9. Pangeran Timur / Pangeran Mas Kumambang (Rangga Jumena)

Dari Rodovid ID

Orang:188342
Langsung ke: panduan arah, cari
Marga (saat dilahirkan) Raden Trenggono
Jenis Kelamin Pria
Nama lengkap (saat dilahirkan) 9. Pangeran Timur / Pangeran Mas Kumambang
Nama belakang lainnya Rangga Jumena
Ayah ibu

3.4.1.1. Pangeran Hadipati Trenggono [Demak] b. 1521 d. 1548

[1][2]

Kejadian-kejadian

kelahiran anak: Raden Ajeng Dilah [Gp.2] / Raden Ayu Dumilah [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Haryo Sumantri [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Ajeng Sulah [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Balap [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Haryo Sememi [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Ayu Pamegatan [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Kakap [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Ayu Reno Dumilah [Demak]

kelahiran anak: Panembahan Hawuryan [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Haryo Kanoman [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Haryo Paningrom [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Mangkurat Wiryawan [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Mas Tangsang Hurawan [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Mas Kaputran [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Ayu Winongan [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Ayu Pengulu [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Ayu Semi Ing Kalinyamat [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Pangeran Adipati Atmowidjoyo [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Ayu Pandam [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Ayu Retno Dumilah [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Mas Lontang Hirawan / Pangeran Haryo Hirawan [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Raden Ayu Pasangi [Raden Trenggono]

kelahiran anak: Pangeran Haryo Kanoman [Raden Trenggono]

gelar: Panembahan Mas -

18 Juli 1568 - 1586 pekerjaan: Bupati Madiun Ke 1, Hari jadi Kabupaten Madiun

Catatan-catatan

Pangeran Timoer

Kegigihan dan Kebijakan

Pangeran Timoer yang kemudian hari diangkat menjadi Bupati Purabaya pada tanggal 18 Juli 1568 dan mengakhiri pemerintahan Pengawasan Kasultanan Demak di Purabaya di bawah Kyai Rekso Gati (SaGaten), kemudian membuka dan mewarnai Sejarah Awal Kabupaten Madiun, sebagai Bupati yang Pertama (ke-1) Madiun dengan masa jabatan antara tahun 1568 sampai 1586.

Beberapa tahun setelah diangkat menjadi Bupati Purabaya, sekitar tahun 1575, Pangeran Timoer melaksanakan gagasan untuk memindahkan Pusat Pemerintahan dari bagian Utara ke Selatan, yang sekarang berada di Desa Kuncen.

Pemindahan Pusat Pemerintahan itu dilakukan dengan beberapa alasan, pertama Pangeran Timoer ingin mempunyai tempat kedudukan yang baru sebagai satu peringatan atas dimulainya kekuasaannya sebagai seorang Bupati Purabaya di samping kedudukannya sebagai Wedana Bupati di Mancanegoro Timur bagian dari Kasulatanan Demak. Kedua, pemindahan tempat itu juga dilandasi satu anggapan bahwa temapt yang lama sebelumnya bukan sebagai pusat pemerintahan. Tetapi hanya sebagai tempat “pengawasan”.

Alasan lain atas pemindahan itu adalah bahwa menurut pengamatan tempat yang baru ternyata mempunyai fasilitas penunjang yang lebih baik dibanding daerah atau tempat yang lama. Fasilitas penunjang yang dianggap akan lebih banyak menjamin, karena letak desa yang mengelilingi satu dengan yang lain berdekatan. Hal itu menjamin pula untuk memberikan satu kekuatan, dukungan serta perlindungan terhadap adanya ketahanan wilayah.

Tempat yang kemudian dipilih sebagai pusat pemerintahan merupakan satu daerah yang diapit muara sungai Gondang dan sungai Catur yang sangat besar artinya dalam satu kepentingan strategis serta kepentingan sosial ekonomi, karena kedua sungai itu merupakan jalan simpang lalu lintas besar kali Madiun.

Disamping itu, daerah baru ini merupakan daerah dataran kering yang dalam keadaan demikian berpengaruh sekali terhadap kegiatan seluruh masyarakat dan Pemerintahan secara keseluruhan.

Keadaan sosial ekonomi di daerah selatan ini dirasa juga lebih baik dan lebih penting dibanding dengan daerah utarra. Demikian juga mekanisme keseluruhan pola kegiatan pemerintahan meliputi wilayah Kabuparten Purabaya secara utuh.

Sementara itu perang antara Pajang dengan Mataram yang berakhir dengan runtuhnya Pajang sekitar tahun 1586 menyebabkan putusnya hubungan formalitas antara Kabupaten Purabaya dengan Pajang.

Tetapi bukan berarti Kabupaten Purabaya “tunduk” terhadap pemerintahan Mataram. Pangeran Timoer yang kemudian hari juga dikenal sebagai Panembahan Rama menyatakan Purabaya sebagai kabupaten yang berdiri “bebas” dan tidak ada ikatan hierarkis dengan Mataram yang sudah mengalahkan Pajang. Dan ....”Purabaya adalah ahli waris dari tahta kerajaan Pajang”.

Pendirian yang keras dari Panembahan Rama ini ternyata mendapat dukungan dari beberapa Bupati Mancanegoro Timur. Akibatnya sudah cukup diperhitungkan oleh Panembahan Rama dan timbullah kemudian bentrokan yang tidak dapat dihindari lagi antara Mataram dengan Purabaya.

Pihak Mataram kemudian berusaha untuk mendudukan Purabaya dan menfgirimkan pasukannya untuk menggempur Purabaya yang dilakukan pertama kali pada tahun 1586. Setahun berikutnya di tahun 1587 pasukan Mataram juga dikirimkan untuk menggempur Purabaya. Tetapi dua kali serangan pasukan Mataram ke Purabaya ini mengalami kegagalan dan dapat dipatahkan di bagian sebelah barat kali Madiun. Kekalahan itu menjadikan Mataram lebih cermat dan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan berikutnya.

[sunting] Sumber-sumber

  1. Struktur Silsilah Keluarga - * Raden Trenggono = Sultan Alam Akbar III Demak Bintoro s/d Kartosuro – Mataram. http://id.wikipedia.org/wiki/Sutawijaya
    • Waktu itu Madiun masih disebut sebagai Kota Miring. Pangeran Timur yang diangkat sebagai bupati di Kota Miring, apabila menghadap ke Pajang, diperkenankan duduk bersanding dengan gusti Sultan Pajang, berbeda dengan bupati yang lain, oleh karena itu cara menghadap Pangeran Timur sering disebut dengan Madiyangayun.
    Ngayun yang berarti cara menghadap Pangeran Timur lebih maju dari pada bupati yang lain. Madya berarti kedudukan Pangeran Timur sudah seperti setengah raja. Oleh karena itu lama kelamaan Kota Miring disebut juga kota Madiun, dan yang memerintah di Madiyun disebut Panembahan Senopati Madiyun = Rangga Jumena.
  2. http://perpustakaan.madiunkab.go.id/statis-6-bupatimadiundarimasakemasa.html -

Dari kakek nenek sampai cucu-cucu

Kakek-nenek
21. Bathara Katong / Lembu Kanigoro (Raden Joko Piturun)
perkawinan: Niken Gandhini
gelar: 11 Agustus 1496, Ponorogo, Adipati Ponorogo I
14. Raden Bondan Kejawan / Ki Ageng Tarub II (Ki Lembu Peteng)
kelahiran: Anak No.14 dari Brawijaya V Jurumertani sudah pada waktunya untuk mengirim Pajak Hasil Bhumi ke Kerajaan, dalam perjalanannya di ikuti oleh Bondan, yang tidak diketahui Jurumertani, Sesampainya di Kerajaan menyerahkan Pajakhasil Bumi, kemudian menghadap sang Prabu, Namun mendadak terdengan suara Gong Berbunyi, mengejutkan Sang Prabu dan seluruh isi kerajaan termasuk Jurumertani, setelah dikejar tertangkaplah seorang anak "Bondan", dan diserahkan pada sang Prabu, melihat kejadian itu Jurumertani terbelalak KAGET, dan menghampiri Prabu sambil berbisik Itu adalah Putera-sang Prabu. Sang Prabu menatap wajah si Bondan dengan seksama, kemudian penasehat spirituil Kerajaan menhampiri Sang Prabu berkata, Anak turun dari Anak itu (Bondan) akan menjadi Raja-raja ditanah jawa
kelahiran: Petilasan Makam dari Bondan Kejawan ada : 3 Tempat yaitu : 1. Desa Taruban-Purwodadi, dari kota Purwodadi ke arah Blora Km 13 ada perempatan belok Kanan 2km ada Situs yang dikelola oleh Kasunanan Surakarto, dsisin ada makam Ki Ageng Tarub I, dan R Bondan Kejawan ( Ki Ageng Tarub II) 2. 1 Km dari sini ( Ds Taruban ) arah ke perempatan ada Tandingan seolah-olah Makam Bondan Kejawan 3. Sebelah barat Kota Yogya ( Jl Wates dkt SPBU) ada dusun Kejawen disana ada makan Bondan Kejawan Pahlawan Majapahit
perkawinan: 1.3.1. Dewi Retno Nawangsih
3.4.2. Raden Kusen / Pangeran Pamalekaran (Arya Abdillah)
gelar: Adipati Terung, Adipati Terung / Bupati Teterung
17. Puteri Hadi
kelahiran: anak No 17 dari Bhre Kertabhumi ( Brawidjaja V ), suami dari Juru Paniti
perkawinan: Juru Paniti
11. Raden Sudjana / Lembu Niroto
gelar: Adipati Blambangan
Raden Jaka Dhalak
kelahiran: Diputus : 25677
Raden Jaka Lawu
kematian: Java, Indonesia, Mount Lawu
Puteri Bupati Jipang Panolan
kelahiran: Puteri Bupati Jipang Panolan, nama tidak tercatat
perkawinan:
13. Raden Patah / Panembahan Jin Bun (Raden Praba)
kelahiran: 1455, Palembang
perkawinan: Putri dari Randu Sanga
gelar: 1475 - 1518, Demak, Sultan Bintoro Demak I bergelar Sultan Syah Alam Akbar Al Fattah
kematian: 1518
3.1.1. Sunan Bonang / Maulana Mahdum Ibrahim (Bong Ang)
kelahiran: 1465, Rembang, Dekat Tuban
perkawinan: Dewi Hiroh
kematian: ~ 1525, Tuban
3.1.3. Sunan Drajat / Raden Qasim
kelahiran: 1470
kematian: ~ 1522
Kakek-nenek
Ayah ibu
Pangeran Sabrang Lor / Dipati Unus
gelar: 1518, Sultan Demak II
kematian: 1521
3.4.1.1. Pangeran Hadipati Trenggono
kelahiran: 1521
gelar: < 1546, Demak, Sultan Demak III bergelar Sultan Alam Akbar III
kematian: 1548
Ayah ibu
 
== 3 ==
3.4.1.1.3. Sunan Prawoto I
gelar: 1546 - 1549, Demak
kematian: 1549, Demak
Ratu Mas Pambayun
kelahiran: Level 1 = Putera ke 2 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro
perkawinan: Kyai Ageng Lang / Pangeran Langgar
3. Sunan Prawoto / Panembahan Prawoto I (Sultan Mukmin)
perkawinan:
gelar: 1546 - 1549, Demak Bintoro, Sultan Demak IV
kematian: 1549, Demak Bintoro
5. Retna Kencana / Ratu Mas Kalinyamat
kelahiran: 1514, Demak Bintoro
perkawinan: Pangeran Kalinyamat / Sultan Hadirin (Pangeran Tanduran / Tji BinTang)
gelar: 10 April 1527 - 1536, Jepara, Kanjeng Ratu Kalinyamat
kematian: 1579, Jepara, Dimakamkan di dekat makam Pangeran Kalinyamat di desa Mantingan.
3.4.1.1.5. Ratu Mas Kalinyamat
kematian: 1579, Mantingan
9. Pangeran Timur / Pangeran Mas Kumambang (Rangga Jumena)
gelar: Panembahan Mas -
pekerjaan: 18 Juli 1568 - 1586, Bupati Madiun Ke 1, Hari jadi Kabupaten Madiun
== 3 ==
Anak-anak
Raden Ayu Semi Ing Kalinyamat
kelahiran: Level 2 Cucu ke 1 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
perkawinan: Raden (Nama tdk tercatat)
gelar: di Kalinyamat
Raden Ayu Pengulu
kelahiran: Level 2 Cucu ke 2 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 2 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
gelar: di Muryopodo
Raden Ayu Winongan
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 3 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 3 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Mas Kaputran
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 4 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 4 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Pangeran Adipati Atmowidjoyo
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 5 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 5 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
gelar: di Tuban
Raden Ayu Pandam
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 6 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 6 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Pangeran Haryo Kanoman
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 7 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 7 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Ayu Pasangi
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 8 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 8 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Mas Lontang Hirawan / Pangeran Haryo Hirawan
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 9 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 9 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
gelar: di Djapan, Panembahan Djapan II
kematian: Butuh, Dimakamkan di Butuh - Kebumen
Kanjeng Panembahan Senopati / Sutowijoyo (Raden Bagus Sutawijaya)
perkawinan: Kanjeng Ratu Kidul
gelar: 1575 ? 1601, SULTAN MATARAM KE 1 (1587-1601), bergelar Panembahan Senopati Khalifatullah Sayyidin Penatagama
kematian: 1601
Raden Ayu Retno Dumilah
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 10 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 10 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang Diputus Ayahnya : 188342
perkawinan: Kanjeng Panembahan Senopati / Sutowijoyo (Raden Bagus Sutawijaya)
pekerjaan: 1586 - 1590, Bupati Madiun Ke 2
Raden Mas Tangsang Hurawan
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 11 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 11 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
EVEN: di Madiun
Raden Mangkurat Wiryawan
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 12 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 12 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
gelar: di Madiun
Raden Haryo Sememi
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 13 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 13 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Balap
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 14 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 14 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Ajeng Sulah
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 15 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 15 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Kanjeng Panembahan Senopati / Danang Sutawijaya (Raden Sutowijoyo)
perkawinan: Kanjeng Ratu Mas / Waskita Jawi (Roro Sari)
gelar: Sultan Mataram Ke 1 (1587-1601), Gelar :"Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa"
kematian: 1601
Raden Ajeng Dilah [Gp.2] / Raden Ayu Dumilah
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 16 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 16 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
perkawinan: Kanjeng Panembahan Senopati / Danang Sutawijaya (Raden Sutowijoyo)
Raden Haryo Sumantri
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 17 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 17 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Ayu Pamegatan
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 18 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 18 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Kakap
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 19 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 19 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Haryo Paningrom
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 20 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 20 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Haryo Kanoman
kelahiran: Level 2 = Cucu ke 21 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 21 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang
Raden Ayu Reno Dumilah
kelahiran: Putri ke 10 Pangeran Timur, Sultan Trenggono
perkawinan: 9. Pangeran Singasari / Raden Santri
Anak-anak
Cucu-cucu
8. Panembahan Hadi Prabu Hanyokrowati / Raden Mas Jolang (Panembahan Seda ing Krapyak)
perkawinan:
gelar: 1601 - 1613, Kota Gede, Mataram, Sultan Mataram Ke 2 bergelar Sri Susuhunan Adi Prabu Hanyakrawati Senapati-ing-Ngalaga Mataram
kematian: 1613
gelar: 1613, "Anumerta Panembahan Seda ing Krapyak"
1. Gusti Kanjeng Ratu Pambayun / Retna Pembayun
perkawinan: Kyai Ageng Karanglo
kematian: 1625, Jatinegara, Jakarta
penguburan: 1625, Tapos, Depok
12. Ki Ageng Panembahan Djuminah ? (Pangeran Adipati Djuminah Petak / Pangeran Blitar I)
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 12 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 2 Raden Ayu Djumilah + Panembahan Senopati
gelar: 1601 - 1613, Bupati Madiun Ke 6
Raden Ayu Semi ing Ngurawan
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 1 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 dari Raden Ayu Semi ing Kalinyamat
gelar: di Nggurawan
Raden Winongan
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 3 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 3 Raden Ayu Winongan
Pangeran Haryo Matahun
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 4 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 Pangeran Adipati Atmowidjoyo ing Tuban
Adipati Kanoman
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 5 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 2 Pangeran Adipati Atmowidjoyo ing Tuban
gelar: di Tuban
Raden Ayu Djapan
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 1 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 Raden Haryo Kanoman
Raden Ayu Mangun Nagoro
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 10 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 4 RM Lontang / Pangeran Haryo Hirawan / Panembahan Djapan
Pangeran Haryo Sudjonopuro
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 7 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 RM Lontang / Pangeran Haryo Hirawan / Pangeran Djapan
EVEN: di Tuban
Pangeran Haryo Tondonagoro
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 8 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 2 RM Lontang / Pangeran Hirawan / Pangeran Djapan
gelar: di Djapan
Raden Panji Karsula
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 9 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 3 RM Lontang / Pangeran Haryo Hirawan / Panembahan Djapan
gelar: Mataram, Bupati Penumping
11. Pangeran Adipati Pringgoloyo I ? (Raden Mas Djulig)
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 11 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 Raden Ayu Djumilah + Panembahan Senopati
gelar: 1595 - 1601, Bupati Madiun Ke 5
13. Pangeran Adipati Martoloyo / Mangkunegoro II (Raden Mas Kanitren)
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 13 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 3 Raden Ayu Djumilah + Panembahan Senopati
gelar: 1613 - 1645, Bupati Madiun Ke 7
Pangeran Adipati Djapan Kanoman
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 14 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 Raden Mas Tangsang Hurawan di Madiun
Raden Ayu Kudus
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 15 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 2 Raden Mas Tangsang Hurawan di Madiun
perkawinan: Pangeran Mas Kudus
Pangeran Haryo Hurawan
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 16 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 3 Raden Mas Tangsang Hurawan di Madiun
Pangeran Haryo Semi
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 17 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 4 Raden Mas Tangsang Hurawan di Madiun
Pangeran Haryo Wiromantri
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 18 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 5 Raden Mas Tangsang Hurawan di Madiun
Raden Ayu Tanggumung
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 19 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 6 Raden Mas Tangsang Hurawan di Madiun
perkawinan: Raden Adipati Sedayu
Raden Ayu Pengulu Hanem
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 2 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 2 dari R Ay Pengulu ing Muryopodo
Raden Ayu Djapan
kelahiran: Level 3 = Buyut ke 6 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 Pangeran Haryo Kanoman / Panembahan Djapan
Cucu-cucu

Peralatan pribadi
Bahasa lain