Asy Syaikh Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin b. 636c d. 711

Dari Rodovid ID

Orang:359646
Langsung ke: panduan arah, cari
www.pandotrip.com (Taj Mahal, Agra, India)
www.pandotrip.com (Taj Mahal, Agra, India)
Marga (saat dilahirkan) Azmatkhan
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) Asy Syaikh Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin
Ayah ibu

1. Al-Amir Abdullah Azmatkhan [Azmatkhan] b. 636c d. 696

Nomor referensi http://blogs.purduecal.edu/gca/conferences/india-conference-2009/, http://padepokanlembahmanah.blogspot.com/2011/02/profil-singkat-habib-abu-bakar-bin.html
[1][2]

Kejadian-kejadian

636c kelahiran:

kelahiran anak: 13. Asy Syaikh Sayyid Alwi Quthbuddin bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 12. Asy Syaikh Sayyid Abdullah Syah bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 11. Asy Syaikh Sayyid Ali Syahabuddin Umar Khan bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 14. Asy Syaikh Sayyid Jalaluddin Abdullah bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 15. Asy Syaikh Sayyid Hasanuddin bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 19. Asy Sayyid Qoimuddin bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 18. Syarifah Alawiyyah bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 17. Asy Syaikh Sayyid Qadir Binaksah bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 16. Asy Syaikh Sayyid Aliyyuddin bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 10. Asy Syaikh Sayyid Muhyiddin Syah bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 9. Asy Syaikh Sayyid Muhammad Ariffin Syah bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 3. Asy Syaikh Sayid Qomaruddin bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 2. Asy Syaikh Sayyid Maulana Isa bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 8. Asy Syaikh Sayyid Husain Khalifatullah Syah bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 4. Asy Syaikh Sayid Majiduddin bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 5. Asy Syaikh Sayyid Tsana'uddin bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 7. Asy Syaikh Sayyid Husain Khalifatullah Syah bin Ahmad [Azmatkhan]

kelahiran anak: 6. Asy Syaikh Sayyid Sultan Sulaiman Al-Baghdadi bin Ahmad [Azmatkhan]

711 kematian: Nasarabad, India

~ 1310 kelahiran anak: Malabar-Delhi-India, 1. Asy Syaikh Sayyid Husain Jamaluddin Akbar Jumadil Kubra [Azmatkhan] b. ~ 1310 d. ~ 1453

Catatan-catatan

Official Link. Adm:Hilal Achmar & Endang Suhendar alias Idang

Imam As-Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin Azmatkhan

Ahmad Syah Jalaluddin bin Amir Abdullah bin Abdul Malik Azmatkhan adalah anak ke-6 dari Amir Abdullah bin Abdul Malik Azmatkhan, dia adalah seorang Raja Ke-3 di Ksultanan Nasarabad India Lama, naik tahta setelah wafatnya sang ayah, yaitu pada tahun 696 Hijriah.1

Nasab Lengkap

Nasab lengkapnya adalah Ahmad Syah Jalaluddin bin Abdullah bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shohib Marbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi Shohib Bait Jubair bin Muhammad Maula Ash-Shouma'ah bin Alwi Al-Mubtakir bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Imam Ja'far Shodiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib Wa Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad.2

Jabatan

Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Abdullah Azmatkhan adalah Raja Kesultanan Nasarabad India Lama.

NAMA ANAK AHMAD SYAH JALALUDDIN AZMATKHAN

Ahmad Syah Jalaluddin bin Amir Abdullah bin Abdul Malik Azmatkhan memiliki 19 anak, yaitu:

  1. Husain Jamaluddin Akbar Jumadil Kubra (Leluhur Walisongo, keturunannya menyebar di Indonesia, Malaysia, dan Asia Tenggara, Wafat di Wajo, Sulawesi Selatan,w.760 H).
  2. Maulana Isa
  3. Qamaruddin
  4. Majiduddin
  5. Tsanauddin
  6. Sultan Sulaiman Al-Baghdadi
  7. Ali Nuruddin Syah
  8. Husain Khalifatullah Syah
  9. Syaikh Muhammad Ariffin Syah
  10. Muhyiddin Syah
  11. Ali Syahabuddin Umar Khan
  12. Abdullah Syah
  13. Alwi Quthbuddin
  14. Jalaluddin Abdullah
  15. Hasanuddin
  16. Aliyyuddin
  17. Qadir Binaksah
  18. Syarifah Alawiyyah
  19. Qoimuddin 3

Wafat

Ahmad Syah Jalaluddin bin Amir Abdullah bin Abdul Malik Azmatkhan meninggal dan dimakamkan Haedarabad, berdekatan dengan Kota Ahmadabad, Republik India, tahun 711 H. Dan jenazahnya disholati dan diantarkan oleh ribuan rakyat India.

Karier

Ahmad Syah Jalal adalah kelahiran India dan ayah Syah Jalal adalah menantu raja India Naser Abad. Ahmad Syah Jalal menikah dengan putri raja Champa. Putri Champa itu melahirkan Syekh Jamaludin Husen.dari Jamaludin Husen beliau mempunyai anak 19. Itulah kakek dari wali 9. Perjalanan Syekh Jamaludin dengan para ulama yang dari Timur Tengah. Ada juga yang dari Maroko. Maka rombongan tersebut ada yang menyebut al Maghrobi-al maghrobi. Rombongan tersebut yang pertemuannya Dipasai langsung menuju Jawa, tepatnya Semarang.Dari Semarang meneruskan perjalannya ke Trowulan-Mojokerto. Karena akhlaknya dan budi pekertinya yang baik beliau sangat di hormati di Maja Pahit. Meskipun beda agama pada waktu itu, beliau mendapat beberapa sebidang tanah dari Gajah Mada. Terutama membuat sebuah padepokan pendidikan yang mana santri beliau itu tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Selain itu juga karena sangat popular maka disbut syekh Jumadil Kubro. Rombongan beliau berpencar dalm menjalankan tugasnya masing-masing. Yang terbanyak di Jawa Timur, Jawa Tengah, sebagian kecil ke Jawa Barat. Dan makam-makam beliau dinamakan almaghrobi-al maghrobi. Kalau makam almaghrobi itu banyak sekali, pantas, karena orangnya bukan satu tapi banyak.

Rombongan kedua dipimpin oleh dua tokoh.yang pertama Malik Ibrohimdan Sayid Ibrohim Asmoro qondi atau Pandito Ratu. Ketika itu, rombongan Malik Abdul Ghofur yang juga merupakan kakak Malik Ibrohim yang disebut juga Almaghrobi-almaghrobi. Rombongan ini lebih banyak dari sebelumnya. Malik Ibrohim itu cucu dari Syekh Jumadil Kubro. Rombongan ini juga berpencar, dan diantara robongan-rombongan tersebut ada yang ke Pekalongan sekitar 25 al Maghrobi. Makam beliau juga terpencar-terpencaer dengan nama Maulana Maghrobi.

Diantaranya Prabu Siliwangi memanggil beliau itu kakek (pernahnya).Jadi Maulan Maghrobi itu lebih tua dari Prabu Siliwangi. Diantara anggota rombongan ada yang wafat satu orang. Yang wafat ini dimakamkan di pesisir Semarang. Juga dikenal dengan Syekh Jumadil Kubro. Lokasinya dekat Kali Gawe. Dan ada juga yang wafat di Pekalongan, namanya yang pertama Syarifudin Abdullah, Hasan alwi al Quthbi. Beliau bersama rombongannya tinggal di dareh Blado Wonobodro. Terus yang dua orang lagi Ahmad al Maghrobi dan Ibrohim Almaghrobi tingal di daerah Bismo. Tiga tokoh tersebut dimakamkan di Bismo dan Wonobodro. Yang di Bismo membangun masjid di Bismo yang di Wonobodro membangun masjid di Wonobodro. Terus yang disetono Abdul Rahman dan Abd Aziz Almaghrobi.

Diantaranya lagi Syekh Abdullah Almaghrobi Rogoselo, Sayidi Muhammad Abdussalam Kigede Penatas angina. Jadi Almaghrobi tersebut empat generasi; generasi Jamaludin al Husen, generasi Ibrohim Asmoroqondi dan generasi Malik Ibrohim dan generasi Sunan Ampel. Termasuk yang dimakam kan di Paninggaran, daerah Sawangan; Wali Tanduran. Beliau itu termasuk generasi kedua walaupun bukan golongan al Maghrobi. Beliau sangat gigih dalam syi’ar Islam di Paninggaran. Kalau dalam bahasa Sunda Paninggaran itu berarti cemburu. Di Pekalongan ini masih terpengaruh, sebagian Jawa Barat dan sebagian Jawa Timur. Karena perbatasan Mangkang itu wilayah Majapahit terus kebarat ikut Pajajaran kuno. Pekalongan sendiri terpengaruh bahasa-bahasa sunda seperti ada nama tempat, Cikoneng Cibeo di daerah sragi.

Kalau kita melihat pertumbuhan islam pada waktu itu yang dibawa oleh beliau-beliau belum al Magrobi-Almaghrobi. Yang 25 tersebut sebagian dimakamkan di Wonobodro, sebelum wali 9 yang masyhur itu, seperti Sunan Ampel, Sunan Giri Sunan, Kali Jogo dll, itu sudah ada wali sembilan seperti lembaga wali Sembilan jamannya Sunan Ampel itu. Lembaga wali Sembilan itu seperti Wali Abdal, Wali Abdal itu ada 7. Wafat satu akan ada yang menggantikannya, wafat satu ganti, wafat satu ganti dan seterusnya. Jumlahnya tidak lepas dari 7. Nah wali 9 pun demikian. Termasuk Kigede Penatas Angin itu wali 9, yang Wonobodro juga bagian dari wali Sembilan, tentunya generasi sebelum wali Sembilan yang masyhur itu.

Ki Gede Penatas Angin adalah yang mempertahankan Pekalongan dari serangan Portugis. Pada waktu wali 9 dijaman Sunan Gunung Jati diantaranya sudah ada yang masuk ke Pekalongan. Juga yang namanya Kiyai Gede Gambiran di pesisir pantai. Tapi karena terkena erosi sekarang Gambiran sendiri sudah tidak ada. Ada lagi Sayid Husen didaerah Medono dikenal makam Dowo Syarif Husen, beliau itu juga hidup dijaman wali 9. Diantara tahun 1590 an, sebelim masuk pejajahan Belanda.

Pekalongan walaupun tidak banyak disebut dalam sejarah Demak tapi dekat hubungannya dengan kerajaan Demak. Pekalongan tahun1900 lebih seadikit pelabuhannya didaerah Loji daerah hilir. Makanya didaerah sekitar nama-nama desanya seperti Bugis; Bugisan, Sampang; Sampangan, itu diantaranya. Pekalongan pada waktu itu sudah mulai maju. Dalam pendidikan agama, ekonomi dan lain s sebagainya. Di Dieng dan daerah sekitarnya ada beberapa Candi. Itu menunjukkna kultur di Pekalongan sudah maju. Di daerah Reban sampai Blado itu pernah ditemukan situs air langga. Itu semua menunjukan kalau Pekalongan sudah tua, hanya kita belum menemukan bukti secara kongritnya. Pekalongan pada waktu itu sudah maju, diantara buktinya pada jaman Sultan Agung Pekalongan pada waktu itu sudah mendapat kepercayaan menjadi tempat lumbung-lumbung padi atau beras.

Dan diantara tokoh-tokoh yang berperan pada waktu itu, di adalah tokoh yang di makamkan di Sapuro, yaitu Ki Gede Mangku Bumi sayang makamnya sudah rusak. Jaman almarhum Pak Setiono saya masih sempat meminta untuk menulis tentang tokoh itu. Beliau meninggal pada tahun 1517 Masehi, makamnya di Sapuro belakang masjid. Ada lagi walaupun aslinya dari Bupati Pasuruan Raden Husen Among Negoro, beliau meninggal tahun 1665 dimakamkan di belakang masjid Sapuro. Beliau adalah Putra Tejo Guguh, Putra bupati Kayu-Gersik ke dua. Beliau ini yang menurunkan bupati Pekalongan yang pertama. Pada waktu itu penduduk sudah ramai disusul dengan beberapa tokoh yang lain seperti Ki Hasan Sempalo atau Kyai Ahmad Kosasi adalah menantu beliau.

Bupati Pekalongan yang namanya Adipati Tanja Ningrat meninggal tahun 1127 H. Dimakamkan di Sapuro juga sejaman dengan Jayeng Rono Wiroto putra Amung Negoro. Kiyai Gede Hasan Sempalo. Dan di Noyontaan (Jl. Dr. Wahidin) ada Kiyai Gede Noyontoko hingga desa tersebut disebut Noyontaan, sebabwaktu tokoh yang membuka adalah Ki Gede Noyontoko. makamnya di dalam Kanzus Sholawat. Dulu di belakang rumahnya Pak Teko meninggal tahun 1660 M. dan banyak lagi seperti Wali Rahman di Noyontaan, dulu di Tikungan jl toba atau di depan pabrik Tiga Dara sekarang makam nya sudah hilang.

Sesudah pekalongan mulai rame datang pula tokoh-tokoh yang popular datang dari Hadramaut Yaman beliau adalah Habib Abubakar bin Toha. Habib Abu Bakar lahir didaerah Tarim namanya daerah Gorot. Makanya kayu geritan itu berasal dari kata Gorot. Sekitar abad 17 sebelum masuk Indonesia beliau berdakwah di India, Malaysia, Malaka, Pasai lalu Kalimantan. Beliau pernah tinggal di sebuah desa namanya Angsana daerah Kalimantan Selatan dan masuk ke Surabaya menuju ke Jogja. Beliau dikenal sebagai tokoh pendamai; baliaulah yang menyatukan menyelesaikan sengketa-sengketa. Beliau sangat tinggim ilmunya dan sangat di segani. Beliau mendapatkan gelar Penembahan Tejo Hadi Kusumo. Setelah itu beliau masuk di Pekalongan tinggal di daerah Karang Anyar.

Habib Abu bakar masuk daerah ini karena urutanya dekat dengan Ki Hasan Cempalo, beliau mendirikan padepokan. Kiyai Bukhori salah seorang tokoh pernah menceritakan kalau dijaman nabi beliau seperti sahabat nabi, maksudnya kedudukan kewaliaanya sangat tinggi beliau termasuk golongan Bin Yahya. Pertamakali masuk ke daerah wonopringgo. Guru beliau banyak sekali diantaranya pengarang kitab Nashoih Addiniyah; al Habib Abdullah bin Alwi al Hadad. Dan murid Habib Alwi Al Hadad di Indonesia banyak sekali.

Habib Abu Bakar meninggal tahun 1130. Gurunya adalah paman dan ayahnya sendiri yang sangat popular kewaliannya dan banyak lagi guru-guru yang lain. Dan murid-murid beliau di Pekalongan dan luar Pekalongan banyak sekali. Termasuk kakennya Kyai Nurul Anam dimakamkan di Kayu Geritan juga. Daerah dakwahnya terpencar. selain mengajarkan ilmu agama juga ilmu yang lainnya seperti ilmu kelautan dan ilmu-ilmu lainnya. Beliau dan kakaknya; bertiga, Sayid Abdurahman, Sayid Abu Bakar dan sayyid Muhammad Qadhi.

Sayyid Abdurahman di Cirebon dan Sayyid Muhammad Qodli di Semarang Terboyo. Beliau mendapat gelar banyak selain sunan Qodli juga gelar Ki Gede Semarang. Beliau; Syekh Abu Bakar bin Toha juga sangat gigih memimpin dalam melawan Belanda. Ketiga kakak-adik tersebut hampir sama dalam pola dakwahnya, dan juga sama-sama sangat gigih dalam melawan Belanda. Selain makam beliau di Kayu Geritan juga ada makam kasepuhan lainnya, diantaranya Qodli Shon’a, juga dua pamenang atau prajurit dari Mataram.

Lalu kakenya dan ayahnya Nurul Anam dan tokoh ke bawah Kiyai Utsman, Kiyai Asy’ari Karang Anyar. Beliau itu juga dimakam kan di Kayu geritan. Kalau kiyai utsman sebelah barat Kiyai Asy’ari sebelah timur. Tokoh-tokoh dahulu yang ziarah ke Kayu Geritan ini adalah tokoh-tokoh yang top semuanya. Habib Hasyim selain sering ziarah ke makam Habib Abu Bakar bin Thoha ini, juga sumbernya sejarah makam ini. Selain sumbernya dari beliau, saya juga mengambil dari beberapa kitab diantaranya kitab punya Sayyid bin Tohir Mufti Johor Malaysia. namanya Alatho’if, dan buku-buku atau kitab-kitab silsilah. Jadi ada bukti sejarahnya dan jelas kita tidak ngawur dalam hal ini. (Hasil wawancara Kabag Humas Kab. Pekalongan pada Al-Habib M. Lutfi bin Yahya di Kayu Geritan/nzr/ts/hly.net) http://padepokanlembahmanah.blogspot.com/2011/02/profil-singkat-habib-abu-bakar-bin.html


http://padepokanlembahmanah.blogspot.com/2011/02/profil-singkat-habib-abu-bakar-bin.html Foto Taj Mahal, India tempat kelahiran Ahmad Jalal Syah.

[sunting] Sumber-sumber

  1. http://blogs.purduecal.edu/gca/conferences/india-conference-2009/ -
  2. https://sites.google.com/site/pustakapejaten/manaqib-biografi/ahli-ba-it/imam-as-sayyid-ahmad-syah-jalaluddin-azmatkhan -


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
1. Sayyid Abdul Malik
kelahiran: 574, Qosam, Hadramaut
kematian: 653, Nasarabad, India
Kakek-nenek
Ayah ibu
2. Sayyid Alwi Azmatkhan
kelahiran: Keturunannya di India
3. Syarifah Zainab Azmatkhan
kelahiran: Nasabnya Terputus
4. Syarifah Fathimah Azmatkhan
kelahiran: Nasabnya Terputus
1. Al-Amir Abdullah Azmatkhan
kelahiran: 636c
kematian: 696, Nasarabad, India
Ayah ibu
 
== 3 ==
Asy Syaikh Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin
kelahiran: 636c
kematian: 711, Nasarabad, India
== 3 ==
Anak-anak
Putri Jauhar (Diraja Johor)
kelahiran: Pernikahan 1399
Puteri Nizam Al Mulk Dari Delhi
kelahiran: Menikah 1309
Lalla Fathimah Binti Hasan bin Abdullah Al-Maghribi Al-Hasani (Morocco)
kelahiran: Menikah tahun 1319 M, pernikahan ini dilakukan Husain Jamaluddin saat adanya hubungan diplomatik antara Kesultanan India dengan Kerajaan Marokko
Puteri Ramawati
kelahiran: Menikah tahun 1355 M
1. Asy Syaikh Sayyid Husain Jamaluddin Akbar Jumadil Kubra
kelahiran: ~ 1310, Malabar-Delhi-India
perkawinan:
perkawinan: Amira Fathimah Binti Amir Husain
kematian: ~ 1453, Wajo, Sulawesi Selatan
Anak-anak
Cucu-cucu
Syarif Muhammad Kebungsuan Pengging (Jaka Sengara)
pekerjaan: Pengging, Adipati Pengging bergelar Andayaningrat atau Ki Ageng Pengging I
perkawinan:
1. Asy. Sayyid Maulana Maliq Ibrahim
kelahiran: 1297, Samarqand, Uzbekistan
CONF: Datang Ke Jawa tahun 1404
imigrasi: WISATA ZIARAH KE SYEKH MAULANA MAGHRIBI PARANGTRITIS
perkawinan:
perkawinan: 4.3.1.2. Dewi Rasa Wulan-Cloning1
kematian: 1419, Desa Gapurosukolilo-Kota Gresik-Jawa Timur
14. Ali Nurul Alam / Ali Nuruddin (1) / Maulana Malik Israil
kelahiran: 1402, Chermin, Kelantan
perkawinan:
perkawinan:
gelar: 1432 - 1467, Pateh Arya Gajah Mada. Perdana Mantri of Kelantan-Majapahit II
penguburan: Pemakaman Gunung Santri - Cilegon - Banten
6. Maulana Muhammad Jumadil Kubra
kelahiran: 1311, Nasarabad India
9. Syaikh Maulana Wali Islam
kelahiran: 1317, Nasarabad India
2. Pangeran Pebahar As-Samarqandiy
kelahiran: 1300, Samarkand, Uzbekistan
3. Fadhal As-Samarqandiy (Sunan Lembayung)
kelahiran: 1302, Samarkand, Uzbekistan
5. Syekh Yusuf Shiddiq As-Samarqandiy
kelahiran: 1307, Samarkand, Uzbekistan
12. Siti ‘Aisyah (Putri Ratna Kusuma)
kelahiran: 1351, Kelantan, Malaysia
18. Sayyid Hasan Jumadil Kubra (1)
kelahiran: 1413, Wajo, Sulawesi Selatan
gelar: 1453, Menjadi Syekh Mufti Kesultanan Gowa, bertepatan dengan wafatnya Sayyid Husain Jamaluddin Jumadil Kubra
kematian: 1591, Wajo, Sulawesi Selatan
19. Sayyid Husain Jumadil Kubra Al-Asghar
kelahiran: 1443, Wajo, Sulawesi Selatan
15. 'Abdul Malik
kelahiran: 1404, Johor, Malaysia
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Джерельна довідка за населеним пунктом