B. R. A. Retno Poernomo - Keturunan (Inventaris)

Dari Rodovid ID
Orang:1387696
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.

1

11/1 <?+?> < B. R. A. Retno Poernomo

2

31/2 <1+1> < Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Kusumoyudo [Pb.10.5] (Bendoro Raden Mas Abimanyu)
lahir: 17 Januari 1884
perkawinan: <2> < Gusti Kanjeng Ratu Hangger II [Hb.7.33] , <3> < R. A. Setiopoespito b. 1894? d. 16 Mei 1985
wafat: 16 Januari 1956
penguburan: Imogiri, Bantul
22/2 <1+1> < Gusti Bendoro Raden Ayu Retno Puwoso 43/2 <1+1> < G. R. A. Koesrahmani (G. R. A. Adipati Djojonegoro)
perkawinan: <5> < K. P. H. Adipati Djojonegoro , Keraton Surakarta Hadiningrat

3

Pakualam VIII.jpg
51/3 <2+4> < Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII / Bendoro Raden Mas Haryo Sularso Kunto Suratno (Kanjeng Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo)
lahir: 10 April 1910, Yogyakarta
perkawinan: <6> < Kanjeng Bendoro Raden Ayu Purnamaningrum
perkawinan: <7> < Kanjeng Raden Ayu Ratnaningrum
gelar: 13 April 1937, Yogyakarta, Kanjeng Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo
gelar: 1942 - 11 September 1998, Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII
pekerjaan: 1 Oktober 1988 - 3 Oktober 1998, Yogyakarta, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
wafat: 11 September 1998, Yogyakarta
Pendidikan yang ditempuh adalah Europesche Lagere School Yogyakarta, Christelijk MULO Yogyakarta, AMS B Yogyakarta, Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta - sampai tingkat candidaat). Pada 13 April 1937 ia ditahtakan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Prabu Suryodilogo menggantikan mendiang ayahnya. Setelah kedatangan Bala Tentara Jepang pada tahun 1942 ia mulai menggunakan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII.

Pada 19 Agustus 1945 bersama Hamengkubuwono IX, Paku Alam VIII mengirimkan telegram kepada Sukarno dan Hatta atas berdirinya RI dan terpilihnya mereka sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Pada 5 September 1945 secara resmi KGPAA Paku Alam VIII mengeluarkan Amanat/Maklumat (semacam dekrit kerajaan) bergabungnya Kadipaten Pakualaman dengan Negara Republik Indonesia. Sejak saat itulah kerajaan terkecil pecahan Mataram ini menjadi daerah Istimewa. Melalui Amanat Bersama antara Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII dan dengan persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Daerah Yogyakarta pada tanggal 30 Oktober tahun yang sama, ia berdua sepakat untuk menggabungkan Daerah Kasultanan dan Kadipaten dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jabatan yang dipangku selanjutnya adalah Wakil Kepala Daerah Istimewa, Wakil Ketua Dewan Pertahanan DIY (Oktober 1946), Gubernur Militer DIY dengan pangkat Kolonel (1949 setelah agresi militer II). Mulai tahun 1946-1978 Paku Alam VIII sering menggantikan tugas sehari-hari Hamengkubuwono IX sebagai kepala daerah istimewa karena kesibukan Hamengkubuwono IX sebagai menteri dalam berbagai kabinet RI. Selain itu ia juga menjadi Ketua Panitia Pemilihan Daerah DIY dalam pemilu tahun 1951, 1955, dan 1957; Anggota Konstituante (November 1956); Anggota MPRS (September 1960) dan terakhir adalah Anggota MPR RI masa bakti 1997-1999 Fraksi Utusan Daerah.

Setelah Hamengkubuwono IX mangkat pada tahun 1988, Paku Alam VIII menggantikan sang mendiang menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sampai akhir hayatnya pada tahun 1998. Perlu ditambahkan bahwa pada 20 Mei 1998 ia bersama Hamengkubuwono X mengeluarkan Maklumat untuk mendukung Reformasi Damai untuk Indonesia. Maklumat tersebut dibacakan di hadapan masyarakat dalam acara yang disebut Pisowanan Agung. Beberapa bulan setelahnya ia menderita sakit dan meninggal pada tahun yang sama. Sri Paduka Paku Alam VIII tercatat sebagai wakil Gubernur terlama (1945-1998) dan Pelaksana Tugas Gubernur terlama (1988-1998) serta Pangeran Paku Alaman terlama (1937-1998).
62/3 <2+4> < B. R. A. Koespinah 73/3 <2+4> < B. R. A. Soelastri (B. R. A. Soegirwo)
84/3 <2+4> < B. R. A. Koesbandinah (B. R. A. Soetardjo Kartoningprang)
95/3 <2+4> < B. R. A. Koesdarinah (B. R. A. Harjono Djoeroemartani)
106/3 <2+4> < B. R. A. Koesbinah (B. R. A. Soegoto Kartonegoro)
117/3 <3+3> < B. R. A. Tamasri 128/3 <3+2> < G. R. A. Siti Djinzoelkari
GRA. Siti Djinzoelkari meninggal dalam usia muda.
139/3 <3+3> < B. P. H. Soemodiningrat

4

141/4 <5+6> < w Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam IX / Bendoro Raden Mas Haryo Ambarkusumo
lahir: 7 Mei 1938, Yogyakarta
perkawinan: <10> < Koesoemarini / Kanjeng Bendoro Raden Ayu Paku Alam IX d. 20 Desember 2011
gelar: 26 Mei 1999 - 21 November 2015, Yogyakarta
wafat: 21 November 2015, Yogyakarta
152/4 <5+7> < w Kanjeng Pangeran Hario Anglingkusumo / Kanjeng Angling 303/4 <11+9> < R. A. Theodora Tamtrinah
lahir: 15 Agustus 1948
wafat: 9 November 1982
284/4 <5+6> < Bendoro Raden Ayu Retno Widanarni
perkawinan: <12> < Hersapandi
wafat: 18 Juni 2021, Yogyakarta
275/4 <5+6> < Kanjeng Pangeran Haryo Tjondrokusumo
wafat: 9 Maret 2023, Kulonprogo, Hastana Giriganda
166/4 <5+7> < Kanjeng Pangeran Haryo Probokusumo
177/4 <5+7> < Bendoro Raden Ayu Retno Sundari
188/4 <5+7> < Bendoro Raden Ayu Retno Sewayani
199/4 <5+7> < Kanjeng Pangeran Haryo Songkokusumo
2010/4 <5+7> < Bendoro Raden Ajeng Retno Pudjawati
2111/4 <5+7> < Kanjeng Pangeran Haryo Ndoyokusumo
2212/4 <5+7> < Kanjeng Pangeran Haryo Wijoyokusumo
2313/4 <5+6> < Bendoro Raden Ayu Retno Martani
2414/4 <5+6> < Kanjeng Pangeran Haryo Gondhokusumo
2515/4 <5+6> < Bendoro Raden Ayu Retno Suskamdani
2616/4 <5+6> < Bendoro Raden Ayu Retno Rukmini
2917/4 <5+6> < Kanjeng Pangeran Haryo Indrokusumo

5

311/5 <14+10> < w Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X [Pa.9.1] / Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo (Raden Mas Wijoseno Hariyo Bimo)
lahir: 15 Desember 1962, Yogyakarta
perkawinan: <13> < Atika Purnomowati / Bendoro Raden Ayu Atika Suryodilogo
gelar: 2012, Yogyakarta, Kanjeng Bendara Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo
gelar: 7 Januari 2016, Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X
322/5 <14+10> < Bendoro Raden Mas Haryo Hariyo Seno
lahir: 1972
333/5 <14+10> < Bendoro Raden Mas Haryo Hariyo Danardono Wijoyo
lahir: 1974
344/5 <15+11> <Ψ Raden Ayu Retno Setyoboma Savitri Kusumoputri / Bendoro Raden Ayu Wasitonagoro
355/5 <15+11> < Raden Ayu Dyah Renggowati Retno Puasa Setyawati Kusumodewi / Bendoro Raden Ayu Satyonagoro
366/5 <15+11> < Raden Ayu Retno Puspita Mandarwati Kusumawardhani / Bendoro Raden Ayu Wiroyudho

6

371/6 <31+13> < Bendoro Raden Mas Haryo Suryo Sri Bimantoro
lahir: 1993?
perkawinan: <15> < Maya Lakshita Noorya b. 27 April 1991
382/6 <31+13> < Bendoro Raden Mas Haryo Bismo Srenggoro K. Nugroho
lahir: 1998?
393/6 <36+14> < Raden Mas SM. Syailendra Satria Sularso Narendra