Prabu Darmasuci II / Prabu Talagamanggung

Dari Rodovid ID

Orang:851728
Langsung ke: panduan arah, cari
Prabu Talagamanggung/Darmasuci II
Prabu Talagamanggung/Darmasuci II
Marga (saat dilahirkan) Talaga
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) Prabu Darmasuci II / Prabu Talagamanggung
Orang Tua

5. Prabu Darmasuci I [Talaga]

[1][2][3]

Momen penting

kelahiran anak: 2. Raden Dewi Simbarkancana [Talaga] d. 1450

kelahiran anak: 1. Raden Panglurah [Talagamanggung]

Catatan-catatan

Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang


Prabu Darmasuci II (Prabu Talagamanggung)

Prabu Darmasuci II (Prabu Talagamanggung) bersemayam di Talaga, keraton beliau terletak di Sangiang, dengan panorama situ keraton yang indah yang disebut Situ Sangiang. Menurut catur para sepuh Talagamanggung adalah seorang Narpati yang sakti mandraguna dan weduk (tidak tembus senjata). Beliau mempunyai sebuah senjata pusaka yang diberi nama "cis", bentuknya seperti tombak kecil atau sekin. Konon, bahwa beliau ketika lahir tidak memiliki pusar seperti halnya orang pada umumnya. Menurut ceritera pula Prabu Talagamanggung hanya mempan ditembus senjata oleh senjata CIS-nya itu.

Pada masa pemerintahan Prabu Talagamanggung Kerajaan Talaga mengalami kemajuan yang gilang-gemilang dan kondisi sosial masyarakatnya semakian tentram dan mapan. Dengan demikian banyak orang yang berasal dari negara dan daerah lain ikut menetap di Talaga.

Prabu Talagamanggung mempunyai seorang menantu yang berasal dari Bangsawan Palembang yang bernama Palembangunung (suami Putri Dewi Simbarkancana), pada suatu kesempatan Palembanggunung mengadakan gerakan bawah tanah untuk merebut kekuasaan dari mertuanya. Akhirnya Palembanggunung dengan komplotannya, melalui oleh seorang pengawal pribadi Sang Prabu, Centrangbarang (yang ditugaskan mengurus senjata) ia berhasil mencuri senjata CIS tersebut dan memberikannya kepada Palembanggunung yang kemudian digunakan untuk menusuk tubuh Sang Prabu. Dalam peristiwa itu Prabu Talagamanggung terluka dan kemudian tubuhnya menjadi lemas dan akhirnya meninggal. Jenazah beliau diurus sesuai ajaran Agama Hindu Kahiyangan, abu jenazahnya di larung di Situ Sangiang[3].

Pada masa hidupnya, Prabu Talagamanggung mempunyai satu orang putera dan satu orang puteri; Raden Panglurah dan Raden Dewi Simbarkancana.


Pemerintahan Sunan Talaga Manggung

Sunan Talaga Manggung merupakan raja yang terkenal sampai sekarang karena sikap beliau yang adil dan bijaksana serta perhatian beliau terhadap agama Hindu, pertanian, pengairan, kerajinan, serta kesenian rakyat. Hubungan baik terjalin dengan kerajaan-kerajaan tetangga maupun kerajaan yang jauh, seperti misalnya dengan Kerajaan Majapahit, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Cirebon maupun Kerajaan Sriwijaya. Beliau berputera dua, yaitu : (1) Raden Pangrurah, dan (2) Ratu Simbarkancana.

Raja wafat akibat penikaman yang dilakukan oleh suruhan Patih Palembang Gunung (menantunya–Pen.] yang bernama Centangbarang, tanpa diketahui oleh Ratu Simbarkancana dan masyarakat luas. Kemudian, karena Palembang Gunung merupakan menantu Talaga Manggung (memperisteri Ratu Simbar Kancana), maka Palembang Gunung menggantikan Sunan Talaga Manggung sebagai raja.

Tidak beberapa lama kemudian Ratu Simbarkencana yang sudah tahu akan pengkhianatan Plembang Gunung dari hulubalang Citrasinga (atas dorongan Raden Kusumalaya Ajar Kutamanggu), membunuh Palembang Gunung dengan tusuk konde sewaktu ia tidur. Dengan meninggalnya Palembang Gunung, kemudian Ratu Simbarkancana menikah dengan Raden Kusumalaya Ajar Kutamanggu, keturuan Galuh (Kawali-Panjalu) dan dianugrahi 8 orang putera, diantaranya yang terkenal sekali adalah putera pertamanya yang bergelar Sunan Parung.

https://tatangmanguny.wordpress.com/kontroversi/kerajaan-talaga-silsilah-yang-tumpang-tindih/

[sunting] Sumber-sumber

  1. http://kiwaras.blogspot.com/2008/02/kerajaan-talagamanggung.html -
  2. http://geheugenvannederland.nl/?/nl/items/VKM01:1403-3790-65/&p=1&i=17&t=78&st=cheribon&sc=%28cheribon%29/&wst=cheribon -
  3. https://tatangmanguny.wordpress.com/kontroversi/kerajaan-talaga-silsilah-yang-tumpang-tindih/ -


Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
1. Prabu Hariangbanga
lahir: Menurunkan para raja di daerah Jawa Timur, seperti Prabu Brawijaya II sampai Prabu Brawijaya V;
2. Maharajasakti
lahir: Menurunkan para raja di tanah Pajawan;
3. Prabu Ciungwanara
pekerjaan: 1287-1303 M
5. Prabu Haurkuning / Maharaja Ciptapermana I
pekerjaan: Maharaja Ciptapermana I (1580 – 1595 M)
8. Bleg Tamblek
gelar: Raja Kuningan
6. Batara Gunung Picung / Ciptapermana II
pekerjaan: Maharaja Ciptapermana II (1595 – 1618 M), Menurunkan Raja-Raja Talaga Raja Talagamanggung Ke 1
Kakek-nenek
Orang Tua
Orang Tua
 
== 3 ==
== 3 ==
Anak-anak
2. Raden Dewi Simbarkancana
pekerjaan: Ratu Talagamanggung Ke... (14... - 1450 M)
perkawinan: Palembanggunung
perkawinan: Raden Kusumalaya Ajar Kutamangu / Raden Palinggih
wafat: 1450, Parung-Majalengka
Anak-anak
Cucu-cucu
1. Sunan Parung / Batara Sukawayana
pekerjaan: Raja Talagamanggung Ke...(1450 M)
Sunan Corenda
pekerjaan: Talaga, Raja talaga
perkawinan: Nji Mas Ratu Patuakan
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Джерельна довідка за населеним пунктом