII]
perkawinan:
gelar: 27 Februari 2022, Surakarta,
Gusti Pangeran Adipati Anom Sudibyo Raja Putro Nalendra Ing Mataram 153
9/6 <
88+
67> <
♂ Bendoro Raden Mas Mahikyaun [Hb.8.21] (Gusti Bendoro Pangeran Haryo Suryowijoyo) [
Hamengku Buwono VIII]
157
10/6 <
88+
67> <
♀ Bendoro Raden Ajeng Siti Kuswanayi [Hb.8.17] (Gusti Bendoro Raden Ayu Cokrodiningrat) [
Hamengku Buwono VIII]
158
11/6 <
89+
68> <
♀ Bendoro Raden Ajeng Siti Sabikatun [Hb.7.20.26] [
Hamengku Buwono VII]
159
12/6 <
91+
70> <
♂ Raden Mas Ngaskarun [Hb.7.58.1] (Kanjeng Raden Tumenggung Purbokusumo) [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
160
13/6 <
91+
70> <
♀ Raden Ajeng Suwasti [Hb.6.5.2.4.2] [Hb.7.58.5] (Raden Ayu Suryosumarno) [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
161
14/6 <
108> <
♀ Raden Ajeng Suwartinah [Hb.6.9.15.4.1] [
Hamengku Buwono VI]
162
15/6 <
108> <
♂ Raden Mas Untung Subagyo [Hb.6.9.15.4.2] [
Hamengku Buwono VI]
163
16/6 <
108> <
♂ Raden Mas Nur Gunawan [Hb.6.9.15.4.11] [
Hamengku Buwono VI]
164
17/6 <
108> <
♀ Raden Ajeng Mumpuni Sudarsini [Hb.6.9.15.4.10] [
Hamengku Buwono VI]
165
18/6 <
108> <
♂ Raden Mas Nur Waskita Hadi [Hb.6.9.15.4.9] [
Hamengku Buwono VI]
166
19/6 <
108> <
♂ Raden Mas Nur Mulyo Hadi [Hb.6.9.15.4.8] [
Hamengku Buwono VI]
167
20/6 <
108> <
♂ Raden Mas Nurhadi [Hb.6.9.15.4.7] [
Hamengku Buwono VI]
168
21/6 <
108> <
♀ Raden Ajeng Riniadi [Hb.6.9.15.4.6] [
Hamengku Buwono VI]
169
22/6 <
108> <
♂ Raden Mas Dhip Damayanto [Hb.6.9.15.4.5] [
Hamengku Buwono VI]
170
23/6 <
108> <
♂ Raden Mas Seto Bambang Nayoto [Hb.6.9.15.4.4] [
Hamengku Buwono VI]
171
24/6 <
108> <
♀ Raden Ajeng Endang Uniati [Hb.6.9.15.4.3] [
Hamengku Buwono VI]
172
25/6 <
106> <
♂ Raden Mas Bismo Gondokusumo [Hb.6.9.15.5.1] [
Hamengku Buwono VI]
173
26/6 <
106> <
♀ Raden Ajeng Madrim Gondokusumo [Hb.6.9.15.5.2] [
Hamengku Buwono VI]
174
27/6 <
106> <
♂ Raden Mas Wisnu Gondokusumo [Hb.6.9.15.5.3] [
Hamengku Buwono VI]
175
28/6 <
106> <
♀ Raden Ajeng Ratih Gondokusumo [Hb.6.9.15.5.4] [
Hamengku Buwono VI]
176
29/6 <
106> <
♀ Raden Ajeng Sinta Gondokusumo [Hb.6.9.15.5.6] [
Hamengku Buwono VI]
177
30/6 <
106> <
♀ Raden Ajeng Laksmi Gondokusumo [Hb.6.9.15.5.5] [
Hamengku Buwono VI]
178
31/6 <
91+
70> <
♂ Raden Mas L. Sayoko [Hb.7.58.3] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
179
32/6 <
91+
70> <
♀ Raden Ajeng Suparmi [Hb.7.58.9] (Raden Ayu Kusumo Widayat) [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
180
33/6 <
89+
68> <
♂ Bendoro Raden Mas Nojatun [Hb.7.20.29] [
Hamengku Buwono VII]
181
34/6 <
112+
58> <
Ψ Raden Ayu Retno Setyoboma Savitri Kusumoputri / Bendoro Raden Ayu Wasitonagoro [
Pakualam VIII]
182
35/6 <
112+
58> <
♀ Raden Ayu Dyah Renggowati Retno Puasa Setyawati Kusumodewi / Bendoro Raden Ayu Satyonagoro [
Pakualam VIII]
183
36/6 <
112+
58> <
♀ Raden Ayu Retno Puspita Mandarwati Kusumawardhani / Bendoro Raden Ayu Wiroyudho [
Pakualam VIII]
184
37/6 <
86+
61> <
♂ Gusti Raden Mas Suryo Suharto (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Mangkubumi) [
Pakubuwono XIII]
185
38/6 <
86+
60> <
♀ Gusti Kanjeng Ratu Timoer Rumbai Kusuma Dewayani [
Pakubuwono XIII]
188
39/6 <
127+
56> <
♂ Raden Mas Mahadharma Widjaja Wardhana Paramagita [
Wondowisastro]
191
40/6 <
133> <
♂ Kanjeng Raden Tumenggung Yulius Bagus Satriyo Condronagoro [
Pakubuwono XII]
192
41/6 <
133> <
♀ Bendoro Raden Ajeng Ratnasari Nur Cahyani Kusumaningrum [
Pakubuwono XII]
193
42/6 <
130+
62> <
♂ Bendoro Raden Mas Parikesit Suryo Roseno (Kanjeng Raden Mas Haryo Suryo Manikmoyo) [
Himbokusumo]
194
43/6 <
148> <
♂ Kanjeng Raden Mas Haryo Aditya Suryo Herbanu [
Pakubuwono VII]
195
44/6 <
148> <
♂ Kanjeng Raden Mas Haryo Herjuno Suryo Wijoyo [
Pakubuwono VII]
196
45/6 <
150+
73> <
♂ Bendoro Raden Mas Inosensio Prabu Wasistho [
Prasongko]
198
46/6 <
86+
60> <
♀ Gusti Raden Ayu Devi Lelyana [
Pakubuwono XIII]
199
47/6 <
86+
60> <
♀ Gusti Raden Ayu Ratih Widyasari [
Pakubuwono XIII]
200
48/6 <
86+
61> <
♀ Gusti Raden Ayu Sugih Oceani [
Pakubuwono XIII]
201
49/6 <
86+
61> <
♀ Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum [
Pakubuwono XIII]
202
50/6 <
94+
71> <
♂ Raden Mas Soerjadi Wirjokoesoemo [
Hamengku Buwono VI]
Menikah dengan puteri Bupati Pamekasan
7
226
1/7 <
154+
74> <
♂ Bendoro Raden Mas Haryo Suryo Sri Bimantoro [
Pakualam X]
227
2/7 <
154+
74> <
♂ Bendoro Raden Mas Haryo Bismo Srenggoro K. Nugroho [
Pakualam X]
lahir: 1998?
232
3/7 <
185+
80> <
♂ Bendoro Raden Mas Suryo Pramudhito Adiwiwoho [
Nichlany]
lahir: 2007
203
4/7 <
157+
75> <
♂ Raden Mas Jidtokusaeri [Hb.7.20.8.1] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
204
5/7 <
157+
75> <
♂ Raden Mas Istamto [Hb.7.20.8.2] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
205
6/7 <
157+
75> <
♀ Raden Ajeng Maharkesti [Hb.7.20.8.4] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
206
7/7 <
157+
75> <
♀ Raden Ajeng Siti Partiwi [Hb.7.20.8.3] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
207
8/7 <
159> <
♀ Raden Ajeng Kusumokamardi [Hb.7.58.1.1] (Raden Ayu Noorkusadi) [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
208
9/7 <
159> <
♂ Raden Mas Hadiprawtoto [Hb.7.58.1.2] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
209
10/7 <
159> <
♀ Raden Ajeng Kusumo Ngasrini [Hb.7.58.1.3] (Raden Ayu Diro Supangkat) [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
210
11/7 <
159> <
♀ Raden Ajeng Kusumo Ngastuti [Hb.7.58.1.4] (Raden Ayu Kamal Hidayat) [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
211
12/7 <
159> <
♀ Raden Ajeng Kusumo Mahayati [Hb.7.58.1.5] (Raden Ayu Dadang) [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
212
13/7 <
159> <
♂ Raden Mas Hadi Prasetio [Hb.7.58.1.6] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
213
14/7 <
171> <
♀ Raden Roro Endang Wildaniwati [Hb.6.9.15.4.3.1] [
Hamengku Buwono VI]
214
15/7 <
171> <
♀ Raden Roro Desiyanti [Hb.6.9.15.4.3.2] [
Hamengku Buwono VI]
215
16/7 <
171> <
♀ Raden Roro Kun Nurmardiyati [Hb.6.9.15.4.3.3] [
Hamengku Buwono VI]
216
17/7 <
177> <
♀ Raden Ajeng Mira Kusumayanti [Hb.6.9.15.5.5.1] [
Hamengku Buwono VI]
217
18/7 <
177> <
♀ Raden Ajeng Nadya Saphira [Hb.6.9.15.5.5.2] [
Hamengku Buwono VI]
218
19/7 <
160+
76> <
♂ Raden Mas Winang Kuntoro [Hb.7.58.5.1] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
219
20/7 <
178> <
♂ Raden Mas Eko Kusumo Kun Riyadi [Hb.7.58.3.2] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
220
21/7 <
178> <
♀ Raden Ajeng Lies [Hb.7.58.3.1] (Raden Ayu Herukustarto) [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
221
22/7 <
179+
77> <
♀ Raden Ajeng Diah Santika Rukmi [Hb.7.58.9.5] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
222
23/7 <
179+
77> <
♀ Raden Ajeng Nonita Purnamaningdiah [Hb.7.58.9.4] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
223
24/7 <
179+
77> <
♂ Raden Mas Aryo Hidayat Adiseno [Hb.7.58.9.3] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
224
25/7 <
179+
77> <
♀ Raden Ajeng Dyah Indrasari [Hb.7.58.9.2] [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
225
26/7 <
179+
77> <
♀ Raden Ajeng Dyah Kirana [Hb.7.58.9.1] (Raden Ayu Hari Waluyo K.) [
Hamengku Buwono VI / Hamengku Buwono VII]
228
27/7 <
183+
78> <
♂ Raden Mas SM. Syailendra Satria Sularso Narendra [
Pakualam VIII]
229
28/7 <
193+
82> <
♀ Raden Ajeng Kus Rosetiyah Nareswari Tunjung Ayu [
Himbokusumo]
230
29/7 <
193+
82> <
♀ Raden Ajeng Kus Manika Shafira Kusumaning Ayu [
Himbokusumo]
231
30/7 <
193+
82> <
♂ Raden Mas Arya Damar Suryo Rasendriyo [
Himbokusumo]
8
233
1/8 <
206+
85> <
♂ Raden Mas Wijarno [Hb.7.20.8.3.6] [
Hamengku Buwono VII]
234
2/8 <
206+
85> <
♀ Raden Ayu Periana Diah Kusumaningrum [Hb.7.20.8.3.5] [
Hamengku Buwono VII]
235
3/8 <
206+
85> <
♂ Raden Mas Arianto Wibowo [Hb.7.20.8.3.4] [
Hamengku Buwono VII]
236
4/8 <
206+
85> <
♀ Raden Ayu Emylia Diah Sutaningrum [Hb.7.20.8.3.3] [
Hamengku Buwono VII]
237
5/8 <
206+
85> <
♀ Raden Ayu Riana Dian Prawitasari [Hb.7.20.8.3.2] [
Hamengku Buwono VII]
238
6/8 <
206+
85> <
♂ Raden Mas Satrio Wibowo [Hb.7.20.8.3.1] [
Hamengku Buwono VII]