3. R. Prof. Dr. dr Rully MA Roesli, SpPD.KGH (ahli Ginjal) b. 1948

Dari Rodovid ID

Orang:816319
Langsung ke: panduan arah, cari
Marga (saat dilahirkan) Sumedang Larang
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) 3. R. Prof. Dr. dr Rully MA Roesli, SpPD.KGH (ahli Ginjal)
Orang Tua

R. Mayjen (pur) Roeshan Roesli [Sumedang Larang]

[1][2]

Momen penting

1948 lahir:

Catatan-catatan

Prof. Dr. dr. Rully M.A Roesli SpPD-KGH=

“Gaya hidup anak-anak tempo dulu, semisal main petak umpet atau berlari-larian perlu digiatkan lagi. Ya, supaya generasi muda kita lebih sehat,” ujar Prof. Dr. dr. Rully M.A Roesli SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia, saat acara buka bersama di Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) Ny. RA Habibie, Bandung, yang 10 Agustus 2011 lalu genap 23 tahun. Sekitar tahun 1980-an, ia melanjutkan studi S3 di Groningen, Belanda, untuk mendalami tentang penyakit ginjal. Kenapa tertarik pada masalah ginjal? “Sekitar tahun 1980-an, saya sudah banyak mendapat pasien dengan gagal ginjal kronik. Jika terjadi pada mereka yang tidak mampu, bisa dipastikan pasien akan meninggal karena tidak bisa membiayai pengobatan yang memang mahal,” ujarnya.

Maka, usai studi di Belanda, meski ditawari bekerja di sana, ia menolak. Perhitungannya, jika menerima tawaran sang professor di Belanda tersebut, ia hanya mengikuti jalan yang sudah ada, yang ibaratnya sudah seperti jalan tol yang lurus tanpa hambatan. “Keinginan saya kuat. Saya ingin membantu pasien di Indonesia, meski jalan yang dihadapi bakal susah dan berliku,” ujarnya.

Setelah bercerita pada profesornya tentang kondisi fasilitas kesehatan di Indonesia saat itu, Prof. Rully disarankan mencari dana ke sebuah yayasan, yang biasa membantu pasien/rumah sakit untuk cuci darah. Permohonannya dikabulkan, dan ia segera pulang ke Indonesia untuk memberikan pelayanan hemodialisa kepada pasien, gratis. “Pembukaan rumah sakit kami lakukan pada tangal 8, bulan 8 tahun 1988, yang waktu itu lokasinya di Jalan Aceh, Bandung. Dilakukan pada dua orang yaitu Ny. Tan, dan seorang lagi bernama Agus,” tambahnya.

Ia bersyukur dapat membantu banyak pasien yang harus menjalani HD. Terlebih, saat ini ada program Jamkesmas yang dinilainya sangat membantu pasien. Ke depan, ia berharap dapat membantu pasien lebih banyak lagi. Bukan hanya dalam hal pengobatan, namun ke arah pencegahan dengan melalui edukasi gaya hidup sehat. (Ant)

[sunting] Sumber-sumber

  1. http://antotehe.blogspot.com/2012/03/prof-dr-dr-rully-ma-roesli-sppd-kgh.html -
  2. http://bukuygkubaca.blogspot.com/2012_02_01_archive.html -


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
Raden Ratna Kancana
EVEN: 2 November 1961, Menikah : 2-11-1961
Sultan Pangeran Marah Roesli
lahir: 7 Agustus 1889, Padang
wafat: 17 Januari 1968, Bandung
Kakek-nenek
Orang Tua
Orang Tua
 
== 3 ==
1. R. dr Ratwini Roesli, SpTHT
lahir: 2 September 1942, Bandung
2. R. dr Utami Roesli, SpA, Ibclc, Fabm
lahir: 17 September 1945, Semarang
4. R. Prof. Dr. Harry Roesli \Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli
lahir: 10 September 1951, Bandung
wafat: 11 November 2004, Jakarta
penguburan: Gunung Batu-Bogor
== 3 ==

Peralatan pribadi