Batara Guru II Datu Luwu Pajung Luwu
| Marga (saat dilahirkan) | Arung Tetewatu Datu Ri Cina |
| Jenis Kelamin | Pria |
| Nama lengkap (saat dilahirkan) | Batara Guru II Datu Luwu Pajung Luwu |
| Orang Tua
♂ Patipatau To Appanange Datu Luwu Pajun Luwu [To Appanange Datu Luwu Pajun Luwu] ♀ Datu Ampira [?] | |
Momen penting
kelahiran anak: ♂ To Sangkawana Datu Luwu Pajung Luwu [Datu Luwu Pajung Luwu]
Catatan-catatan
Gelar : Batara Guru Datu Luwu Pajung Luwu
Batara guru merupakan putra ketiga dari Tompanange. Batara guru dipilih karena ayahnya dan rakyat sangat senang dengan batara guru karena sikapnya yang baik, tidak sepeti saudaranya yang lain. Makam batara guru diangkat menjadi raja. Bersamaan dengan itu muncul pula Raja Gowa yang bernama Batara Gowa di Gowa dan Batara Wajo yang berkedudukan di Tosora. Ketiga kerajaan tersebut mengikatkan diri dalam tali persaudaraan (Assiajingeng). Di bawah pemerintahan Batara Guru, Luwu semakin kuat, ia kemudian membentuk pasukan khusus orang Rongkong mereka mempunyai keahlian mahir membuat senjata tajam bermutu tinggi, dan sangat kebal atau tahan terhadap benda tajam. Penduduk pegunungan juga memiliki kemahairan membuat parang dan alat pertanian. Karena kekhawatiran Batara Guru akhirnya memindahkan pusat kerajaan ke Kamanre. Letak Ware’ yang baru ini dekat Balla-Bajo, sekitar 7 km sebelah utara.
